NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Pagi itu, sinar matahari California menyiram halaman parkir kampus dengan cahaya yang terlalu terang, seolah ingin menyingkap semua rahasia yang disembunyikan Luna di balik pakaiannya. Saat Luna turun dari mobil, ia merasa tubuhnya jauh lebih berat dari biasanya. Pipinya yang dulu tirus kini tampak lebih berisi dan kemerahan, sesuatu yang ia anggap sebagai efek samping dari nafsu makannya yang menggila belakangan ini.

Ia menarik napas panjang, mencoba merapikan kemeja birunya yang entah kenapa terasa sangat sempit di bagian tengah. Luna tidak sadar, atau mungkin ia sedang dalam tahap penyangkalan yang luar biasa, bahwa perutnya tidak lagi rata. Benjolan itu terlihat jelas, membentuk lengkungan sempurna yang tidak bisa lagi disebut sebagai sekadar lemak akibat berhenti balet selama sebulan.

Zayn, yang sejak tadi berdiri bersandar pada motor hitamnya, membeku. Matanya yang tajam tidak lepas dari sosok Luna yang berjalan gontai. Dari kejauhan, pemandangan itu menghantam jantungnya seperti palu godam. Perut itu, cara Luna berjalan yang sedikit berhati-hati, dan aura keibuan yang tiba-tiba memancar dari wajah pucatnya.

Zayn tidak bisa menahan diri lagi. Ia melangkah lebar, membelah kerumunan mahasiswa, dan langsung menghadang langkah Luna tepat di tengah jalan.

"Luna... kita perlu bicara," suara Zayn serak, penuh dengan desakan yang tak terbendung. "Ikut aku ke rumah sakit. Sekarang."

Luna mendongak, matanya yang dingin menatap Zayn dengan kilat penuh permusuhan. "Ke rumah sakit? Untuk apa, Zayn? Apa kau ingin memeriksakan otakmu yang sudah rusak itu?"

Zayn tidak terpancing. Ia justru menurunkan pandangannya, menatap perut Luna yang membuncit di balik kemeja ketatnya. Tangan Zayn gemetar, hampir saja ia menyentuh perut itu jika ia tidak segera menahannya. "Sepertinya... anak-anak kita sudah tumbuh di sana, Lun. Ayo, kita pastikan ke dokter."

Luna tertawa remeh, sebuah tawa pahit yang menyayat hati. "Aku tidak hamil, Zayn. Waktu itu aku sudah mengaku padamu dan kau sendiri yang bilang aku berbohong, bukan? Kau bilang aku hanya haus perhatian. Jadi sekarang, anggap saja ini lemak karena aku terlalu banyak makan untuk melupakan kata bosan yang keluar dari mulutmu."

Luna hendak melangkah pergi, namun Zayn mencengkeram lengannya lembut, menariknya agar kembali berhadapan. "Aku salah, Luna! Aku bodoh! Tapi lihat dirimu... kau tidak bisa membohongi mataku!"

"Urusi saja kekasihmu, Zella!" bentak Luna, suaranya mulai bergetar karena emosi. "Jangan urusi aku yang membosankan ini. Pergilah pada gadismu di London yang jauh lebih menarik dan tidak membuatmu bosan!"

Zayn memejamkan mata rapat-rapat, rasa frustrasi memuncak di dadanya. Ia tidak bisa lagi menyimpan kebohongan ini. "Zella itu anjing, Luna! Zella itu anjing peliharaan Mami di London!" teriak Zayn, membuat beberapa mahasiswa di sekitar mereka menoleh kaget.

Luna terdiam. Jantungnya seolah berhenti berdetak sejenak. "Apa?"

"Aku tidak punya kekasih! Aku tidak pernah tidur dengan siapapun selain kau!" Zayn menatap Luna dengan mata yang mulai berkaca-kaca, membuang semua harga dirinya di depan umum. "Aku hanya takut Ayahmu menghancurkan mu jika kita terus bersama. Zella... dia anjing Golden Retriever yang sangat disayangi Mami. Aku hanya berbohong agar kau menjauh demi keselamatanmu sendiri."

Luna tertegun, otaknya mencoba memproses informasi gila itu. Namun, rasa sakit karena dihina selama berminggu-minggu jauh lebih besar daripada rasa lega. Ia merasa dipermainkan.

"Anjing?" Luna berbisik dengan nada tak percaya. "Kau menghancurkan harga diriku, membuatku merasa seperti sampah yang membosankan, hanya demi seekor anjing? Alasan apa lagi ini, Zayn? Kau pikir aku akan percaya?"

Luna mendorong dada Zayn dengan sisa kekuatannya. "Menyingkir dari jalanku, Zayn. Kau menghalangi jalanku!"

Luna melangkah pergi dengan perasaan campur aduk antara mual, pusing, dan amarah yang meledak. Ia tidak peduli jika Zayn berteriak memanggil namanya. Di dalam hatinya, ia hanya ingin pulang dan mengunci diri. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, sebuah pengakuan mulai muncul: jika Zella benar-benar seekor anjing, maka mual, perut buncit, dan nafsu makan ini... benar-benar nyata.

🌷🌷🌷🌷🌷

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!