" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
Pagi ini seperti biasanya, mereka sarapan di satu meja yang sama. Namun ada yang berbeda kali ini, yaitu perasaan canggung antara Naoki dan Haruka.
" kenapa gw harus canggung kek gini? Biasa aja bisa nggak! Kalo kek gini yang ada Lo gagal di hari pertama" batin Naoki
" santai Haruka, anggap saja tidak terjadi apa pun semalam " batin Haruka.
" tuan nyonya, ada tamu di luar " ujar Hana yang baru saja datang dari luar.
" siapa?" tanya Haruka penasaran. Apa itu orang tuanya? Tapi orang tuanya belum pernah ke sini.
" saya tidak kenal nyonya, katanya namanya haru "
uhuk uhuk
daiky tiba tiba terbatuk batuk saat mendengar nama haru. sedangkan Naoki malah menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran kembarannya.
Bisa bisanya daiky mengizinkan haru datang kerumah. Pagi pagi begini lagi, dan di pagi weekend. seharusnya di hari weekend seperti ini keluarga menikmati hari weekend nya kan?
" suruh masuk aja han" ujar Haruka.
Sebenarnya Naoki malas banget sih ketemu sama haru itu. tapi dia juga tidak mau melewatkan drama pagi ini. sepertinya akan seru.
" tidak usah han, jangan izinkan orang yang tidak di kenal masuk ke rumah ini" ujar daiky
" ohh, orang asing" batin Naoki sambil mengangguk anggukkan kepalanya dengan lucu.
" baik tuan" jawab Hana.
namun belum sempat Hana pergi haru sudah tiba di sana dengan senyuman ramah yang terkesan sedang menggoda.
" morning daiky, Naoki " sapa haru tanpa rasa Canggung sedikitpun.
Daiky menatap tajam haru seolah sedang mengancam haru untuk tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.
Deg!
mata Haruka melebar, jantung nya berdegup kencang dan juga terasa sangat perih. Dia mengenal wanita ini, wanita yang bercumbu dengan suaminya saat di toilet waktu itu.
" kamu siapa?" tanya Haruka berpura pura tidak kenal. padahal di dalam hatinya dia ingin sekali berteriak dan menjambak rambut wanita tersebut.
" kenalin aku haru_"
" mungkin dia temannya Naoki " jawab daiky memotong ucapan haru.
naoki mengeleng cepat membantah tuduhan itu " bukan kak, kakak lupa? Ini haru mantan kakak dulu " ujar Naoki dengan wajah polosnya sok tidak tahu apa pun. Padahal dia sengaja berkata seperti itu.
" mantan?" ulang Haruka tidak tahu apapun tentang hal itu.
" yaa, aku mantan nya daiky dan temannya Naoki. kamu pasti istrinya daiky ya?" tanya Haru berperan sebagai wanita baik.
bukannya menjawab pertanyaan haru. Haruka malah menatap daiky meminta jawaban. " tadi kata mu tidak kenal" ujar Haruka
" apa itu penting? Dia hanya seorang mantan " ujar daiky dengan nada datar terkesan tidak peduli dengan perasaan kedua wanita itu.
" kakak ipar tenang saja, kak daiky itu pria pintar. Dia tidak mungkin mau memungut sampah yang sudah membuang nya dulu" sindir Naoki " kak daiky itu pintar, dia pasti tahu mana yang berlian dan yang mana batu karang"
Haru tersenyum mendengar ucapan Naoki yang terkesan lucu Karna faktanya daiky memungut kembali sampah itu. Apa itu artinya daiky itu bodoh?
" ah yaa kamu benar nao" ujar Haruka.
Sedangkan haru memutar matanya kesal melihat Naoki membela wanita itu dan terkesan menjatuhkan nya.
" Naoki, kita sudah lama tidak bertemu. kapan kamu kembali? Kenapa tidak mengabari ku?" tanya Haru sok akrab.
" apa aku memiliki kewajiban untuk mengabari mu? kita tidak memiliki hubungan apapun. Berteman saja tidak " jawab Naoki sarkas membuat haru benar benar marah. namun haru dapat menahan amarahnya.
" nao jangan seperti itu, seperti yang kamu katakan kemaren. kamu itu tampan, jadi wajar banyak wanita yang ingin mendekati mu" ujar Haruka.
sontak daiky menatap tajam Haruka yang memuji Naoki. dia tidak suka ada orang yang memuji Naoki. Siapapun itu, karena baginya Naoki berada jauh di bawahnya. Hanya dia yang boleh di puji.
kreek
Daiky menggeserkan kursi nya kebelakang lalu dia berdiri dan pergi dari sana tanpa sepatah kata pun.
" kakak ipar, aku ke kamar dulu" pamit Naoki.
" hmm" jawab Haruka mengangguk.
Haruka berdiri dari duduknya saat kedua pria itu sudah pergi. Haruka berjalan mendekati haru sambil melipat kedua tangan nya di depan dada. Haruka memerhatikan tubuh haru dari atas sampai bawah. Tidak ada yang lebih menarik daripada tubuhnya.
" siapa tadi nama mu? Haru?" tanya Haruka.
" yaa, kenapa memang nya? Apa daiky sering bercerita tentang ku? maaf ya jika kamu merasa cemburu karena dulu kami memang saling mencintai " ujar haru sombong.
Haruka tersenyum sinis, jangankan sering, pernah di ceritakan saja tidak.
" bahkan dia tidak pernah menyebutkan nama mu sekalipun. tadi saja dia mengatakan bahwa kau itu orang asing" ujar Haruka " apa kau tidak ingin menikah dengan daiky? Merubah status selingkuh menjadi istri sah?" tanya Haruka.
" apa maksud mu?" tanya Haru tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Haruka. Apa Haruka sudah tahu semuanya?
" apa kau tidak ingin menguasai semua harta daiky? Tidur dengan daiky setiap malam? bukan hanya di saat daiky ingin menyalurkan hasratnya saja?" lanjut Haruka
" jadi kamu sudah tahu?" tanya Haru tersenyum sinis bahkan tidak ada aura bersalah padanya.
" hmm, ayo kita bersaing mulai sekarang, buat daiky menceraikan ku secepatnya atau aku yang akan membuat daiky membuang mu selamanya"
haru menatap Haruka dengan tatapan meremehkan. " oke, tapi jangan pernah menangis dan memohon pada ku nanti " ujar haru lalu segera pergi dari sana.
Haruka tersenyum puas. dia sengaja berkata seperti itu agar haru membujuk daiky untuk menceraikan nya. Haruka yakin, jika haru yang memintanya daiky pasti menurutinya tanpa syarat.
" huft! pagi ku jadi rusak " keluh Haruka lalu berjalan menuju kamarnya.
saat tiba di kamar dia berpapasan dengan daiky yang ingin keluar. Sepertinya daiky akan pergi. Padahal hari ini adalah hari weekend dan daiky tidak memiliki pekerjaan di kantor. Pasti daiky ingin bersenang-senang dengan selingkuhannya.
" biarkan saja, memang itu yang kamu mau kan Haruka? Berpisah dari daiky" gumam Haruka setelah daiky pergi.
Haruka berjalan menuju meja nakas lalu membuka lacinya dan mengambil laptop milik nya. Dia harus menerima laporan dari asistennya. harusnya dia periksa semalam namun tadi malam dia malas melakukan nya.
" saatnya bekerja mencari uang untuk membiayai selingkuhan mu Haruka" gumam Haruka.
Terkesan murahan bukan? Seharusnya cowok yang membiayai cewek. tapi tidak papa, dengan begini dia tidak perlu cemas karena bekerja sama dengan laki laki yang salah.
Haruka fokus pada laptopnya. Wajahnya terlihat sangat cantik kala fokus seperti ini. saat fokus pada pekerjaan nya dia jadi lupa dengan masalah yang sedang dia hadapi saat ini. Masalah rumah tangga nya yang tidak ada ujungnya.