Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Master of Crystal
Kelas Margery kembali dikagetkan oleh kehadiran Nina.
"Yaaay. Lama tidak bertemu semuanya." Ujar Nina sambil memeluk Hanada dari belakang.
"Nina-Chan." Panggil Hanada yang terkejut bahwa Nina tiba-tiba saja memeluknya.
"Oi. Nina. Hanada baru keluar rumah sakit. jangan membuat dia kerepotan." Mendengar bahwa Hanada baru saja keluar dari rumah sakit, Nina segera melepaskan pelukannya dari Hanada kemudian menginspeksi tubuh Hanada.
"Hanada apa benar ada yang melukaimu?. Siapa dia?. Biar kuhajar dia." Ucap Nina bertubi-tubi membuat Hanada tidak bisa membalas pertanyaan Nina satu-persatu.
"Berhentilah membuat dia kesusahan, Nina." Tegur Sasuke kasihan. Membuat Nina cemberut.
"Aku hanya cemas. apa itu salah?." Balas Nina tidak terima.
"Sudah tidak apa-apa, Igarashi-kun, Sasuke-Kun." Lerai Hanada kemudian ia melihat kearah Nina. "Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mencemaskan aku, Nina-Chan." Jawab Hanada kemudian dibalas pelukan bahagia Nina.
"Sudah-sudah. Daripada ribut sendiri, mari kita melihat Pertandingan terakhir ini." Lerai Sakuraba mengalihkan pembicaraan.
Dia melihat Akiko, Kenichi, dan Kurohana yang telah bersiap-siap. Begitu juga dengan Lalah.
...****************...
"Baiklah. Pertandingan Keenam Inter-school sparring antara Akiko, Kenichi, dan Kurohana dari Kelas Margery melawan Lalah Edelweiss Sanctuary Academy, dimulai." Ujar Reva memberi tanda pada Kelas Margery dan Lalah bahwa pertandingan dimulai.
Kedua kubu bersiap-siap dengan senjata andalan mereka. Tetapi tidak ada satu diantara mereka yang terlihat ingin menyerang.
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan Jackpot seperti ini." Kata Lalah memperhatikan ketiganya.
"Kami sendiri tidak menyangka bahwa kami akan melawanmu." Balas Kurohana memegang erat Naginata miliknya.
"Baiklah sudah cukup basa-basinya. Aku ingin mengalahkan kalian semua dan mengakhiri pertandingan ini." Kata Lalah sambil memutar Stone hammer miliknya.
Dia kemudian menghancurkan lantai dibawahnya. sama layaknya Asher, Hammer stone milik Lalah mampu membuat tanah menjadi kristal. Kristal tersebut kemudian terbang disekitar Lalah seolah-olah kristal tersebut menjadi sebuah peluru.
"latsirc ed ellab."
Benar saja kristal-kristal yang berterbangan tersebut kini menuju kearah Akiko, Kenichi, dan Kurohana layaknya peluru yang siap menyerang mereka.
"Berpencar." Akiko memperingatkan teman-temannya untuk berpencar sambil menghancurkan kristal-kristal tersebut.
Kristal-kristal berhasil dihancurkan oleh Akiko, Kenichi, dan Kurohana dengan mudah. Tetapi mereka bertiga tidak bisa bernafas lega. Mereka justru terkejut melihat kristal-kristal yang mereka hancurkan kini tumbuh sendiri.
"xuatsirc setisarap." Gumam Lalah pelan.
Akiko, Kenichi, dan Kurohana kini menoleh seolah-olah bertanya apa yang dimaksud oleh Lalah.
"Kristal-kristal yang telah kalian hancurkan akan terjatuh ke lantai kemudian akan menyerap berbagai unsur energi yang disentuhnya. Lalu, kristal-kristal tersebut tumbuh menjadi kristal-kristal yang baru." Lalah menjelaskan kemampuannya pada Akiko, Kenichi, dan Kurohana.
...****************...
Nina yang melihat pertarungan merasa tidak asing dengan sosok Lalah.
"Sepertinya aku mengenal anak bernama Lalah itu. Tapi dimana, ya?." Tanya Nina entah pada siapa. Setelah lama melihat ia baru ingat bahwa Lalah memang bukan orang sembarangan.
"Aku ingat." Ucapnya tiba-tiba membuat semua orang menoleh.
"Ingat apa?." Tanya Mamoru penasaran.
"Dia adalah Putri Wali Kota Mezzo City." Jawab Nina menunjuk kearah Lalah.
"Putri Wali Kota Mezzo?." Tanya Ichika memastikan.
"Iya. Dia adalah gadis berbakat dan juga berbahaya." Balas Nina mulai berkeringat dingin mencemaskan Akiko dan kawan-kawannya yang saat ini menghadapi serangan Lalah.
'Akiko Kumohon berhati-hatilah. Dia bukan orang sembarangan.' Batin Nina terus memohon keselamatan Akiko.
...****************...
"Eépé ed erret." Sihir tebasan Tanah milik Kenichi berhasil dilancarkan dengan baik. Namun Lalah mampu menghindari serangan tersebut dengan mudah.
"latsirc ed ellab." Dengan serangan tersebut, Lalah berhasil menahan serangan milik Kenichi.
"Elliugia ed latsirc." Kali ini Lalah menggunakan jarum kristal untuk menyerang Kurohana.
"Emsiténgam esrevni." Dengan menggunakan kekuatan medan magnetnya, Kurohana berhasil membalikkan arah serangan jarum kristal milik Lalah kembali.Menyadari hal tersebut Lalah hanya menghindar kearah yang lain.
"Tidak kusangka akan semerepotkan ini." Setelah berkata demikian, Lalah kemudian membuat dua kloning dari Kristal dan kedua kloning tersebut berhadapan dengan Kenichi dan Kurohana. Sementara tubuh aslinya berhadapan dengan Akiko.
...****************...
Kurohana masih fokus menghadapi klon kristal milik Lalah. Berkali-kali dia menghancurkan lantai tempatnya berpijak untuk menyerang klon tersebut. Tetapi Klon tersebut malah menggunakan stone hammer miliknya untuk mengubah serangan Kurohana menjadi kristal dan menyerang balik Kurohana.
Kurohana yang merasa terancam, refleks membelah kristal tersebut dengan Naginata miliknya. Dengan serpihan-serpihan kristal yang ia hancurkan, Kurohana berusaha untuk menyerang klon tersebut. Namun sepertinya itu masih gagal karena klon tersebut menyerap kristal yang di gunakan Kurohana.
"Apakah hanya ini kemampuanmu?." Tanya Klon Lalah datar.
"Ini belum seberapa." Balas Kurohana kemudian berlari menuju Klon Lalah.
"Kalau begitu, buktikan." Tantang Klon Lalah sambil mengayunkan stone hammernya ke tanah.
"Errab euqilbo ed eiséngam." Tebasan magnet dilancarkan dengan baik oleh Kurohana. Tanpa membuang-buang waktu, Kurohana segera mensummon baja tepat diatas Klon Lalah. "Noitcartta euqiténgam." Klon Lalah tertindas akibat serangan Kurohana.
...****************...
Pertarungan golem kristal milik klon Lalah melawan golem tanah milik Kenichi masih terus berlangsung. Kedua belah pihak kadang menyalurkan kemampuan sihir mereka pada golem tersebut.
"nonac ed erreip."
"latsirc tnalûrb"
Baik meriam batu milik Kenichi maupun kristal terbakar milik Klon Lalah saling berbenturan hingga membuat arena di sekeliling mereka terbakar.
"Tidak aku sangka melawan Lalah bisa semelelahkan ini." Gumam Kenichi pelan.
"Elliugia ed latsirc." Tanpa aba-aba, Lalah menyerang Kenichi dengan jarum-jarum kristal miliknya. Kaget akan serangan tiba-tiba milik Klon Lalah tersebut, Kenichi langsung menggunakan rum ed erreip untuk menghindari serangan tersebut.
Kenichi kemudian mengkonsentrasikan Holy Energy miliknya ke tanah. 'Aku mohon bantuanmu.' Batin Kenichi memusatkan energinya ke satu titik.
"nosirp ed erreip."
Tak lama kemudian, Tanah disekeliling Klon Lalah mulai bergerak memerangkap klon Lalah.
"el-siurted." Penjara batu yang memerangkap Klon Lalah kini menghancurkan Klon tersebut tanpa sisa.
Kenichi kemudian tersenyum dengan wajah lelahnya.
...****************...
"KALIAN BERDUA HEBAT." Teriak Danny mengetahui bahwa Kurohana berhasil menghancurkan klon milik Lalah tersebut.
"Tinggal menunggu Akiko-Chan mengalahkan Lalah-San maka kemenangan akan menjadi milik kita." Ucap Hanada optimis.
Lain halnya dengan Nina yang mencemaskan mereka bertiga.
"Tidak. Kumohon jangan sampai ia melakukannya." Harap Nina cemas
...****************...
"latsirc tnalûrb"
"Erèimul eladur"
Kristal terbakar milik Lalah masih setia beradu dengan rudal cahaya milik Akiko.
"Kau hebat juga." Ucap Lalah terengah-engah.
"Kau juga sama." Balas Akiko yang mulai kelelahan.
"Mari kita lihat apa kau bisa melawanku dengan staminamu yang sekarang." Tantang Lalah dengan menembakkan latsirc ed ellab miliknya.
Sambil menghindari peluru kristal tersebut, Akiko mengeluarkan ellab erèimul untuk menghancurkan peluru kristal tersebut.
Setelah dirasa cukup aman, Akiko kemudian berhenti. Ia kemudian melihat Lalah yang menyeringai. " Apa yang lucu?." Tanya Akiko keheranan dengan sikap Lalah.
Tanpa berkata apapun, Lalah menunjuk kearah belakang Akiko. Betapa terkejutnya Akiko melihat Kenichi dan Kurohana terperangkap dalam peti kristal milik Lalah.
"Apa yang kau lakukan pada mereka?." Tanya Akiko marah pada Lalah.
"Berbeda denganmu yang selalu menjaga jarak dan memperhatikan setiap kristal milikku, mereka dengan menghancurkan kristal-kristal milikku tanpa memperdulikan bahwa mereka cukup dekat dengan serpihan-serpihan kristal milikku. Mereka sepertinya sudah lupa apa yang kuucapkan saat diawal. Ceroboh sekali." Jelas Lalah panjang lebar.
"Kalau kau mau membebaskan mereka, Kau tidak punya waktu banyak. Kristal-kristal tersebut akan menyerap energi kehidupan mereka."
Semua Anggota Kelas Margery dan juga Nina merasa cemas akan nasib Kenichi dan Kurohana.
"Kalau begitu...."
Walaupun pelan, Lalah bisa mendengar jelas apa yang diucapkan oleh Akiko.
"Kalau begitu akan kukalahkan kau dan selamatkan mereka darimu." Seru Akiko yang bertekad untuk menyelamatkan Kenichi dan Kurohana.
Lalah yang merasa tertantang kini mulai bersiap dengan stone hammer miliknya.
"Ayo kita mulai ronde kedua pertandingan ini."
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih