NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak CEO Dingin

Pernikahan Kontrak CEO Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Rania Kirana seorang penjual cilok berprinsip dari kontrakan sederhana, terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Abimana Sanjaya seorang CEO S.T.G. Group yang dingin dan sangat logis.

Syarat Rania hanya satu jaminan perawatan ibunya yang sakit.

Abimana, yang ingin menghindari pernikahan yang diatur keluarganya dan ancaman bisnis, menjadikan Rania 'istri kontrak' dengan batasan ketat, terutama Pasal 7 yaitu tidak ada hubungan fisik atau emosional.

Bagaimana kelanjutannya yukkk Kepoin!!!!

FOLLOW ME :
IG : Lala_Syalala13
FB : Lala Syalala13
FN : Lala_Syalala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PKCD BAB 35_Pelabuhan di Tengah Badai Ujian

Ia berdiri di ambang pintu ruang makan, mengenakan jubah mandi sutra hitam, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan antara bangga dan sangat khawatir.

Rania mendongak, matanya tampak merah dan ada lingkaran hitam tipis di bawahnya.

"Sebentar lagi Abi, bab tentang stratifikasi sosial ini sangat kompleks. Aku tidak mau hanya sekadar lulus, aku ingin benar-benar paham." seru nya.

Baru saja Rania hendak kembali menatap layar laptop tuanya, tiba-tiba terdengar suara krek yang tajam, diikuti dengan layar yang perlahan menggelap dan akhirnya mati total.

Rania terpaku, jia mencoba menekan tombol power berkali-kali, namun mesin tua itu hanya mengeluarkan bunyi putaran kipas yang lemah lalu sunyi.

"Tidak... tidak sekarang..." bisik Rania, suaranya bergetar.

"Tugas akhirku ada di sana, besok pagi harus dikumpulkan." seru nya dengan bingung.

Kepanikan mulai menyerang, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh juga.

Semua usahanya selama berbulan-bulan seolah lenyap dalam satu detik kegagalan teknis.

Abimana berjalan cepat mendekat, ia tidak berkata "Aku sudah bilang jangan pakai laptop tua itu," karena ia tahu itu hanya akan melukai hati Rania namun justru berlutut di samping kursi Rania.

"Rendra!" panggil Abimana dengan suara yang cukup keras hingga asisten setianya yang memang tinggal di unit sebelah untuk keadaan darurat langsung muncul dalam hitungan menit.

"Siapkan unit kerja baru di perpustakaan pribadi saya, pindahkan semua data dari hard drive laptop Nyonya ke sistem utama dan Rendra... pastikan tidak ada satu kata pun yang hilang," perintah Abimana dengan nada yang tak terbantahkan.

Rania sempat hendak menolak, namun Abimana memegang tangannya dengan lembut.

"Dengarkan aku Rania, kamu tidak menggunakan uangku untuk membayar dosen. Kamu tidak memintaku membelikan nilai, tapi sebagai suamimu, aku memiliki tanggung jawab untuk memastikan 'lingkungan kerjamu' layak, anggap saja ini fasilitas kantor untuk istri sang CEO. Kamu tidak bisa berjuang di medan perang dengan pedang yang tumpul," ujar Abimana dengan nada logika yang sulit dibantah Rania.

Abimana kemudian membimbing Rania menuju sebuah ruangan yang selama ini jarang dimasuki Rania yaitu Perpustakaan Pribadi Sanjaya.

Begitu pintu terbuka Rania tertegun, ruangan itu telah disulap.

Di tengah ruangan ada sebuah meja kerja ergonomis telah disiapkan dan di atasnya terdapat komputer dengan layar ganda yang sangat jernih, sebuah printer laser kecepatan tinggi dan tumpukan alat tulis berkualitas premium.

Namun yang paling menyentuh hati Rania adalah adanya sebuah papan tulis kaca besar yang sudah berisi ringkasan-ringkasan jadwal ujian Rania, yang rupanya dicatat diam-diam oleh Abimana.

"Ini... kapan kamu menyiapkan ini?" tanya Rania tak percaya.

"Saat kamu sibuk di perpustakaan kampus minggu lalu," jawab Abimana singkat.

"Dan lihat di sana." ujarnya lagi.

Abimana menunjuk ke sebuah sudut kecil yang kini berisi mesin kopi profesional, kulkas mini berisi jus buah segar dan berbagai jenis kacang-kacangan serta cokelat hitam yang dikenal baik untuk fungsi otak.

"Kamu bilang ingin mandiri dan aku menghargai itu, jadi aku tidak akan memberimu jawaban ujian. Tapi aku akan memberimu fasilitas terbaik agar otakmu bisa bekerja maksimal. Mulai malam ini, ini adalah markas besarmu," tegas Abimana.

Selama sisa minggu ujian, Rania merasakan bentuk dukungan Abimana yang luar biasa tanpa harus merusak prinsip kemandiriannya.

Abimana tidak mengantarnya ke kampus sesuai permintaan Rania, namun setiap pagi Rania menemukan sebuah tas bekal di meja makan yang berisi nutrisi lengkap yang disiapkan oleh koki pribadi atas instruksi khusus Abimana.

Di malam hari saat Rania sedang bergelut dengan teori-teori sulit di perpustakaan pribadinya, Abimana seringkali masuk tanpa suara, hanya untuk meletakkan secangkir cokelat panas atau memijat bahu Rania sejenak sebelum kembali ke ruang kerjanya sendiri.

Puncaknya adalah saat ujian mata kuliah Statistik Sosial, yang menjadi momok bagi Rania, ia pulang ke rumah dengan wajah lesu.

"Ada apa? Ujiannya sulit?" tanya Abimana saat mereka makan malam.

"Sangat sulit Abi, ada beberapa perhitungan yang aku ragukan hasilnya. Aku takut nilaiku jatuh di mata kuliah ini," akui Rania.

Malam itu bukannya memberikan jawaban, Abimana justru mengambil papan tulis kaca di perpustakaan.

Dengan keahliannya sebagai seorang pengusaha yang terbiasa dengan data dan angka.

Ia mulai menjelaskan konsep statistik bukan sebagai rumus matematika yang kering, melainkan sebagai cerita tentang pola perilaku manusia.

"Lihat ini Rania, statistik bukan tentang menghitung angka, tapi tentang membaca probabilitas harapan manusia," jelas Abimana sambil menggambar grafik dengan spidol.

Mereka berdiskusi hingga larut, Rania menyadari bahwa Abimana adalah guru yang luar biasa.

Ia tidak memberikan ikan, tapi ia sedang mengasah kail yang dipegang Rania.

Inilah bentuk dukungan yang paling Rania butuhkan yaitu bukan kemudahan, tapi penguatan mental dan intelektual.

Satu bulan berlalu sejak ujian akhir berakhir dan hari ini adalah hari di mana nilai semester pertama keluar di portal mahasiswa.

Rania duduk di depan komputer di perpustakaan pribadinya, tangannya gemetar saat hendak memasukkan nomor induk mahasiswa dan kata sandinya.

Abimana berdiri di belakangnya, meletakkan kedua tangannya di bahu Rania, memberikan kekuatan diam-diam.

"Apapun hasilnya, aku bangga padamu. Kamu melakukannya dengan caramu sendiri," bisik Abimana.

Rania menarik napas dalam, lalu menekan tombol Enter.

Layar memproses sejenak sebelum menampilkan deretan mata kuliah dan nilai huruf di sampingnya.

Mata Rania menelusuri daftar itu satu per satu nilai yang keluar itu dn berharap semoga hasilnya memuaskan.

Sosiologi Umum: A

Pengantar Antropologi: A

Teori Sosial Klasik: A-

Statistik Sosial: A

Bahasa Inggris Akademik: B+

Indeks Prestasi Semester (IPS): 3.85

Rania menutup mulutnya dengan tangan, air mata bahagia mengalir deras. Ia berhasil.

Ia bukan hanya lulus, tapi ia meraih predikat sangat memuaskan, nilai statistik yang ia takuti justru mendapatkan nilai sempurna.

"Abi! Lihat! Aku dapat 3.85!" seru Rania sambil berbalik dan langsung menghambur ke pelukan Abimana.

Abimana membalas pelukan itu dengan erat, mengangkat tubuh Rania sedikit dan memutarnya.

Tawa Abimana pecah, sebuah suara yang sangat jarang terdengar namun sangat merdu di telinga Rania.

"Aku sudah tahu kamu bisa melakukannya, Rania. IPK ini... ini murni milikmu bukan milik suamimu, bukan milik Sanjaya. Ini milik Rania Kirana yang tidur hanya tiga jam semalam demi memahami Weber dan Durkheim," ujar Abimana dengan suara yang bergetar karena bangga.

Malam itu, Abimana ingin merayakan keberhasilan Rania dengan pesta mewah, namun ia membatalkannya karena ia tahu Rania akan merasa tidak nyaman.

Sebagai gantinya ia melakukan sesuatu yang jauh lebih pribadi yaitu antara mereka berdua saja.

Ia mengajak Rania ke taman atap penthouse yang telah dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang hangat.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Mar lina
mampir ah
juwita
emaknya rania g datang ya Thor kan cucunya udh lahir
Mar lina
ada bonus partnya, gak???
Suci Dava
kok sdh di kasih lebel END, padahal cerita nya masih ngegantung thor 🤔🙏
Lala_Syalala: udah selesai hari ini ya kak jadi sekalian aku kasih tulisannya🙏😊
total 1 replies
Wulan Sari
Baskoro2 kamu ga kapok2 semoga Abimana bisa mengatasi semuanya
lanjut Thor semangat 💪 salam
Nur Halida
selamat atas kehamilannya rania... semoga lancar sampai kelahiran...
Nur Halida
terharu banget🥹🥹🥹
Ariany Sudjana
tetap semangat yah Abimana dan Rania, jangan biarkan keserakahan menghancurkan integritas kalian
Lusi Hariyani
rania km hrs trs kokoh walau badai menerjang disampingmu ada suamimu abimana
Nur Halida
s3mangat trrus abi dan rania
Ariany Sudjana
hahaha Amel Amel maksud hati membuat malu Rania, malah kamu yang kena skak mat 🤭🤭🤣🤣
Nur Halida
syukurlah elena perempuan bermartabat. .
Ariany Sudjana
sudah Rania jangan down, kamu juga perempuan cerdas dan mandiri, dan pantas mendampingi Abimana
Nur Halida
syukurlah tidak ada salah paham
juwita
aq pikir abi krn msh cinta dilema apa lg Alena pergi krn fitnah org tuanya. untung g sprt novel lain klo masa lalu dtg dn msh cinta akn balik milih masa lalu. ceritanya lain dr lain ini🤭🤭
Nur Halida
itu hanya masa lalu abi.. jangan sampe kamu kehilangan rania baru nyesel
Ariany Sudjana
semangat Rania dan Abimana 😄💪
tia
lanjut Thor
juwita
bagus ceritanya
juwita
harta bisa habis g di bw mati. tp ketenangan kedamaian kebahagian itu yg penting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!