Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Maksudmu, menelusuri apa.?"
"Kita menelusuri masa lalu, ketika kaisar James wafat. Bukankah itu sudah 1 tahun yang lalu.? dan selama 1 tahun juga, tahta kaisar Andorra kosong. Kalau aku adalah seorang Panglima perang, itu adalah kesempatan emas untuk meruntuhkan Andorra, dan aku akan menyerang ketika mendengar kabar kaisar James wafat. Bukankah selama ini Andorra masih aman-aman saja.?"
"Kau, kau benar. Jadi apa alasannya.? apa kau tau.?"
"Tentu karena kas negara dan perjanjian sebelumnya."
"Apa maksudmu.?"
"Kau bilang, ayahmu mempunyai hutang besar kan? dan kepada siapa hutang itu.?"
"Ah, tagihannya tertulis dari Kekaisaran Romana."
"Betul, apa jadinya kalau Andorra tidak membayar hutang itu.? apa Romana akan menyerang.? dan mengambil alih Andorra.? menurutmu bagaimana.?"
"Ah, aku baru paham maksudmu. Melihat jarak dan biaya perang untuk menguasai Andorra tanpa kaisar, tentu Romana masih mengeluarkan anggaran besar, dan itu akan lebih merugikan mereka. Benar kan.?"
"Kau semakin pintar menganalisa urusan militer. Romana tidak akan menyerang Andorra, meskipun itu tanpa kaisar ataupun ada kaisar, biaya yang di keluarkan tidak sebanding. Meskipun mereka memaksa untuk mengambil alih Andorra, Kekaisaran Parthia dan Kekaisaran Alden, pasti akan menyerang Andorra. Melihat pasukan Romana tidak akan menyerang kesini lagi."
"Jadi, mereka menggunakan cara aliansi untuk mengambil alih Andorra.?"
"Yup, tapi karena penyebab utamanya adalah hutang, artinya pasti ada jaminan. Dan jaminan inilah yang membuat mereka tidak menyerang ke Andorra meskipun tanpa kaisar."
"Aku paham sekarang, Rudy kau, kau hebat sekali menganalisa ini semua. Tapi aku masih belum mendapatkan jawaban kesimpulannya, apa maksudmu dengan mencegah?"
"Oke, aku akan menyimpulkan nya. Sebelumnya, Andorra punya hutang kepada Romana, tentu ada perjanjian jaminan. Karena kaisar sebelumnya meninggal, perjanjian ini di pertanyakan. selama 1 tahun penuh, belum ada kepastian dari Andorra untuk membayar hutangnya. Jadi, Romana memutuskan untuk mengambil alih Andorra, tapi karena biayanya mahal, Romana membuat aliansi dengan Parthia. Lalu, karena jaminan hutang ini tetap berlaku, Romana tidak bisa menyerang begitu saja, karena mereka juga mengharapkan bayaran hutang dari pada perang. Jadi kesempatan itu akan di putuskan ketika kaisar baru di sah kan."
"Saat ini, kau adalah kaisar, tapi kau tidak memberikan kepastian untuk hutang ini, jadi Romana mengambil keputusan terakhir, yaitu penyerangan yang sebelumnya sudah di rencakan. Jadi mereka akan tetap menyerang. Tapi, ada kejanggalan dari penyerangan jalur laut, karena mereka membawa pasukan 50rb prajurit, tentu membutuhkan tempat berlabuh. Jadi, pasti ada penghianat Andorra yang membantu penyerangan mereka. Yaitu Duke Brian, yang mengusulkan pembangunan pelabuhan."
"Ha.?" Rachel yang mendengar itu langsung terkejut bukan main.
"Huh huh huh." bahkan dadanya sampai sesak.
"Kau tidak apa-apa.?" sahut Rudy panik sambil memegang pundak Rachel.
"Huh, huh, aku tidak apa-apa. Teruskan saja."
"Kau yakin.? minumlah dulu." sahut Rudy sambil memberikan botol minum.
Rachel pun meminumnya secara perlahan, dan ia sedikit mulai tenang.
"Huh, terimakasih. aku sudah tidak apa-apa."
Dalam hati Rudy, ia bergumam "Jadi inilah reaksimu saat kau meninggal di masa depan saat mendengar siapa yang menghianatimu."
"Ayo teruskan saja Rudy."
"Sepertinya kita berhenti sampai di sini dulu." sahut Rudy.
"Jangan, aku ingin tau cara mencegah perangnya."
"Hm, ada dua cara untuk mencegah perang ini. Pertama, kau harus memberikan jaminannya. Kedua, kau harus membayar hutang beserta bunganya. Hanya itu."
"Jadi, selama kita berdiskusi disini adalah untuk mencari akar permasalahannya.? dan saat kau mengetahui penyebabnya, kau bisa memberikan solusinya. Benar kan.?"
"Lalu.? apa yang solusinya terbaiknya selain pencegahan.? Apa kau akan bernegosiasi.? hm, tentu mereka akan menolak."
Rachel pun tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum.?"
"Aku hanya merasa saat ini ada seseorang yang sejalan denganku."
"Apa maksud mu.?"
"Rudy, di dalam istana, mereka hanya memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, bukan mencari penyebabnya dulu. Aku merasa pusing memikirkan itu semua."
"Di tempatku dulu, ada pepatah berkata, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi artinya, kau harus tau penyebab penyakit itu dulu sebelum mencegahnya. Selama akar permasalahan belum di ketahui, jangan sampai kau mengambil keputusan, karena bisa jadi kau akan salah cara untuk mencegahnya."
Rachel tersenyum lagi. "Aku benar-benar sedikit senang berada disini."
"Sama, aku juga senang ada teman mengobrol disini. Dari pada mengobrol sendiri bersama AI."
"Kalau begitu, aku akan tinggal disini saja."
"Jangan bercanda, kau adalah kaisar."
"Hahaha." sahut Rachel tertawa.
"Oke, kita kembali lagi ke permasalahan. Pertanyaan ku, apa kau tau jaminan ini apa.? dan beberapa jumlah hutang Andorra.?"
"Aku jawab singkat. Aku tidak tau keduanya." jawab Rachel tersenyum.
"Haish," sahut Rudy sambil memukul keningnya.
"Rudy, banyak sekali yang di sembunyikan para pejabat dariku. Bahkan urusan besar seperti ini pun, aku tidak tau. Itulah kenapa aku merasa menjadi kaisar ini adalah kutukan. Aku hanya di jadikan sebuah simbol dan boneka para pejabat."
"Hm, sabar Rachel. Aku pasti membantumu. Aku masih ada disini. Tugasmu sekarang adalah mencari kedua jawaban itu. setelah itu, kita akan mendiskusikan nya lagi. Oke.?"
"Aku tidak peduli lagi, biarkan para pejabat itu yang menyelesaikan nya sendiri. saat Andorra runtuh, aku mohon padamu, bawalah aku bersamamu." kata Rachel dengan sangat serius.
"Rachel jangan bercanda, apa yang kau katakan."
"Aku serius Rudy, aku serius. Aku tidak mau berada di istana, aku tidak ingin menjadi kaisar."
"Kepalaku jadi pusing."
Rachel pun memegang tangan Rudy. "Aku mohon."
"Hmm, aku adalah type orang yang tidak akan pernah meninggalkan tanggung jawab. Aku juga tidak ingin kau melakukan itu Rachel. Masih banyak rakyat Andorra yang membutuhkan mu. Percayalah padaku, semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Mundur dari tanggung jawab itu mudah, tapi berapa banyak orang yang menderita.?"
Rachel pun melepaskan tangannya. Lalu ia menundukkan kepala.
"Aku pasti akan membantumu. Kau tenang saja." kata Rudy sambil menepuk pundak Rachel.
"Aku tidak bersemangat." sahut Rachel dan langsung berdiri dari sana. Lalu ia berjalan menuju tenda.
Rudy hanya melihatnya saja dengan cemas. "Hm"
"Ingat, hari ini jangan paksa aku kembali ke istana." kata Rachel, lalu ia masuk kedalam tenda.
"Terserah kau saja."
....
Didalam tenda.
Rachel langsung terlentang ia atas kasur, perasaannya sedikit gelisah.
"Huh, kenapa hidup bebas itu sulit.?"
Ia pun tiba-tiba tertidur dengan sendirinya.
....