Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.
Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..
Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Muak
Tepat waktu 11 siang, dimana Bagas yang baru saja membuka matanya. Dia meraba-raba disampingnya mencari keberadaannya Anna.
Saat dia tidak menemukan sosok tersebut, dengan cepatnya dia langsung bangun dari tidurnya dan membuka matanya begitu jelas sekali.
Ternyata Anna sudah tidak ada lagi disampingnya, Bagas langsung mengambil ponselnya mencoba menghubungi Anna kemana dia pergi.
Namun saat dia mulai menghubunginya, ternyata ponselnya Anna tertinggal diatas meja samping tempat tidurnya.
Bagas langsung bangun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya mencari keberadaan Anna.
" Anna, Anna" teriak Bagas saat sudah keluar dari kamarnya
Tidak ada jawaban satupun dari Anna, kini dia berjalan kearah dapur mungkin saja Anna ada disana.
" Anna" panggil Bagas kembali
Tetapi kali ini bukan Anna yang menjawabnya namun Anika.
" Tuan anda sudah bangun?"
" Dimana Anna?"
" Oh Nona Anna sudah pergi tadi pagi tuan"
" Pergi? Mengapa dia tidak membangunkanku?"
" S-saya juga tidak tau tuan, tapi sepertinya Nona Anna sedang buru-buru tadi pagi"
Tanpa menjawab apapun Bagas langsung pergi meninggalkan dapur, kini dia kembali kekamarnya untuk membersihkan dirinya dan menghampiri Anna. Dia tau kemana Anna pergi.
Sementara Anna.
Dia sudah ada didepan kasir, hari ini pelanggannya begitu sangat banyak sekali sehingga membuatnya menjadi sibuk.
Bukan hanya Anna saja, karyawan disana pun begitu sangat sibuk juga hari ini.
Kring!
Suara pintu terbuka, pandangan Anna langsung menuju kearah pintu ingin memberikan sapaan namun saat dia melihatnya tatapan Anna sudah mulai malas.
Kini datang kedua orang yang membuat Anna sudah mulai muak siapa lagi kalau bukan Lily dan Shofie.
Ternyata mereka berdua adalah teman, mereka pun jalan mengarah kasir dimana tempat Anna berada dengan wajah terpaksanya meladeni mereka berdua.
" Selamat siang Nona-nona, apa yang ingin anda pesan?" kata Anna dengan nada sopannya
Iya mungkin begitu cara Anna melayani pelanggannya, namun kedua wanita itu malah tertawa saat Anna melayaninya.
Karena tidak ingin membuat masalah Anna hanya diam saja dan menunggu mereka menyebutkan pesanannya.
" Shofie, kamu mau tau sesuatu tidak?" kata Lily kepada Shofie
" Hmm, apa itu?"
" Pelayan didepan ini sudah mengambil Bagas dariku"
" Haaaa benarkah? Ya ampun kok bisa begitu ya?"
Anna hanya bisa mencoba diam saja, dia benar-benar sangat ingin sekali langsung menghajar mereka namun dia hanya bisa menahannya terlebih dahulu.
" Modelan pelayan begini kok bisa-bisanya Bagas suka kepada dia ya? Apa jangan-jangan dia adalah penggoda sewaktu dia bekerja menjadi pengasuhnya?"
Anna sudah tidak bisa menahannya lagi, kini dia benar-benar sudah mulai muak karena Lily selalu mengganggu dirinya.
Saat Lily dan Shofie tertawa, kini dengan cepatnya Anna menarik rambut Lily sehingga membuat wajahnya menabrak komputer didepannya.
" Aaaa aaa sakit" teriak Lily merasakan kesakitan
Shofie sangat terkejut saat Anna menarik rambutnya Lily.
" Kamu gila ya? Lepaskan tidak" kata Shofie sambil membantu Lily
Bukannya Anna melepaskannya namun dia semakin menariknya sehingga membuat Lily benar-benar kesakitan.
" Lepaskan bego ini sangat sakit" teriak Lily
" Aku sudah benar-benar muak denganmu, kenapa selalu mengganggu hidupku?"
" Jika tidak mau diganggu makanya kembalikan Bagas kepadaku"
Anna semakin menariknya sehingga membuat Lily benar-benar kesakitan sekali, dimana Shofie mencoba mendekat kearah Anna dan ingin menyerangnya namun siapa sangka Anna malah menginjak perutnya Shofie.
" Kau jangan ikut campur Shofie" kata Anna sambil menginjak perutnya
Brak!
" Aaahhhh" meringisnya Shofie saat dia terjatuh kelantai
Semua karyawan disana mulai ketakutan karena ini untuk pertama kalinya Anna sepertinya lepas kendali sekali.
Kini mereka memutuskan untuk memanggil Mitha agar Anna bisa tenang.
" Wanita gila lepaskan, kau akan membuatku botak" teriak Lily
" Aku tidak peduli"
" Lepaskan aku" teriak Lily kembali
Anna semakin menarik rambutnya Lily, dia benar-benar sudah merasakan begitu sakit dibagian kepalanya.
Dimana Shofie langsung bangun dari jatuhnya dan menarik juga rambutnya Anna.
" Lepaskan tidak?" teriak Shofie
Namun Anna semakin kuat menarik rambutnya Lily, kali ini situasinya benar-benar sangat kacau sekali.
Tibalah Mitha dengan wajah yang begitu panik sekali saat karyawannya mengatakan bahwa Anna sedang bertengkar.
" Ya Tuhan, apa-apaan ini" kata Mitha sambil menghampiri mereka
Dimana Mitha mencoba menarik Shofie dari Anna, awalnya Shofie tidak ingin melepaskannya namun karena Mitha sangat memaksanya pada akhirnya Shofie melepaskannya.
" Anna, lepaskan sekarang juga" kata Mitha kepada Anna
Anna pun melepaskannya, dimana terlihat wajah Lily begitu merah sekali karena dia menahan sakit yang begitu luar biasa dibagian kepalanya.
Rasa kulit kepalanya ingin sekali terlepas. Tetapi bukannya Anna menyudahi namun dia berjalan mendekat kearah Lily dan Shofie.
Mereka berdua merasa heran saat Anna mendekat namun saat mendekat.
Plak! Plak!
Tamparan itu melayang kearah wajahnya Lily dan Shofie, mereka berdua benar-benar sangat terkejut sekali dengan hal itu.
" Dengarkan aku, sudah berapa kali aku mengatakan bahwa aku bukan penggoda, Bagas lah datang terlebih dahulu kepadaku dan mengatakan bahwa dia menyukaiku lalu salahku dimana jika aku membalas perasaannya ha?" teriak Anna dengan emosinya sudah tidak stabil
Lily sangat tidak terima sekali begitu juga dengan Shofie saat mereka ingin menyerang Anna betapa hebatnya Anna kali ini.
Saat Lily maju tanpa sadar Anna memukul kembali wajahnya Lily hingga hidungnya mengeluarkan darah.
Mitha hanya bisa menutup mulutnya karena begitu sangat terkejut sekali melihat Anna. Lalu Shofie tampak terkejut melihat hidung Lily berdarah akhirnya dia membantu Lily.
" Lily, kamu tidak apa-apa?" tanya Shofie yang begitu panik
" Aaww hidungku benar-benar sakit"
Shofie menoleh kearah Anna dengan tatapan yang begitu tajam sekali.
" Kau gila? Kau sudah membuat hidungnya berdarah"
" Apa aku peduli? Aku sudah mengatakan bukan bahwa aku sudah muak dengannya karena dia selalu menggangguku"
" Kau harus tanggung jawab dengan semua ini Anna, aku akan melaporkanmu ke Polisi"
Tiba-tiba.
" Laporkan saja jika kamu berani" kata seseorang dibalik pintu tersebut
Mereka langsung menoleh kearah suara itu, sangat familiar sekali bagi Anna maupun Lily.
Ternyata itu adalah Bagas, dia datang saat Anna sedang menghajar mereka berdua dia sengaja tidak menyapanya karena ingin melihat bagaimana Anna melawan mereka berdua.
" Bagas" ucap Anna dengan begitu terkejutnya
Bagas yang sedang melangkahkan kakinya mengarah menghampiri Anna, dengan tangan yang didalam saku celananya.
Anna merasa sangat ketakutan, karena dipikirannya Bagas pasti melihat semuanya kini dia hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Siapa kamu berani melaporkan Anna hm?" tanya Bagas dengan nada dinginnya
" Tetapi dia sudah membuat hidung Lily berdarah" jawab Shofie dengan nada khawatirnya
Bagas hanya memasang wajah datarnya tanpa berekspresi sama sekali, lalu dimana Lily menatap Bagas berharap ada rasa ibanya kepada dirinya.
" Itu bukan tanggung jawab Anna"
" A-apa kamu gila? Dia benar-benar melakukannya"
" Mungkin dia pantas mendapatkannya karena sudah mengganggu Anna"
Lily dan Shofie hanya bisa ternganga saja, mereka tidak menyangka drngan jawabannya Bagas.
Dia benar-benar sangat tidak peduli sama sekali kepada Lily, begitu juga Anna dia mengangkat wajahnya dan menatap kearah Bagas yang penuh tidak kepercayaan..
Kini Bagas mengambil tangannya Anna dan mendekat kearahnya.
" Kamu sangat hebat Anna, itulah yang aku maksud" bisik Bagas kepada Anna
Mata Anna menjadi terbelalak saat mendengar bisikkan Bagas, dia tidak tau sebenarnya apa yang sudah dipikirkan oleh Bagas sehingga dia merasa bangga sekali.
Bukannya marah, namun dia malah membela Anna kini Lily dan Shofie merasakan sangat malu sekali karena para orang-orang disana melihat kearah mereka.
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣