NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pasti ada hikmah dibalik musibah

Zee mengikuti brankar yang membawa tubuh lemah emak. Tatapan matanya terlihat sendu menatap wanita tua yang menemaninya sejak kecil terkulai lemah tak berdaya. Hati Zee sakit melihat kondisi emak seperti saat ini.

Hampir 6jam lamanya dokter berperang demi menyelamatkan nyawa emak. Operasi nya bisa dibilang berhasil. Hanya tinggal menunggu respon tubuh emak.

"Sementara emak akan ada di ruang ICU untuk memonitor perkembangannya secara intens". Jelas dokter didepan ruang ICU.

" Berapa lama dok? ". Tanya Zee pada dokter

" Tidak bisa dipastikan. Tergantung pada kondisi emak".

"Bisa satu atau dua hari, bisa juga lebih lama dari itu Zee. Semua tergantung pada kondisi emak". Zee mengangguk paham. Sementara ia belum bisa menjenguk emak, setidaknya sampai 24jam ke depan.

" Sebaiknya pulang dan istirahat dulu Zee. Kami akan memberi kabar jika ada perkembangan tentang emak". Saran dokter yang melihat gurat lelah diwajah Zee.

Sungguh dokter dan para perawat yang mengenal Zee sangat penasaran dengan luka yang ada di sekujur tubuh Zee. Namun mereka menahan diri untuk tidak menanyakan hal itu pada Zee. Mereka sadar batasannya. Itu adalah hal pribadi Zee.

Leon dan Aurel masih disana menemani Zee. Mereka benar-benar tidak meninggalkan Zee sendirian.

Aurel bahkan mengundur jadwal pemotretan nya hari ini. Harusnya pagi ini ia ada jadwal pemotretan, namun Aurel meminta kelonggaran waktu pada manager nya untuk bisa datang saat siang hari.

"Terimakasih dokter.. " Dokter tersenyum hangat dan kembali masuk kedalam ruang ICU, meninggalkan Zee yang terpaku menatap kaca ruang ICU.

"Ayo cari makan dulu". Suara Leon memecah keheningan.

" Ayo Zee... kamu harus minum obat juga". Aurel menarik tangan Zee dengan lembut.

Ketiganya memilih makan dikantin rumah sakit. Toh disana pun banyak menu pilihan untuk mereka makan.

Zee makan dalam diam, pikirannya tetap tertuju pada emak. Leon dan Aurel yang melihatnya hanya bisa mendesah pelan sambil saling lirik. Zee benar-benar rapuh jika sudah menyangkut orang-orang terdekatnya.

"Setelah ini, kamu pulang dulu. Istirahat yang benar dirumah". Perintah Leon dengan tegas.

Aurel menggeleng saat melihat Zee hendak menjawab dan menolak perintah Leon.

" Iya bang.. " Lirih Zee akhirnya menuruti perintah Leon. Lagipula ia memang tidak akan bisa masuk selama 24jam kedepan.

Jam menunjukkan pukul 11siang saat Zee masuk kedalam rumahnya. Ia menatap keseluruhan ruangan, kemudian terdengar helaan nafas lelah.

Belum sempat Zee menutup pintu, salam terdengar merdu di depan pintu. membuat Zee kembali keluar untuk menemui orang yang datang.

"Astaghfirullah nak, muka kamu kenapa. Ya Allah kenapa sampai begini". Begitu Zee keluar, orang di depannya langsung memekik kaget.

" Hanya kecelakaan kecil bu". Ucap Zee menenangkan. Namun jelas bu Ida tidak percaya, kecelakaan apa yang membuat wajah bisa babak belur seperti habis dipukuli.

"Bagaimana kabar emak, Zee? ". Tanya orang yang datang berkunjung. Zee tersenyum tipis, menatap sosok wanita anggun dengan hijab besar di depannya.

" Emak baru selesai dioperasi pagi tadi bu Haji.. " Jelas Zee yang kini sudah duduk bersisian dengan sosok haji Ida diteras rumahnya.

"Operasi? ". Seru bu Ida kaget.

" Iya bu. Kemarin emak sempat sadar.. lalu tiba-tiba collapse dan mengharuskan untuk segera operasi. Jadi semalam emak dioperasi dan baru selesai pagi tadi ". Jelas Zee panjang lebar.

" Ya Allah.. emak.. " Lirih bu Ida menatap iba gadis disampingnya.

"Yang sabar ya nak. Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang besar dan indah didepan sana. Percaya sama Allah, pasti ada hikmah dibalik setiap musibah nak". Tangan bu Ida menggenggam lembut tangan Zee yang terdapat banyak luka.

Bu Ida menarik Zee masuk kedalam pelukannya. Baginya, Zee adalah sosok gadis baik. Bahkan sangat baik menurut nya.

bagaimana tidak, Zee rela bekerja banting tulang untuk bisa mengobati emak yang notabene nya hanya seorang art dirumah orang tuanya dulu. Setulus itu Zee pada emak.

Setelah berbincang cukup lama, bu Ida pamit pada Zee. Ia meminta Zee untuk beristirahat dulu dan jangan memaksakan diri supaya tidak sakit.

" Ibu pamit dulu. Kamu istirahat yang cukup ya, jangan sampai nanti malah kamu yang sakit. Kamu harus kuat untuk emak". Bu Ida mengelus lengan Zee penuh sayang.

"Terimakasih banyak bu.. ibu selalu baik sama Zee". Lirih Zee tulus, karena memang benar begitu adanya. Diantara seluruh tetangga, hanya bu Ida yang benar-benar baik dan tulus pada Zee.

Zee kembali masuk kerumah setelah bu Ida pergi. Ia menatap hampa setiap ruang di dalam rumahnya. Zee pergi ke dapur, tiba-tiba airmata mengalir tanpa bisa ia cegah.

Biasanya jika dirinya pergi ke dapur, ia akan melihat emak di sana tengah memasak makan siang untuk mereka. Namun kini dapur kecil itu tampak kosong, seperti hati Zee yang kosong.

Zee jatuh terduduk, gadis itu menekuk lututnya. Menyembunyikan wajahnya disana dan kembali menangis pilu.

Dokter sudah mengatakan jika operasi nya berhasil, namun sebelum emak sadar dan benar-benar pulih, rasanya Zee masih dipeluk erat oleh rasa takut.

...☘️☘️☘️☘️...

Ben yang baru selesai rapat dengan para dewan direksi masuk kedalam ruangannya diikuti Zacky. Terlihat jelas kedua lelaki itu lelah, namun Ben sangat kentara jika ia kurang tidur.

" Istirahat dulu saja pak. Jadwal anda kosong" . Jelas Zacky pada bosnya.

"Hmm.. jangan ijinkan siapapun masuk. Aku ingin tidur dulu sebentar sebelum kerumah sakit". Ucap Ben sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruangannya.

Alis Zacky terangkat sebelah mendengar ucapan bos nya. Kerumah sakit? Untuk apa?? Ingin Zacky bertanya. Namun urung ia lakukan saat melihat mata bosnya sudah terpejam.

Apakah ada sesuatu yang terjadi setelah kepulangannya semalam? Ah sh*t!! Zacky benar-benar penasaran.

" Baik. Saya periksa semua laporan sebelum saya serahkan nanti. Selamat beristirahat pak". Ben hanya berdehem menjawabnya. Kemudian Zacky keluar dan berhenti tepat di depan meja sekretaris Ben.

"Jangan ada yang masuk ruangan bos apapun alasannya. Beliau sedang istirahat". Tegas Zacky pada Sekretaris Ben yang langsung mengangguk patuh pada perintah orang paling ditakuti di perusahaan itu.

Ya, dibandingkan Ben yang jelas memegang kuasa tertinggi di perusahaannya itu. Hampir semua karyawan lebih takut pada Zacky, karena ketegasan Zacky yang mampu membuat semua orang tunduk pada perintah nya.

Cukup lama Ben tertidur di ruang kerja nya. Ia meregangkan ototnya yang terasa kaku karena tidur diatas sofa yang tidak bisa menampung seluruh tinggi badannya hingga kakinya menggantung berjam-jam.

Ben berjalan pelan ke sudut ruangannya. Ia masuk kedalam kamar mandi disana dan mencuci muka.

" Lama juga aku tidur". Gumam Ben saat melihat jam dinding di ruangannya yang sudah menunjuk angka 2. Ia tidur hampir 3jam lamanya.

Ben menekan tombol interkom di mejanya. Menghubungi seseorang yang sebenarnya ruangannya ada disamping ruangan Ben.

"Keruangan ku sekarang". Perintah Ben

Tak lama pintu terbuka, dan menampakkan sosok Zacky disana yang sudah membawa beberapa map ditangannya.

" Semua sudah saya periksa pak. Anda tinggal tanda tangan saja". Zacky meletakkan semua dokumen iu di meja Ben yang bergerak cepat mengambil dan mulai membubuhkan tanda tangan nya disana.

"Tidak diperiksa dulu bos? Kalau saya ganti isi dokumennya tentang penyerahan perusahaan kepada saya bagaimana? ". Tanya Zacky memancing kekesalan sang bos.

Tanpa menatap Zack, Ben berkata dengan tenang namun begitu menusuk.

" Mudah saja. Jika sampai kau lakukan, maka kita akan ke neraka sama-sama ". Setelahnya Ben menutup dokumen terakhir yang ia tandatangani dan menatap Zacky.

" Saya lebih suka ke surga bos. Bos aja sendiri kalau mau ke neraka". Si asisten sableng yang tidak memiliki rasa takut pada bosnya kembali memancing.

"Dasar asisten abal-abal! ". Ben melemparkan pulpen yang tadi ia gunakan untuk menandatangani dokumen. Namun Zacky lebih gesit mengindari nya.

" Apa jadwalku selanjutnya? ". Tanya Ben pada Zacky.

" Kosong bos". Ben mengangguk paham, ia meraih jas miliknya.

"Kita ke rumah sakit".

" Untuk apa? ". Tanya Zacky membuat Ben menghentikan langkahnya.

" Masih harus ku jawab? ". Ben balik bertanya

" Tapi Zee tidak dirumah sakit pak". Ben menatap Zacky dengan kening berkerut.

"Dia pulang. Dia ada dirumah nya". Jelas Zacky sebelum sang bos mengomel.

Rupanya Zacky sudah lebih dulu menanyakan keberadaan Zee pada Leon. Sehingga lelaki itu tahu dimana Zee sekarang.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!