NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naomi

34 Maaf, Aku Menyerah!

Satu tahun sebelumnya...

Mobil yang membawa Soraya melaju dengan kecepatan sedang membelah sunyinya malam.

Cekittt ....

Tiba-tiba sopir menginjak rem mendadak, membuat Soraya hampir terpental ke depan.

"Ada apa, Pak?" tanya Soraya sambil mengelus perut buncitnya yang terasa kram karena terkejut.

"Ada yang menyebrang mendadak, Nyonya. Maafkan saya!"

"Tidak apa. Apakah mobil kita menabraknya?" tanya Soraya cemas.

"Saya akan memeriksanya. Nyonya tunggu di dalam saja. Saya takut ini jebakan."

Soraya mengangguk dan menuruti perkataan sopir. Dia mengedarkan pandangan ke arah belakang mobil dan melihat mobil bodyguard nya berada tepat di belakangnya. Hal itu cukup membuatnya lega.

Karena terdengar keributan dari luar, Soraya memutuskan untuk melihat dan mencari tahu.

"Ada apa?" tanya Soraya melihat sopir sedang bersitegang dengan beberapa orang yang terlihat sangar.

Sementara di tengah mereka ada seorang gadis yang terlihat menangis dan terkadang menyusut airmata dengan bajunya yang lusuh.

"Nyonya, orang-orang ini bersikeras menyuruh kita memberi mereka uang sebagai ganti rugi karena sudah menabrak gadis ini. Sedangkan saya lihat, gadis ini tidak terluka sama sekali."

"Tubuhnya memang tidak terluka, tapi dia bisa saja mendapatkan luka dalam. Dan itu harus diperiksa ke rumah sakit. Artinya perlu uang untuk membayar semua itu, *****!" bentak salah seorang di antara mereka.

Soraya menatap dengan penuh selidik kepada gadis di depannya bergantian ke arah beberapa orang yang bertampang preman itu.

"Sebelumnya aku ingin bertanya, apa hubungan kalian dengan gadis ini?"

Para preman itu terlihat gelagapan.

"Eh, itu ... Kami hanya saksi yang melihat kejadian ini. Kami menolong gadis ini untuk mendapatkan ganti rugi karena telah menjadi korban tabrakan."

Pria yang menjawab itu terlihat menggaruk tengkuknya. Tingkahnya mencurigakan.

Soraya mengalihkan pandangannya ke arah gadis itu. Dia mendekat dan memegang kedua bahu gadis itu.

"Kau terluka?"

Gadis itu terlihat ragu untuk menjawab. Matanya melirik dengan takut ke arah para preman itu.

"Jangan takut! Aku tidak akan menyakitimu." bujuk Soraya.

Gadis itu menatap ke dalam mata Soraya seolah meyakinkan diri kalau wanita di depannya adalah orang baik.

"Saya ... Tidak apa-apa." sahut gadis itu pelan.

"Bodoh!" Terdengar seruan geram dari preman yang bertato singa di bahu kirinya. Matanya terlihat melotot, membuat gadis di depan Soraya mengkeret ketakutan.

"Saya ... Saya disuruh mereka." kata gadis itu sambil menunjuk para preman itu.

Soraya langsung memahami apa yang terjadi.

Para preman itu sepertinya kehilangan kesabaran dan akan merangsek ke depan menyerang Soraya.

Tapi para bodyguard Soraya sudah menghadang mereka.

Melihat banyaknya bodyguard yang menghalangi, mereka segera meninggalkan tempat itu dengan sorot mata penuh ancaman.

Gadis itu terlihat cukup tenang setelah kepergian para preman itu.

"Baiklah, sekarang kau sudah aman. Kau boleh pulang. Hati-hati, jangan sampai bertemu mereka lagi."

Soraya berbalik dan bermaksud kembali ke mobil. Namun gadis itu memegang tangannya, membuatnya berhenti dan kembali menghadap gadis itu.

"Ada apa lagi?"

"Nona ... Saya sangat berterima kasih karena Nona sudah menolong saya. Tapi saya mohon agar Nona mau membawa saya. Saya akan menyerahkan hidup saya di tangan Nona."

Soraya mengernyit.

"Apakah kau tidak berani pulang?"

"Bukan itu, Nona! Saya adalah korban penculikan. Kami yang diculik dari usia sepuluh sampai empat belas tahun disuruh untuk melakukan penipuan ataupun pencurian. Sedangkan gadis yang sudah berusia lima belas tahun lebih akan dipekerjakan di klub malam. Dan mereka akan di jual dengan harga tertinggi untuk keperawanannya."

Soraya tercengang mendengar penuturan gadis itu.

"Ayo, kita ke mobilku. Aku ingin mendengar lebih banyak ceritamu."

Soraya menuntun gadis itu ke mobil.

Sopir menutup pintu mobil setelah Soraya dan gadis itu telah duduk di dalam mobil.

"Sekarang, teruskan ceritamu!"

"Saya sudah berusia tujuh belas tahun. Mereka bermaksud membawa saya ke klub malam untuk dipekerjakan di sana. Saya yang tidak mau, berusaha kabur dari mereka. Dan akhirnya saya menabrak mobil Nona."

Soraya menatap kasihan pada gadis itu.

"Lalu apa rencanamu selanjutnya?"

"Saya akan ikut Nona. Saya bisa jadi pelayan Nona atau jadi apapun yang Nona inginkan. Saya pasrah."

Soraya mengamati gadis itu. Melihat dari posturnya yang tegap, sekilas pemikiran muncul di kepalanya.

"Hmm ... Kau yakin dengan permintaanmu?"

Gadis itu mengangguk dengan tegas. Ada keyakinan di matanya.

"Bagaimana jika aku menyuruhmu untuk melakukan hal yang berbahaya? Seperti melindungiku dari musuh-musuhku."

Gadis itu mengerjap dan memandang Soraya dengan pandangan berbinar.

"Jika saya dapat melakukannya. Saya dengan senang hati melayani Nona."

"Tapi kau harus menjalani pelatihan yang tidak mudah. Apakah kau yakin dapat bertahan?" Keraguan terdengar dari perkataan Soraya.

"Tidak Nona! Saya akan menyerahkan nyawa saya untuk Nona. Saya bersedia menjalani pelatihan seberat apapun."

"Dalam pelatihan ini kau bisa kehilangan nyawamu. Dan begitu kau masuk ke dalam pelatihan ini, tak ada jalan mundur. Kau siap?"

"Saya siap!" sahutnya dengan tegas.

"O, iya ... Aku belum tahu namamu."

Gadis itu tersenyum. "Panggil saya Naomi."

"Baiklah Naomi, karena kau sudah yakin dengan pilihanmu, aku akan mengantarkanmu ke tempat pelatihan. Pesanku, jangan pernah menyerah!"

"Pak, kita langsung ke markas lima," kata Soraya pada sopir.

Sopir langsung mengubah rute perjalanan sesuai dengan perintah atasannya.

Soraya mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Setelah berbicara cukup lama Soraya menutup panggilannya.

Mobil mereka sampai di sebuah gedung bertingkat tiga.

Soraya berjalan masuk diiringi gadis itu. Sedangkan para bodyguard berjaga di pintu depan.

Di dalam gedung telah menunggu seorang pria berwajah dingin.

Gadis itu terlihat agak takut.

Soraya menoleh ke arah Naomi.

"Terakhir kali aku bertanya padamu. Apakah kau yakin menjalani pelatihan ini?"

Naomi mengangguk dengan cepat.

"Baiklah. Ini Samuel, yang akan menjadi tutormu selama pelatihan. Dia akan mengajarimu semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bodyguard tangguh."

"Sam ... Aku percayakan Naomi padamu."

"Baik, Nyonya! Saya akan melatihnya dengan baik. Agar dapat melayani dan melindungi Nyonya," sahut Samuel sambil menundukkan tubuhnya sebagai penghormatan untuk Soraya.

"Kau harus berlatih dengan rajin agar segera bisa melindungi nyonya. Di sini lah rumahmu sekarang. Selama pelatihan kau akan berada di tempat ini. Tidak diperbolehkan keluar dan tidak ada waktu istirahat yang jelas. Kita bekerja sebagai bodyguard, itu berarti harus tetap siaga 24 jam. Dan itu harus mulai kau biasakan mulai hari ini. Selamat datang di dunia bodyguard, Gadis Muda!" kata Samuel pada Naomi sambil mengulurkan tangan dan disambut oleh Naomi dengan tatapan tegas.

Samuel terkekeh."Sepertinya aku akan suka melatih gadis ini. Dia punya tekad kuat."

Soraya meninggalkan tempat itu setelah beberapa saat berbincang yang terakhir kali dengan Naomi. Memberi semangat kepada gadis muda itu agar menjalani pelatihan dengan sabar dan tekun.

**Jangan lupa like dan krisan ya!

krisan yang santun ya**!

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!