NovelToon NovelToon
Cinta Seorang CEO Cantik

Cinta Seorang CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Berondong
Popularitas:72
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Dicampakkan demi masa depan! Arya tidak menyangka hubungan tiga tahunnya dengan Tiara berakhir tepat di gerbang kampus. Namun, saat Arya tenggelam dalam luka, ia tidak sadar bahwa selama ini ada sepasang mata yang terus mengawasinya dengan penuh gairah.

Arini Wijaya, CEO cantik berusia 36 tahun sekaligus ibu dari Tiara, telah memendam rasa selama sepuluh tahun pada pemuda yang pernah menyelamatkan nyawanya itu. Baginya, kegagalan cinta putrinya adalah kesempatan emas yang sudah lama ia nantikan.

"Jika putriku tidak bisa menghargaimu, maka biarkan 'Mbak' yang memilikimu seutuhnya."
Mampukah Arya menerima cinta dari wanita yang seharusnya ia panggil 'Ibu'? Dan apa yang terjadi saat Tiara menyadari bahwa mantan kekasihnya kini menjadi calon ayah tirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Ruang Rose

Arya Wiratama mendorong pintu dan masuk ke dalam. Ruangan yang tadinya sangat bising seketika menjadi sunyi senyap, semua mata tertuju pada Arya yang baru saja melangkah masuk.

Tiga sahabat satu asrama Arya dulu—Bagas, Yongki, dan Fandi—menyambut Arya dengan gembira dan memberinya pelukan erat ala laki-laki.

"Ya ampun, tinggal kamu saja yang ditunggu, kursi sudah kami amankan untukmu," ujar Bagas.

Sambil berkata demikian, Bagas menarik Arya untuk duduk di sebelah Melati. Sejak Arya masuk pintu, mata Melati tidak berkedip menatapnya. Tatapannya penuh kelembutan seolah-olah air cinta akan meluap. Hatinya sangat bergejolak, dia bergumam dalam hati: "Arya, sudah dua tahun, akhirnya aku bertemu denganmu lagi. Mulai hari ini, aku akan mengejarmu lagi. Apakah kamu sudah siap?"

Arya duduk di samping Melati dengan agak canggung. Merasakan tatapan Melati yang begitu dalam, dia terpaksa memberanikan diri menoleh dan menyapa, "Mel, dua tahun tidak bertemu, kamu jadi semakin cantik."

Mendengar pujian itu, Melati tersenyum manis. "Apakah cantikku ini sudah berhasil menggerakkan hatimu?"

"Eh, kamu bisa saja bercanda. Dalam dua tahun ini pasti banyak cowok yang mengejarmu di luar negeri, kan?"

"Memang banyak, tapi aku hanya ingin kamu yang mengejarku."

Kepala Arya terasa pening, pembicaraan ini mulai masuk ke zona bahaya. "Aku sudah punya pacar, Mel."

"Hmph, mau membohongi siapa? Bukankah beberapa hari yang lalu kamu baru saja putus?"

Arya tersentak kaget. "Kamu bahkan tahu soal itu?"

Melati tersenyum penuh arti. "Benar, justru karena aku tahu kamu putuslah makanya aku buru-buru pulang ke Indonesia."

"Sayangnya, sekarang aku benar-benar sudah punya pacar baru."

"Arya, kalaupun sekarang kamu belum mau menerimaku, tidak perlu pakai alasan seperti itu. Aku akan seperti dulu, tidak akan memaksamu. Tapi aku tidak akan berhenti mengejarmu."

Arya benar-benar bingung harus menjelaskan bagaimana lagi. Dia hanya bisa menunggu sampai Arini Wijaya datang agar Melati mengerti.

Andre yang melihat mereka berdua tampak sangat akrab merasa panas hati. Dengan nada sinis dia menyindir, "Eh, Arya, kudengar kamu baru saja dipecat dari Wijaya Electronics? Sudah dapat kerja belum? Kalau belum, aku bisa bantu. Datanglah ke perusahaan papaku. Kalau posisi manajer mungkin susah, tapi jadi satpam masih bisalah."

Arya menatap Andre yang bertingkah seperti badut itu dan berkata datar, "Tidak perlu, aku takut kamu tidak sanggup membayar gajiku."

Sebelum Andre sempat membalas, Eko yang merupakan pesuruh setianya sudah menunjuk hidung Arya. "Arya, Andre ini niatnya baik kasih kamu kerjaan. Bukannya terima kasih, malah berlagak. Orang itu harus tahu diri!"

Melati menatap tajam ke arah Eko. "Singkirkan tanganmu. Memangnya kamu siapa berani menunjuk-nunjuk Arya? Apa kamu sudah bosan punya jari?"

Eko tersentak kaget. Dia tahu Melati bukan orang sembarangan; keluarganya pemilik Angxi Group dengan aset triliunan. Bahkan Andre pun tidak berani menyinggung Melati secara terang-terangan.

Arya malas meladeni mereka. Dia hanya mengobrol pelan dengan ketiga sahabatnya. Melati yang melihat Arya lebih asyik mengobrol dengan Bagas dkk tanpa memedulikannya merasa sedikit kesal.

Seorang pelayan masuk dan bertanya dengan sopan, "Pak, apakah hidangannya boleh dikeluarkan sekarang?"

Andre merasa sangat bangga ditanya seperti itu di depan teman-temannya. Dia melambaikan tangan dengan gaya bos besar. "Sajikan sekarang. Tambahkan sepuluh botol anggur merah kualitas terbaik."

Saat berbalik, pelayan itu terkejut melihat Arya, namun dia segera menundukkan kepala dan berjalan keluar seolah tidak terjadi apa-apa. Pelayan ini sebenarnya manajer lantai tiga. Dia langsung mengenali Arya sebagai pemilik baru Hotel Sunlan dari foto yang disebar di grup manajemen hotel agar semua staf menghafalnya.

Setelah makanan dihidangkan, semua orang mulai memuji Andre setinggi langit.

"Andre memang juara. Satu botol ini pasti harganya jutaan, kan?"

"Wah, hari ini kita kecipratan rezeki dari Andre nih."

Beberapa teman perempuan yang masih lajang bahkan menatap Andre dengan mata berbinar, berharap bisa mencuri perhatian sang "pangeran" kaya itu.

Andre yang merasa di atas angin memberikan tatapan provokatif kepada Arya. "Ayo, semuanya makan yang banyak! Jangan sungkan, hari ini aku yang traktir sampai puas!"

Arya makan dalam diam, sesekali bersulang dengan sahabat-sahabatnya. Sisanya, dia sibuk membalas pesan WhatsApp dari Indah Atmajaya. Indah yang sedang dalam masa pemulihan merasa iri mendengar Arini menemani Arya ke reuni.

"Mas Arya, kapan mau menjengukku?"

"Besok ya."

"Asyik! Aku tunggu ya besok. Sayang kamu, mua..."

Setelah diingatkan Indah Atmajaya untuk tidak banyak minum, mereka mengakhiri percakapan. Tak lama kemudian, pintu ruangan didorong terbuka.

Arini Wijaya melangkah masuk. Kecantikannya yang tak tertandingi seketika membuat seluruh ruangan terpana. Terutama Andre, yang air liurnya hampir menetes melihat sosok wanita berkelas itu.

Andre segera merapikan diri. Merasa dia adalah tuan rumah, dia berdiri dan menyapa, "Mbak, maaf, boleh tahu mencari siapa? Apa Mbak salah masuk ruangan?"

Arini sama sekali tidak memedulikan Andre. Begitu matanya menangkap sosok Arya, dia tersenyum penuh cinta dan berjalan lurus ke arahnya. Andre yang mengira wanita itu terpukau olehnya, sudah bersiap mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Namun, Arini langsung berdiri di samping Arya dan berkata manja, "Sayang, aku datang terlambat, kamu tidak marah kan?"

Seluruh ruangan gempar. Melihat wanita yang kecantikannya bahkan melampaui Melati itu memanggil Arya "sayang", mereka merasa seperti sedang bermimpi.

Hanya Melati yang menatap dengan kepedihan mendalam. "Sepertinya aku benar-benar terlambat, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, Arya."

Arini tersenyum kepada Bagas. "Boleh aku minta kursinya?"

"Bo... boleh, silakan Mbak." Bagas segera pindah kursi.

Arini duduk di samping Arya, merangkul lengannya dengan sangat alami, dan menyandarkan kepalanya di bahu Arya. Dia kemudian menatap Melati yang duduk di sisi lain Arya. Melati membalas tatapan itu tanpa mau mengalah sedikit pun.

Arya yang terjepit di tengah bisa merasakan aroma peperangan yang sangat kental.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!