NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Naif!

Ayra melihat Jam di dinding menunjukkan pukul 8:30 PM. Hujan di luar sangat lebat, membuat suasana terasa mencekam. Selama ini Ayra tak pernah merasa takut sendirian di rumah dalam keadaan apapun. Sekalipun listrik mati dan ia harus gelap-gelapan sendirian di tengah malam dan hujan lebat.

Tapi kali ini, ada rasa takut yang begitu mengusik hatinya. Bagaimana jika Rayyan meninggalkannya demi wanita itu? Bagaimana dengan nasib anak yang sedang dikandungnya kelak jika ia sampai berpisah dengan Rayyan? Ia tak punya pekerjaan. Bagaimana ia harus menghidupi anaknya nanti?

Ayra mengusap kasar pipinya yang basah. Lalu meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas. Dicarinya nomor Rayyan. Lalu diklik nya nama itu.

Terdengar bunyi sambungan, tapi Rayyan belum juga mengangkatnya.

"Angkat mas..." Desahnya. Tapi sampai beberapa detik Rayan tak kunjung mengangkat teleponnya.

Ayra tak menyerah. Ia terus mengulang panggilannya. Hingga akhirnya Rayyan mengangkatnya.

"Kamu apa-apaan sih? Ganggu orang lagi kerja aja!" Semprot Rayyan dengan nada bentakan sebelum Ayra sempat mengucapkan 'halo'.

"Assalamualaikum, Mas..." Sapa Ayra dengan suara lembut, meski hatinya bergejolak.

"Waalaikumsalam. Kamu ngapain malam-malam telepon aku? Aku harus istirahat, besok pagi harus kerja." Ucap Rayyan ketus.

"Mas... ayo tidur!"

Telinga Ayra masih normal. Suara manja barusan terdengar sangat jelas, masuk ke indera pendengarannya.

"Itu siapa, Mas? Aku minta Mas Rayyan pulang sekarang juga!"

"Siapa apa? Kamu jangan gila, aku kan sedang di luar kota." Elak Rayyan, membuat Ayra tertawa sumbang.

"Aku tadi ke supermarket yang ada di dekat kantormu. Aku melihatmu dengan seorang perempuan yang menggandeng tangan kamu mesra." Pekik Ayra, saking tidak tahannya memendam luka yang kini tengah menganga di hatinya.

Hening. Sunyi yang panjang sempat tercipta beberapa detik di seberang telepon. Rayyan seolah tersedak oleh kata-katanya sendiri,

"Supermarket? Ayra, jangan gila! Aku benar-benar sedang di luar kota. Kamu pasti salah lihat orang," ucap Rayyan akhirnya. Suaranya terdengar berusaha tenang, namun ada nada gugup yang sangat kentara.

"Penglihatanku masih sangat normal, Mas! Aku melihatmu dengan jelas. Dan baru saja... aku dengar sendiri suara perempuan itu mengajakmu tidur!" Ayra berteriak, air matanya kembali tumpah deras.

"Kenapa kamu tega berbohong sejahat ini saat aku sedang mengandung anak kita, Mas?"

"Ayra, sudahlah! Kamu sedang hamil, pikiranmu jadi ke mana-mana. Suara tadi itu suara televisi, jangan mulai drama!" kilah Rayyan, mencoba mencari alasan paling tidak masuk akal.

"Jangan teruskan kebohonganmu, Mas! Cukup!" potong Ayra dengan suara gemetar. "Kalau Mas tidak pulang malam ini juga ke rumah, besok pagi aku sendiri yang akan datang ke kantormu. Aku akan pastikan semua rekan kerjamu termasuk atasanmu, tahu apa yang sedang kamu lakukan di belakang istri yang sedang mengandung."

Terdengar suara kasur yang berderit dan langkah kaki yang terburu-buru di seberang telepon. Mungkin Rayyan sedang menjauh dari perempuan itu agar bisa bicara lebih bebas.

"Kamu berani mengancamku? Kamu tahu kan kalau pekerjaan ini yang menghidupi kita?" nada suara Rayyan berubah menjadi rendah dan tajam.

"Aku tidak peduli lagi. Aku akan datang ke sana dengan kondisi seperti ini dan menceritakan semuanya kalau Mas tidak pulang sekarang juga!"

Kembali ada jeda beberapa detik yang terasa sangat menyesakkan. Terdengar suara Rayyan yang mendengus frustrasi sebelum akhirnya ia memberikan jawaban terakhirnya.

"Oke! Aku pulang malam ini. Puas kamu?!"

Klik.

Sambungan telepon diputus secara sepihak. Ayra perlahan menurunkan ponsel dari telinganya. Tubuhnya luruh ke lantai, ia bersandar pada kaki tempat tidur sambil memeluk perutnya yang mendadak terasa kencang. Meski ia berhasil memaksa suaminya pulang, tak ada rasa tenang di hatinya. Yang ada hanya rasa ngeri membayangkan amarah seperti apa yang akan dibawa Rayyan nanti saat tiba.

***

Di tempat lain Rayyan memang tengah bersama wanita yang tadi dilihat Ayra di supermarket. Wanita itu nampak tidak suka saat Rayyan bersiap untuk pergi.

"Kamu mau kemana, Mas?" Tanyanya galak. Dia bangkit dari tempat tidur dan membungkus tubuh polosnya dengan selimut. Lalu menghampiri Rayyan yang tengah mengancingkan kemejanya.

"Aku harus pulang dulu, Liztha." Jawab Rayyan singkat.

"Tidak bisa! Aku tak akan mengizinkan kamu menemui wanita yang sudah merebut kamu dariku!"

Liztha cepat-cepat berdiri di depan pintu, menghalangi supaya Rayyan tak bisa keluar.

"Aku harus pulang, sayang. Kalau aku tidak pulang, Ayra akan pergi ke kantor dan membocorkan hubungan kita. Kita pasti akan dipecat dari perusahaan." Rayyan mencoba memberi pengertian pada wanita itu.

Sejenak Liztha terdiam. Tapi dia masih belum beranjak dari depan pintu.

"Tapi kamu jangan lama-lama di sana. Malam ini juga kamu harus balik ke sini. Awas kalau kamu sampai berhubungan dulu sama dia. Tadi kita sudah bertarung habis-habisan. Aku tidak mau kamu loyo saat datang lagi ke sini!" Ujarnya tanpa rasa malu. Di otak wanita itu hanya urusan l*ndir.

Tapi Rayyan malah tersenyum. Dia mendekat tanpa menyisakan jarak diantara mereka. Tangannya meraih pinggang ramping Liztha dan menariknya. Senyum nakal bermain di bibirnya. Setelah itu bibir Rayyan menempel di telinga Liztha dan membisikkan sesuatu. Membuat wanita itu cekikikan. Tangan yang memegang selimut itu naik ke leher Rayyan hingga selimut yang membungkus tubuhnya terjun bebas. Menyisakan tubuhnya yang polos tanpa terhalang selembar benangpun.

Setelah itu Rayyan mengangkat tubuh sang wanita dan melemparnya ke tengah kasur sambil leduanya cekikikkan menjijikkan.

***

Hampir tiga jam kemudian, barulah Rayyan tiba di rumah Ayra. Lelaki itu terlihat tenang. Raut wajahnya datar.

"Ada apa kamu nyuruh aku pulang?" Tanyanya santai dan duduk di sofa yang ada di hadapan Ayra.

Wanita itu sampai menarik napas dalam untuk menahan supaya tidak langsung meledak.

"Mas seakan tidak merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan? Mas sadar tidak sudah menglhianati aku dan mengkhianati janji pernikahan kita di depan Tuhan?"

Rayyan tak segera bereaksi. Dia masih terlihat santai, seolah apa yang dia lakukan bukanlah keaalahan

"Kalau kamu sudah tahu, lalu apa mau kamu sekarang?"Tanyanya.

Ayra menatap tajam wajah suaminya. Ia tak percaya jika orang yang ada di hadapannya ini benar-benar suaminya. Di bibir lelaki itu malah terlihat senyum yang sangat samar. Tapi jelas senyum itu menunjukkan ejekan untuk Ayra.

"Aku minta, putuskan hubungan kamu dengan dia, Mas!" Baru kali ini Ayra berkata tegas dan sedikit keras pada suaminya.

"Apa? Enak saja. Asal kamu tahu, jauh sebelum aku menikah denganmu, dia sudah menjadi kelasihku! Tapi karena ibumu yang memohon pada ibuku untuk menjodohkan kita, aku terpaksa harus mengorbankan cinta kami."

Ayra ternganga. Dadanya terasa sesak, seolah ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya kuat-kuat.

“Apa…?” suaranya bergetar. “Jadi selama ini… aku cuma jadi penghalang hubungan kalian?”

Rayyan mengangguk kuat seraya menyandarkan tubuhnya, menyilangkan kaki dengan santai. Tatapannya dingin, tak ada rasa bersalah sedikit pun.

“Anggap saja begitu. Aku menikah denganmu karena perjodohan, Ayra. Bukan karena cinta.”

Kalimat itu menghantam telinga Ayra lebih keras dari tamparan mana pun. Tubuhnya gemetar, namun ia berusaha tetap berdiri tegak.

“Awalnya aku juga tidak mencintai kamu, Mas. Tapi pernikahan kita adalah perjanjian di hadapan Tuhan, bukan ajang permainan! Itulah kenapa aku berusaha keras untuk mencintaimu dan menyerahkan diriku seutuhnya padamu. Tapi ternyata aku hanya berjuang sendirian." Ucapnya lirih, nyaris seperti berbisik.

Rayyan terkekeh pelan. “Jangan naif. Aku bukan kamu. Tapi selama ini aku juga sudah menjalankan peran sebagai suami yang baik, kan?”

Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya jatuh kembali. Namun Ayra segera mengusapnya kasar, menolak terlihat lemah di hadapan pria yang telah menghancurkan hatinya.

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!