Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Munculnya Mona
Melihat ada seorang wanita yang memanggil Elang dengan begitu akrabnya , Aleta memilih menyingkir dari sana.
Dasar kadal buntung , baru bilang cinta.....eh ada cewek yang nyamperin.... gerutu Aleta.
" AL tunggu.....". Elang tak sempat mencegah Aleta pergi , fokusnya terpecah karena Mona kembali memanggilnya.
" Elang...., aku kangen sama kamu...". ucap Mona, ia mendekat hendak memeluk Elang , tapi ketika sudah dekat dengan cepat Elang menghindar.
Alhamdulillah, beruntung aku cepat sadar , kalau enggak bisa terkena kuman badan ku ....Elang mengelus dadanya.
Hingga Mona akhirnya hanya memeluk angin , mengira Elang akan menerima pelukannya , ia begitu antusias karena itu ia tidak siap hingga Mona pun tersungkur ke bawah , hampir saja bibirnya yang merah menyala itu mencium lantai parkiran yang kotor .
" Aduhhh......Elang sakit , tolongin dong ". rengek Mona membuat Elang makin jijik pada wanita itu.
" Enggak mau ". Elang malah pergi menyusul Aleta yang lebih dahulu pergi meninggalkannya tadi.....gadis itu juga sempat menengok sebentar karena ada bunyi ketika Mona terjatuh.
Aleta malah ikut meringis , " Pasti sakit tuh ".
" Ih Elang, kok aku di tinggalin sih....iiiihhh kenapa pake jatuh lagi". Mona terduduk, kakinya yang terlindungi ikut membentur lantai dan terluka, karena ia memakai rok pendek.
Beberapa orang melihat ke arah Mona, tapi tidak ada satupun yang berniat menolong wanita itu. Karena saat ada yang mendekat kepadanya, Mona malah memarahinya.
Mona berharap Elang berubah pikiran , berbalik lalu menolong dirinya yang sedang terjatuh itu....tapi Elang makin mempercepat jalannya , bahkan sampai melewati Aleta.
" Apa lihat - lihat ???". sewot Mona.
" Yeyyy , jangan ge'er mbak....saya cuma kasian sama lantainya , takut rusak " ujar salah satu orang laki - laki pegawai Elang.
" Jangan kelamaan Mbak , nanti kelewat nyaman....itu buat parkiran ,bukan untuk rebahan ". tambah yang lainnya. Mereka jadi ilfil pada Mona , karena mereka juga melihat bagaimana kejadiannya dari awal.
" Kalian....awas ya ".
Mona di tinggal sendirian, ia masih terduduk , merasakan perih di kakinya, " Aku harus ke rumah sakit kayaknya ". Mona berjalan ke arah mobilnya.
Ia benar-benar pergi ke rumah sakit , ada yang lebih ia khawatirkan dari luka di dengkul kakinya, yaitu wajahnya....takut operasi plastik di wajahnya ada yang rusak.
Sementara itu Elang mendapat tatapan sinis dari Aleta.
" Masuk ke ruangnku sekarang AL ". pinta Elang, ia tidak mungkin membicarkan hal pribadi di lift atau sambil berjalan.
Ia mengajak Aleta duduk di sofa.
" AL , kamu kok ninggalin aku sih ?".
" Saya tidak mau mengganggu kegiatan Pak Elang yang sedang temu kangen dengan pacarnya ".
" Pak lagi, panggil Mas saja AL ".
" Ini di kantor Pak ".
" Baiklah, tapi hanya kalau kita di kantor saja....dan yang tadi jelas bukan pacar aku , pacar aku kan kamu AL....calon istri malah ".
Aleta hanya memutar matanya....Ia harus waspada terhadap semua laki- laki, jangan sampai ia tertipu lagi . Ngomong cinta padanya tapi pada perempuan yang lain juga.
" Serius AL , aku cintanya cuma sama kamu ".
" Kamu tau kan Pak , saya sudah pernah di khianati , jadi maaf , saya....".
" Percaya AL , dia itu hanya teman waktu aku kuliah dulu, dia memang mengejarku , tapi aku tidak pernah mau menerima dia ". ujar Elang, ia sungguh ketakutan Aleta berubah pikiran, sia - sia sudah usahanya selama ini.
" Yakin.....bukan mantan Pak Elang ".
" Pacaran saja enggak pernah gimana mau punya mantan....kamu malah yang punya mantan ".
" Kok jadi saya ?".
" Ya kan memang kamu yang punya mantan , aku enggak ".
" Iya , saya yang punya mantan , masalah buat Bapak ". Aleta berdiri, Elang langsung panik.
" Eh enggak AL , enggak masalah buatku , mantan kan cuma masa lalu , aku yang akan jadi masa depan aku ".
Aleta menyembunyikan senyumnya, ia mulai percaya kalau Elang jujur , ia juga tadi melihat waktu Elang menghindari wanita itu bahkan membiarkannya jatuh dan meninggalkannya begitu saja, dan itu bukan rekayasa .
" Jangan marah lagi ya , kalau kamu masih belum percaya aku akan panggilkan temanku Bian ".
" Tidak usah ".
" Aku minta , kamu selalu percaya padaku karena aku juga akan percaya padamu AL , jika ada yang mengganjal langsung tanyakan saja padaku, jangan kamu menyimpulkannya sendiri apalagi bertanya pada orang lain ,hubungan kita baru awal AL....kedepannya pasti akan ada kerikil yang akan mengusik hubungan kita ".
Aleta mengangguk, benar ucapan Elang....tidak semua orang menyukai diri kita.
" Dan aku yakin , wanita tadi pasti akan kembali mencariku....dia termasuk wanita yang tak tau malu solanya ".
" Siapa namanya ?".
" Mona, dan kamu harus berhati - hati ".
" Apa semenakutkan itu ?".
" Dia termasuk cewek nekat , namanya juga cinta mati sama aku pasti apapun akan di lakukan ".
" His , senang banget kayaknya anda Pak ".
" Enggak lah , mana ada senangnya di kejar sama cewek gila , kalau kamu yang ngejar tanpa pikir panjang akan langsung aku tangkap ".
Aleta hanya melirik sinis....Elang malah tertawa kecil sambil mengedipkan matanya.
" Cintaku hanya nyangkut padamu saja AL ".
" Pagi - pagi sudah gombal, saya mau kerja Pak , nanti atasan saya marah kalau kerjanya malah ngobrol di sini " .
" Mana bisa aku marah pada pada calon istriku sih AL ".
" Duh lama - lama saya muntah kelamaan di ruangan Bapak " Aleta langsung keluar meninggalkan Elang yang terkekeh pelan.
Aku tau kamu suka aku gombalin kamu AL , wajah kamu bersemu merah jadi makin menggemaskan.
Sepeninggal Aleta, Elang langsung menghubungi Bian....tentu saja untuk membahas kemunculan Mona.
Mona bersyukur, wajahnya tidak apa - apa. " Balik temuin Elang apa pulang ya ".
" Tapi pakian aku kotor begini , mood aku juga jelek....masa sih Elang masih saja menolak ku , apa karena ada orang lain ya ".
" Besok aja deh , aku akan dandan lebih cetar lagi ".
Mona terdiam ketika ponselnya berdering , ia mendesah pelan, Ia mengangkatnya dengan malas.
" Apa ?"
" Aku tunggu di apartemen sekarang juga , waktu ku tidak banyak , jadi kamu harus cepat ". suara laki - laki yang menelpon Mona.
" Iya , aku kesana ".
Mona buru - buru , ia tau akibatnya jika tidak menuruti perintah laki - laki itu.
Bersambung
*********