NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.18

Malam semakin larut, namun lilin di gubuk Shen Yu masih menyala terang. Di hadapannya, buku Catatan Penyesalan Raja Iblis terbuka di halaman kedua.

Shen Yu membaca tulisan tangan cakar ayam Xue Sha dengan dahi berkerut.

"Manusia itu bodoh. Mereka membuang kulit buah dan memakan dagingnya, padahal khasiat pengerasan tubuh terbaik ada di kulitnya. Mereka membuang ampas pil yang gagal, padahal di dalam ampas itu terkandung energi api yang terkompresi.

Untuk pewarisku yang lemah seperti bubur: Jika kau ingin tubuh yang tidak mempan ditebas pedang, jangan cari tanaman dewa. Carilah sampah.

Ramuan Tubuh Baja Sampah

Abu sisa pembakaran tungku alkimia (semakin banyak gagal, semakin baik).

Karat dari pedang roh yang patah.

Darah binatang pengerat (tikus tanah sudah cukup).

Rebus, minum, dan nikmati rasa sakitnya."

Shen Yu menatap resep itu dengan skeptis. "Ini resep atau racun tikus?"

Namun, ia tidak punya pilihan. Tubuh fisiknya terlalu lemah. Tinju Penghancur Batu memberikan beban besar pada otot lengannya. Tanpa tubuh yang kuat, tulangnya akan patah sebelum ia bisa mematahkan tulang musuh.

Keesokan paginya, Shen Yu melakukan sesuatu yang membuat seluruh Asrama Kayu Hitam gempar.

Ia membawa karung besar dan pergi ke Lembah Pembuangan. Ini adalah tempat di mana sampah dari Paviliun Dan (Alkimia) dan Paviliun Senjata dibuang.

"Hei, lihat itu!" seru seorang murid sambil menunjuk. "Bukankah itu Shen Yu? Sedang apa dia di tumpukan sampah?"

Shen Yu mengabaikan tatapan jijik dan bisik-bisik di sekitarnya. Ia menggali tumpukan abu hitam sisa kegagalan murid-murid alkimia.

Giok Retak bergetar pelan saat ia memegang segenggam abu. Energi Api Murni terdeteksi.

"Benar..." batin Shen Yu girang. "Murid-murid bodoh itu membuang ini karena mereka tidak bisa memisahkan racun apinya. Tapi Giokku bisa!"

Ia juga memungut potongan-potongan besi berkarat dari pedang-pedang latihan yang patah. Bagi orang lain, ini rongsokan. Bagi Shen Yu, ini adalah esensi elemen Logam.

"Dia sudah gila," cibir murid lain. "Mungkin tekanan turnamen membuatnya stres sampai jadi pemulung."

Shen Yu pulang dengan karung penuh "harta karun" berbau hangus.

Sesampainya di gubuk, ia merebus semua bahan itu dalam panci tanah liat. Cairan yang dihasilkan berwarna abu-abu kental basah dan berbau logam menyengat.

"Demi kekuatan," Shen Yu memantapkan hati, lalu meminumnya dalam sekali teguk.

GLEK.

"ARGH!"

Rasanya seperti menelan paku panas. Shen Yu jatuh berguling di lantai. Kulitnya memerah, lalu berubah warna menjadi abu-abu metalik. Otot-ototnya mengejang seolah ditarik paksa.

Selama satu jam penuh, ia mengerang kesakitan. Keringatnya bercampur dengan kotoran hitam berbau logam.

Namun, ketika rasa sakit itu mereda, Shen Yu bangkit berdiri. Ia mengambil pisau dapur dan menggores lengannya sendiri.

Sreeet.

Tidak ada darah. Pisau itu hanya meninggalkan garis putih tipis di kulitnya, seperti menggores kulit sapi yang keras.

"Berhasil..." Shen Yu mengepalkan tangannya. Kulitnya kini sekeras kayu ulin. "Terima kasih, Raja Iblis Gila."

Malam harinya, saat Shen Yu sedang bermeditasi menstabilkan fondasi barunya, terdengar ketukan pelan di pintu gubuknya.

Shen Yu membuka pintu.

Jin Bo berdiri di sana. Wajahnya tertutup bayangan topi caping lebar.

"Boleh aku masuk?" tanya Jin Bo pelan. "Aku bawa arak bagus."

Shen Yu mundur selangkah, memberi jalan.

Di dalam gubuk sempit itu, Jin Bo duduk di satu-satunya kursi reyot, sementara Shen Yu duduk di tepi dipan. Jin Bo menuangkan arak ke dua cawan bambu.

"Untuk apa kau ke sini?" tanya Shen Yu. "Kupikir kita sudah bukan teman."

Jin Bo menyesap araknya, lalu meletakkan cawan itu. "Aku pedagang, Shen Yu. Prinsip pedagang adalah: hutang harus dibayar lunas. Kau menyelamatkanku dari Han Hu. Sebagai gantinya, aku membawakanmu ini."

Jin Bo meletakkan sebuah gulungan kertas di meja.

"Daftar Unggulan Turnamen Besok."

Shen Yu tidak menyentuh kertas itu. "Hanya itu?"

"Dan peringatan," suara Jin Bo merendah. "Keluarga Jin sudah menyelidiki latar belakang Han Hu. Ternyata dia punya kakak kandung di sekte ini. Han Long. Murid Dalam. Pemurnian Qi Tahap 9."

Shen Yu terdiam. Tahap 9. Itu satu langkah lagi menuju Pondasi Awal. Keberadaan yang bisa meremukkan Shen Yu hanya dengan jari kelingking.

"Han Long sedang dalam misi luar sekarang," lanjut Jin Bo. "Tapi dia akan kembali dalam dua minggu. Jika dia tahu adiknya mati... dan mayat adiknya ditemukan dalam kondisi 'kering'..." Jin Bo menatap Shen Yu penuh arti. "Dia akan memburumu. Dan dia tidak akan peduli aturan sekte."

"Kenapa kau memberitahuku ini?" tanya Shen Yu. "Jika aku mati, rahasia kematian Han Hu akan terkubur bersamaku. Kau akan aman."

Jin Bo tersenyum tipis, senyum yang tulus namun sedih.

"Mungkin karena aku masih ingat anak petani yang memberiku air saat aku kehausan di jalan menuju kota," kata Jin Bo. Ia berdiri, merapikan jubahnya.

"Shen Yu, menangkan turnamen ini. Masuklah ke 10 besar. Kau butuh perlindungan sekte. Jika kau berprestasi, Han Long akan berpikir dua kali sebelum membunuhmu secara terbuka."

Jin Bo berjalan ke pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sejenak tanpa menoleh.

"Dan... soal teknik iblis itu. Aku tidak akan bertanya. Tapi jangan sampai itu memakanmu. Aku tidak mau harus menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisimu suatu hari nanti."

"Terima kasih, Jin Bo," ucap Shen Yu pelan.

Pintu tertutup.

Shen Yu mengambil gulungan kertas yang ditinggalkan Jin Bo. Isinya sangat rinci. Nama, teknik, kelemahan, dan kebiasaan bertarung para kandidat juara ditulis dengan rapi.

Salah satu nama dilingkari merah oleh Jin Bo: Luo Feng (Musuh lama Shen Yu). Status: Telah menembus Tahap 5. Menguasai Teknik Pedang Gelombang Tingkat Menengah. Berniat membunuh Shen Yu di arena.

Shen Yu meremas kertas itu hingga hancur. Matanya berkilat tajam di kegelapan.

"Han Long... Luo Feng... Tetua Mo... Gu Xian'er..."

Daftar musuhnya semakin panjang. Tapi anehnya, Shen Yu tidak merasa takut. Ramuan Tubuh Baja dan Melodi Penenang Hati telah memberinya fondasi fisik dan mental yang baru.

"Datanglah," bisiknya pada malam. "Aku akan menggunakan kalian semua sebagai batu pijakan untuk naik ke langit."

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!