NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Istana Bulan Berdarah

Genggaman Xiao Yuan pada pecahan lencana emas di tangannya begitu kuat hingga debu logamnya menembus kulit telapak tangannya. Niat membunuh yang sedingin es terpancar dari matanya yang kini kembali berwarna emas-biru. Ling’er tidak hanya mengirimkan tantangan, dia menusuk langsung ke titik terlemah Xiao Yuan mereka yang ia anggap sebagai keluarga baru.

"Istana Bulan Berdarah," desis Xiao Yuan. "Dia tahu aku tidak akan pernah bisa mengabaikan teriakan teman-temanku."

"Yuan, itu jebakan yang jelas-jelas mematikan!" Kakek Gu yang masih lemah mencoba memperingatkan. "Dia ingin memancingmu ke wilayahnya sendiri, di mana dia memiliki kekuatan dewa. Kita harus tetap menuju Lembah Naga Tak Bertuan dulu, dapatkan zirah perang dan tentara bayangan itu. Hanya dengan begitu kita punya peluang melawannya."

Xiao Yuan menatap Kakek Gu dengan tenang, namun ada api dingin di matanya. "Long Chi dan Baraka mempertaruhkan nyawa mereka demi kami. Baraka melindungi Yun’er dengan tubuhnya sendiri di Menara Keputusasaan. Kau pikir aku bisa meninggalkannya begitu saja? Jika aku mengorbankan mereka demi kekuasaan, maka aku tidak ada bedanya dengan para dewa sombong di Alam Atas sana."

Xiao Yuan berbalik, menatap Yun’er. "Yun'er, perjalanan ini ke arah berlawanan dari Lembah Naga. Dan di Istana Bulan Berdarah, aku jamin musuh yang menungguku adalah sesuatu yang di luar nalar kita."

Yun’er tersenyum, senyum yang memberikan kekuatan lebih dari seribu pil obat. "Kau lupa, Yuan? Jiwaku terikat denganmu. Ke mana pun takdir naga membawamu, ke sanalah takdir phoenix akan mengikutimu. Aku tidak takut pada istana berdarah atau iblis yang menjaganya, aku hanya takut jika kau bertarung sendirian lagi."

Xiao Yuan mengangguk. Ikatan jiwa mereka berdenyut hangat, sebuah pengingat bahwa cinta adalah sumber kekuatan terbesar mereka. Ia menoleh ke arah Mei Hua dan Kakek Gu. "Kalian berdua, pergilah ke koordinat aman yang diberikan Long Chi. Bersembunyilah sampai kami kembali."

Tanpa membuang waktu, Xiao Yuan dan Yun’er melesat ke udara, terbang menuju arah yang berlawanan dari tujuan awal mereka. Kecepatan mereka luar biasa. Berkat energi naga-phoenix yang seimbang, mereka bergerak seperti kilat biru-emas di atas daratan Dunia Antara yang tandus.

Perjalanan tiga hari terasa seperti tiga jam di kecepatan mereka saat ini. Mereka tiba di perbatasan antara Dunia Antara dan wilayah yang dikuasai oleh faksi Ling’er yang baru bangkit sebuah tanah yang dulunya adalah hutan subur, kini telah layu dan memancarkan aura ungu gelap.

Di tengah tanah yang mati itu, sebuah istana raksasa yang terbuat dari marmer hitam berdiri angkuh. Namun, istana itu tidak memantulkan cahaya bulan. Sebaliknya, istana itu memancarkan cahaya merah darah dari dalam, seolah-olah darah jutaan orang mengalir di bawah fondasinya.

"Istana Bulan Berdarah," gumam Xiao Yuan.

"Aku tidak merasakan tanda-tanda kehidupan di sini, Yuan," bisik Yun’er cemas. "Hanya energi kematian yang pekat."

Mereka mendarat di gerbang istana. Gerbang itu terbuka otomatis saat mereka mendekat. Ling’er seolah mengundang mereka masuk ke dalam perangkapnya dengan percaya diri penuh. Xiao Yuan dan Yun’er melangkah masuk ke dalam aula utama yang gelap gulita. Tidak ada obor, hanya cahaya bulan darah yang masuk melalui jendela kaca patri.

"Selamat datang, pahlawanku," suara Ling’er menggema dari singgasana di ujung aula.

Ling’er duduk di atas singgasana yang terbuat dari tulang-belulang yang dipadatkan. Penampilannya telah berubah drastis. Ia mengenakan gaun ungu gelap, kulitnya pucat pasi, namun matanya yang dulu indah kini berwarna ungu menyala. Di dahinya terdapat sebuah tanda bulan sabit berwarna merah darah.

"Di mana teman-temanku?" tuntut Xiao Yuan, suaranya dingin dan menusuk.

Ling’er tertawa kecil, tawa yang terdengar seperti gesekan batu nisan. "Terburu-buru sekali. Apa kau tidak ingin melihat betapa cantiknya istanaku ini? Aku membangunnya hanya dalam tiga hari, menggunakan sisa energi dari Menara Keputusasaan yang kau hancurkan."

Ling’er menjentikkan jarinya. Dua pilar cahaya menyala di samping singgasananya. Di dalam pilar itu, Long Chi dan Baraka tergantung tak berdaya, wajah mereka dipenuhi rasa sakit, energi mereka disedot paksa oleh formasi istana.

"Lepaskan mereka sekarang, Ling’er, atau aku bersumpah aku akan menghancurkan istanamu batu demi batu!" ancam Xiao Yuan, Glaive-nya mulai bersinar biru-emas.

"Berhentilah menggertak, Yuan," Ling’er berdiri, aura ungu gelap meledak dari tubuhnya. "Kau pikir dengan kekuatan Raja Naga Semu-mu itu kau bisa melawanku? Aku telah menyatukan jiwaku dengan Dewa Terlarang yang dulu menguasai Lu Chen. Aku adalah Ratu Bulan Berdarah yang baru!"

BOOM!

Ling’er melesat. Kecepatannya melampaui batas; dia seolah-olah teleportasi. Ia muncul tepat di depan Xiao Yuan, kukunya yang panjang dan tajam mencoba merobek dada Xiao Yuan.

Namun, Xiao Yuan lebih cepat. Ia menangkis dengan Glaive-nya. Benturan itu menghasilkan kilatan cahaya ungu dan biru-emas yang memenuhi aula. Xiao Yuan merasakan kekuatan luar biasa dari serangan Ling’er; wanita itu kini berada di level yang setara dengan Dewa Sejati!

"Yuan! Hati-hati! Dia menggunakan energi kehidupan Baraka dan Long Chi untuk memperkuat serangannya!" teriak Yun’er.

Xiao Yuan mengertakkan gigi. Ling’er menggunakan teman-temannya sebagai perisai dan sumber energi. Ini adalah taktik kotor yang sangat khas darinya.

"Kau pengecut!" raung Xiao Yuan.

"Aku pragmatis, Yuan!" Ling’er tertawa. "Kau selalu memilih cara pahlawan yang lamban, sementara aku... aku mengambil jalan pintas menuju kemenangan!"

Ling’er melepaskan serangan beruntun. Ratusan bayangan bulan sabit ungu meluncur ke arah Xiao Yuan. Xiao Yuan terpaksa menggunakan teknik bertahan, menciptakan perisai naga-phoenix yang berputar cepat. Namun, setiap kali serangan Ling’er mengenai perisai, tubuh Baraka dan Long Chi yang tergantung di pilar menjerit kesakitan dan energi mereka semakin meredup.

"Aku tidak bisa terus bertahan!" batin Xiao Yuan. "Aku harus memutus koneksi energi itu dulu!"

"Yun'er, alihkan perhatiannya! Cukup sebentar saja!" perintah Xiao Yuan.

Yun’er mengangguk, ia menciptakan badai es murni yang menerjang ke arah Ling’er. Ling’er mendengus, menciptakan perisai ungu untuk menahan serangan Yun’er. Celah itu dimanfaatkan Xiao Yuan. Ia melesat ke arah pilar tempat Baraka tergantung.

Namun, tepat saat ia hendak memotong rantai energi, dari balik singgasana muncul sesosok pria berzirah hitam. Pria itu mengangkat pedang raksasa dan menghantamkan tepat ke arah Xiao Yuan.

"Kali ini, kau tidak akan berhasil, Naga!" suara pria itu menggelegar.

Xiao Yuan menoleh. Wajahnya dipenuhi oleh kejutan yang luar biasa. Pria itu bukan orang asing. Wajahnya mirip dengan Kakek Gu, namun jauh lebih muda, lebih kekar, dan matanya penuh dengan kebencian yang mendalam.

"K-kakek Gu?" bisik Xiao Yuan tak percaya.

"Bukan lagi Kakek Gu, sampah!" pria itu tertawa. "Aku adalah Jenderal Naga Hitam, mantan pelayan setia ibumu yang asli. Ling’er membebaskan segel ingatan dan kekuatanku, dan sebagai gantinya, aku harus membantunya menghancurkanmu!"

Ling’er tertawa histeris dari belakang. "Kejutan yang indah, bukan? Pria tua yang kau anggap wali ternyata adalah bidak terbaikku! Sekarang, Jenderal, bunuh dia!"

Xiao Yuan terdiam. Pengkhianatan kembali menghantamnya, namun kali ini rasanya jauh lebih menyakitkan karena melibatkan orang yang ia anggap keluarga. Ling’er telah meracuni setiap hubungan tulus yang pernah ia miliki. Amarah dingin di hatinya berubah menjadi lahar panas yang siap membakar seluruh istana ini menjadi abu.

Xiao Yuan menatap Jenderal Naga Hitam sosok yang dulu ia panggil Kakek Gu dengan mata yang penuh dengan duka dan amarah. "Jika kau ingin pertarungan, maka aku akan memberikannya!" raung Xiao Yuan, melepaskan kekuatan penuh Raja Naga Semu-nya. Namun, di tengah pertarungan sengit antara Xiao Yuan dan Jenderal yang dikendalikan Ling'er, Yun'er menyadari bahwa jantung di balik singgasana Ling'er berdenyut lemah itu adalah jantung asli Kakek Gu yang belum sepenuhnya mati!

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!