Terlahir dengan kekuatan istimewa, akankah membuat hidup Angela jadi lebih bahagia? atau penuh dengan rintangan.
Mampukah Angela mengendalikan kekuatannya? ataukah kekuatan itu akan menghancurkan dirinya?
Ikuti terus kisah Angela hingga akhir ya ^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Huhf...Akhirnya selesai juga." gumam Angela sembari menyeka keringat yang membasahi wajah cantiknya.
Pada akhirnya, Angela harus merapikan kamar Alena seorang diri. Karna hingga malam kian larut, gadis barbar itu belum juga kembali ke kamarnya.
"Dimana Alena? Kenapa jam segini dia belum pulang juga?" cemas Angela saat melihat jarum jam di tangannya sudah menunjukan pukul 22.30 malam. Entah dimana Alena sekarang, padahal abi Ryan sudah mewanti-wanti agar putri semata wayangnya itu pulang sebelum pukul 22.00 malam. Kalau tidak pintu rumah ini akan di kunci dan Alena tidak akan diizinkan masuk ke dalam.
"Lebih baik aku tidur daripada memikirkan gadis barbar itu." Angela yang tubuhnya sudah merasa lelah, lebih memilih untuk tidur saja, apalagi esok adalah hari pertama Angela bekerja di rumah sakit. Ia tidak boleh terlambat.
Rumah sakit kecil itu kini telah menjadi milik Angela sepenuhnya, karna uncle Arjuna sudah memberikannya pada sang keponakan sesaat sebelum Angela pergi ke kota X.
Tok tok tok
Baru saja Angela akan pergi ke alam mimpi, namun suara ketukan di jendela menariknya kembali ke dunia nyata.
"Siapa yang mengetuk jendela malam-malam begini? mengganggu saja." Angela memutuskan untuk kembali tidur dan tak peduli dengan suara ketukan tersebut. Angela pikir, suara ketukan itu adalah suara burung yang sedari tadi memang selalu hinggap di depan jendela, karna itulah Angela menutup jendelanya rapat-rapat dan menguncinya dari dalam.
Tok tok tok
Namun semakin diabaikan, suara ketukan itu malah semakin keras dan mengusik ketenangan Angela.
"Argggh! berisik sekali sih!" Kesal gadis bermata biru itu sembari berjalan menuju ke arah jendela. Angela membuka jendela tersebut untuk melihat siapa yang mengganggunya di malam buta seperti ini.
"Aaakkkkk!" teriak Angela saat melihat seorang gadis berkerudung putih berdiri tepat di luar jendela. Angela pikir di area pesantren tidak akan ada penampakan. Namun nyatanya ia keliru. Angela merasa kaget melihat penampakan yang begitu jelas, karna itulah Angela berteriak.
"Sstttt! Jangan berisik kak! Ini aku Alena." umpat Alena sembari membekap mulut Angela.
"Emmmphh...emmmphh..." Angela mencoba berontak dan melepaskan cengkraman tangan gadis barbar itu.
"Ok. Aku akan melepaskan kakak, tapi kakak janji tidak akan berteriak ya." peringati gadis barbar itu lagi.
"Hemmm..." Angela mengangguk-anggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Alena? Sedang apa kau di sana?" Tanya Angela dengan suara lantang setelah Alena melepas bekapannya.
"Kak, kecilkan suaramu! Kau ingin membangunkan semua orang ya." kesal Alena dengan bibirnya yang mencebik.
Biasanya Alena bisa masuk ke kamarnya lewat jendela dengan mudah, tanpa ketahuan umi dan abinya. Tapi gara-gara Angela menutup jendela dan menguncinya, Alena jadi kesulitan.
"Alena, dari mana saja kau ini? Kenapa baru pulang sekarang? Kau tau ini jam berapa?" tanya Angela beruntun dengan wajah mengintimidasi.
"Kakak ini cerewet sekali, sudah seperti abi saja." cicit Alena sembari merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang.
"Ihh, kau itu jorok sekali. Kaki dan pakaianmu kotor itu. Sana ganti baju dulu." peringati Angela.
Dengan susah payah Angela berhasil mengganti sprei dengan yang baru, dan sekarang Alena malah mengotorinya lagi.
"Kak, ini kan kamarku! Kakak tidak boleh memerintahku seenaknya." Kesal Alena atas sikap Angela yang so bossy terhadapnya.
"Kamar kita! Karna mulai sekarang aku tinggal di kamar ini juga." balas Angela dengan wajah garangnya.
"Cepat bersihkan dirimu! Kalau tidak aku akan mengadukan sikapmu pada abi Ryan, umi Maryam, mama Rinjani, dan papa Arjunamu kalau kau suka keluyuran hingga larut malam seperti ini!" ancam Angela.
"ishh! Kau itu tidak asik kak." cicit Alena yang nyalinya ciut juga saat mendengar ancaman Angela. Jika 2 pasang orang tuanya itu tahu Alena suka keluyuran hingga larut malam, bisa-bisa Alena akan dikirim ke Kairo untuk melanjutkan pendidikannya di sana.
***
"Gawat! Gara-gara Alena aku jadi terlambat bangun. Aku tidak boleh terlambat di hari pertamaku bekerja, reputasiku bisa hancur nanti." cicit Angela sembari mengganti pakaian tidurnya dengan pakain kerja.
"Kak, aku boleh nebeng naik mobilmu tidak? Motorku masih ada di bengkel sekarang, kalau aku berjalan kaki aku bisa terlambat." cicit Alena pula sembari memakai seragam putih abunya.
Karna tadi malam Alena terus mengajak Angela berdebat, kedua gadis cantik itu jadi terlambat bangun pagi ini. Keduanya bersiap pergi ke rumah sakit dan sekolah tanpa sempat mandi terlebih dahulu.
"Tidak bisa Alena. Rumah sakit tempatku bekerja dan sekolahmu berlawanan arah. Kalau aku mengantarmu dulu, aku bisa terlambat." ucap Angela sembari berlalu pergi meninggalkan Alena begitu saja.
"Dasar pelit! Padahal aku sudah rela berbagi kamarku dengannya, tapi nebeng dengan mobilnya saja aku tidak diperbolehkan." umpat Alena dengan bibirnya yang mengerucut.
"Pokoknya aku harus meminta papa Arjuna membelikan mobil baru untukku. Kalau kak Angela mau nebeng mobil baruku, tidak akan aku izinkan." kesal Alena sembari menendang meja belajarnya.
Brak!
Tendangan Alena cukup kuat, hingga membuat kotak musik yang ada di atasnya terjatuh.
"Oh iya, kotak musik inikan sudah rusak. Lebih baik aku buang saja." ucap Alena sembari mengambil kotak musik itu, kemudian membuangnya di tempat sampah.
Bersambung.
apa dia berani ngungkapin perasaannya ke Ara yang g y
semangat nulis dan sehat selalu tor👍