NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Masih mode cemburu

Sore ini hujan turun deras. Anjani terlihat santai di atas tempat tidur. Dengan selimut membalut seluruh tubuhnya yang terasa dingin. Sementara Keandra entah kemana. Dan Anjani terlihat tidak peduli.

Ting...! Satu notifikasi pesan masuk di ponsel Anjani.

085xxxxx

(Hai... Anjani. Apa kabar?)

Anjani mengernyitkan dahi. Menatap layar ponselnya. Membaca pesan dari nomor yang tidak diketahui namanya. "Siapa yang mengirim pesan ini? Tidak ada namanya." gumamnya pelan. Tidak ada niatan bagi Anjani, untuk membalas pesan tersebut. Sebab menurutnya itu bukan pesan penting baginya.

Anjani kembali menonton drama di ponselnya. Mengabaikan pesan yang merupakan, awal dari peliknya hubungannya dengan Keandra. Dia tidak tahu jika orang dari masa lalunya, mencoba masuk ke hubungannya dengan Keandra.

Malam tiba, Anjani yang sedang menonton drama di ponselnya kini sudah tertidur. Ponselnya masih menyala. Seakan sedang menonton Anjani, yang kini tertidur pulas.

Cklek...

Pintu kamar terbuka. Keandra masuk. Berjalan menghampiri tempat tidur. Menatap Anjani yang sedang tidur, dengan ponselnya masih menyala.

"Dasar ceroboh!" ucap Keandra mendengus. Mengambil ponsel Anjani dan mematikannya. Namun di saat akan menaruhnya, tiba-tiba ponselnya Anjani berbunyi. Pertanda ada notifikasi pesan masuk.

Keandra yang awalnya abai, merasa penasaran. Ia membuka pesan tersebut dan membacanya. Keandra seketika mengeraskan rahangnya. Menggenggam erat ponselnya Anjani. Menahan amarah pada hatinya. Berpikir kalau selama ini, Anjani mempunyai hubungan dengan laki-laki lain.

"Dasar anak nakal! Kamu semakin berani pada ku! Lihat saja. Aku akan memberikan mu pelajaran, yang lebih mengerikan." ucap Keandra, tersenyum penuh arti. Dengan cepat menghapus pesan tersebut. Memblokir nomor asing itu. Setelah itu, Keandra menyimpan ponsel Anjani di atas nakas.

Sebelum tidur di sofa, Keandra terlebih dahulu membenarkan posisi tidur Anjani yang terlihat kurang nyaman. Dengan penuh perhatian, Keandra menyelimuti tubuh Anjani. Menatap dalam wajahnya. Tersirat ketakutan pada raut wajahnya. Takut, kalau Anjani akan pergi meninggalkannya lagi.

"Aku tidak akan membiarkan laki-laki mana pun, merebu mu dari ku! Kamu hanya milik ku. Milik Keandra saja!" ucap Keandra dalam hati. Mendekatkan wajahnya. Mencium lembut kening Anjani.

Keandra tersenyum tipis. Jika saja Anjani tahu kelakuannya. Mungkin istrinya itu akan salah tingkah, dengan wajahnya yang memerah.

...----------------...

Pagi ini Anjani seperti biasa menyiapkan sarapan. Bahkan saat ini, Keandra sudah berada di ruang makan. Duduk dengan tenang. Memperhatikan setiap gerak gerik Anjani yang sedang memasak.

Anjani yang merasa di perhatikan pun, melirik sekilas ke arah Keandra. Tatapan mereka bertemu. Dengan cepat dari mereka memutus tatapannya. Mengalihkan perhatian ke arah lain.

Tap... Tap... Tap...

Anjani menghampiri meja makan. Dengan perasaan gugup, ia menyiapkan sarapan yang selesai di buatnya. Anjani mengambilkan sarapan untuk Keandra. Dan hal itu tidak dilarang oleh Keandra.

Anjani menyimpan piring berisi makanan tepat di hadapan Keandra. Setelahnya, duduk di kursi samping Keandra.

"Kita makan sama-sama." ucap Keandra tiba-tiba. Menghentikan pergerakan Anjani, yang hendak mengambil makanan.

"Iya aku tahu. Aku mau ambil makanannya." balas Anjani.

"Tidak maksud ku...." Keandra seketika menghentikan ucapannya. Merasa malu mengungkapkannya.

Anjani menunggu perkataan Keandra selanjutnya. Menatap Keandra, seakan menuntut kelanjutannya.

"Kita makan sepiring berdua. Dan kamu harus suapin, aku!" ucap Keandra, melanjutkan ucapannya. Dan sontak ucapan Keandra, mampu membuat Anjani terkejut.

"A-apa? Sepiring... berdua? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Anjani, terkejut. Tidak habis pikir dengan sikap Keandra hari ini. Sebenarnya ada apa dengan suaminya itu?

Keandra tidak menjawab. Menarik kursi yang di duduki oleh Anjani, sehingga begitu dekat dengannya. Menarik pinggang Anjani. Memintanya untuk segera menyuapinya.

"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau piring ini pecah?" tanya Anjani, sedikit menaikan nada bicaranya.

"Bodo amat!" jawab Keandra, sekenanya.

Anjani menghela nafas. Menyimpan piring. Mulai menyuapi Keandra yang kelihatan sedang kesal.

"Sebenarnya ada apa dengan Keandra? Tumben dia mau di suapi. Biasanya juga sok jual mahal." ucap Anjani dalam hati. Masih bingung dengan sikap Keandra saat ini. Seakan apa yang terjadi saat ini, hanyalah sebuah mimpi.

"Sini. Sekarang giliran kamu." Keandra mengambil sendok dari tangan Anjani. Menyendokkan makanan dan meminta Anjani membuka mulutnya. "Aaaa!" titah Keandra.

Anjani awalnya bingung. Namun saat itu juga, ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Keandra. Hal itu membuat dirinya teringat, dengan kenangan dulu bersama Keandra saat berpacaran. Selalu memberikan perhatian. Salah satunya, menyuapi Anjani ketika sedang sakit.

Hati Anjani menghangat. Bahkan tanpa sengaja, mereka makan dengan sendok yang sama.

"Kean. Sendoknya." ucap Anjani, mengingatkan.

"Kenapa? Apa kamu jijik, makan dengan sendok bekas ku?"

"Ti-tidak. Bukan begitu maksud ku."

"Lalu...?"

Anjani terdiam. Bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Keandra.

"Bahkan hal kemarin saja, lebih dari sekedar makan dengan satu sendok yang sama. Jadi apa bedanya?" Keandra tersenyum penuh arti. Membuat wajah Anjani seketika memerah. Kejadian kemarin siang, kembali terlintas di kepalanya.

Anjani hanya terdiam. Hatinya bertanya-tanya, ada apa dengan Keandra. Sikapnya berubah seketika. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dingin. Menyebalkan.

Suap-suapan pun tidak bisa di hindarkan. Sampai akhirnya, sarapan pun selesai. Anjani beranjak dari duduknya untuk membereskan piring kotor.

"Biar pelayan yang membereskan semuanya. Sekarang bersiap-siaplah." ucap Keandra tegas. Menahan tangan Anjani yang hendak berdiri.

Anjani mengangguk pelan. Tidak mau berdebat. Menuruti perintah Keandra, untuk segera bersiap-siap pergi ke kantor.

...----------------...

Di kantor Anjani bekerja seperti biasanya. Meskipun kejadian tadi pagi sempat mengganggu pikirannya, tapi ia berusaha bersikap profesional. Anjani memeriksa jadwal meeting hari ini. Hampir saja ia lupa, jika ada klien yang harus di temui oleh Keandra.

Anjani bangkit dari duduknya. Menghampiri Keandra, yang sedang sibuk memperhatikan dokumen.

"Pak." panggil Anjani, sedikit canggung.

Keandra menoleh. "Ada apa?" tanyanya singkat.

"Aku ingin memberitahu. Kalau hari ini ada jadwal meeting. CEO dari perusahaan X, ingin bertemu langsung dengan kamu. Bagaimana?"

Keandra terdiam sejenak. Mengingat pemilik perusahaan tersebut. Setelah mengingatnya, ia langsung menyetujuinya. "Baiklah. Kapan aku harus menemuinya?"

"Pada jam makan siang. Mereka sudah memberi tahu tempatnya. Jadi nanti, kita bisa langsung pergi ke sana." jawab Anjani menjelaskan.

Keandra mengangguk pelan. Kembali mengerjakan pekerjaannya. Begitu juga dengan Anjani. Kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya.

Restoran

Keandra dan Anjani sudah sampai di tempat tujuan untuk meeting. Mereka langsung di sambut oleh pelayan. Mengarahkan ke tempat khusus yang sudah di booking oleh kliennya. Mereka berjalan masuk ke dalam restoran, yang begitu mewah. Membuat siapa pun yang berada di sana merasa kagum.

Pelayan membuka pintu ruangan. Keandra dan Anjani masuk ke dalam dan di sambut oleh seseorang, yang rupanya tidak asing bagi Keandra maupun Anjani.

"Selamat siang tuan Keandra. Senang bisa bertemu dengan anda." ucap laki-laki, yang usianya tidak jauh berbeda dengan Keandra. Tak ada balasan dari Keandra. Hanya tatapan penuh kebencian, yang Keandra perlihatkan saat ini.

Mata laki-laki itu beralih menatap Anjani, yang hanya terdiam. Terlihat syok, saat melihat laki-laki yang kini menjadi klien suaminya.

"Hai... Anjani. Apa kabar?"

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!