NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

cerita kehidupan sehari-hari (slice of life) yang menyentuh hati, tentang bagaimana tiga sahabat dengan karakter berbeda saling mendukung satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gelisah

"Kita kan punya banyak sayuran yang sudah siap dipanen di kebun," ujar Dewi sambil mengambil ember dan cangkul kecil yang disimpan di gudang kost. "Yuk kita panen aja, lalu masak bersama-sama malam ini!"

Ketiganya berjalan menuju kebun kecil yang terletak di belakang area kost—tempat Rohita biasa merawat tanamannya. Di sana, sawi hijau, bayam, kubis, dan beberapa jenis cabai tumbuh subur di bedengan yang terawat rapi. Rohita langsung mengambil cangkul, mulai menggali wortel yang sudah besar dengan hati-hati, sementara Devi dan Dewi memetik daun sayuran yang segar.

"Wow, hasil panennya banyak banget ya, Roh!" seru Devi sambil menaruh bayam yang sudah dipetik ke dalam ember. "Kita bisa bikin sup sayur hangat dan tumis sawi dengan cabai lho!"

Rohita tersenyum dan menambahkan, "Ada juga tomat dan bawang merah yang bisa dipanen. Bisa buat sambal yang pedas!"

Setelah semua sayuran yang diinginkan terkumpul, mereka kembali ke dapur kost yang cukup luas. Sambil bermain-main dan tertawa, mereka mulai mengolah bahan makanan—Dewi mencuci sayuran di bak cuci piring, Devi mengupas bawang dan memotong bumbu, sedangkan Rohita menyiapkan kompor dan panci.

Suara ketukan pisau pada talenan, desahan air yang direbus, dan aroma bumbu yang mulai harum memenuhi dapur. Rohita menunjukkan cara membuat sup sayur yang gurih , sementara Devi menumis sawi dengan tambahan udang kecil yang dia beli . Dewi membuat sambal yang pedas namun nikmat, sambil seringkali mencicipi dan menambahkan garam atau gula secukupnya.

Tak lama kemudian, hidangan lezat siap disajikan di meja makan. Mereka duduk bersama, menikmati makanan yang dibuat dengan tangan mereka sendiri, sambil berbagi cerita dan tawa yang membuat suasana semakin hangat.

Setelah makan malam yang menyenangkan, ketiganya membersihkan meja dan piring bersama sebelum pergi ke kamar untuk beristirahat. Mereka berbaring bergantian di kasur yang sudah disiapkan, dan tak lama kemudian tertidur nyenyak karena kelelahan setelah aktivitas seharian.

Tiba-tiba suara teriakan kecil dari Dewi membuat Rohita terbangun kaget. "Wah! Apa ini?" seru Dewi sambil menunjuk ke arah bagian tengah kasur yang tampak basah. Rohita segera duduk dan melihatnya dengan mata yang masih mengantuk, lalu mendekat untuk mengecek dengan menciumnya—bau yang khas membuatnya langsung mengerti.

"Devi... kamu ngompol dalam tidur ya?" ujar Rohita dengan nada sedikit lucu namun tidak menyakitkan. Devi yang baru saja terbangun mengerutkan kening, lalu melihat ke bawah. Wajahnya langsung menjadi kemerahan karena rasa malu yang luar biasa.

"Aduh maafkan aku ya... aku tidak sengaja," ucap Devi dengan suara pelan, menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dewi segera berdiri dan mengambil handuk untuk membersihkan kasur. "Tenang aja Dev, tidak apa-apa kok! Semua orang bisa saja mengalaminya kan?" ujarnya dengan nada menenangkan.

Karena sebagian kasur sudah tidak bisa digunakan lagi, Rohita dan Dewi memutuskan untuk melanjutkan tidur di sofa . Mereka menutupi diri dengan selimut yang tersedia, sementara Devi membersihkan kasur dan mengganti seprai dengan yang baru. Setelah selesai, Devi juga bergabung dengan mereka di sofa, Esok paginya, Rohita memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian di sekitar area kost agar bisa berpikir tenang . Dia berjalan santai menyusuri jalan raya yang sepi,

Tanpa diduga, saat dia melewati sudut jalan yang rindang, sosok Arga tiba-tiba muncul dari balik tiang lampu dan langsung memeluknya erat dari belakang. Rohita terkejut dan ingin menarik diri, namun sebelum bisa melakukannya, Arga memutar tubuhnya dan mencium bibirnya dengan cepat.

"Aduh, Arga kamu apaan sih" teriak Rohita dengan wajah kemerahan Tanpa berpikir panjang, rohita mengangkat tangan dan memukul bahu Arga dengan cukup keras.

Setelah memukul Arga, Rohita segera berusaha berpaling dan kabur. Namun Arga mengejarnya dengan cepat, menarik lengan Rohita agar dia tidak bisa pergi, lalu dengan paksa mencium bibirnya lagi

"Sadarilah diri kamu, Arga! Berhenti sekarang juga!" teriak Rohita dengan suara penuh kemarahan dan rasa takut.

Tak berselang lama, seorang pria yang sedang lewat dengan sepeda motor langsung berhenti dan mendekat ke arah mereka. Pria tersebut tampak marah melihat apa yang terjadi. "Hei! Berhenti kamu! Tidak boleh menyakiti gadis seperti itu!" seru pria itu dengan suara yang kuat. Dia segera menarik Arga menjauh dari Rohita dan menegurnya dengan tegas. "Perilaku kamu sangat tidak benar. Jika kamu benar-benar menyukainya, harus menghormati keinginannya dan tidak melakukan sesuatu dengan paksa!"

Arga yang sudah merasa takut dan malu hanya bisa menunduk dan tidak berani berkata apa-apa. Setelah dipastikan Arga tidak akan mengganggu lagi, pria itu mengusirnya dan melihat ke arah Rohita dengan wajah yang lebih lembut. "Kamu baik-baik saja kan? Aku akan mengantarmu pulang ."

Rohita mengangguk dengan mata yang masih berkaca-kaca, mengucapkan terima kasih dengan suara pelan. pria itu lalu mengantar rohita dengan motornya , dan dalam waktu singkat sudah sampai di depan gerbang kost.

Sebelum pergi, pria itu memberikan nasihat padanya. "Jangan ragu untuk meminta bantuan jika ada orang yang mengganggumu lagi ya. ." Setelah itu, dia berbalik dan pergi meninggalkan Rohita yang masih berdiri di depan kost dengan hati yang campur aduk.

Dewi dan Devi yang sedang asik bermain di kebun melihat rohita dalam keadaan cemberut lalu menghampirinya dan bertanya, Setelah Rohita selesai menjelaskan apa yang terjadi padanya, wajah Devi benar-benar memerah karena kemarahan. Dia mengangkat tangan kanannya seolah-olah akan berlari mencari Arga untuk menghajarnya, tapi segera Dewi menarik lengan temannya itu dengan cepat.

"Devi, tunggu dulu! Jangan gegabah!" kata Dewi dengan suara tegas sambil memegang erat lengan Devi. "Kalau kamu menghajarnya, kamu yang akan jadi salah juga. Kita harus cari cara yang benar untuk menyelesaikannya!"

Rohita yang masih sedang menahan tangis hanya bisa menunduk dan mengangguk perlahan. Dia merasa tersentuh melihat kedua temannya peduli padanya, tapi juga khawatir jika masalahnya jadi semakin besar. Devi menghela napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Matanya masih penuh amarah saat dia berkata, "Tapi Dewi, bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu? Rohita jelas tidak mau, tapi dia tetap memaksakan diri!"

Dewi mengelus punggung Rohita dengan lembut lalu melihat ke arah Devi. "Aku juga marah, tapi kita harus bantu Rohita dengan melaporkannya ke polisi ." Setelah mendapatkan dukungan dari Dewi dan Devi, Rohita berjalan perlahan menuju pintu kostnya. Saat masuk ke dalam kamar , dia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan akhirnya menangis dengan lepas. Semua rasa takut, kemarahan, dan kebingungan yang telah dia tahan tumpah keluar begitu saja.

1
𝐍𝟏𝐬𝐡𝐢𝐦𝐮𝐫𝐚
ceritanya baguss , tp karna kalimat nya terlalu panjang, dan dialognya yang nempel, bkin ak jadi bingung hehe, semangat thor🙏
Jing_Jing22
Aduh, nyesek banget lihat Dewi nangis sendirian begitu. 🥺 Untung ada Rohita yang lewat. Walaupun awalnya kelihatan galak, ternyata Rohita peduli banget. Semoga Dewi mau cerita masalahnya ya!
Wida_Ast Jcy
do re mi donk🤭🤭🤭 tiga sahabat dipanggil do re mi hehheh
Wida_Ast Jcy
Saran ya thor dialog dengan narasi ada baiknya dipisah lho. 🙏🙏🙏
Mingyu gf😘
bahasa formal sama bahasa sehari hari jangan di campur
Mingyu gf😘
Jangan terlalu suka kepo dengan orang yang gak di kenal
Anang Anang
lanjut
Dini
mantap
Dini
sangat mengispirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!