*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
..
...
Sesampai nya di caffe, Zheya turun dari mobil Tampa menghiraukan Liyan yang sudah berbaik hati, lalu berjalan menujuh Renata dan Cherry yang telah stay di tempat yang paling estetik.
"Cieee pengantin baru.. kiw kiw" goda Cherry ketika Zheya baru saja menduduk kan pantatnya di kursi
"Tanyain kabar dulu kekk, baru ledekin gue" Zheya tidak terima ketika di serang Tampa aba aba
"Ohh iya, gimana kabarnya setelah malam pertama.." goda Cherry lagi
"Malam pertama apaan.." sanggahnya, tidak ada acara malam pertama pertamaan. Lagian malam pertamanya keduluan dua Minggu lalu gara gara Liyan si brengsek Huang itu.
"Lu sih cherr..! Nanti si zhe ngamuk baru tau rasa.." Renata menegur Cherry, bahaya juga nanti kalo Zheya tiba tiba kesal dan pergi padahal acara part 1 mereka aja belum di mulai
"Iya deh iyaa... Maapkeun hamba yang mulia ratu."
"Ok, permintaan maaf mu diterima.." jawab nya santay
"Btw, ga biasanya wajah lu kek gitu Zhe..?" Renata memang teman paling peka,tau aja muka sahabatnya itu kusut banget
Zheya mengambil kaca bulat kecil di dalam tas untuk memeriksa wajahnya "ga ada apa apa kok."
"Kusut aja kaya ga di setrika.." Cherry yang menjawab setelah dia menelaah wajah Zheya akhirnya menemukan ada yang ganjal
"Jangan jangan elu ga di kasih istirahat semalam.. astaga!! Paksu lu brutal sekali.." Tebakan Renata langsung di hadiahi geplakan elegan mendarat di kepalanya
"Brutal apaan brutal..sampe rumah aja langsung tidur"
"Nah tuh kan? Elu ga di kasih jatah semalam makanya wajah lu Badmood gitu..''
"Bisa jadi cherr.. untuk kali ini gue setuju sama elu ." Renata mengacungkan kedua jempolnya ke arah Cherry
"No!! Kalian salah dua duanya..
gue tuh Badmood banget!! Masa iya mau kesini ga di bolehin"
"Lah bukti nya lu ada disini sekarang, ga dibolehin dari Mane neng..." Ujar teman laknatnya itu serempak
"Harus dia yang nganter baru boleh pergi, bangkee ga tuh.." cerocos nya
Liyan mulai bosan dan mengetik beberapa pesan kepada seseorang, kemudian dia menghampiri sang istri tujuannya untuk pamit ketempat biasa nongkrong dengan temannya.sesampainya disana Ternyata dirinya menjadi bahan Gibahan sang istri
"Ekhmmm.." deheman Liyan membuat mereka terkejut
"Kenapa kesini ga bilang dulu" omel Zheya menahan malu akibat ketahuan gibah
"Kalo aku bilang, ga bakal denger dong kamu gibahin.!"
"Kan emang kenyataan nya.." bukannya merasa bersalah si kucing liar malah menantang Liyan
"Oh ya...?" Tanggapan Liyan acuh tak acuh
"Hmpp.." Zheya memasang wajah masamnya
Renata dan Cherry bingung melihat interaksi mereka, bisa bisa nya liyan cuek aja padahal lagi di gibahin, dan apa apaan itu ekspresi nya si Zheya,
mereka hanya menatap chengo tidak biasa sahabat nya seperti sekarang apalagi ekspresi masamnya itu. Mereka tahu betul seperti apa karakter perempuan dingin itu, sekarang lihat padahal dia yang salah tapi dia pula yang kaya maung.
"Iya dehh maaf ga bilang dulu," Liyan memilih untuk mengalah
"Ok..!" Jawab sang istri singkat
"aku kesini cuma mau pamit ada kerjaan dikit, nanti kabarin aja kalo mau pulang."
Liyan akhirnya undur diri dari sana, sedangkan kedua teman Zheya mengabadikan moment langka sang sahabat dan dikirim kepada kedua cicunguk lainnya,.
"Jadi pengen nikah dehh..." Ledek si Renata yang biasanya kalem, jujur aja Renata shock bisa bisanya si Zheya memasang wajah cemberut padahal mereka saja jarang sekali melihat ekspresi seperi itu
"Iya dehh, kayanya tadi tuh liat keajaiban dunia ga sihh.." timpal Cherry dia tau betul sperti apa Liyan dan desas desus tentangnya, Pria dingin yang cuek tidak peduli akan sekitar yang gengsinya setinggi langit ketujuh dengan mudah nya minta maaf?
tau sendiri Adeline meninggalkan liyan aja gara gara sikapnya yang begitu.
"Apa emang.." Zheya dengan malas menanggapi ocehan teman teman nya itu, Dia juga tidak menyangka bakalan bersikap seperti itu, bawaannya setiap dekat si Liyan itu rasanya Uncontrollable banget.
***
Liyan berada di bar mewah milik Rayyan salah satu temannya. Dia tidak menyangka bakalan bertemu dengan orang orang sibuk, padahal niatnya hanya bertemu dengan Kai yang baru pulang dari Amerika Tidak menyangka saja dia bertemu ke tujuh teman lamanya.
Suasana di sana sangat tegang karena kedatangan 2 rival terkuat disircle mereka.
Begitu juga dengan Leon dia sama sekali tidak tau ada orang yang paling dihindarinya disana, tadinya karena tidak fokus bekerja Leon memutuskan ngumpul di tongkrongan atas ajakan Rayyan dan Dion yang kebetulan pulang dari Australia.
Rayyan juga tidak menyangka mereka semua akan berkumpul di bar miliknya, dia tidak tahu bahwa Kai juga pulang hari ini, sedang kan Kai dan Dion juga tidak menduga hal yang sama.
"Huhh..." Rayyan menghembuskan napas pelan dan memikirkan ide untuk mencairkan suasana setelah sekian lama hari ini mereka di pertemukan dalam kesatuan tapi dengan suasana yang tidak lagi sama.
"Ekhemmm... Cicipi minuman terbaik disini kita akan bersulang merayakan perkumpulan kita yang lengkap ini setelah sekian lama..." Ujarnya lalu menepuk kedua tangan mengisyaratkan kepada betender andalannya
"Iya yaa. Campuran birnya enak terasa pas di lidah.." Dion ikut bersuara mencairkan suasana canggung ini
"Bro.. katanya lu pulang bulan depan??"Kai menunjuk Dion dan ikut menghangatkan suasana meski pundaknya terasa merinding gara gara atmosfer yang di keluarkan dua monster di antara mereka, tapi mau bagaimana dia juga merasa bersalah karena mengajak Liyan bertemu di waktu yang tidak tepat
"Minuman tempat Lu selalu terbaik.." puji khen menunjukkan jempol kearah Rayyan
Akhirnya suasana mulai mencair kecanggungan mulai terkikis meski Liyan dan Leon hanya berpartisipasi beberapa kata saja mereka lebih memilih menikmati minuman nya.
Meski hati terasa panas mereka sadar dan merasa tidak enak terhadap teman temannya.
Liyan menyesap minuman menikmati sensasi yang membakar lidah, sesekali melihat hp menunggu notifikasi dari wanita yang akhir-akhir ini membuat hidupnya sedikit berwarna meski tidak ada cinta di antara mereka begitulah yang Liyan pikirkan.
Padahal belum sampe satu jam dia di sini rasanya kaya setahun. Meski begitu Liyan tidak ingin beranjak duluan jika dia pergi bearti dia kalah.
Leon mengumpat di hatinya, bagai mana tidak dia kesini hanya untuk meringankan beban yang menumpuk diotak dan hati sedangkan yang membuat bebannya saja berada di antara mereka.
Leon menggoyang kan gelas kecil yang berisi wine menyesap nya perlahan menikmati sensasi menyenangkan tapi tak semenyenangkan hidupnya yang mulai terasa miris sekali.
Sesekali Leon berpikir ingin sekali membantah dan lost control dari keluarganya, mungkin hidupnya tidak seberantakan sekarang