NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 7: the death penalty (after that incident)

SEBELUM tubuhnya menyentuh lantai, Hamon yang dengan cepat membuang diri ke depan menangkap Elora. Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Ketika wajah Hamon yang terlihat sangat panik, berteriak menyuruh ksatria memanggil dokter, menggendong Elora lalu berlari keluar lapangan eksekusi mati seolah tidak memedulikan apapun, meninggalkanku yang hanya terpaku di singgasana tanpa melakukan apa-apa selain melihat anak mungil itu jatuh lalu menghilang di dalam pelukan Hamon.

Kepergiannya menyisakan atmosfer aneh di seluruh area penonton. Tidak ada yang berani beranjak setelah melihat Hamon berlari seperti singa yang memburu mangsa. Semua orang saling melirik, mencuri pandang ke arahku dengan kewaspadaan tinggi sebelum menundukkan pandangan setelah aku memberikan sorot mata tajam. Dari sekian pasang mata yang menjengkelkan–yang menarik atensiku hanya puding cokelat yang tergeletak di lantai. Tidak ada bekas sendok maupun bekas gigitan yang melubangi puding, penampakan makanan itu masih sama seperti semula dan membuat tenggorokanku tiba-tiba terasa pahit.

“Kita kembali ke istana utama.”

Aku percaya diri bahwa setelah insiden ini, dia akan sadar keesokan hari lalu kembali beraktivittas seperti biasa: mendatangiku di ruang kerja sembari mengucapkan kalimat penjilat, terkadang membuat keributan karena berlarian di koridor istana, membuat pelayan dan pengasuhnya bolak-balik mengambil makanan karena dia selalu kelaparan dan menghabiskan makanan di meja, atau melaporkan sesuatu yang dia lakukan ketika aku sedang istirahat.

Meski aku mengira kejadian ini hanya peristiwa pingsan biasa seperti manusia-manusia lemah pada umumnya, para pelayan tetap sibuk seperti semut yang melarikan diri karena sarangnya diinjak. Aku memaklumi ketika Hamon memanggil dokter ke paviliun untuk mengecek keadaaan Elora, tetapi lama-kelamaan jumlah manusia yang datang ke istana terus bertambah dan itu menjadi sangat menjengkelkan karena aku dapat merasakan mereka.

Ini mulai terasa menyebalkan. Setelah membuat kehebohan di istana, Hamon datang kembali ke ruang kerja, melaporkan segala hal yang berhubungan dengan Elora meski aku memperlihatkan gelagat tidak peduli. 

“Yang Mulia Putri sudah mendapat pertolongan pertama, tetapi untuk memulihkan kondisinya, Putri akan dirawat di kediaman Duke of Astello selama beberapa hari ke depan.”

“Lakukan saja.”

“Kalau begitu, saya pamit undur diri, Yang Mulia,” balasnya seraya membungkuk hormat.

Ketika mendengar suara pintu ditutup rapat, aku melepas pena lalu menyandarkan punggung di sandaran kursi. Jumlah orang di paviliun perlahan berkurang sehingga aku dapat merasa tenang karena tidak lagi merasakan kehadiran banyak manusia. Di tengah keheningan yang menenggelamkan pikiranku, telapak tangan yang saat itu membelai kepala Elora anehnya masih terasa hangat, seolah baru beberapa detik berlalu. Lembut surai dan perasaan ketika mengusap rambutnya masih membekas. Ketika aku menengadahkan tangan ke atas untuk memeriksa, pandanganku terus tertarik seperti tak ingin terlepas dan itu berlangsung selama beberapa menit dengan perasaan aneh yang mulai menyelimuti dadaku.

***

Aku sudah menduga bahwa berita pingsannya Elora telah sampai di telinga para bangsawan dan orang-orang yang membenciku di hari yang sama. Namun, kedatangan salah satu dari mereka sama sekali tidak aku harapkan. Marquess of Matheo berkunjung membawa aneka makanan manis dan permen yang disukai anak kecil. Bukan hanya itu saja, obat yang diklaim dapat memberikan energi positif bagi tubuh setelah mengonsumsinya juga dia berikan secara pribadi, itu mirip seperti vitamin. Meski dia tahu bahwa Elora sedang tidak berada di istana, pria gendut itu tetap membawa barang tidak berguna ini saat menemuiku langsung di istana utama.

Aku meneguk teh darjeeling yang beberapa menit lalu dituang pelayan. Di ruang tamu yang luas ini, tubuh gendutnya memenuhi seluruh pandangan. Setelah jas biru gelap dengan paduan warna hitam dan putih tanpa ornamen mewah seperti biasa, menampilkan kesan sederhana sehingga nampak sangat tidak cocok dengannya.

Tidak ada yang kuharapkan dari kedatangan pria gendut itu selain sesak napas dan mati di tempat. Serangan jantung adalah cara mati yang lebih dari cukup bagi pria serakah seperti dirinya.

“Saya berharap Putri segera pulih dan dapat kembali ke istana utama untuk menemani Yang Mulia.” Dia membuka mulut setelah meletakkan cangkir teh di meja. “Istana adalah tempat tinggal Putri dan sudah semestinya beliau tinggal di sini. Biar bagaimana pun, pria tua ini hanya berharap Putri dapat hidup bahagia dan menikmati hari-harinya dengan indah. Sejujurnya, saya masih teringat dengan kondisi Putri saat pertama kali muncul. Itu masih sangat jelas di kepala saya sehingga hati saya terasa sakit saat memikirkannya kembali.”

Sudut bibirku tertarik ke atas mendengarnya. Padahal, sewaktu Elora muncul, dialah orang yang menyakiti lengannya karena dia dengan sengaja menggenggamnya dengan kuat. Tidak hanya itu, petisi berisi penolakan setelah aku mengangkat Elora sebagai anak juga dialah yang pertama kali mengangkatnya, meski pada akhirnya rencana tersebut gagal.

Tindakannya itu tidak lepas dari niat kekuasaan. Hal-hal yang berkaitan dengan Marquess of Matheo tidak lepas dari kejayaan dan harta yang berlimpah. Kedatangannya menemuiku hari ini jelas membawa maksud lain karena dia bukan orang yang setulus itu. Dia biasanya tidak akan menempuh banyak jalan untuk memperoleh sesuatu. Namun, dari topik yang dia angkat mengenai Elora, sepertinya ini akan menjadi sedikit menarik.

Atau …

Apakah dia takut aku menganggapnya telah menghina keluarga kekaisaran saat dia mencengkram kuat Elora seraya memarahinya?

“Saya juga ingin meminta maaf atas ketidaksopanan saya waktu itu kepada Yang Mulia dan Putri.” Dia menundukkan kepala, terlihat menyesal. “Pria tua ini hanya syok dan tidak dapat berpikir jernih sehingga melakukan kesalahan yang tidak semestinya. Saya telah bersalah kepada Yang Mulia dan Putri. Saya tidak tahu bahwa Yang Mulia begitu menyayangi Putri dan tanpa sengaja berbuat kesalahan.”

“Sangat menyayangi, ya?”

Ah, sungguh mudah ditebak. Aku memejamkan mata menahan muak. Rumor sepertinya lebih biar bersebaran dari yang kuduga.

“Saya tahu kesalahan saya cukup besar saat itu, maka dari itu ….” Dia mengeluarkan kotak berbentuk persegi dari balik jas dan meletakkannya di atas meja. “Ini adalah bentuk ketulusan dari pria tua ini, Yang Mulia,” katanya seraya membuka kotak tersebut dan mendorongnya ke tengah. “Mohon Yang Mulia menerima ketulusan saya.”

Benda yang ada di dalam kotak adalah cincin emas putih berhias batu permata emerald light-yellow-green yang dipotong berbentuk kotak. Warna hijau emerald yang melambangkan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, hal-hal yang berkaitan dengan dewa, serta kekuatan magis. Dikatakan bahwa emerald dapat membawa keberuntungan dan nasib baik sekalipun harapan telah hilang. Itu adalah hadiah yang menarik.

“Kau memiliki selera yang bagus.” Aku tersenyum menatapnya. “Akan kuterima.”

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsawan yang memiliki tujuan besar akan mendekati orang-orang yang mempunyai kekuasaan yang lebih besar pula. Manusia-manusia yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih adalah jenis orang yang sering melakukan hal ini. Pola yang terbentuk dan akan terus-menerus berulang karena sifat serakah manusia yang tidak pernah lenyap.

“Terima kasih, Yang Mulia.”

Marquess of Matheo memiki kekayaan, kekuasaan, dan pengaruh yang cukup  besar untuk ukuran seorang Marquess. Gelar bangsawan yang setingkat di bawah Duke tetapi memiliki pandangan sosial yang sebanding dengan seorang Duke. Sejak awal, sepak terjang Marquess of Matheo tidak bisa dipandang remeh. Dengan pencapaiannya yang terbilang cukup pesat dan dia mampu menandingi seorang Duke, aku bisa mengerti mengapa pria gendut ini sangat percaya diri.

Bangsawan yang memiliki pengaruh atau eksistensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata biasanya adalah orang yang paling percaya diri untuk mendekati kaisar. Walau terkadang, ada juga yang tidak tahu malu karena dipenuhi dengan keserakahan, tetapi Marquess of Matheo adalah orang yang memborong semuanya.

“Mengenai pemberianmu, aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarnya langsung ke kediaman Duke of Astello.”

Dia tersenyum memperlihatkan matanya yang tertutup. “Terima kasih, Yang Mulia. Maaf karena pria tua ini telah merepotkan. Namun, saya hanya berpikir bahwa akan lebih baik bila Yang Mulia sebagai orang tua Putri melihatnya lebih dulu.”

“Ya, kau memang benar.”

Dia berdiri, menundukkan kepala sebelum berkata, “Kalau begitu, saya pamit undur diri, Yang Mulia.”

Setelah pelayan mengantar kepergian Marquess, aku menatap lurus pemberiannya di atas meja. Benda-benda itu sama sekali bukan pemberian yang pantas untuk disimpan maupun diberikan kepada Elora. Anak itu pantas mendapatkan pemberian yang lebih tulus dari pria gendut itu. Lalu, sinar yang terpancar dari batu emerald pada cincin tersebut terlihat tidak biasa. Meski samar, aku dapat merasakan bahwa cincin ini mengandung [mana].[]

1
Pengabdi Uji
Tau gk yg mulia ibu asli el itu saya lho🤭
Pengabdi Uji
Keknya elora itu bsa ngontrol bapaknya ya? Punya kekuatan sejenis apatuh
studibivalvia: nyembuhin lebih tepatnya kak 🤣 kekuatannya ntar dijelaskan di bab yg berikutnya tapi kayaknya masih agak lama ketahuan nya
total 1 replies
Alessandro
"hamon tidak mati kan?"
ya ampun.... elora
Alessandro
saripati darah dong, thor...
detil sekali penjelasannya
Laila Sarifah
Agak anomali Kaisar satu ini, masa anaknya disuruh lompat dari ketinggian😭
Alessandro: 🤣🤣🤣 aku jg gemes dr kmrn...
tp ya gmn lg terserah sang pemilik cerita 🤣
total 1 replies
Laila Sarifah
Mudahan dgn adanya Elora di samping Kaisar, hati Kaisar menjadi lebih lembut
Aruna02
😭😭sadis
Aruna02
iiiikh gumush bnget elola 🤣🤣
Sinchan Gabut
Lah... kmrin pingsan, skrg malah cengengesan liat bapaknya habis bantai penduduk desa. jd bokem kamu El? 🤔😆🤣
Sinchan Gabut
gemes bgt sama Elora... 😘
Pengabdi Uji
El apa dy calon calon bocil baddas nanti diajarin sma bapaknya?
Pengabdi Uji
Kan kata gua jg apa, ni bocil pasti dibawa org lucu bgini🤣🤣
Alessandro
agak lain bapak ini....
Alessandro
hati yang mulia keras juga ya.....
butuh siraman cinta agar lebih melunak
Laila Sarifah
Yang Mulia nggak mau kah cari siapa Ibu aslinya Elora😫
studibivalvia: nggak dong kak 😔
total 4 replies
Laila Sarifah
Ya jgn lah di bunuh anakmu sendiri Yang Mulia, nanti anda menyesal
Aruna02
😩😩😩nungguin bapak nya
Aruna02
babi nggak tuh 😭😭😭
Aruna02
jadi, elora beban ya yang mulia🙄
Pengabdi Uji
Pasti ujung ujungnya mah diajak kan? Gk tega kan ninggalin anak ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!