Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah
pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..
apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?
_____________________________________
"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.
"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.
"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.
"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan Malika yang kedua!
satu bulan kemudian..
satu bulan berlalu Malika dan Sumedh makin saling sayang karena mereka yakin dengan perasaan masing masing,dan bersedia memberi Devaki seorang cucu karena Devaki sangat mengharapkan cucu dari Sumedh dan Malika..
"Aku benar benar tak bernafsu makan,"gumam Malika dengan menghela nafas.
"nona Malika,tuan Sumedh sudah berangkat kantor,"ucap Arnav sang Asisten.
"baiklah.. "ucap Malika dengan tersenyum.
Malika pun segera pergi menuju ruangan Sumedh dengan bawa berkas untuk Sumedh tanda tangani,lalu perlahan saat sampai ruangan Sumedh segera mengetuk pintu dengan pelan namun belum ada sahutan..
"apa dia ngga punya telinga astaga!"gerutu Malika merasa sebal.
Sumedh sebenarnya dengar tapi lagi mode jail seperti nya, karena hanya diam tak sahut ketukan Malika lalu Sumedh pun berdiri melangkah ke pintu lalu ternyata Malika masih ketuk membuat Sumedh iseng lalu buka pelan membuat Malika kaget yang di ketuk dada Sumedh karena Malika pendek..
"Ihh.. ngapain ngga sahut Coba!"kesal Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Malika, tinggal masuk ngapain ketuk kan aku suami kamu,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"tapi kan,kamu CEO nya ngga sopan dong,"ucap Malika membuat Sumedh ngangguk saja.
mereka pun masuk ruangan Sumedh pun tutup pintu nya lalu hampiri Malika yang duduk di sofa,namun Sumedh melihat Malika akhir akhir ini pucat entah kenapa Sumedh ngga tau Sumedh pun sentuh kening Malika..
"hemm.. kamu demam ya?"tanya Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"lumayan Sumedh,"jawab Malika membuat Sumedh cemas.
"kalo lelah,kamu istirahat oke!"pinta Sumedh membuat Malika ngangguk.
Sumedh mengambil makanan yang ada di meja ruangan nya lalu duduk sebelah Malika menatap Malika, tiba-tiba suapi Malika membuat Malika terkejut lalu menerima suapan dari tangan Sumedh seperti nya tau ngga sarapan..
"aku ngga lupa,kamu ini ngga sarapan Malika!"celetuk Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"Aku tak enak,setiap makan perut berasa di aduk!"keluh Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Kamu lupa,kamu ini lagi hamil sayang,"ucap Sumedh membuat Malika terkejut.
"Tau dari mana?"tanya Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Kamu kan pernah di periksa,saat kemarin pingsan,"jawab Sumedh membuat Malika terkejut.
Malika pun berkaca kaca merasa tak percaya dirinya sedang mengandung saat ini, Sumedh pun memeluk Malika kecup keningnya Sumedh semakin kuat perasaan nya pada Malika apalagi saat ini sedang hamil sungguh merasa bersyukur..
"Aku takut,tak bisa menjaganya sampai lahir,"ucap Malika membuat Sumedh geleng.
"Jangan khawatir,kita akan jaga baik baik oke,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"Selama hamil,kamu jangan kecapean Malika,"peringat Sumedh membuat Malika ngangguk.
____________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Sumedh malam ini baru pulang kerja karena pekerjaan numpuk lalu Sumedh pun celingukan mencari Malika, Sumedh pun langsung kekamar nya melihat Malika sedang duduk di ranjang sambil nonton TV lalu Sumedh pun hampiri membuat Malika terkejut melihat Sumedh pulang..
"Kenapa lama sekali pulang nya?"tanya Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Ada lembur Malika,"jawab Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"Aku harus kerjain,tugas kantor sebentar Malika,"ucap Sumedh membuat Malika cemberut.
Malika merasa sebal Sumedh selalu sibuk padahal ingin waktu nya namun Malika paham posisi Sumedh, yang sebagai CEO harus bisa prioritas kan pekerjaan nya tapi seharusnya Istri juga walaupun satu kantor tapi waktu mereka sama sama sibuk..
"Hey,kamu kenapa murung?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.
"Ngga ada,"jawab Malika dengan tersenyum.
"Ehmm.. jujur saja, aku ngga mau saat hamil gini kamu banyak pikiran,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Ngga Sum, mood ku akhir akhir ini sering ubah ubah,"ucap Malika membuat Sumedh ngangguk.
Sumedh pun berdiri ingin mandi terlebih dahulu agar mengerjakan tugas ngga mengantuk, karena saat di kantor dirinya sempat mengantuk berat untung di bangunkan Asisten nya namun Sumedh merasa ada yang Malika sembunyi kan karena wajahnya terlihat murung..
"Aku mandi dulu, nanti aku harus bicara deh dari pada Seperti ini,"gumam Sumedh.
-
-
-
Setelah beberapa menit Sumedh pun sudah selesai mandi dan pakai piyama nya lalu melihat Malika tertidur membuat Sumedh tersenyum, matikan tv nya hampiri Malika mengecup kening selimuti Malika dirinya tau wanita hamil mood nya seperti ini..
Sumedh pun segera pergi keluar kamar melangkah memasuki ruang kerjanya namun Sumedh lupa sesuatu,lalu segera ke kamar nya lagi mencari laptop nya di laci kamar namun Sumedh melihat punggung Malika bergetar membuat Sumedh mengerutkan keningnya..
"Hey,kamu kenapa hm?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.
"Ngga tau,tiba tiba ingin menangis,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Sudah sana saja, kerjakan tugas kantor mu,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Hemm.. kamu marah ya?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.
"Ngga sama sekali,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
Sumedh pun duduk di ranjang dirinya ngga fokus jika Malika sedang seperti ini mood nya mungkin ingin waktu nya,lalu Sumedh memeluk Malika elus punggung namun Malika menjauh membuat Sumedh mengerutkan keningnya tak bisa di bohongi Malika sedang kesal..
"Malika,aku tau kamu pasti sedih aku pulang malah sibuk kerja kan tugas,"ucap Sumedh membuat Malika menatap.
"Aku ngga mau seperti ini,tapi aku ngga tau bisa seperti ini seperti ingin kamu disini hiks,"Isak Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Yaudah.. aku disini sayang, jangan menangis ya,"ucap Sumedh dengan lembut.
"Maaf bikin repot,"ucap Malika membuat Sumedh geleng.
"Tidak Malika, kamu prioritas ku ngga mau melihat mu sedih,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.
Cup..
Sumedh mengecup pucuk kepala Malika dengan lembut lalu Sumedh menyender di kayu ranjang agar Malika lebih nyaman memeluk nya,Malika malam ini sungguh manja entah kenapa Sumedh ngga tau karena Malika tak cengeng seperti ini..
"Aku ingin kamu,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Uh.. sayang kamu ngidam astaga!"celetuk Sumedh membuat Malika menatap.
"Emang ada ya,ngidam seperti ini?"tanya Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Entah lah.. mungkin ada,"jawab Sumedh membuat Malika ngangguk.
"Aneh deh,kamu yang rasakan tapi bingung sendiri astaga!"celetuk Sumedh membuat Malika terkekeh.