NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Pengamanan Bukti Lanjutan

Suara kunci ganda yang berat berbunyi, mengisolasi Meylie dan Tuan Z di dalam ruang penyimpanan bawah tanah galeri 'The Obsidian Veil'. Di atas, suara pengawal Tuan Z yang panik mencoba mendobrak pintu ruang pameran utama terdengar samar, seperti gema dari dunia yang berbeda. Namun, di sini, di bawah tanah, hanya ada kegelapan, bau debu dan kelembapan, serta suara napas Tuan Z yang terengah-engah. Pria itu tergeletak lemas di lantai, tubuhnya tak berdaya di bawah pengaruh jarum bius Meylie, namun matanya masih setengah terbuka, menatap Meylie dengan ketakutan yang mendalam.

"Seluruh kota..." bisikan Tuan Z sebelum pingsan, masih terngiang di telinga Meylie. Kata-kata itu, diucapkan dengan napas terakhir sebelum kesadarannya menghilang, terasa seperti pukulan. Seluruh kota. Seberapa besar kekuatan "The Senator" ini?

Meylie menatap Tuan Z, wajahnya dingin dan tanpa emosi. Ia mengeluarkan senter kecilnya, menyorotkan cahayanya ke wajah pria itu. Wajah angkuh yang tadinya penuh kesombongan, kini keriput dan pucat karena ketakutan dan pengaruh obat. Ini adalah Operator Utama, salah satu monster yang bertanggung jawab atas penderitaan Yu. Namun kini, ia hanyalah sebuah alat, kunci untuk membuka pintu ke puncak piramida kekejaman.

"Fernandez, kau dengar aku?" Meylie berbicara pelan ke mikrofon tersembunyi di kerah bajunya.

"Dengar, Meylie," suara Fernandez terdengar di earpiece Meylie, sedikit terdistorsi namun jelas. "Semuanya terekam. Pengakuan Tuan Z, tentang 'Dia' yang memberi perintah, semuanya. Tapi kita harus cepat. Pengawal Tuan Z mulai curiga. Mereka mencoba mendobrak pintu di atas."

"Aku tahu. Berapa lama sampai obat bius ini bekerja sepenuhnya?"

"Sekitar lima belas menit lagi dia akan benar-benar pingsan. Tapi efeknya akan bertahan beberapa jam. Kita punya waktu. Tapi tidak banyak."

Meylie mengangguk. "Aktifkan rencana B. Kita harus memindahkannya."

Rencana B adalah jalur evakuasi yang telah mereka siapkan. Galeri 'The Obsidian Veil' memiliki sebuah terowongan servis tua yang mengarah ke gudang kosong di blok berikutnya, yang jarang digunakan dan memiliki pintu keluar ke gang sempit. Fernandez telah memanipulasi sistem keamanan gudang itu juga.

"Sudah diaktifkan," Fernandez membalas. "Jalurnya bersih. Aku akan memantau dari jauh. Aku juga sudah siapkan mobil di pintu keluar gang belakang gudang. Warna hitam, plat nomor palsu."

"Bagus," Meylie berkata. Ia mengikat tangan dan kaki Tuan Z dengan kabel ties plastik yang kuat, memastikan pria itu tidak bisa bergerak jika ia terbangun. Tuan Z adalah pria yang berat, dan memindahkannya sendirian akan menjadi tantangan fisik yang besar.

Meylie menarik napas dalam-dalam. Ia harus mengandalkan kekuatan fisiknya yang telah ia latih. Ia mencari sebuah troli kecil yang biasa digunakan untuk memindahkan karya seni di ruang penyimpanan. Setelah menemukannya, ia dengan susah payah mengangkat Tuan Z dan menempatkannya di atas troli. Pria itu mengerang pelan, namun tidak sadarkan diri.

Meylie mendorong troli itu perlahan, mengikuti cahaya senternya, menuju ujung terowongan servis. Terowongan itu gelap, sempit, dan berbau lumut. Setiap langkah Meylie menciptakan gema yang menakutkan, dan ia terus-menerus melirik ke belakang, khawatir ada yang mengikuti.

"Bagaimana keadaan di atas, Fernandez?" Meylie bertanya, suaranya sedikit tegang.

"Mereka masih mencoba mendobrak pintu ruang pameran. Aku sudah mengaktifkan alarm kebakaran palsu di lantai bawah. Itu akan mengalihkan perhatian mereka sebentar."

Terdengar suara sirene kebakaran samar dari kejauhan. Meylie tahu itu adalah Fernandez yang bekerja. Ia harus bergerak lebih cepat.

Akhirnya, ia mencapai pintu keluar terowongan, sebuah pintu baja berat yang terkunci dari dalam. Meylie membuka kunci pintu itu dengan susah payah, lalu mendorongnya terbuka. Udara malam yang segar dan dingin menyapa wajahnya. Ia berada di gang sempit di belakang gudang kosong.

Di sana, sebuah mobil hitam pekat sudah menunggu, mesinnya menyala, lampunya redup. Fernandez memang efisien.

Meylie dengan cepat memindahkan Tuan Z dari troli ke jok belakang mobil. Ia memastikan pria itu terbaring dengan aman, lalu ia masuk ke kursi pengemudi.

"Aku sudah di mobil," Meylie melaporkan. "Akan menuju lokasi interogasi."

"Hati-hati, Meylie," Fernandez memperingatkan. "Aku baru saja mendengar laporan polisi di radio. Mereka sudah menuju galeri. Mereka tahu ada sesuatu yang terjadi."

Meylie menginjak gas, melaju pergi, meninggalkan galeri seni dan gang gelap itu di belakangnya. Polisi. Itu berarti The Senator sudah bertindak, mencoba membersihkan jejak. Waktu mereka sangat terbatas.

Lokasi interogasi yang baru adalah sebuah bunker tua yang tersembunyi di bawah sebuah rumah kosong di pinggir kota, salah satu aset rahasia Yu yang ia ceritakan kepada Meylie. Bunker itu kedap suara, terisolasi, dan dilengkapi dengan sistem ventilasi serta pasokan listrik darurat. Di dalamnya, hanya ada sebuah meja baja, beberapa kursi, dan peralatan perekam yang telah Fernandez pasang.

Meylie mengikat Tuan Z ke kursi baja dengan rantai yang kuat, memastikan pria itu tidak bisa melarikan diri. Ia menyuntikkan dosis penenang lain, memastikan efek obat bius tetap bekerja, membuat Tuan Z patuh namun tidak sepenuhnya tak sadarkan diri. Ia ingin Tuan Z bisa bicara, tetapi tidak bisa melawan.

"Fernandez, kau siap?" Meylie bertanya, menatap Tuan Z.

"Siap. Semua rekaman aktif," Fernandez membalas dari earpiece.

Meylie mendekati Tuan Z, tatapannya dingin dan menembus. Pria itu mengerang pelan, matanya berkedip, mencoba fokus. Ia melihat Meylie, dan ketakutan kembali terpancar di matanya.

"Selamat datang kembali, Tuan Z," Meylie berkata, suaranya pelan namun penuh ancaman. "Kita punya banyak hal untuk dibicarakan."

Tuan Z mencoba berbicara, namun kata-katanya tidak jelas, terdistorsi oleh obat bius.

"Aku tahu kau takut pada 'Dia'," Meylie melanjutkan, menunjuk ke peta pikiran di dinding yang kini sudah ia tempel di bunker. "Aku tahu kau hanya pion. Tapi pion pun punya informasi. Dan kau akan memberitahuku semuanya."

Meylie mengeluarkan foto Yu yang disiksa dari tasnya, meletakkannya di atas meja di hadapan Tuan Z. Wajah Yu yang hancur, matanya yang kosong, adalah pengingat brutal akan kekejaman yang telah terjadi.

Tuan Z melihat foto itu, dan tubuhnya sedikit tersentak. Rasa bersalah, atau mungkin lebih tepatnya, rasa takut, terlihat di matanya.

"Dia... dia terlalu banyak tahu," Tuan Z bergumam, suaranya parau. "Dia mengancam untuk membongkar semuanya."

"Apa yang dia bongkar?" Meylie menekan. "Siapa 'Dia'?"

Tuan Z menggelengkan kepalanya panik. "Aku tidak bisa! 'Dia' akan tahu! 'Dia' akan membunuhku! Dan keluargaku!"

"Dia sudah membunuh Yu," Meylie membalas, nadanya tajam. "Dan kau membantunya. Kau adalah Operator Utama. Kau mengatur semua ini. Kau ada di sana saat Yu disiksa."

Meylie memutar rekaman suara dari video penyiksaan Yu, yang telah Fernandez bersihkan distorsinya. Suara Tuan Z yang otoritatif, memberi perintah, terdengar jelas di bunker itu.

Tuan Z mendengar suaranya sendiri, dan matanya membelalak. Ia tidak bisa menyangkalnya lagi.

"Suara itu... itu bukan aku..." Tuan Z mencoba berbohong, namun Meylie memotongnya.

"Jangan berbohong, Tuan Z. Aku punya analisis frekuensi suara. Itu adalah kau. Aku tahu kau ada di sana. Sekarang, katakan padaku, siapa 'Dia'?"

Tuan Z terdiam, tubuhnya gemetar. Ia tahu ia terpojok. Meylie memiliki semua bukti.

"The Senator," Tuan Z akhirnya berbisik, suaranya nyaris tak terdengar, sebuah pengakuan yang keluar dari ketakutan. "Dia adalah The Senator. Politisi veteran. Dia yang mengendalikan semuanya. Dia adalah Dalang Utama."

"Senator siapa?" Meylie menekan. "Nama lengkapnya."

"Senator Adrian Thorne," Tuan Z menjawab, suaranya gemetar. "Dia adalah pemimpin sekte. Dia percaya pada keabadian melalui ritual pengorbanan. Dia... dia yang memerintahkan pembunuhan Yu. Dan pengambilan organ itu."

Darah Meylie mendidih. Adrian Thorne. Nama itu kini terukir di benaknya. Dalang Utama.

"Apa lagi yang kau tahu tentang dia?" Meylie bertanya, nadanya mendesak. "Di mana dia bersembunyi? Bagaimana dia beroperasi?"

Tuan Z, di bawah pengaruh obat bius dan tekanan psikologis, mulai meracau, mengungkapkan semua yang ia ketahui. Ia menjelaskan bahwa Senator Thorne adalah seorang politisi veteran yang sangat berkuasa, yang telah membangun jaringan korupsi selama puluhan tahun. Ia beroperasi di belakang layar industri perfilman, menggunakan perusahaan-perusahaan seperti 'Perusahaan Berlian Hitam' sebagai alat untuk mencuci uang, mengeksploitasi talenta, dan bahkan melakukan ritual-ritual keji.

"Dia punya pengikut. Banyak," Tuan Z bergumam. "Orang-orang penting. Jenderal. Taipan. Mereka semua percaya pada keabadian. Mereka semua terlibat dalam ritual itu."

"Di mana ritual itu dilakukan?" Meylie bertanya, hatinya mencelos.

"Di resor pribadinya. Di pulau terpencil," Tuan Z menjawab, matanya membelalak. "Pesta Topeng Terakhir. Itu adalah nama sandinya. Setiap tahun, di sana. Mereka berkumpul. Melakukan ritual. Mengorbankan... mengorbankan orang-orang yang mereka anggap 'berdosa'."

Pesta Topeng Terakhir. Pulau pribadi. Resor terpencil. Semua petunjuk itu kini terhubung. Ini adalah tempat di mana Yu dibunuh, atau setidaknya, di mana ritual pengambilan organnya dilakukan. Dan ini adalah tempat di mana Dalang Utama, Senator Thorne, bersembunyi.

"Kapan pesta itu?" Meylie menekan.

"Malam ini. Semalam. Sudah dimulai," Tuan Z tergagap. "Setiap tahun. Puncak ritualnya... akan terjadi besok pagi."

Meylie merasakan jantungnya mencelos. Malam ini. Mereka sudah memulai. Waktu mereka habis.

"Dia sangat berhati-hati," Tuan Z melanjutkan, suaranya melemah. "Dia tidak pernah meninggalkan jejak. Dia mengendalikan semua media. Semua polisi. Dia... dia tak tersentuh."

"Tidak ada yang tak tersentuh, Tuan Z," Meylie membalas, tatapannya tajam. Ia telah mendapatkan semua informasi kunci yang ia butuhkan.

Tiba-tiba, Fernandez berteriak di earpiece Meylie. "Meylie! Polisi sudah mengepung galeri! Mereka menemukan bukti adanya gangguan. Mereka melacak mobil yang kau gunakan! Kau harus bergerak cepat!"

Pengejaran diintensifkan. Polisi, yang bekerja untuk Senator Thorne, sudah bergerak. Mereka melacak setiap jejak Meylie.

"Aku sudah mendapatkan semuanya, Fernandez," Meylie membalas, suaranya mantap. "Senator Adrian Thorne. Pulau pribadi. Pesta Topeng Terakhir. Malam ini."

"Apa yang akan kita lakukan dengan Tuan Z?" Fernandez bertanya.

Meylie menatap Tuan Z yang kini benar-benar lemas, pingsan lagi. Pria itu adalah monster, tetapi juga umpan yang berharga.

"Kita akan menyerahkannya kepada sekutu yang dipercayai," Meylie berkata. "Seseorang yang bisa menjaganya tetap aman, dan menjadikannya umpan terakhir. Kita tidak bisa membawanya ke pulau. Itu terlalu berisiko."

Meylie menghubungi sebuah nomor terenkripsi lain yang Yu pernah berikan kepadanya, sebuah kontak darurat yang Yu sebut sebagai "penjaga kebenaran." Seorang mantan agen rahasia yang kini hidup menyepi, yang Yu percayai.

"Aku punya sesuatu yang berharga untukmu," Meylie berkata, suaranya singkat dan lugas. "Operator Utama. Dia punya informasi tentang The Senator."

"Aku akan mengirimkan lokasinya," Meylie melanjutkan, "pastikan dia aman. Jangan biarkan dia mati. Dia adalah aset."

Di seberang sana, suara serak seorang pria tua menjawab, "Aku sudah tahu. Yu pernah memberitahuku tentangmu. Aku akan datang."

Meylie memutus panggilan. Ia telah menemukan sekutu yang tidak terduga, seseorang yang Yu percayai.

"Kita harus pergi, Meylie!" Fernandez mendesak. "Mereka semakin dekat!"

Meylie mengangguk. Ia meninggalkan Tuan Z yang terikat di kursi baja, menunggu "penjaga kebenaran" itu datang menjemputnya. Ia telah mendapatkan Dalang Utama, lokasi pertemuan rahasianya, dan motif kejam di baliknya.

Ia dan Fernandez harus bergerak sekarang.

"Kita akan ke pulau itu, Fernandez," Meylie berkata, suaranya penuh tekad. "Kita akan menghentikan mereka. Kita akan menghentikan The Senator."

Fernandez mengangguk, ketakutan di matanya kini bercampur dengan resolusi yang tak tergoyahkan. Kerja sama tim mereka mencapai puncaknya. Mereka merasa selangkah lagi menuju kebenaran, selangkah lagi menuju keadilan untuk Yu.

Meylie dan Fernandez meninggalkan bunker tua itu, mengunci pintu di belakang mereka. Di luar, sirene polisi terdengar semakin dekat. Mereka tidak punya waktu lagi.

Mereka menemukan lokasi pesta rahasia di sebuah pulau pribadi di luar kota, tempat Tuan Z diserahkan kepada sekutu yang dipercayai untuk diamankan, menjadi umpan terakhir.

Perburuan ini telah memasuki babak final. Puncak piramida kekejaman kini terlihat jelas. Dan Meylie, sang Ling, siap untuk menghadapi The Senator, Dalang Utama yang tak tersentuh, di "Pesta Topeng Terakhir." Ini adalah pertarungan hidup dan mati, dan ia akan memastikan keadilan Yu terungkap, apa pun harganya.

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!