NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35.

"Frank!!"

"Papa!!!"

Melina dan Alice sangat senang melihat Frank bersama Mario dan Marley, akhirnya datang untuk menebus mereka dari sel kantor Polisi.

"Melina, sepertinya kamu dan Alice harus di dalam sel untuk sementara, sampai kalian berdua di bawa ke pengadilan!" kata Frank berdiri di depan sel sementara Melina dan Alice.

"Apa?! bukankah kamu datang untuk menyelamatkan kami?!"

"Aku sudah mengatakan pada Polisi, kalau kamu dan Mark hanya salah paham saja! tapi Polisi tidak mendengarkan ku, bahkan aku sudah memberi uang jaminan pada mereka, tapi mereka tidak mau melepaskan kalian!!"

"Apa?! aku tidak mau di penjara! Papa tolong aku!!" kata Alice mulai histeris ketakutan.

Ia panik memikirkan masa mudanya akan ia habiskan di penjara dalam beberapa tahun.

"Aku tidak bisa menolong kalian! ini lah akibatnya mengganggu Mark! dia sudah pisah rumah dengan kita, dan dia tidak pernah mengganggu kita sama sekali! kalian tetap saja mengusiknya!!" kata Frank mengeluarkan kekesalannya dengan sikap Melina dan Alice.

"Aku melakukannya untuk kebaikan keluarga kita! tenaga Mark sangat dibutuhkan untuk mencari nafkah! apa kamu lupa?!!"

"Iya, benar Pa! Mario dan Marley tidak bisa bekerja kasar seperti Mark! apa Papa tidak merasakan penghasilan berdagang di pasar tidak seperti biasanya!!" Alice membenarkan perkataan Ibunya.

"Aku tidak tahu! terserah kalian mau bilang seperti apa! Mark tidak akan pernah kembali ke kediaman Theodor, karena dia tidak ingin istrinya kalian tindas!!" Frank menggelengkan kepalanya.

"Perempuan itu seharusnya tidak pernah kita terima masuk ke dalam keluarga kita! dia itu membawa bencana dalam keluarga Theodor!!" kata Melina dengan nada yang terdengar begitu benci sekali pada Ivana.

"Itu karena Mark yang bodoh! dia kan sama bodohnya dengan perempuan itu, makanya Mark mendengarkan apa yang dikatakan perempuan itu!!" kata Marley.

"Frank! kamu memangnya berapa berikan pada petugas itu? kenapa dia tidak mau menerimanya?!" tanya Melina.

"Sepuluh ribu rupiah!" jawab Frank.

"Hah?! sebanyak itu mereka tidak mau membebaskan kami?!" mata Melina membulat tidak percaya.

"Ya, mereka tidak mau menerima siap!!" jawab Mario.

"Frank! ternyata kamu punya uang sebanyak, kamu tambahi lagi uangnya, pasti mereka mau membebaskan kami!!" kata Melina mencengkram jeruji besi tahanan sementara dengan kuat.

"Tentu saja uang kamu! aku tidak punya uang banyak untuk menebus kalian berdua!!" jawab Frank dengan tenang.

"A.. APA?!!" mata Melina membulat mendengar jawaban Frank.

"Kenapa? aku kan sudah bilang, aku tidak punya uang banyak untuk menebus kalian! aku pikir kamu punya uang simpanan, jadi kami mencarinya di kamar! kami menemukan uang yang kamu simpan di bawah kolong tempat tidur!" jawab Frank.

"Hah?!!" mata Melina membulat dengan sempurna.

Melina sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya itu.

"FRANK!! ku bunuh kamu!! itu uangku! kenapa kalian usik uangku! kembalikan!!!" Melina seketika berteriak histeris.

Ia bagaikan di sambar petir mendengar jawaban tenang Frank.

Prang!!

Ia memukul jeruji besi dengan tangannya, dan kakinya juga ikut menendang dengan emosi yang meluap, sampai wajahnya memerah ingin menerkam Frank.

"Hei! apa yang kalian lakukan?!!" Polisi sel tahanan sementara, seketika marah melihat keributan yang dilakukan keluarga Theodor tersebut.

Polisi mengacungkan alat pemukul yang ia pegang ke arah mereka, "Keluar! keluarga pelaku kejahatan tidak diperbolehkan lebih dari lima menit mengunjungi tahanan!!"

"Ba.. baik pak Polisi! kami pergi!" jawab Frank menciut melihat alat pemukul diarahkan padanya.

"Tidak!! Frank!! kembalikan uangku!!!" Melina semakin histeris saat Frank, Mario dan Marley di halau sipir tahanan sementara keluar dari sana.

Prang!!!

Petugas memukul jeruji besi dengan kencang, dan membuat Melina jatuh terduduk ke lantai sel saking terkejutnya.

Suara benturan pemukul dengan besi yang dipukul Petugas, terdengar begitu nyaring memenuhi sel tersebut.

"Mau kena pukul, ya?!!" bentak Petugas dengan mata melotot marah memandang Melina.

"Ti.. tidak, Pak!!" jawab Melina menggelengkan kepalanya ketakutan.

Alice membantu Ibunya itu untuk bangkit berdiri dari duduknya, dan memapahnya ke sudut sel.

"Cih! menyebalkan! kalian berdua sungguh berisik sekali!!"

Tiga wanita lain, yang juga tahanan sementara dalam satu sel dengan Melina dan Alice, mendengus dingin melirik tajam pada Melina dan Alice.

Melina dan Alice menciut, dan duduk saling merangkul satu sama lain dengan perasaan takut di sudut sel.

Mereka berdua diam tidak berani lagi untuk berteriak.

"Sialan Papamu! aku sudah bersusah payah menabung sejak lama, dia dengan santainya mengambil uangku!" kata Melina dengan geram pada Alice.

"Kenapa Mama simpan di bawah tempat tidur? harusnya selalu di bawa kemana saja, agar tidak seorang pun tahu!" jawab Alice menyalahkan Melina.

"Gila kamu! mana mungkin uang sebanyak itu, harus selalu ku bawa ke mana pun!" Melina nyaris memukul Alice mendengar apa yang dikatakan putrinya itu.

"Hem!!!" suara geraman salah satu tahanan wanita lainnya dalam sel, terdengar memberi peringatan pada Melina untuk tidak bicara.

Melina dan Alice seketika diam, dan tidak berani menoleh ke arah tahanan wanita lainnya itu.

Sementara di kediaman Berwyn.

Berwyn dan istrinya ikut berbahagia dengan kabar baik, yang datang dalam keluarga Mark dan Ivana.

"Selamat Ivana!" kata Rebecca tersenyum senang.

"Terimakasih, Rebecca!" jawab Ivana tersenyum hangat.

"Kamu tidak boleh mengerjakan apa pun, sayang!" kata Mark mengingatkan Ivana, "Kamu katakan saja kalau kamu mau apa, dan butuh apa!"

"Baiklah!" jawab Ivana mengalah, karena Mark sekarang menjadi suami yang sangat protektif padanya.

"Kamu duduk di bangku kasir saja, kalau kita bekerja di restoran! aku akan mencari seorang lagi untuk menggantikan kamu menjadi pramusaji pelanggan!" kata Mark lagi.

"Bagaimana kalau adikku, dan sepupuku!" Rebecca menawarkan kepada Mark, untuk mempekerjakan saudara perempuannya, dan sepupu perempuannya.

Mark ingat keluarga Rebecca, keluarga yang baik, dan tidak pernah mengusik rumah tangga Berwyn.

Karena kesalahan yang pernah ia buat di kehidupan lalu, yang membuat Berwyn meninggal di tembak Polisi, keluarga Rebecca barulah mengusiknya.

Selalu menyalahkan dirinya atas kematian Berwyn, dan ikut bersama Orla memprovokasi Melina, sebagai anak pembawa sial.

"Baik, kamu bawa saja mereka mulai bekerja malam ini!" jawab Mark.

Sudah waktunya ia melunasi kesalahan yang ia perbuat dikehidupan lalu pada keluarga Rebecca.

Rebecca tersenyum senang mendengar jawaban Mark, dan ia sangat bersemangat untuk segera memberitahu kepada adik, dan sepupunya.

"Kalau begitu, biar aku saja yang pergi memberitahukannya kepada mereka!" kata Berwyn melangkah ke arah sepedanya yang terparkir.

"Mereka pasti senang, karena sudah lama mencari pekerjaan!" kata Rebecca tersenyum senang.

Berwyn dengan cepat mengayuh sepeda menuju rumah mertuanya.

Ia sendiri sangat senang, dan begitu bersemangat dengan apa yang ia alami saat ini.

Bisnis restoran yang ia rintis bersama Mark, pasti akan membuat keluarga istrinya itu tidak dingin lagi padanya.

Setelah ia tidak mendapatkan pekerjaan lagi, sejak masa sulit ini masih belum berakhir, keluarga Rebecca menjadi sangat dingin padanya.

Bersambung.........

1
Suherni 123
ternyata saling berhubungan ya Mark
Cindy
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
Suherni 123
laa,,, gak kena sangsi enak bener

akhirnya up juga ya Thor,, sehat selalu ya
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
zahrahaifa
udeh ... gitu doang thor .... hukumannye cuman gitu aje.... dibikin gembel dong baru seru
Cindy
lanjut
Arieee
bagus, 👍👍👍👍👍👍👍👍
Suherni 123
lanjut
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkkk
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
wadaw... merinding disko nih😄

rasain Daniela
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Cindy
lanjut
Suherni 123
mendung mendung syahdu dikasih ah ih uh oh😅
rofik
masih ada teka tekinya?
Suherni 123
udah keterlaluan tuh Daniela kasih pelajaran atuh Mark tuman
zahrahaifa
masa cuma ditabok doang si jalang nye.... minimal dibikin cacat lah ato ga lumpuh permanen... ga seru
~~Kenzi Alexio Dadelio~~
lnjt kkk
Suherni 123
kapan hidup bahagia nya Mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!