Sebuah kisah tentang seorang putri es yang bernama Aira Skypia. Ia memiliki kekuatan es yang luar biasa, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan dendam dan murka. Setelah keluarganya dibunuh oleh musuh yang kejam, putri es ini berusaha membalas dendam dan menghancurkan musuhnya dengan kekuatan esnya.
Namun, kekuatan luar biasa yang ia miliki kini lenyap seketika setelah musuhnya mengutuk seluruh keturunan es agar tidak ada yang menjadi penerus kejayaan kerajaan es.
Dalam perjalanan kultivasinya, ia harus berhadapan dengan bangsa vampir. Aira terpaksa harus hidup dan berlatih di dalam istana kerajaan Vampir.
Bagaimana cara putri es hidup setelahnya?
Seperti apa perjuangan Aira di dalan kerajaan Vampir yang dipenuhi oleh energi kegelapan?
Bagaimana cara ia membalas dendam tanpa kekuatan yang dimilikinya?
Pantengin terus ceritanya sampai akhir🗣️🗣️
Jangan lupa like, vote, dan komen biar author makin semangat....🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MellaMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Day-5, 6 & 7
Hari kelima, Aira masih berada di dalam sel tahan. Seperti janji Magnitius, Aira akan keluar sel di hari ketujuh. Seperti biasa, Aira akan bermeditasi dan mencoba mendapatkan energi sihir luar biasa kakak pertamanya.
"Aira, kmu tidak akan pernah bisa melakukan mantra sihir di dalam penjara ini, tapi selangkah saja keluar dari ruangan ini, kamu bisa menyerap energi dari luar untuk membuat sihirmu menjadi nyata"
Hari ke enam, Aira bermeditasi untuk menerima mantra sihir dengan energi yang besar dari sang ibunda, Ratu Avia. Tubuhnya terasa lemah tak bertenaga, karena energi yang masuk ke dalam tubuhnya belum ada tempat untuk menetap.
Ruang energi dalam tubuh Aira penuh oleh energi kelima kakaknya. Sedangkan pintu energi yang masih belum terbuka lebar sempurna karena sihir kutukan belum menghilang sebelum kristal darah ia miliki.
Dan di hari terakhir, hari ke tujuh. Aira di bawa keluar sel tahanan oleh para prajurit. Tubuhnya yang lemah seolah terseret karena langkah kaki para prajurit yang sangat cepat.
Aira merasa kepalanya berputar, pandangannya mulai kabur. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi dia tahu bahwa dia harus kuat. Dia harus menerima energi dari ibunya, Ratu Avia, dan membuka pintu energi yang terakhir.
Tiba-tiba, Aira merasa dirinya ditarik ke arah cahaya terang. Dia membuka matanya, dan melihat dirinya berada di sebuah ruangan besar dengan langit-langit yang tinggi. Di tengah ruangan, ada sebuah altar dengan kristal besar yang bersinar.
"Aira, anakku," suara Ratu Avia terdengar dari balik altar. "Aku telah menantikanmu. Terimalah energi dariku, dan jadilah penerusku."
Aira merasa energi besar mengalir ke dalam tubuhnya, tapi dia masih merasa lemah. Pintu energi yang terakhir masih belum terbuka.
"Tunggu, Aira," suara Ratu Avia terdengar lagi. "Ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan. Setelah ini kamu akan menerima energi ayahmu yang lebih besar dariku".
Dengan suara lemah Aira menjawab. "Aku...aku tidak sanggup ibunda".
Lalu Aira terjatuh pingsan dan kesadarannya kembali kedunia nyata. "Magnitius". Lirih Aira saat pertama kali matanya terbuka.
"Iya Aira, ini aku". Jawabnya. "Apa kamu baru menerima energi ibumu? Apakah kamu siap menerima energi dari raja Skypia sebelum cahaya kristal darah itu meredam dan mati". Tanya Magnitius.
Kalian pasti penasaran kenapa Magnitius berubah kan? Kan? Kan?
Akan author jelaskan....
Flashback...
Beberapa hari lalu saat Magnitius menemui Aira di dalam sel tahanan. Dalam perjalanan menuju sel tahanan Aira, Ia melihat seseorang yang duduk di antara sel dengan cahaya merah gelap mengelilinginya. Dan Magnitius yakin kalau dialah raja vampir yang asli.
Kemudian Magnitius masuk ke dalam sel tahanan Aira dan membisikkan sesuatu.
"Aira, maafkan aku karena kamu harus ikut ke dalam rencanaku. Dan semua berjalan sesuai dengan rencanaku. Raja vampir keluar dari tempat persembunyiannya, demi kamu. Bahkan dia ada di dalam kastil ini". Bisik Magnitius terjeda.
"Di hari ketujuh nanti, aku akan mengeluarkanmu. Kamu harus segera pergi ke Gardarium sebelum kristal darah lenyap. Dan tepat saat itu, musuhmu akan datang mencarimu karena kegagalannya". Sambungnya.
Namun, Aira menanyakan Nocturna dan Lyra. "Aku telah menyembunyikan Lyra di Gardarium untuk menjaga Kristal darah. Tapi Nocturna...aku tidak tahu dia menghilang kemana setelah aku lepaskan dari jeratan es milikmu".
Setelah itu, Magnitius berjalan keluar sel untuk pergi meninggalkan Aira. Dan ia memasukkan banyak orang untuk membantu Aira dari kalangan yang berbeda-beda.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam benak Magnitius. "Sebenarnya siapa tabib Elian, mengapa dia memiliki energi merah? Bukankah ilmu sihir 'Acrana Suprema' dengan tingkat sihir paling sakti sekalipun, tak akan pernah bisa hidup di ruangan penjara itu. Apakah dia raja vampir yang sebenarnya dan tengah menyamar?...Lalu, siapa Nocturna? Sejak kapan Aira mengenalnya dan mengapa Nocturna menghilang?" .
Tanda tanya merah besar memenuhi kepala Magnitius. Ia memerintahkan prajuritnya untuk mencari Nocturna. Namun, setelah hari ke tujuh belum ada tanda-tanda Nocturna ditemukan.
Flashback of...
Menurut readers, siapa raja vampir yang asli?
Apakah tabib Elian? Atau bahkan Nocturna, gadis cantik yang terkurung di dalam cermin? Lalu bagaimana cara Nocturna keluar dari dalam cermin tanpa bantuan?
Sebelum lanjut ke bab selanjutnya, tebak dulu pertanyaan tadi di kolom komentar👇🏻👇🏻
Makasihhhhhh...