NovelToon NovelToon
Selir Palsu Dari Abad - 21

Selir Palsu Dari Abad - 21

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah sejarah / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: inda

Song An, karyawan kantoran abad ke-21 yang meninggal karena lembur tanpa henti, terbangun di tubuh seorang selir bayangan di istana Kekaisaran statusnya setara hiasan, namanya bahkan tak tercatat resmi. Tak punya ambisi kekuasaan, Song An hanya ingin hidup tenang, makan cukup, dan tidak terseret drama istana.

Namun logika modernnya justru membuatnya sering melanggar aturan tanpa sengaja: menolak berlutut lama karena pegal, bicara terlalu santai, bahkan bercanda dengan Kaisar Shen yang terkenal dingin dan sulit didekati. Bukannya dihukum, sang kaisar malah merasa terhibur oleh kejujuran dan sikap polos Song An.

Di tengah kehidupan istana yang biasanya penuh kepura-puraan, Song An menjadi satu-satunya orang yang tidak menginginkan apa pun dari kaisar. Tanpa sadar, sikap santainya perlahan mengubah hati Kaisar Shen dan arah takdir istana dengan cara yang lucu, manis, dan tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Jamuan Teh yang Terlalu Santai

Song An duduk di depan meja kecil sambil menatap undangan di tangannya. “Jamuan teh.”

Ia membaca lagi. “Jamuan. Teh. Kecil.” Ia menoleh ke Mei. “Ini artinya apa?”

Mei berdiri tegak. “Artinya Selir harus datang rapi, bicara sopan, dan tidak membuat kesalahan.”

Song An menghela napas. “Berarti ini jebakan.”

Mei langsung panik. “Selir! Jangan bicara begitu!”

Song An menghela nafas, “Tenang. Aku tidak mau bikin masalah. Aku cuma mau minum teh.”

Mei ragu. “Jamuan teh selir bukan sekadar minum teh.”

“Itu yang aku takutkan.” jawab Song An

Satu jam kemudian, Song An berjalan menuju paviliun kecil di taman timur.

Beberapa selir sudah duduk rapi di sana.

Song An berhenti di tepi paviliun dan berbisik pada Mei, “Kenapa semuanya kelihatan seperti mau ujian?”

Mei berbisik balik, “Karena… memang begitu.”

Song An mengangguk. “Baik. Mode bertahan hidup aktif.”

Ia melangkah masuk dan memberi salam seadanya.

“Salam.”

Beberapa selir menoleh.

Selir Li tersenyum tipis. “Selir Song, silakan duduk.”

Song An duduk di kursi paling pinggir.

“Tehnya wangi,” katanya spontan.

Beberapa selir saling pandang.

Selir Zhang bertanya pelan, “Selir Song suka teh?”

“Minuman hangat. Aku suka.” jawab Song An

Selir Li tersenyum. “Kami mengundang Selir Song karena ingin lebih mengenal.”

“Oh.” seru Song An pelan

“Selir Song tampaknya… berbeda.” ujar salah satu selir

Song An mengangguk. “Iya.”

“Itu saja?” tanya selir Ma

“Iya.” jawab Song An cepat

Hening sebentar.

Selir Zhang tersenyum kecil. “Selir Song tidak gugup?”

Song An menoleh kearah selir Zhang, “Sedikit.”

“Kenapa tetap datang?” tanya selir Zhang heran

“Kalau tidak datang nanti jadi masalah dan aku tidak suka masalah" jawab Song An jujur

Beberapa selir menahan senyum.

Selir Li menuang teh sendiri. “Selir Song, bagaimana rasanya jalan pagi dengan Yang Mulia?”

Song An menatap cangkirnya. “Capek.”

Beberapa selir terbatuk.

“Capek?” ulang Selir Li.

“Iya. Jalan jauh dan gak ada tujuan, tidak ada gunanya” jawab Song An santai

Selir Zhao tersenyum tipis. “Yang Mulia jarang mengajak orang jalan pagi.”

“Oh.”

“Selir Song istimewa.”

Song An menggeleng. “Tidak.”

“Kenapa?”

“Karena aku juga heran, sepertinya kaisar sedang salah jalan" jawab Song An

Beberapa selir mulai tertawa kecil.

Suasana yang awalnya tegang sedikit mencair.

Selir Li bertanya lagi, “Selir Song sudah lama di istana?”

“Belum.”

“Tapi sudah dekat dengan Yang Mulia.”

“Tidak dekat.”

“Lalu?”

“Sering ketemu.”

“Itu artinya dekat.”

Song An berpikir. “Kalau begitu, mungkin.”

Selir Zhao meneguk teh. “Selir Song tidak takut salah bicara di depan Yang Mulia?”

“Takut.”

“Lalu kenapa tetap bicara?”

“Karena beliau bertanya.”

Beberapa selir menutup mulut, tertawa pelan.

Selir Li menatap Song An lama. “Selir Song tidak berambisi?”

“Ambisi tidur siang.”

Hening.

Lalu tawa pecah.

Bahkan Selir Li tersenyum lebar.

“Selir Song benar-benar jujur.”

“Kalau bohong, aku lupa.”

Jamuan teh yang awalnya kaku berubah jadi agak santai.

Beberapa selir mulai ikut berbicara ringan.

“Apa Selir Song punya hobi?” tanya salah satu.

“Makan.”

“Selain itu?”

“Tidur.”

“Selain itu lagi?”

Song An berpikir. “Hidup tenang.”

Mereka tertawa lagi.

Selir Zhao bertanya, “Selir Song tidak belajar etika istana?”

“Sedikit.”

“Kenapa tidak serius?”

“Takut lupa diri.”

“Lupa diri?”

“Iya. Aku takut jadi orang yang bukan aku.”

Suasana hening sebentar.

Selir Li mengangguk pelan. “Itu jawaban yang jarang.”

Di sisi lain taman, seorang kasim mendekat dengan tergesa.

“Yang Mulia.”

Kaisar Shen menoleh. “Apa?”

“Jamuan teh Selir Li sedang berlangsung.”

“Aku tahu.”

“Selir Song ada di sana.”

Kaisar Shen terdiam.

“Bagaimana suasananya?”

“Tidak seperti biasanya.”

“Apa maksudnya?”

“Banyak tertawa.”

Kaisar Shen mengangkat alis. “Dia memang berbeda.”

Kembali ke paviliun.

Teh sudah hampir habis.

Selir Li berdiri. “Terima kasih sudah datang.”

Song An ikut berdiri.“Terima kasih sudah mengundang.”

Selir Zhao mendekat. “Selir Song.”

“Iya?”

“Apakah Selir tidak keberatan berteman?”

Song An tersenyum kecil. “Boleh. Tapi aku tidak pandai basa-basi.”

“Tidak apa-apa.”

Dalam perjalanan pulang, Mei hampir berlari kecil mengikuti Song An.

“Selir!”

“Apa?”

“Jamuan tadi… Selir tidak dimusuhi.”

“Oh.”

“Bahkan Selir Li terlihat menyukai Selir.”

Song An mengangguk. “Dia baik.”

“Selir tidak takut?”

“Takut.”

“Lalu kenapa santai?”

“Karena panik tidak membantu.”

Mei tersenyum kecil.

Sore harinya, Song An sedang duduk sambil ngemil ketika Mei masuk lagi.

“Selir… Yang Mulia datang.”

Song An menutup matanya sebentar. “Aku sudah duduk rapi?”

“Sudah.”

Kaisar Shen masuk.“Kau menghadiri jamuan teh.”

“Iya.”

“Bagaimana?”

“Tehnya enak.”

“Orangnya?”

“Tidak menakutkan.”

“Kau membuat mereka tertawa.”

“Aku tidak sengaja.”

“Kau selalu begitu.”

Song An menatap Kaisar Shen. “Yang Mulia memantau?”

“Kabar cepat sampai.”

“Oh.”

“Kau tidak mengeluh?”

“Tidak.”

“Kau tidak merasa tertekan?”

“Sedikit.”

“Kenapa?”

“Karena aku bukan orang sosial.”

Kaisar Shen duduk. “Kau berhasil.”

“Berhasil apa?”

“Tidak membuat suasana tegang.”

Song An mengangguk. “Itu bakat.”

Kaisar Shen menatapnya lama. “Kau sadar?”

“Sadar apa?”

“Kau mengubah suasana di sekitarmu.”

Song An tersenyum lemah. “Aku cuma tidak mau ribet.”

Kaisar Shen berdiri. “Besok ikut makan malam.”

Song An refleks, “Ramai?”

“Berdua.”

“Oh.”

Ia mengangguk. “Kalau berdua, masih bisa ditoleransi.”

Kaisar Shen tertawa kecil.

Saat Kaisar Shen pergi, Mei menatap Song An dengan mata berbinar.

“Selir… makan malam berdua.”

Song An menjatuhkan diri ke kursi.

“Aku cuma mau minum teh.”

Mei tertawa kecil.

Dan tanpa disadari Song An, jamuan teh sederhana itu membuatnya diterima—bukan sebagai ancaman, bukan sebagai pesaing, tapi sebagai selir bayangan yang terlalu jujur untuk dibenci dan terlalu santai untuk diabaikan.

Bersambung

1
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Tiara Bella
bagus ceritanya berasa lg nnton dracin....
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Wulan Sari
lanjut
Wulan Sari
biyasa di dalam pasti ada intrik kekuasaan semoga kaisar Shen dan selir 2 bisa mengatasinya semangat 💪 salam
Wulan Sari
setelah baca cerita ini tentang Kekaisaran semakin menarik biyasa intrik kekuasaan semoga nanti selir yang mengungkap menjadi permaisuri dan akhir bisa bahagia Dan happy end semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂 trimakasih 🙏
Cindy
lanjut kak
@de_@c!h
kaisar Shen belum punya permaisuri Thor?...
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
miss blue 💙💙💙
selir nya banyak yg mau bebas, kaisar mulai tau, kenapa gak di kumpulin aja, di berikan pikihan yg mau bebas bisa bebas yg bertahan ya silahkan, tp yg pasti song an pasti bakalan di paksa. menetap walau mau bebas 🤣🤣
Eka Haslinda
sepertinya selir bayangan cocok menjadi calon permaisuri masa depan
Cindy
lanjut kak
Ma Em
Song an berhasil membuka topeng Selir Chen pasti kaisar Shen bertambah kagum sama Song an .
Ma Em
Semoga Song an , selir Li dan selir Zhang bisa mengungkap rahasia apa yg akan dilakukan oleh selir Chen dimalam pesta perayaan istana .
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!