NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Drama tidur sekamar

Setelah diberi nasihat, kedua orang tua Keanu berpamitan kepada keluarga Anindia untuk pulang. Mereka membiarkan Keanu tidur di rumah Anindia untuk hari ini, karena mereka ingin Anindia dan Keanu bisa lebih saling terbuka.

Tapi, harapan itu tidaklah semudah yang mereka bayangkan. Pasalnya, dua remaja yang baru menjadi pengantin itu sama-sama menolak keras untuk tinggal bersama, apalagi tidur di dalam kamar yang sama.

Seperti saat ini misalnya, keempat orang tua itu merasa pusing melihat tingkah anak dan menantunya yang saling tolak menolak. Belum sampai sehari saja sudah seperti ini, bagaimana seterusnya?

"Enggak mau Ma, biarin aja Keanu pulang. Gara-gara dia juga Nindi terpaksa nikah muda," bisik Anindia kepada ibunya.

Ibunya yang duduk di sebelah Anindia tersenyum sedikit sembari mengelus tangan Anindia. Ia mengerti perasaan Anindia saat ini, meskipun ia juga terpaksa menikahkan Anindia karena fitnah sebelumnya.

"Semuanya akan baik-baik saja, sayang. Ini udah takdir kamu, Allah mempercepat jodoh untukmu." Ujar ibunya lembut.

Anindia menghela nafas panjang, ia pun langsung terdiam karena perkataan ibunya. Sepertinya mimpinya untuk menggapai cita-citanya itu telah sirna sekarang. Satu kata 'jodoh' membuat Anindia merasa bahwa pernikahannya ini hanya sebuah paksakan saja, bukan keinginannya sendiri.

"Pa, aku udah bilang aku dan dia gak ngapa-ngapain. Kenapa jadi gini sih?!" Ujar Keanu tidak terima kepada sang ayah.

"Anindia, Keanu, anggap saja ini sebagai bentuk pengenalan kalian satu sama lain, terlebih hubungan kalian sekarang sudah resmi menjadi suami istri." Ujar ayah Anindia yang merasa sedikit pusing dengan tingkah anak dan menantunya itu.

"Papa... Nindi udah kenal banget sama Keanu, jadi buat apa pengenalan lagi? Dia ini selalu buat Nindi-" ujar Anindia dengan nada soft-spoken nya tapi perkataannya terpotong ketika Keanu yang langsung menyela pembicaraannya.

"Ya udah, aku mau tidur di sini malam ini." Ujar Keanu tiba-tiba.

Anindia langsung mengernyitkan dahinya, pasalnya sedari tadi Keanu lah yang sangat tidak ingin tidur di rumahnya. Tapi sekarang tiba-tiba saja ia menyetujui, jelas saja membuat Anindia merasa curiga.

Sementara Keanu, ia terpaksa menyetujui hal itu, pasalnya ia takut bahwa Anindia akan membongkar rahasianya yang suka bikin onar di sekolah. Keanu bukan takut karena kemarahan ayahnya, tapi ia takut ayahnya akan mencabut semua fasilitas yang ia punya. Pasalnya, Keanu pernah membuat janji kepada orang tuanya untuk tidak membuat kerusuhan lagi di sekolahnya.

Kedua orang tua Keanu mempercayai hal itu, dan mereka memberi ancaman kepada Keanu untuk mencabut semua fasilitas jika Keanu melanggar peraturan sekolah lagi. Kedua orang tuanya hanya tahu kenakalan Keanu di lingkungan sekolahnya. Tapi kenakalan yang di luar, mereka sama sekali tidak mengetahui hal itu.

"Cepat sekali kamu bertukar pikiran, Keanu." Ujar ayahnya menatap Keanu dengan tatapan tajam, seakan menaruh rasa curiga kepada putranya itu.

"Papa gimana sih?! Aku udah mau malah curiga," ujar Keanu yang mencoba untuk berbicara dengan nada seperti biasanya, meskipun keringat dingin sudah mengucur di sekujur tubuhnya.

"Udah Pa, Keanu udah mau. Semoga dia dan Anindia bisa belajar untuk mengerti satu sama lain," ujar ibu Keanu pada suaminya.

Terdengar helaan nafas panjang dari ayah Keanu. Ia sebenarnya ragu-ragu meninggalkan putranya itu di rumah teman yang kini sudah menjadi besannya. Ia takut bahwa Keanu akan membuat kerusuhan di dalam rumah itu.

"Bram, aku tau kau mengkhawatirkan mereka. Tapi biarlah mereka untuk dekat, lagipula besok Anindia akan tinggal di rumahmu," ujar ayah Anindia.

Mendengar perkataan sang ayah, Anindia langsung membulatkan matanya, ia sama sekali tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Mulai besok ia harus tinggal di rumah Keanu? Ah, rasanya sangat aneh ketika Anindia membayangkannya.

"Kau benar, Mario. Aku harap kau bisa menasihati putra ku ini, dia benar-benar sangat keras kepala." Ujar ayah Keanu sembari memijat pelipisnya yang terasa sedikit sakit.

"Keanu sekarang bukan putramu saja, Bram. Tapi putraku juga, kita didik mereka bersama." Ujar ayah Anindia sembari menepuk pundak ayah Keanu.

Ayah Keanu menganggukkan kepalanya, lalu ia membalas menepuk pundak ayah Anindia. Ia percaya bahwa ia dan sahabatnya bisa mendidik anak-anak mereka dalam ikatan pernikahan ini.

Kedua orang tua Keanu pun akhirnya berpamitan, meninggalkan Keanu di dalam rumah Anindia. Anindia dan Keanu lagi-lagi hanya bisa pasrah dan terpaksa harus menerima pernikahan ini. Lagipula, ketika mereka menolak pun tidak akan ada yang mendengarkan mereka.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Malam hari pun tiba, setelah mandi dan berganti pakaian, Anindia dan Keanu yang sudah berada di dalam kamar Anindia, duduk saling membelakangi satu sama lain.

Keduanya terlihat kikuk bahkan tidak nyaman, karena mereka berdua tidak pernah akur selama ini. Tapi kini, mereka harus dipaksakan untuk akur, mengingat hubungan mereka yang sudah terikat dalam ikatan yang suci.

Sedari tadi, keduanya hanya hening tanpa kata. Mereka sama-sama terhanyut dalam pikirannya masing-masing. Bagaimana mungkin mereka akan tidur sekamar, sementara mereka pun tidak pernah dekat sebelumnya.

Detik jam di dalam kamar itu terasa lebih keras di dalam suasana yang hening. Mereka berdua tidak tahu harus mengatakan apa, keduanya sama-sama gengsi untuk sekedar memulai pembicaraan.

"Ini semua gara-gara kamu, Keanu! Kalo aja kamu gak masuk kamar aku, pernikahan ini gak akan pernah terjadi!" Ujar Anindia di sela-sela keheningan.

"Ya karena lo juga lah! Ngapain coba jendela gak di tutup. Lagian nih ya kalo lo izinin gue untuk sembunyi, gak bakal kejadian kayak gini." Ujar Keanu yang tidak ingin disalahkan.

Mendengar perkataan Keanu, Anindia pun langsung menoleh dengan tatapan tajam. Ia tidak habis pikir dengan Keanu, pemuda itu selalu saja tidak pernah mau mengakui kesalahannya sendiri.

"Heh! Semua ini karena kamu, tau gak?! Kamu selalu aja cari masalah sama aku! Sekarang aku terjebak dalam masalah lebih besar ya karena kamu!" Ujar Anindia yang mulai merasa kesal.

"Gue? Lo kali yang pembawa sial dalam hidup gue!" Ujar Keanu yang kini juga menoleh dengan tatapan tajam.

Tatapan mereka bertemu, tapi tidak ada ketenangan di dalamnya. Keduanya sama-sama melontarkan tatapan tajam dan menusuk, seakan tidak terima dengan perkataan satu sama lain.

"Hmph!" Ujar Anindia sambil mengalihkan pandangannya.

Di saat yang bersamaan, ternyata Keanu juga mengalihkan pandangannya ke lain arah, dengan tangan kiri yang menopang dagunya.

Suasana di antara mereka kembali hening, dengan posisi duduk yang kembali memunggungi satu sama lain. Tiba-tiba saja Keanu merebahkan diri ke atas tempat tidur, dengan posisi yang masih sama. Lalu ia menarik selimut yang terletak di atas bantal.

Menyadari pergerakan Keanu, Anindia pun langsung memukuli nya dengan bantal. Ia tidak bisa jika harus tidur bersama cowok yang sangat menyebalkan seperti Keanu.

"Heh! Yang suruh kamu tidur di kasur aku siapa?" Ujar Anindia sambil memukul kepala dan punggung Keanu dengan bantal.

"Berisik!" Ujar Keanu sambil bangun untuk kembali duduk. "Kalo gue gak tidur di sini terus di mana Anindia Hastari?!!"

"Ya terserah. Yang penting jangan sama aku," ujar Anindia sambil mendengus kesal.

Keanu menarik nafas panjang, bagaimana mungkin ia bisa akur dengan Anindia. Sementara komunikasi mereka pun tidak pernah berakhir baik, yang ada hanya selalu berakhir dengan perdebatan.

Dengan gerakan kasar dan tidak sabar, Keanu mengambil sebuah bantal dan selimut itu untuk beranjak ke sofa. Ia pun langsung menjatuhkan dirinya dengan gaya terjun bebas ke atas sofa dengan sangat tidak sabar. Tapi ternyata ia tidak mendarat dengan mulus, ia terbentur ujung sofa dengan sangat keras, membuatnya merasa sakit pada dahinya.

Anindia yang melihat itu langsung menahan senyumnya, ia ingin tertawa tapi tawa itu tertahan. Ia bisa melihat jelas ekspresi marah dari Keanu dengan tangannya yang mengusap-usap dahinya.

Keanu menoleh ke arah Anindia dengan tatapan tajam, ia tahu bahwa Anindia sedang menahan tawanya. Dan itu juga yang membuat Keanu merasa semakin kesal saat ini.

"Ngetawain gue lo?" Ujar Keanu dengan nada dinginnya.

"Makanya jangan rese! Kena kan batunya," ledek Anindia.

Keanu lagi-lagi mendengus kesal, di sekolah saja ia dan Anindia tidak pernah akur. Bagaimana jika sudah satu rumah, satu kamar? Keanu tidak bisa membayangkan hal itu. Gadis yang ia anggap musuh, kini justru menjadi istrinya.

"Gue dendam, Nindi. Tunggu pembalasan gue," ujar Keanu dengan nada dingin dan penuh ancaman.

Anindia tidak memperdulikan perkataan Keanu, ia beranjak ke arah meja untuk mengambil obat pereda memar. Pasalnya dahi Keanu kini tampak lebam karena benturan tadi.

"Diem bentar," ujar Anindia sambil membuka tutup obat oles itu.

"Mau ngapain?" Tanya Keanu sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Tuh kening kamu, memar." Ujar Anindia sambil mengoles obat itu ke dahi Keanu dengan hati-hati.

Meskipun Anindia tidak pernah menyukai Keanu, tapi ia juga tidak bisa melihat siapapun terluka. Begitulah Anindia, ia terlalu baik pada siapapun.

Sementara Keanu yang sedang diobati hanya terdiam tanpa kata, tatapan tajam dan tidak sukanya masih terpancar jelas dari raut wajahnya yang cuek. Tapi ia tidak melarang Anindia mengobati lukanya, karena ia benar-benar merasa sakit di dahinya saat ini.

"Aku ngantuk mau tidur," ujar Anindia setelah selesai mengobati Keanu.

"Tidur ya tidur aja. Ngapain pamit sama gue?" Ujar Keanu dengan nada ketusnya.

Anindia yang hendak berbalik pun kini langsung kembali berhenti, ia menarik nafas panjang. Ia sudah mengobati Keanu, tapi untuk sekedar kata terima kasih pun tidak bisa diucapkan oleh pria itu.

"Aku gak pamit kok. Aku cuma ingetin, jangan tidur di kasur aku. Tidur aja noh di sofa," ujar Anindia kemudian.

Tanpa kata lagi, Anindia pun langsung beranjak ke atas ranjangnya. Ia langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut, lalu membelakangi Keanu dengan menghadap ke arah tembok.

Anindia pun langsung memejamkan matanya, ia mengabaikan Keanu sepenuhnya. Sementara Keanu yang masih terdiam di tempat, kini menatap ke arah Anindia dengan tatapan yang semakin tajam.

Keanu pun kembali membaringkan tubuhnya di atas sofa, dengan tangan yang menjadi tumpuan untuk kepalanya. Ia menatap ke arah langit-langit ruangan, ia tidak terbiasa dalam situasi seperti ini.

Keanu mencoba untuk tidur, tapi ia tetap saja tidak bisa memejamkan matanya. Ia merasa tidak nyaman tidur di atas sofa. Ia menoleh ke arah Anindia yang sudah tertidur. Ia pun memutuskan untuk tidur di sebelah Anindia saja.

Keanu berbaring di atas tempat tidur dengan hati-hati, ia pun langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Ia pun memejamkan matanya dengan posisi sedikit menjauh dari Anindia, dengan posisi tubuh yang lagi-lagi memunggungi Anindia.

Keduanya tertidur pulas di atas tempat tidur yang sama. Anindia yang sudah tertidur sejak tadi, tidak menyadari adanya Keanu di sebelahnya. Sementara Keanu, ia tidak memperdulikan larangan Anindia. Karena bagi Keanu yang terpenting sekarang adalah mencari kenyamanan agar ia bisa tidur nyenyak seperti biasanya.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!