Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 : Perayaan
Salju mulai turun perlahan menyelimuti istana, namun suasana di aula besar terasa panas oleh intrik yang tersembunyi di balik tawa para bangsawan. Malam ini adalah perjamuan musim dingin. Lilin-lilin besar dinyalakan, dan aroma daging panggang serta arak hangat memenuhi ruangan.
Xiao Xiao melangkah masuk ke aula dengan anggun, mengenakan hanfu berwarna biru safir dengan sulaman perak yang memukau. Di sampingnya, Pangeran Zhi Chen berjalan dengan gagah, jubah hitamnya berkibar pelan, memberikan kesan misterius yang disegani.
Di meja utama, Kaisar duduk dengan wajah tenang, didampingi Permaisuri yang sesekali melirik ke arah pintu masuk dengan senyum yang sulit diartikan. Di deretan kursi pejabat, Jenderal Liu duduk dengan dagu terangkat, matanya yang tajam menatap Xiao Xiao sejenak sebelum beralih ke arah lain.
"Putriku, kau tampak sangat bersinar malam ini," ujar Jenderal Liu saat Xiao Xiao dan Zhi Chen memberi hormat di depan meja utama.
Xiao Xiao tersenyum tipis, jenis senyum yang hanya mencapai bibir tapi tidak ke mata. "Terima kasih, Ayah. Semua ini berkat bimbingan Anda dan kebaikan Pangeran."
Perjamuan dimulai dengan tarian dan musik. Namun, ketegangan memuncak saat Permaisuri memberikan isyarat kepada seorang kasim. Tak lama kemudian, beberapa pengawal membawa masuk sebuah peti kayu besar ke tengah aula. Peti nomor sembilan.
"Baginda," ujar Permaisuri sembari membungkuk pada Kaisar. "Baru saja saya menerima laporan bahwa ada barang hantaran tambahan dari wilayah Barat yang dikirim oleh Jenderal Liu untuk memperingati musim dingin ini. Namun, ada laporan simpang siur bahwa isi peti ini mengandung dokumen penting milik militer yang sempat hilang."
Kaisar mengerutkan kening. "Dokumen militer di dalam peti hantaran? Jenderal Liu, apa maksud semua ini?"
Jenderal Liu berdiri dengan wajah yang pura-pura terkejut. "Hamba tidak tahu apa-apa, Baginda. Semua pengiriman diurus oleh anak buah hamba. Jika memang ada dokumen di sana, mungkin itu adalah laporan yang tertinggal."
Permaisuri menatap Zhi Chen dengan tatapan menghina. "Atau mungkin, dokumen itu sengaja disembunyikan di sana oleh seseorang yang ingin menyalahgunakan dana militer. Benar bukan, Pangeran Keempat?"
Zhi Chen hanya diam, tangannya menggenggam cangkir arak dengan tenang. Sementara itu, Xiao Xiao tetap duduk dengan posisi tegak, jari-jarinya bermain pelan di pinggiran meja.
"Buka petinya," titah Kaisar.
Kasim membuka tutup peti kayu itu. Di dalamnya, selain beberapa gulungan kain sutra, terdapat sebuah kotak hitam kecil. Kasim mengambil kotak itu dan menyerahkannya kepada Kaisar.
Permaisuri dan Jenderal Liu saling bertukar lirik puas. Mereka yakin bahwa di dalam kotak itu terdapat bukti penggelapan dana yang sudah mereka rekayasa untuk menjerat Zhi Chen.
Kaisar membuka kotak itu dan mengeluarkan tumpukan kertas. Namun, saat beliau mulai membaca, wajahnya yang tadinya tenang berubah menjadi merah padam. Matanya melotot ke arah Permaisuri, lalu beralih ke Jenderal Liu.
BRAKK!
Kaisar menggebrak meja hingga cangkir-cangkir berhamburan.
"Jenderal Liu! Permaisuri! Jelaskan padaku apa arti semua catatan korupsi dan rencana pemindahan paksa dana gandum rakyat ke gudang pribadi kalian ini?!" teriak Kaisar.
Permaisuri ternganga. "Apa? Baginda, itu tidak mungkin! Seharusnya di sana ada..." Ia menghentikan kalimatnya, menyadari bahwa ia hampir membongkar rencananya sendiri.
Xiao Xiao berdiri perlahan, suaranya terdengar jernih di tengah aula yang mendadak sunyi senyap. "Baginda, sepertinya ada kesalahan dalam pengiriman. Atau mungkin, ini adalah cara langit untuk menunjukkan kebenaran yang selama ini terkubur di bawah puing-paviliun saya yang terbakar."
Jenderal Liu menatap Xiao Xiao dengan tatapan membunuh. Ia sadar sekarang putri angkat yang ia remehkan telah mengkhianatinya. Isi peti itu telah ditukar.
"Penjaga! Tangkap semua orang yang namanya tercatat di dalam buku ini! Dan segel kediaman Jenderal Liu sampai pemeriksaan selesai!" perintah Kaisar dengan suara menggelegar.
Di tengah kekacauan itu, Zhi Chen melirik ke arah Xiao Xiao. Ia melihat istrinya itu tetap tenang, bahkan saat ayahnya sendiri diseret keluar oleh pengawal.
Xiao Xiao menoleh ke arah Zhi Chen dan berbisik pelan, "Langkah pertama untuk membersihkan duri di jalan kita sudah selesai, Pangeran."
Zhi Chen menggenggam tangan Xiao Xiao di bawah meja. "Kau benar-benar wanita yang berbahaya, Xiao Xiao."
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih ^_^ ❤️