NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:212.1k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

"Enggak bisa dipercaya, gimana bisa malah Ridho yang celaka? Kenapa enggak Ning saja?"

"Iya, Buk." Dewi menyetujui.

Koridor rumah sakit siang itu penuh bau antiseptik dan langkah kaki tergesa. Bu Sumi datang dengan wajah tegang, tas coklat biru disampirkan di bahu. Dewi berjalan di sampingnya, rambut rapi, wajah dibuat pucat—seolah ikut berduka.

"Wi, ingat ya," gumam Bu Sumi sambil mempercepat langkah. "Kali ini kamu harus bisa ambil hati ibunya Ridho."

"Pasti, Bu," sahut Dewi pelan. Nada suaranya dibuat bergetar. "Aku juga khawatir sama keadaan Mas Ridho. Moga aja enggak ada hal serius."

"Gimana enggak ada hal serius gimana?" sambar Bu Sumi, "Dia sampai masuk rumah sakit loh, enggak sadarkan diri lagi."

Begitu mereka tiba di depan ruang ICU, suasana langsung berubah. Ibunya Ridho duduk di bangku besi, wajahnya sembab, mata merah karena menangis semalaman. Ayah Ridho berdiri di dekat pintu, tangan bersedekap, sorot matanya tajam.

"Kalian mau apa kemari?" tanya sang ayah dingin. "Puas kalian bikin anak kami begini?"

"Kami tidak ada maksud buruk, Pak," jawab Bu Sumi cepat. "Kami kemari, karena kami perduli sama Ridho. Gimana pun, Dewi pernah dekat sama Ridho."

Belum selesai kalimat itu, ibunya Ridho berdiri dengan napas memburu. "Tidak usah banyak bicara, kalian kan sama saja!"

Nada suaranya membuat Dewi menelan ludah. "Bukan begitu, Bu. Kami dengar Mas Ridho kecelakaan. Kami sangat prihatin," katanya lembut, nyaris berbisik. "Kami tau kalian pasti menyalahkan Ning. Kami turut minta maaf atas semua yang terjadi."

"Minta maaf?" Ibunya Ridho tertawa getir. "Anak saya enggak sadar! Dan kalian datang cuma bawa kata maaf?"

Bu Sumi langsung tersinggung. "Kami juga kaget, Bu. Jangan bicara sembarangan!"

Dewi cepat menahan lengan ibunya. "Bu, tolong… jangan emosi. Kami datang dengan niat baik."

Ia lalu menoleh ke ibunya Ridho, matanya berkaca-kaca. "Saya… saya merasa sangat bersalah. Kalau saja malam itu tidak terjadi keributan di rumah kami..."

"Apa maksudmu?" potong ayah Ridho curiga.

Dewi menghela napas panjang, seolah menimbang berat cerita. "Waktu Mas Ridho datang, dia ingin bicara baik-baik. Tapi… adik tiri saya, Ning, menolak dengan keras. Dia memang sudah menerima lamaran dari Seseorang,..." Dewi terisak kecil, "Dewi rasa, itulah yang membuat Mas Ridho kecewa dan berpikir macam-macam... Lalu terjadilah kecelakaan itu..."

Ibunya Ridho membelalak. "Apa?"

"Iya, Bu," Dewi mengangguk cepat. "Mas Ridho pulang dalam keadaan sangat terpukul. Saya lihat sendiri wajahnya pucat, tangannya gemetar. Saya takut… takut kalau itu yang bikin dia kehilangan fokus di jalan."

Bu Sumi ikut menyahut, nadanya menyulut. "Anak itu memang pembawa masalah! Dari dulu selalu bikin susah keluarga!"

"Ibu benar, Ibunya Ning meninggal saat Ning lahir, Dewi rasa itu adalah karma buat dia karena masuk ke keluarga kami."

Wajah ibunya Ridho memerah. "Jadi benar!" teriaknya. "Anak itu yang bikin Ridho hancur!"

Ayah Ridho menggebrak dinding. "Saya sudah bilang dari awal, hubungan ini tidak sehat!"

Dewi menunduk, pura-pura menangis. "Saya benar-benar minta maaf, Bu. Kalau boleh jujur, saya pun menyesal tidak menghentikan Ning lebih keras. Andai saja dia tidak berkata kejam begitu… mungkin Ridho tidak seperti ini," sambungnya terus menghasut.

Namun, ibunya Ridho menatap Dewi dengan dingin. "Kamu jangan berpikir aku bodoh. Mau Ning atau kamu, kalian tetap satu keluarga. Anak saya celaka setelah dari rumah kalian."

Dewi terdiam. Senyum tipis yang tadi nyaris muncul cepat ia tekan.

"Kalian pergilah," lanjut sang ibu tajam. "Saya tidak ingin melihat wajah keluarga itu di sini."

Bu Sumi membuka mulut, tapi Dewi cepat menariknya. "Sudah, Bu. Kita pulang saja," bisiknya.

Siang berlalu dan berganti sore ketika Ning dan Pak Hasto tiba di rumah sakit. Ning berjalan perlahan dengan kruk yang diganti sementara, wajahnya pucat, mata sembab.

Begitu mereka mendekat ke ruang ICU, ibunya Ridho langsung berdiri. "Kamu lagi?" bentaknya. "Ngapain kamu ke sini!?"

Pak Hasto menghela napas. "Kami hanya ingin melihat Ridho sebentar. Kami sangat khawatir."

"Khawatir?" Ayah Ridho maju selangkah. "Setelah kamu menghancurkan perasaan anak saya? Membuat anak saya celaka?!"

Ning tersentak. "Saya… saya tidak..."

"Diam!" Ibunya Ridho menunjuk Ning. "Aku benci lihat wajah penuh kepura-puraan mu itu! Pergi dari sini!"

Air mata Ning tumpah. "Buk... Ning mohon, biarkan Ning melihat Mas Ridho sebentar saja ..."

Plak!

“Pergi!” bentak ayah Ridho.

"Apa-apaan ini!? Kenapa malah memukul anak saya!?" Pak Hasto balik membentak.

Ning jatuh berlutut perlahan, kruknya berdentang begitu saja di lantai. "Tolong… izinkan saya melihat Mas Ridho sebentar saja. Saya mohon."

"Ning!" Pak Hasto menegur, sedih sekali hatinya Ning sampai seperti itu.

Ibunya Ridho mundur selangkah, wajahnya dingin. "Tidak. Kamu dilarang menemui Ridho lagi. Jangan pernah datang ke hidup anak saya."

Pak Hasto menahan napas. "Ning, ayo kita pergi. Tak ada gunanya kita di sini."

"Bagus! Bawa dia pergi!" teriak sang ibu.

Ning terduduk, bahunya bergetar hebat. Dalam diam, hatinya menjerit. Ia memang menyukai Ridho, diam-diam, tulus, tapi perasaan itu selalu ia tekan, demi Dewi, demi rumah ini, demi tidak menambah masalah.

Pak Hasto mengangkat Ning perlahan. "Sudah, Ning. Kita pulang."

Ning menoleh ke pintu ICU terakhir kali, air matanya jatuh tanpa suara.

****

"Uuhhh...."

Di ruang rawat yang sunyi, Ridho akhirnya membuka mata. Cahaya putih menyilaukan. Kepalanya terasa kosong, seperti halaman buku yang terhapus.

"Mmmm…? suaranya serak.

Ibunya Ridho langsung mendekat dan memeluk tangannya. "Alhamdulillah… kamu sadar, Nak."

Ridho menatap wajah-wajah di sekitarnya, bingung. "Siapa…?" tanyanya pelan.

"Ini ibuk, Dho."

"Kenapa aku di sini?"

"Kamu kecelakaan, Dho."

"Aaakkkhhh! Kepalaku..." keluh Ridho.

"Ayah panggilkan dokter, Buk," ujar bapaknya Ridho bergegas keluar. Tak lama dokter masuk.

Dokter melakukan serangkaian test dan pengecekkan.

"Sepertinya... Pasien mengalami amnesia. Dia kehilangan sebagian ingatannya..."

"Apa?"

1
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
nunik rahyuni
kok g lekas hamidun aja sih si ning..muak aq sm si ranu+ortu ny...si yuda jg..klo memang sayang dan cemburu knp jg mendorong istrinya dekat2 ranu...mudahan ning pinter dan peka klo cuma di manfaatkan j sm mertua buat kesembuhan ranu..minggat j ning...seolah olah kmu g punya harga diri...g usah lg diurusi si ranu..harusnya ranu seklg minta maaf karena membuat ning pincang..lha ini yg jd korban malah suruh merawat pelaku ...error kan 🤔🤔🤔dan pergi jauh j mereka g menghargai perasaanmu...
nunik rahyuni
ning dan ranu statusnya ipar..buka. muhrim harusnya tau batasan ..knp g mencari terapis yg lain..dr awal sdh bisa di tebak klo ning yv jd terapis bgaimana kelanjutanya..ning itu istri yuda...seolah olah mereka justru mendorong ning agar berhub sm ranu..knp...?dan yuda knp setuju..kan jd nya kebodohan masal..seklg bodoh..mau mempermainkan ning cm buat ranu sembuh..banyk cara lain kok...satu kebohongan yg melahirkan banyak kebohongn lainya...kebenaran terkadang menyakitkan tp itu yg terbaik untuk memutus rantai kebohongan.😡😡
Arin
Udahlah Yuda.... lupakan soal Ranu. Jelaskan lah nanti padanya. Yang penting jagalah keutuhan rumah tangga mu..... Apa Ranu juga masih mau bersama Ning, jika tau Ning sudah menikah? Apa Ranu mau menyakiti hati adiknya sendiri, hanya demi bisa bersanding dengan Ning?
Sri Rahayu
terima kasih uda up Thorr...ayo Yuda ada kesempatan jgn sia2in....bikin Ning hamil biar Ranu ga bnyk berharap....lanjut Thorr😘😘😘
Cinta_manis: makasih, Kak
total 1 replies
delis armelia
akhirnya up date juga seneng ny hatiku
Cinta_manis: maaf ya, kak. kemarin sibuk banget soalnya🙏
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
hayuh loh, kalian semuanya knp tdk jujur sedari awal saat Ranu sadar siuman dr koma mengenalkan Ning sebagai anggota keluarga baru status nya istri Yudha biar tdk ada kesalah pahaman
Agunk Setyawan
Ning dimanfaatin Bu anggun orangvtua egois Yuda juga aneh knp g jujur
sutiasih kasih
knapa g jujur aj bu anggun... demi kbaikan smua org....
krn klo diam & mnyembunyikan fakta.... yg ada semakin mnmbah masalah...🙄🙄
Ariany Sudjana
muak lama-lama dengan keluarga Yuda, apalagi Bu anggun, uang ada, tapi menyodorkan Ning untuk menemani Ranu terapi, dan ga mau jujur kaalu Ning itu istrinya Yuda
Sapna Anah
kenapa ga jujur aja sebelum terlambat makin d tutupi justru makinmenyskitkan bagi Ranu dan ning
muthia
bu Anggun egois, kasian ning😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!