NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang lain

Emily tertawa saat mendengar penjelasan dari Leon tentang lukisan seorang gadis yang sedang memegang buket bunga.Iya, Leon dan Emily bertemu di pameran lukisan.Keduanya terkejut karena selalu bertemu tanpa diduga.

"Mungkin kita jodoh.."Kata Leon sembari tersenyum kearah lukisan yang sedang mereka amati.

Emily tak menggubris ucapan Leon,pria itu memang selalu saja berbicara spontan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.Makanya Emily tidak pernah menganggap serius apa yang di ucapkan pria itu.

"Do you have a husband..?"

"Tiba-tiba sekali bertanya tentang suami, kenapa kamu tidak bertanya tentang kekasih..?"

"I don't care if you have a boyfriend,akan lebih menakutkan jika aku menyukai istri seseorang"

Emily kembali tertawa mendengar ocehan pria itu, jadi Leon tidak akan perduli jika seorang perempuan punya kekasih.Tapi jika perempuan itu punya suami dia akan mundur,begitu kan maksudnya.Tapi..tunggu, maksudnya apa..

"How old are you know..?"

"Tahun ini dua puluh lima dan kamu..?"

""I'am twenty seven years old this year"

"Woww.. kamu lebih tua dariku.."

Leon mendengus mendengar Emily seolah mengolok dirinya karena lebih tua darinya.

"Apa kamu pernah melihat lukisan the flower girl.. lukisan pertengahan abad ke 19 karya seniman Irlandia -amerika Charles cromwell ingham?"

Emily menggelengkan kepalanya karena sesungguhnya dia tak begitu suka dengan lukisan atau semacamnya.

"Aku kemari hanya ingin terlihat keren "

"Apa.. heii.."

Leon mengejar langkah Emily yang menjauh darinya.Gadis itu sengaja berjalan sedikit tergesa karena dia merasa lucu melihat ekspresi Leon.

"Kamu mau kemana setelah ini..?"

"Mungkin pulang atau.."

Belum selesai Emily dengan ucapannya Leon segera menuntun gadis itu untuk menuju ke mobilnya.Emily membiarkan pria itu memegang tangannya, entah mengapa Emily tidak merasa risih dengan perlakuan pria itu.

"Maaf...apa kamu mau ikut denganku..?"

Leon merasa sangat bersalah karena sudah lancang menarik tangan gadis itu tanpa meminta persetujuan dari sang empu.

"Hei.. gak apa-apa.. memangnya kamu mau mengajakku kemana..?"

"Ehmm.. Kalau ke apartemen ku, apakah itu terasa aneh.."

Emily sedikit terkejut saat Leon langsung mengajak dirinya ke apartemen.

"Ehmm..maaf..maaf jangan berpikiran kalau aku akan berbuat mesum padamu, sungguh aku hanya ingin mengobrol denganmu.Juga, aku punya lagu baru yang ingin aku tunjukkan padamu"

"Apakah kamu seorang penyanyi..?"

"Ohh.. tentu saja bukan,aku hanya seorang produser musik juga menciptakan beberapa lagu"

"Wooww..kamu keren banget.."mata Emily berbinar saat mengatakan itu.Gadis itu benar-benar tulus memuji Leon.

Leon sedikit tersipu, wajahnya memerah karena dia sangat senang mendapatkan pujian dari seseorang yang dia suka.

"Tapi aku juga bawa mobil.."

"Bagaimana kalau ke apartemen milikku dengan menggunakan mobil si cantik ini"

"Apa-apaan..Terus mobilmu..?"

"Gampang.. nanti karyawan ku bisa mengambilnya kemari"

Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa mobil Emily saat akan pergi ke apartemen Leon.Gadis itu membiarkan Leon melakukan apapun sesuka hatinya.Sebenarnya Emily sangat kesal dengan Jeon dan mantan istrinya makanya dia mencari pelarian, beruntungnya dia bertemu Leon yang sudah beberapa kali bertemu juga beberapa kali saling bertukar chat.

Setelah menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit akhirnya mereka sampai di gedung apartemen milik Leon.Pria itu membukakan pintu mobil dan meminta Emily untuk mengikutinya.

Mereka melewati lobi dan bertemu dengan beberapa security yang mengangguk sopan pada Leon dan Emily.Gadis itu terus mengekori pria berbadan sedang itu.Akhirnya mereka sampai setelah menaiki lift menuju lantai sebelas.

Di lantai itu hanya tiga atau empat pintu yang terlihat oleh Emily.Gadis itu sama sekali tidak merasa takut saat dia sadar lantai itu sepertinya hanya milik Leon.

"Ini apartemen ku.. silahkan masuk"

Emily masuk saat Leon membuka pintu apartemennya dengan lebar.Saat masuk kedalam dia mencium wangi lavender yang sangat kental dari ruangan milik Leon.

"Duduklah dulu,aku ambilkan minum"

Mata Emily memeta seluruh ruangan di sekitarnya.Apartemen pria itu sangat rapi semua barang tertata di tempatnya.Bahkan Emily tidak melihat sehelai baju pun tergeletak di sofa ataupun lantai.

Leon kembali dengan dua botol minuman bersoda juga beberapa camilan yang tersusun rapi di toples.

"Kamu tinggal sendiri disini..?"

"Ya.. sendirian,atau kamu mungkin mau pindah kemari"ujarnya asal.

Emily memukul pelan lengan pemuda itu.Leon tertawa dan meminta izin untuk pergi sebentar sekedar mengganti bajunya dengan baju rumah.Emily membiarkan pemuda itu meninggalkan dirinya sendirian di ruang tamu.

Banyak sekali piala dan piagam yang terlihat di lemari kaca di ruangan itu.Emily tidak ingin terlihat terlalu kepo,dia hanya melihat sekilas tanpa mendekati banyaknya penghargaan itu.

Entah berapa lama Emily menunggu pemuda itu,yang jelas Emily tidak merasa bosan atau ingin segera pulang.Bahkan Emily sudah sangat nyaman duduk di sofa berwarna hitam itu.

"Emily..ini lagu yang ingin ku tunjukkan"

Leon datang sembari membawa laptop juga gitar.Emily tertegun sejenak saat melihat pria itu datang, tubuh lelaki itu sangat atletis.Kulit putihnya terlihat jelas karena pria itu hanya memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek selutut.Tatto..ternyata Leon memiliki tatto di lengan sebelah kanannya.Itu terlihat seksi sekali..

"Heiii..."Leon menggoyangkan tangannya didepan wajah Emily.Gadis itu terlihat melamun dan wajahnya sedikit memerah.Apakah dia tidak betah berada disini, apakah dia ingin pulang..?

"Ohh..maaf,apa yang tadi kamu katakan.."

"Apakah kamu marah, karena aku meninggalkanmu sendirian disini.Tadi aku mandi dulu, maafin ya.."

"Gak apa-apa..sungguh bukan karena itu,aku hanya terkejut saat kamu memakai baju seperti itu"

"Apakah ini tidak sopan..?"

"Tidak..tidak bukan seperti itu,aku hanya mengagumi tattomu"

"Ini..hanya tato seekor ular sedang memeluk gitar"

Tangan Leon meraih tangan lentik milik Emily,dia membiarkan Emily mengelus lengannya yang terdapat tatto ular dan sebuah gitar.

"Ahh.. maafkan aku.."Dengan cepat Emily menarik tangannya dan itu membuat Leon tertawa terbahak.

Leon membuka laptopnya dan meminta Emily untuk sedikit mendekat kepadanya.Pria itu memperlihatkan lirik lagu barunya pada Emily.Gadis itu membacanya dengan seksama,dia tersenyum karena kata-kata di lagu itu sangat romantis. Bagaimana jika itu sudah di ubah menjadi sebuah lagu dengan musik yang akan mengiringinya.

Matamu begitu indah..

Caramu bicara membuatku terpana..

Maukah kamu menjadi milikku...

Menjadi orang yang paling kucintai..

Walaupun kita baru bertemu..

Tapi hatiku terlanjur jatuh padamu..

Kuharap engkau juga merasakan..

Apa yang kini ku rasakan...

Na na na na na

"Bagaimana...kamu suka .?"

"liriknya bagus banget, semoga kamu secepatnya menemukan penyanyi yang pas untuk membawakan lagu baru mu ini"

"Terimakasih maniss... liriknya belum selesai tapi kalau kamu suka,aku akan dengan senang hati segera meneruskannya"

"Apa hubungannya dengan aku sih.."

"Loh ini lagu buat kamu, karena aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali bertemu"

"Hahh.."

"Jangan dipikirkan oke...aku juga tidak meminta kamu untuk membalas perasaanku, cukup kamu selalu disisiku.Menjadi teman pun aku tak masalah"

Emily meneguk ludahnya sendiri,dia tak menyangka pria ini akan mengatakan sesuatu yang jauh dari apa yang dia pikirkan.

"Emily.. tolong ucapanku jangan dijadikan beban,oke.."

Emily menganggukan kepalanya,dia merasa resah dengan perasaan nya saat ini.Entah mengapa dia begitu suka berdekatan dengan Leon.Tapi itu tidak mungkin terjadi, karena Jeon sudah meninggalkan istrinya hanya untuk bersama dengannya.Apa memang selama ini aku tak mencintai Jeon,apa benar aku hanya menginginkan hartanya saja..

.

.

.

Jeon memarkirkan mobilnya didepan rumah mewah miliknya.Rumah itu terlihat sunyi karena memang maid sudah pulang semua.Jeon segera menaiki tangga rumahnya untuk menemui Emily yang mungkin saja sedang tertidur di kamar mereka.

Saat Jeon membuka pintu tak ada siapapun di sana, bahkan kamar mereka masih terlihat rapi seperti belum ada yang memasukinya.Jeon duduk di pinggir tempat tidur dan segera mengambil ponselnya.Menghubungi Emily berkali-kali tapi panggilan itu hanya di jawab oleh operator yang mengabarkan nomer Emily diluar jangkauan.

Jeon merasa kesal saat ini,dia kesal karena Namira membuatnya diluar terlalu lama.Ditambah sekarang kesal karena kekasihnya tak ada dirumah.Pria itu segera mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena sudah menemani Evan seharian.

Mobil Emily memasuki pekarangan rumah dan dia melihat mobil berwarna hitam milik kekasihnya sudah terparkir di sana.Emily terdiam dan menetralkan degupan jantungnya karena dia sudah pulang semalam ini.

Pintu kamar dibuka Emily perlahan,suara gemericik air terdengar dari dalam sana.Emily segera berlalu dari kamar untuk mandi di kamar mandi ruang tamu rumah mereka.

Jeon melangkahkan kakinya menuruni tangga setelah mandi.Dia merasa segar dan tak lagi kesal karena hari ini tak bersama Emily.Parfum Emily tercium oleh indra penciuman Jeon,pria itu segera memasuki kamar tamu.Dia melihat Emily yang sedang duduk di atas ranjang sembari memainkan ponselnya.

"Kemana saja...baru pulang,ponselmu juga tak bisa di hubungi"

Emily mengangkat wajahnya saat mendengar suara milik Jeon.

"Mas... sudah pulang..?kukira kamu menginap dirumah Evan"

Jeon segera menubrukan badannya yang kekar ke tubuh mungil milik Emily.Pria itu memeluk Emily dengan posesif sembari mengecupi kepala kekasihnya.

"Aku rindu tau...."

"Bohong"ucap Emily ketus.

Jeon menatap Emily dengan mata bulatnya, dia tak percaya gadis itu mengatainya sudah berbohong.

"Hatiku sakit sekali.."ucap Jeon berdrama.

Emily tertawa geli, gadis itu memeluk tubuh Jeon yang sudah terlentang karena dia kesal dikatakan pembohong.

"Aku tadi pulang dari pameran langsung jalan-jalan dan makan..aku kesal karena kekasihku ini pergi dengan mantan istrinya "Emily berpura-pura sedih supaya Jeon tak menginterogasi dirinya seperti biasa.

"Sayang...tadi aku hanya ke Playground,abis itu makan.. terus beli mainan sebentar langsung pulang"

"Iya gak apa-apa mas...aku senang kamu bisa menghabiskan waktu dengan putramu..Ya.. walaupun harus ada mantan istrimu,aku bisa apa"

Jeon menyelipkan rambut Emily kebelakang telinga gadis itu.Rambutnya yang panjang sangat lembut makanya Jeon sangat senang saat mengelus dan memegangnya.

"Lain kali ajak aku ya mas...aku juga punya rasa cemburu loh..."

"Tentu sayang...aku janji ini tidak akan terulang lagi"

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!