NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What' l don't care.

Pesawat yang membawa Axel Alexander! Dari Polandia, dan akhirnya tiba di bandara internasional. Di luar sana belasan mobil beserta para pasukan Alexander! sudah menunggu, kedatangan sang pemimpi. Sebelum turun dari jet pribadinya. Axel meminta ke 4 pramugari, yang selama ini selalu stay, menemani penerbangannya. untuk menghadap pada-nya.

Tentu saja ke 4 pramugari itu, dengan senang hati. Juan dan para pasukannya jadi penasaran kira-kira apa yang ingin di lakukan oleh tuan-nya. Dengan suara berat dan tatapan dingin yang tak terbantahkan Axel lalu berkata.

     " Mulai hari ini kalian dan para pramugari! yang lainnya, aku pecat. Dan kemaskan barang-barang kalian, kasih tahu yang lainnya. "

Duar~

Bagaikan tersambar petir, di siang bolong para pramugari itu. nampak syok kaget dan kecewa. Dengan keputusan sang tuan yang tiba-tiba memecat Mereka, dengan serentak. Padahal mereka merasa tidak punya salah apa-apa.

     " Tuan Alex---"

" Kalian akan mendapatkan gaji, jadi aku tidak mau di penerbangan berikutnya. kalian atau yang lainnya ikut serta dengan ku lagi. " ucapnya dengan tegas.

Axel langsung melangkah pergi, mengabaikan para wanita centil! yang mulai menangis Bombay, karena tidak ingin di pecat. Axel sudah memutuskan keputusannya untuk memecat para pramugari itu, setelah memikirkan resiko ke depannya. Termasuk Carlin mama serta kakeknya, yang bisa saja membunuhnya karena kelakuan bejatnya.

      Juan dan para pasukan Alexander! masih membeku, di tempatnya. Mereka masih memikirkan kemungkinan! di balik alasan sang tuan, yang tiba-tiba memecat semua pramugari itu.

       " Tuan Juan bisakah anda membantu dan membujuk tuan untuk tidak memecat kami.kami mohon tuan! Tolong bantu kami! Kami sangat membutuhkan pekerjaan ini. "

"Benar tuan Juan! Tolong bantu kami, agar tuan Alexander tidak memecat kami. Kami tidak tahu apa kesalahan kami, sehingga membuat tuan marah' dan langsung memecat kami! "

Juan tersadar, menatap datar ke 4 wanita binal, yang sedang menangis tersedu-sedu di lantai. Membuat matanya jadi sakit. Apa lagi memohon-mohon kepadanya.

    " Tuan ku sudah menegaskan nya, sebaiknya kalian! sampaikan kepada sesama teman Kalian. Jika kalian berani membantah, dan tuan mengamuk,kalian tanggung sendiri akibatnya. sebaiknya kalian segera pergi! Aku tidak bisa membantu apapun. " Juan segera menyusul sang tuan, bersama pasukannya.

Ke 4 pramugari itu semakin menangis tersedu-sedu, dan di sela-selanya tangisnya mereka pun berkata.

     " Kesalahan apa yang sudah kita lakukan, sampai tuan Alexander! Memecat kita, seperti ini! Apa kita melakukan kesalahan? Tapi kita tidak pernah melakukan kesalahan? Seingat ku. "

" Kita? tuan tidak memecat kita saja' tapi semua pramugari. Yang bekerja di sini! "

" Apa tuan sudah bosan dengan servis yang kita! kasih selama ini! Atau tuan mau mencari pramugari yang lebih cantik dari kita? "

wanita yang paling tinggi, mengungkap isi pikirannya. Ucapannya membuat yang lain berhenti menangis sesaat dan ikut memikirkan apa kesalahan mereka.

      " Apa di penerbangan sebelumnya ada yang sudah membuat tuan kecewa? Itu sebabnya tuan memecat kita semua. "

" Sepertinya begitu! Makanya tuan marah "

" Kita harus mencari jalang mana yang sudah membuat tuan marah' sehingga memecat kita semua! Sialan kita semua jadi kena imbasnya. Mungkin karena dia tidak bisa memuaskan tuan, makanya tuan marah'!

" Iya aku jadi tidak bisa menggoda tuan lagi! Aku tidak tahu nasip ku kedepannya seperti apa. " para pramugari itu saling mengeluh.

*****

Axel membuka matanya,dia melihat Juan yang curi-curi pandang melihat ke arahnya.

" Katakan? "

      Juan tersentak karena ketahuan, sudah curi-curi pandang, dia ingin bertanya tapi ada keraguan dalam hatinya. Akhirnya dia pun memberanikan dirinya.

" Pemecatan serentak itu...! apakah anda sudah yakin tuan? Atau anda mau mencari pramugari yang baru lagi, atau yang lebih ca---"

    " Tutup mulut mu! Oh, jadi maksud mu. Kamu meremehkan keputusan tuan mu, sendiri Juan Carles? Apa kamu sudah bosan hidup? Cepat katakan pesan terakhir mu. " ucap Axel, dengan ekspresi wajah marah.

Bulu kuduk Juan, langsung berdiri, hawa dingin yang dari ace bahkan tidak mampu mendinginkan hawa dingin, yang merayap di punggungnya.

       " maaf tuan. tolong maafkan saya tuan! Tidak begitu tuan saya selalu percaya dengan keputusan anda! Maaf karena tadi saya sudah bicara omong kosong. " sesal Juan. Sambil menundukkan kepalanya.

Axel mendengus dia menatap gedung-gedung tinggi, yang mereka lewati, dengan tatapan yang rumit. Lalu berkata.

" Aku melakukan itu semua supaya dia tidak terlalu membenci ku. Dan menjaga jarak dengan ku! Kamu tahu sendiri dia sangat membenci ku sekarang? " Axel bicara dengan nada rendah dan pelan. Meskipun suaranya pelan Juan masih bisa mendengarnya dengan baik.

" Tapi anda tetap harus bekerja keras tuan. Untuk membuang semua persepsi buruknya pada anda tuan, dan buktikan bahwa anda tidak seburuk itu tuan. " ucap Juan. Memberi semangat kepada tuannya.

" Aku tahu! Apa yang harus ku lakukan. " sahut Axel, lalu memejamkan matanya.

     *****

Klik~

Sedangkan fokus-fokus dengan layar laptop-nya. Lea di kagetkan dengan suara pintu kamar yang terbuka, dan menampakkan sesosok Johan. yang datang.

" Sepertinya kamu sangat sibuk sekali? " tanya Johan. Lalu duduk di sofa depan-nya Lea.. Lea merespon ucapan Johan dengan hanya tersenyum tipis di bibirnya.

    " Apa kedatangan kakek kemari menganggu waktu mu? Maaf kalau kakek sudah menganggu Waktu mau! "

" Tidak...tapi kalau kakek ada perlu dengan ku, kakek kan bisa meminta kepada pelayan. untuk menyuruhku menemui kakek. bukan kakek yang datang menemui ku. Lain kali jangan seperti ini lagi, aku jadi merasa tidak enak. Apa lagi kakek belum sembuh total! Seharusnya aku yang datang menemui kakek." Ucap-nya. Cerewet membuat Johan tersenyum cerah.

      Johan jadi menyukai Carlin yang sekarang, karena cucu menantu-nya. lebih banyak bicara. Sudah berani menegur, menolok, tegas dan enggak kaku. Pokoknya tidak seperti Carlin, yang dulu.

" Kakek sudah terlalu lama istirahat, dan sudah bosan! di kamar trus. Lain kali kakek akan meminta pelayan untuk memanggil mu, kalau kakek, ada keperluan dengan mu! "

Mata Johan mengintip kepo ke arah layar laptop-nya Carlin. Kebetulan sekali layar laptop-nya, agak miring posisinya.

    " Apa yang sedang kamu kerjakan? Apakah itu materi mengajar? " tanyanya kepo dia tidak terlalu jelas melihat-nya, maklum matanya sudah mulai rabun.

Lea hanya mengangguk kepalanya, saja meskipun dia saat ini sedang membuka situs ilegal, dia dengan cepat mematikan laptopnya.

        " Bearti dalam waktu dekat kamu akan segera mengajar lagi? " Tanya Johan. Lea menoleh lalu mengangguk kepalanya'

" Iya untuk yang terakhir kalinya! " sahut-nya.

Johan mengeryit dahinya Heran.

       " Terkahir? "

" Iya. "

" Jadi kamu nggak akan bekerja sebagai guru private anak-anak lagi! Maksudnya kamu mau berhenti gitu? Apa ada masalah! "

Lea hanya membalas ucapan Johan dengan cara mengangguk kepalanya saja. Johan langsung terkejut.

    " Bukankah kamu sangat menyukai pekerjaan mu? Lalu kenapa tiba-tiba berhenti?

Apa ada Orang yang merasa keberatan, karena kamu sudah lama libur dari mengajar.

Tapi sekarang kamu mau memulai lagi? Atau orang tua anak-anak mendemo,dan menolak mu. Menjadi guru! dari anak-anak mereka? "

Johan masih ingat sebelum cucu menantunya koma, Carlin pernah bercerita bahwa dia sangat menyukai pekerjaannya. sebagai guru, private anak-anak. Lalu sekarang tidak ada angin, tidak ada hujan. tiba-tiba dia mengatakan akan berhenti bekerja sebagai guru. Johan jadi binggung apa coba alasan Carlin, mau berhenti dari pekerjaannya, yang selama ini dia sukai.

    " Cucu menantu ku! Apakah Axel yang meminta mu untuk berhenti bekerja? Katakan padaku! Biar kakek menghukum anak itu. Kamu tidak perlu takut dengan anak nakal itu biar kakek yang memarahinya. " ucap Johan, dia takut Axel yang memaksa istrinya, untuk berhenti dari pekerjaannya.

       " Em, itu tidak ada kek! aku memang merasa sudah tidak cocok lagi untuk mengajar! Aku rasa lebih baik sekarang Aku akan fokus pada tangung jawab ku, sebagai istri dari pemimpin Alexander. Aku harus belajar banyak hal bukan? Selama ini aku merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, kek. Sehingga aku kurang ada waktu bersama Axel..." ucapnya yang sok menyakinkan' padahal aslinya, karena dia tidak pernah menyukai pekerjaannya, dan tidak menyukai anak kecil. Dan tentunya dia ingin fokus membuat Axel! semakin frustasi. Dengan keberadaannya. Membayangkan Axel akan frustasi membuat Lea tersenyum menyeringai.

       Mendengar perkataan dari Lea Johan, langsung menghela nafas lega, dan tersenyum cerah.

" Kakek pikir karena kamu ada masalah? Dan karena Axel. yang memaksa mu untuk berhenti dari pekerjaan mu! Rupanya begitu. Kakek senang' mendengarnya, Axel pasti sangat beruntung mendapatkan istri, seperti mu. Kamu bahkan sekarang memikirkan tidak ada waktu luang, untuk bersama Axel. " sahut Johan yang terlihat senang sekali.

        " Tentu saja aku akan segera membuat cucu mu itu setiap hari akan merasakan frustasi. Dan kemudian dia akan menyerah karena sudah tidak tahan lagi dengan keberadaan ku, lalu dia akan segera menceraikan ku! " batin Lea. Dia tersenyum tipis di bibirnya. Membayangkan semua rencananya, akan berhasil dengan mulus.

" Ngomong-ngomong apa yang membuat Kakek datang kemari? Apa ada yang ingin kakek katakan kepada ku? " tanya-nya. Karena dia tahu bahwa Johan, orangnya bukan tipe yang suka berbasa-basi, dan mengobrol tanpa isi.

       " Kakek datang kemari untuk memberi tahu mu! Bahwa kakek dan suami mu. tadi pagi sudah berdiskusi. Tentang keinginan mu beberapa waktu yang lalu. " ucap Johan dengan serius.

Lea mengerjap beberapa kali matanya, jujur dia sedikit was-was dalam hatinya.

     " Berdiskusi. " tanya-nya singkat.

" Benar kami sudah berdiskusi tentang keinginan mu, yang kemarin! Suami mu juga sudah setuju. Dan memberi mu ijin untuk ikut latihan bela diri. "

" Begitu kah? Jadi kapan aku akan mulai? Apakah besok? Atau langsung di mulai malam ini? Aku akan melakukan pelatihan apa saja kekek? " tanya-nya yang begitu semangat, dan wajah penuh ceria. Rasa was-was dalam hatinya langsung menghilang entah kemana. Saat mendengar perkataan dari kakek-nya.

Johan terkekeh geli, saat melihat wajah ceria cucu menantunya itu.

     " Kakek! " tegur Lea.

" Ehem, kami sudah bersepakat bahwa kami akan mengadakan resepsi pernikahan, kalian berdua. Setelah itu baru kamu bisa mengikuti

Pelatihan! seperti yang kamu mau... kamu tahu sendiri dulu kalian berdua menikah hanya di saksikan oleh beberapa orang saja. Kami juga ingin memperkenalkan mu di depan publik. Sudah waktunya orang-orang tahu bahwa kamu adalah istri dari Axel Alexander. "

      Duar~ deg~dig~dug~

Lea yang awalnya kesenangan, sekarang hampir terhuyung kebelakang. saat mendengar perkataan dari Johan. Dia tadi memang langsung berdiri mendekati Johan saking senangnya, Karana keinginan di turuti.

" sepertinya ada petir di malam yang syahdu ini." Ucapan Johan, membuat Lea membeku, dan melebarkan matanya.

     " Apa kamu keberatan untuk mengadakan acara resepsi pernikahan kalian? Kalau kamu merasa keberatan katakan saja! " tanya Johan lantaran cucu menantunya, mendadak cosplay jadi patung.

     " Pake nanya segala lagi, tentu saja aku merasa sangat keberatan! Aku dan cucu mu itu enggak seromantis yang anda lihat! Dan yang anda kira...! " rasanya Lea ingin berkata seperti ini. Tapi yang keluar dari mulutnya malah begini.

" Aku enggak keberatan, aku hanya terkejut. "

Lea ingin memukul mulutnya, karena sudah berkhianat. bicara seperti itu. Johan tersenyum, dan mengangguk.

     " Iya kamu pasti sangat terkejut, apa lagi pernikahan kalian, sudah berlangsung cukup lama. Selama ini juga tidak pernah terendus oleh mereka di luaran sana. itu wajar saja jika kamu terkejut. Oleh karena itu kami ingin mengadakan resepsi pernikahan kalian berdua. "

         Brak~

" Nah itu dia, kek apa ada ya---"

           Johan tersentak kaget' karna gebrakan, dan suara tingginya Lea. Mana barang-barang yang ada di atas meja ikut bergeser, dan tumpah. Lea sendiri cuma membelalakkan matanya, karena baru sadar kalau dia sudah melewati batas. Segera dia berdeham kecil dan meluruskan.

     " Ehem, maaf kakek maksudku...itu dia, kita berdua sudah memutuskan untuk tidak mempublikasikan, soal pernikahan yang sudah terjadi, tapi... kenapa sekarang harus di ubah? Aku sama sekali tidak keberatan. " Lea memunguti barang-barang, yang jatuh dari atas mejanya tadi.

       " Seperti ucapan mu tadi, bahwa kamu mau fokus, menjadi istri dari seorang pemimpin. dan mau mempelajari segala hal yang bersangkutan. Artinya kamu sudah siap dengan segala jenis resiko! dan tanggung jawab di dalamnya. Seperti penyusup tadi malam contohnya! " Johan menarik nafas dalam-dalam, kemudian melanjutkan perkataannya lagi.

      " Dan kedepannya kamu, akan selalu ikut dengan Axel. ke acara-acara yang mengundangnya. Mau pun para nyonya yang mengundang mu, untuk acara sosial dan pesta teh! yang biasanya akan di lakukan oleh nyonya-nyonya dari istri para pemimpin kelompok mafia-mafia di kota ini. "

     " What l don't care, and l don't want to.." batin Lea berkecamuk dan kesal marah jadi satu, karna setiap keinginannya selalu ada syaratnya.

Setelah pembicaraan yang merugikan pihak Lea. Sepanjang makan malam dia, hanya diam membisu, beberapa anggota keluarga Alexander! merasa heran karena biasanya Carlin akan mengajak Johan, bicara panjang lebar. Apa lagi sekarang wajah Lea terlihat sangat suram, dan datar tapi mereka memilih diam saja. Meskipun sangat kepo apakah terjadi sesuatu di antara Johan dan Lea.

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!