Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
persiapan pernikahan Dinda dan Dominic
Didalam hotel terbesar di kota,terlihat didalam aula yang di dekorasi dengan indah,disana juga terlihat tempat pelaminan untuk sepasang pengantin..
disana juga terlihat bunga-bunga yang sudah ditata dengan baik,dan meja serta yang lainnya sudah di susun dengan rapi.
pemuda yang dari tadi melihat semua hasilnya merasa puas,dia tersenyum dan merasa pekerjaan nya sudah selesai.
2 hari ini memang dia selalu datang kesini ingin melihat hasil dekorasi mereka, dia juga yang sudah mengatur semua tata letak hiasannya.
dia melakukan semua ini semata karna ingin membuat kekasihnya merasa bahagia.dia juga merasa sudah tidak sabar hari itu tiba.
" padahal tinggal besok aku sudah resmi menjadi suaminya tapi kenapa aku merasa tidak sabar, huhhhh semoga saja tidak ada tikus yang menganggu acar kami besok..!! " gumamnya dengan sorot matanya yang sangat tajam.
Dominic berjalan keluar dari hotel, setelah melihat hasilnya dia pulang ke mansion nya dengan bersiul karna merasa bahagia.
" lebih baik aku menemui kekasih ku,, siall. aku lupa,,,!! hari ini aku tidak boleh menemui kekasihku,,,sabar.. dominic penderitaanmu..hanya 1 hari lagi " ucapnya dan masuk kedalam mobil.
********
Sedangkan dirumah sakit,terlihat didalam ruangan seorang wanita baru saja membuka mata,dia melihat langit-langit ruangan itu.
" bukan ini yang aku mau !! kenapa aku bisa seperti ini ?? brengsek gara-gara anak sialan itu aku mengalami geger otak " ucapnya dengan marah.
wanita itu adalah nyonya Laila,dia merasa marah saat tau dia harus di rawat beberapa hari dirumah sakit.
" lihat saja aku akan membalas kalian semua !!! dan juga polisi yang tidak bisa diandalkan itu?? aku sangat menyesal karna membayar mereka dengan mahal nyatanya mereka tidak berguna sama sekali..!!" Ucapnya lagi dengan tangan mengepal.
dia menghela nafas dan duduk termenung,semenjak kepergian suami dan putrinya dia merasa kehidupannya terasa kosong.
" aku sangat merindukan kalian...hikksss..mas kenapa kamu meninggalkan ku secepat ini ?? kenapa ?? hikkkksss..." isaknya dalam ruangan itu.
sedangkan dokter yang baru saja masuk hanya terdiam dan memeriksa kondisi nya dengan hati-hati.
nyonya Laila tidak perduli dengan kedatangan dokter dan juga dia tidak perduli dengan keadaannya.
" nona sebaiknya tenangkan fikiran anda,,jangan membuat kondisi anda semakin parah " nasihat dokter itu dengan serius.
nyonya laila tidak menjawab ucapannya dia hanya menangis dengan pilu,melihat tidak ada respon dokter itu pergi dari sana meninggalkan ruangan dengan suara tangisan.
***********
dimansion erlangga terlihat dinda baru pulang dari butik,dia juga menenteng tas belanjaan nya, melihat rumah sepi dinda duduk diruang tamu dan memanggil pembantu.
" bibi..tolong panggilkan ayah dan lainnya,,dan juga kalian berkumpul lah diruang tamu ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua" ucapnya dengan serius.
bibi ayu yang mendengar itu mengangguk tersenyum, dia pergi dari sana dan memanggil semua majikan nya.
" aku tidak menyangka,,besok aku akan menikah,, dan juga aku harus tinggal dengan suamiku mulai besok " lirih nya dia menelisik mansion nya dengan wajah sedihnya.
" jika mereka tau,,mungkin ayah dan yang lainnya akan menangis,,tapi mau bagaimana lagi,,??? ini sudah resiko menjadi seorang wanita " gumamnya dan bersandar di sofa.
sedangkan mereka yang baru saja turun kelantai bawah ,melihat dinda yang sedang termenung diruang tamu.
ayahnya langsung menghampiri putrinya dengan penasaran.
" sayang...apa yang sedang Kamu fikirkan?? seperti nya masalah serius " tanya ayahnya dengan wajah penasaran.
dinda langsung menatap mereka semua dengan tersenyum lembut,dan dia melihat ayahnya dengan mengangguk.
" ayah benar ini memang masalah serius,oleh karna itu aku menyuruh kalian semua berkumpul disini " Ucapnya dengan serius.
mereka terdiam dan duduk dengan tegak,merasa penasaran apa yang ingin dinda bicarakan,melihat semua sudah duduk dinda membuka suara nya.
" ayah dan kalian semua dengarkan aku baik-baik dan jangan terkejut dengan kabar yang ingin aku bicarakan ini " ucapnya dengan serius.
jantung mereka semua berdebar kencang,mereka menahan nafas karna ucapan Dinda.
melihat semua orang terdiam dia melanjutkan ucapannya.
" aku ingin memberitahu pada kalian semua,aku akan menikah dengan kekasihku dominic!! " ucapnya dengan tersenyum lembut.
deg
akhirnya apa yang mereka takutkan terjadi juga,gara yang mendengar itu ingin menangis tapi dia berusaha menahannya.
" aku tidak boleh menangis,kakak ku menikah karna mencintai pasangannya dan dia juga ingin membangun rumah tangga yang bahagia" gumanya dalam hati ,dia tersenyum kearah kakaknya dengan mata berbinar-binar.
" benarkah kak ??? aku sangat bahagia mendengar kakak ingin menikah " suara gara membuat mereka tersadar.
mereka terkejut biasanya gara akan menangis jika kakak nya ingin pergi kemana-mana,,ini kakaknya ingin menikah dan tinggal bersama suaminya dia merasa bahagia?
mereka hanya terdiam dan saling memandang.
" ya apa yang diucapkan adik mu benar nak,,kami sangat bahagia mendengar nya " ucap ayah nya dengan semangat.
" kakak memang sangat cocok dengan calon kakak ipar ku itu,,dan aku juga turut bahagia dengan pernikahan kakak " suara Dev yang terdengar ceria.
" adik ...kakak mendoakan pernikahan mu dengan adik ipar lancar dan kakak sangat senang mendengar kabar kamu ingin menikah " ucap Morgan dengan lembut.
dia yang melihat tingkah mereka semua merasa heran, kenapa mereka terlihat bahagia?? dia berfikir' mereka akan menangis.
" tapi apakah kalian tau jika aku menikah nanti,, berarti aku harus tinggal bersama dengan suaminya " ucapan dinda membuat mereka semakin tersenyum lebar.
" kakak ?? apa yang kamu ucapkan?? tentu saja kami tau malah kami merasa bahagia jika kakak tinggal bersama suami kakak,,agar dia bisa menjaga Kakak dengan baik " ujar gara dengan serius.
yang lainnya mendengarkan ucapan gara mengangguk dan tersenyum tipis.
" iya nak kami sudah memikirkan itu disaat kamu sudah selesai bertunangan, dan sejak saat itu kami mengerti dengan peranmu yang sebentar lagi akan jadi seorang istri...,jadi kami tidak merasa terkejut lagi " ucap ayahnya.
dinda menghela nafasnya dan mendengar suara dev.
" memangnya kapan orang tua kakak ipar datang melamar kakak ?? " tanya Dev dengan serius.
" iya nak beritahu kapan mereka kemari ayah akan mempersiapkan semuanya,,dan juga kami harus memastikan tanggal berapa pernikahan kalian " ucap verick dengan yakin.
Dinda meringis dia memberikan belanjaannya pada mereka satu persatu.
" itu untuk pakaian kalian besok ayah,,kalian juga harus mengenakan nya dan jangan lupa kalian juga harus bangun pagi...!!" ucapnya dengan tegas.
mereka yang mendengar itu lagi merasa keheranan dan membuka belanjaan itu dengan hati-hati.
" adik kenapa kamu memberikan baju acara nikahan pada kami ??? dan juga ini semua warna nya sama dan kamu bilang kami harus bangun pagi-pagi ,,apa yang sebenarnya terjadi adik ????" tanya Morgan melihat baju yang berwarna putih.
dinda merasa gugup dia menatap mereka semua sembari menggaruk tengkuknya dengan ekspresi takut.
" itu....baju untuk pernikahan ku nanti dan kalian harus memakai nya " ucap dinda menunduk.
" kenapa kami mengenakannya besok ?? memangnya kamu akan menikah besok ??" canda ayahnya dengan terkekeh.
" ayah sebenarnya dominic sudah melamar ku dan besok adalah acara pernikahan ku " cicit dinda yang masih menunduk.
deg
semua orang terdiam dan menatap wajah dinda dengan serius, dinda yang melihat keterdiaman mereka berdiri dan meletakkan kartu undangan pernikahan nya.
" maafkan aku karna ingin memberikan kejutan untuk kalian,,dan juga sepertinya aku harus istirahat karna aku merasa kelelahan" ucapnya dan pergi dari sana.
verick melihat kepergian putrinya dengan menghela nafasnya.
" dan kamu berhasil membuat ayah terkejut" ucapnya yang didengar mereka semua.
verick membawa belanjaan yang diberikan oleh dinda dan pergi meninggalkan mereka yang terdiam.
" hikkksss...kenapa aku menangis ?? padahal aku sudah menahan air mataku" ucap gara sembari menghapus airmata nya.
mata dev dan morgan juga terlihat memerah.
" karna kamu cengeng,,sudahlah aku ingin ke kamar" ucap morgan dengan lesu.dan pergi dari sana.
Dev menghapus air matanya dan pergi tanpa melihat gara, sedangkan yang ditinggalkan masih terisak.
" hikkkkssss...ini semua gara-gara si dominic itu,,kenapa dia menikahi kakak ku ?? harus nya dia mencari wanita lain saja,,,dasar Dominic sialan kamu datang nya terlalu cepat,,kenapa tidak menikahi Kakak ku di umur 40 saja hikkkssssssssss..." isaknya dengan meracau disana.
" sebaiknya aku Ke kamarku ,disana aku bisa menangis sepuasnya " gumamnya, dia melihat para pembantu yang sedang menatapnya.
pembantu yang melihat kepergian gara merasa kasihan.
" aku tidak bisa berkata apa-apa,,di satu sisi nona kita akan tinggal bersama suaminya dan di sisi lain keluarga ini pasti akan merasa sedih " ucap pembantu itu dengan mata memerah.
semua pembantu yang mendengar itu mengangguk..
" sudah ayo kita kembali kebelakang" ucap bibi ayu dengan air matanya.
mereka akhirnya pergi dari sana dengan terdiam, dan termenung memikirkan keluarga erlangga yang akan ditinggal nona mereka.