NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 35

Dengan langkah tenang, Dorrota membawa secangkir teh khas buatan tangannya, ke taman belakang, sesuai yang diinginkan Mattew. Ada rasa penasaran di batinnya, tiba-tiba sekali Mattew menginginkan teh buatan cucu menantu yang baru saja tinggal semalam di sana. Namun Dorrota bukan perempuan pesimis, ia selalu berpikir positif mengenai banyak hal.

"Semoga ini kabar baik untukku." gumam Dorrota melangkahi pintu belakang. "Eh, kok?"

Dorrota menahan langkahnya, ketika melihat ada Math juga duduk bersama sang kakek mertua. Sedikit canggung dan bingung, Dorrota menatap cangkir di nampan yang ia sangga dengan tangan kirinya, "Haruskah ku buat satu lagi?" gumamnya.

Tapi tak sempat baginya untuk menarik kembali kaki yang telah terlanjur terjulur sebagian ke jalan belakang, Mattew terlanjur menemukan siluet gaun yang dikenakan Dorrota.

"Kemarilah, ada banyak hal menarik di tempat ini," panggil Mattew melambaikan tangan, melempar senyuman teduh untuknya.

Dorrota mengangguk, berjalan perlahan mendekati dua pria yang menatap langkahnya, mata Dorrota tak lepas terpaut pada wajah Math yang terlihat sedikit lebih pucat, masih terlihat bekas lebam di beberapa tempat.

Math bangun dari duduknya, membalas tatapan Dorrota, membuat irama jantung Dorrota terpacu. Math mengulurkan tangan, menerima nampan dari tangan Dorrota, dan menyambut tangan kanan Dorrota, membimbingnya agar duduk di bangku yang tadi ditempati Math. Sungguh perlakuan sederhana yang manis.

"Oh, bagaimana aku bisa menahan jantungku ini? Tangannya selembut itu." bisik Dorrota dalam batinnya yang dipenuhi bermacam bunga bermekaran di sana.

"Ini teh yang aku pesan?" Mattew menunjuk pada teh dalam nampan yang telah berpindah ke tangan Math.

"Iya, Kakek. Maaf aku hanya membuat satu, aku tidak tahu kalau Math juga di sini. Kakek..."

Belum selesai Dorrota memberikan alasannya, Math memotongnya dengan gelengan kepala dan tatapan teduh yang membuat Dorrota semakin jatuh, "Masih ada nanti atau besok, aku bisa memintanya sendiri."

"Oooh... Dia begitu tampan dan mempesona. Aku pikir dia pria dingin, ternyata tidak sepenuhnya. Tidak salah aku menerima permintaan ayah." batin Dorrota semakin dipenuhi kupu beraneka jenis yang beterbangan membuat rona wajahnya semakin memerah.

"Kamu baik-baik saja? Ada beberapa hal yang ingin Kakek beritahukan padamu." Mattew menepuk pundak Dorrota, membuatnya terpaksa mengembalikan kesadaran dan menyudahi kehaluannya.

Dorrota mengangguk sedikit terpaksa, "Iya, Kakek. Ada yang harus aku perhatikan?"

"Hanya tata Krama biasa, Kakek akan memberi sedikit gambaran, nanti Nenek dan ibu utama yang akan membimbing mu lebih jauh." Mattew mengawali maksudnya, sementara Dorrota memperhatikan dengan seksama.

"Pelan-pelan saja, tidak mudah menerima semua peraturan konyol di klan ini, siap atau tidak kamu harus membiasakan diri. Tanya saja jika memang belum mengerti." Math menyahut dengan kalimat datar, sungguh bertolak belakang dari sikap yang ia tunjukkan sebelumnya.

Mattew menyeruput teh buatan tangan Dorrota, "Aku rasa peraturan dasar klan kita tak banyak yang berbeda, kamu adalah putri klan Codi yang terpelajar dan pandai dalam beberapa hal, aku rasa kamu bisa akur dengan Usstica. Bertemanlah, dia akan banyak membantumu."

Dorrota mengangguk sedikit tak yakin, "Baiklah, Kakek. Aku rasa Nona Usstica adalah wanita yang baik. Meskipun..." Dorrota hampir saja membuka sesuatu yang seharusnya ingin disimpannya sendiri, untung saja ia segera menyadari kekeliruannya saat melihat ekspresi kedua pria yang menanti kalimat lanjutan darinya. "Ah, maksudku meski bagaimanapun Nona Usstica adalah madu dalam pernikahanku."

Mattew tertawa kecil menatap kepolosan Dorrota. "Hahaha... aku tahu akan sangat berat awalnya, tapi percayalah kamu akan terbiasa. Jangan cemburu jika Math sangat dekat dengan adiknya, mereka tumbuh bersama-sama, jadi belajarlah dari Usstica agar kamu bisa mengambil hati Math."

"Kakek ini bicara apa?" Math bersungut-sungut, lalu jongkok menebarkan pakan ikan.

"Hahaha... Sepertinya memang harus seperti itu, Kakek," kelakar Dorrota mencoba terlihat biasa saja.

........

BRAAAK!!!

Langkah Redrik begitu kasar membuka pintu kamar Chad, putra sulung pernikahan Redrik dengan istrinya Banna dari keluarga Dom.

"Ada apa? Kenapa datang dengan kasar begitu?" Banna menghadang langkah Redrik. "Putramu sedang belajar untuk ujiannya, tolong jangan berisik."

Namun Redrik tak memperdulikan ucapan istrinya, disingkirkannya tubuh sang istri dari hadapannya, dengan satu lengan, dan membuat Banna sedikit terhuyung ke samping. "Sudah berapa kali kamu mengulang ujian setiap tahun? Tidak sekalipun kamu membuatku bangga! Kenapa kamu selalu kalah dari si darah kotor itu!" Dengan kasar Redrik menunjuk-nunjuk wajah Chand yang hanya bisa tertunduk di bangku meja belajarnya.

"Tolong hentikan Redrik," ucap Banna meraih lengan Redrik mencoba menghentikan amarah sang suami. "Berikan dia kesempatan untuk membuktikan diri, jangan terus menekannya, aku mohon. Salahkan saja aku yang tidak bisa mendidiknya." mata Banna mengembun menahan pilu, setiap kali Redrik tak segan memaki bahkan merundung putranya sendiri.

"Dasar anak sialan! Tidak berguna! Bagaimana aku bisa menjadikanmu sebagai penerus, kamu begitu lemah!" ucap Redrik menggebu semakin marah. "Berdiri sekarang! Berdiri kataku!" Redrik menarik lengan Chad dengan sangat kasar.

Chad tumbuh besar di bawah tekanan sang ayah yang selalu memintanya menjadi nomor satu dalam semua hal. Namun seringkali Chad tidak bisa memenuhi semua keinginan Redrik, tak jarang Chad mendapatkan hukuman kurung tanpa mendapat makanan dari Redrik. Namun tak ada yang bisa diperbuat Chad, setiap ia berusaha melawan, Redrik akan mengancam mengurung Banna. Hal itulah yang membuat Chad hanya bisa pasrah dengan semua keinginan dan ambisi ayahnya.

BUGH! PLAK!

Redrik kalap dengan tega memukul dan mendaratkan beberapa tendangan ke punggung Chad. Chad terhuyung dan ambruk ke lantai, meringis menahan kesakitan. Sementara Banna hanya bisa terisak lalu bersimpuh melindungi tubuh sang putra dari amukan Redrik yang semakin menjadi.

"Kalian memang tidak berguna! Pergilah saja ke neraka!" umpat kasar Redrik tak peduli dengan isak Banna dan putranya yang hanya bisa meringkuk dengan bola mata yang tak tenang.

Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka, seseorang menendang dengan kasar, karena Redrik mengunci pintu itu sebelumnya.

"Dasar orang tua gila!"

...****************...

To be continue

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!