Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 22 - PERMAINAN BAYANGAN
Satu tetes Sari Darah Dewa di atas panggung memancarkan cahaya keemasan yang begitu murni hingga membuat udara di aula terasa panas. Semua orang tahu, ini bukan sekadar obat, ini adalah kunci untuk membangkitkan garis keturunan yang tertidur.
"Harga pembuka," Madam Ling menjeda, menikmati ketegangan yang memuncak. "Satu juta Batu Roh Tingkat Menengah!"
Aula mendadak sunyi. Harga itu setara dengan pendapatan tahunan sebuah keluarga besar.
"1,5 juta!" Xiao Han langsung berteriak dari biliknya. Nafasnya memburu. Baginya, darah ini adalah segalanya untuk menyempurnakan akar curiannya.
"2 juta," suara tenang Xiao Nan menggema dari bilik seberang.
"2,5 juta!" Xiao Han membalas dengan geram.
"5 juta." Xiao Nan menaikkan harga dua kali lipat dalam sekejap.
Seluruh peserta lelang menoleh ke arah bilik Xiao Nan. Siapa "Lord Shadow" ini? Menawar lima juta Batu Roh seolah-olah hanya membuang kepingan tembaga. Bahkan Xiao Han sampai berdiri dan memukul pembatas biliknya. "Kau sengaja mencari mati!" teriak Xiao Han. "Ying, apa kita masih punya dana?"
"Tuan Muda, Anda baru saja membuang 1,5 juta untuk perisai rusak tadi. Dana kita menipis," bisik Xiao Ying dengan keringat dingin.
Xiao Nan menyeringai di balik tirai. Ia tidak berniat membayar 5 juta. Ia hanya sedang menaruh umpan agar Xiao Han merasa terdesak dan melakukan langkah bodoh.
"Finn, sekarang," bisik Xiao Nan.
Finn, yang sejak tadi melayang tak kasat mata di atas panggung, mulai menggerakkan sayapnya. Ia tidak menyerang, melainkan menyebarkan Serbuk Ilusi Peri ke dalam sistem ventilasi energi aula. Di saat yang sama, Xiao Nan melepaskan sedikit aura Sutra Bayangan Naga ke arah tabung Darah Dewa tersebut.
BZZZT!
Tiba-tiba, lampu-lampu kristal di aula berkedip hebat. Tabung Darah Dewa di atas panggung tampak bergetar dan cahaya emasnya perlahan meredup, berubah menjadi warna hitam pekat yang mengerikan.
"Lihat! Darahnya berubah warna!" teriak seorang tetua dari kursi bawah.
"Itu palsu! Madam Ling, kau mencoba menjual darah iblis pada kami?!" teriak yang lain.
Kekacauan meledak. Madam Ling panik, mencoba menstabilkan situasi, namun ilusi dari Finn membuat semua orang melihat hal yang berbeda-beda. Para pengawal lelang mulai mencabut senjata mereka karena merasa terancam oleh aura gelap yang memenuhi ruangan. "Taktik Mafia nomor tiga puluh satu, Jika kau tidak bisa memenangkan permainan, hancurkan papan permainannya," gumam Xiao Nan.
"BOM!"
Sebuah ledakan energi yang telah disiapkan Xiao Nan di jalur transmisi batu roh Menara Tanpa Nama meledak. Seluruh aula gelap gulita. "Sekarang, Yue Niang! Ambil barangnya!" perintah Xiao Nan.
Yue Niang melesat seperti mawar ungu di tengah kegelapan. Dengan kecepatannya, ia menyambar tabung Darah Dewa yang asli yang sebenarnya tetap murni namun diselimuti ilusi hitam oleh Finn. Sementara itu, Xiao Nan bergerak menuju bilik nomor 07. Di tengah kegelapan dan teriakan massa, ia muncul tepat di belakang Xiao Han yang sedang panik mencari jalan keluar.
"Kmu Merindukan akarmu, Han?" bisik Xiao Nan tepat di telinga Xiao Han. Xiao Han membeku. Suara itu... suara yang ia dengar saat ia mencabut akar naga dari tubuh adiknya. "Xiao... Nan? Mustahil! Kau seharusnya sudah mati!"
Xiao Nan tidak menjawab dengan kata kata. Ia menghantamkan telapak tangannya ke punggung Xiao Han, bukan untuk membunuh, melainkan untuk menyuntikkan Segel Bayangan. Segel ini akan bertindak sebagai pelacak sekaligus bom waktu yang bisa ia ledakkan kapan saja.
Di saat yang sama, Xiao Nan merenggut Fragmen Perisai Hitam dari meja Xiao Han.
"Terima kasih sudah membelikan ini untukku," ujar Xiao Nan dingin. Sebelum Xiao Ying atau pengawal lainnya bisa bereaksi, Xiao Nan sudah menghilang ke dalam kegelapan, menyatu dengan bayangan dinding menara.
Beberapa menit kemudian, lampu kembali menyala. Aula pelelangan hancur berantakan. Madam Ling berdiri lemas melihat panggung yang kosong. Xiao Han jatuh terduduk dengan wajah pucat pasi, sementara hartanya perisai dan kesempatan mendapatkan darah dewa hilang tanpa bekas.
"CARI DIA! CARI LORD SHADOW!" raung Xiao Han hingga suaranya serak.
Di luar menara, di sebuah gang gelap yang sepi, Xiao Nan, Yue Niang, dan Ruoxi berkumpul. Di tangan Yue Niang, tabung Sari Darah Dewa bersinar terang kembali.
"Kita mendapatkannya, Bos," ujar Yue Niang dengan napas terengah-engah. "Tanpa mengeluarkan satu batu roh pun."
Xiao Nan menerima tabung itu, matanya berkilat puas. "Ini baru permulaan. Kita punya darah dewa, kita punya perisai, dan aku sudah menanam benih kehancuran di tubuh Xiao Han. Sekarang, kita kembali ke markas. Aku butuh darah ini untuk mencapai ranah Pembentukan Tulang Tingkat Menengah sebelum mereka menyadari apa yang terjadi."