Kira, cewek gaul yang selalu gonta ganti pacar hingga dia di cap play girls oleh beberapa pria,penampilan nya yang sexy selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk setiap pria , Kira hanya ingin mencari pasangan yang sesuai standartnya sendiri, yaitu cowok yang sama sekali tidak mesum, Dia akan selalu meminta putus kalo sampek pacarnya itu mesum,
Sementara Arsya adalah cowok manis, suka mesum, dia juga hipper sex, Arsya juga sering gonta ganti pasangan, sama seperti Kira, Arsya hanya ingin bisa mencari wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Selama ini dia belum pernah menemukan cewek yang sesuai dengan tipenya, apalagi Arsya selalu jijik melihat Kira yang selalu di cap nya murahan.
apakah mereka bisa bersatu setelah tau kebenaran tentang Kira, apakah Arsya dan Kira bisa bersama bersama...???
yuk baca dari pada penasan nie....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
' BAB 35'
" Kenapa Ra?" kak Bima membuyarkan lamunanku seketika saat dia kembali dari toilet.
" ah. nggak papa kak." aku tersenyum tipis pada kaka Bima.
" kamu kedinginan? kog pake jaket? jaket siapa?"
" iya kak, sedikit kedinginan, tadi aku bawa sendiri kok. kak Bima aja ngaak ngeh." aku berbohong pada kak Bima takut kalo kak Bima curiga dan berfikir aneh-aneh.
" Yasudah ayok makan."
Aku sudah melihat kak Bima menyantap makanannya, sementara aku sedikit clingukan mencari orang yabg memberiku jaket ini. Tapi kenapa aku jadi berfikiran kalo pak Arsya ya yang ngasih jaket ini. Ah. . . udalah gak usah punya pikiran macam-macam. Fokus sama yang ada di depanku saja.
Aku kembali menyantap makanan bersama Kak Bima, dengab mendengarkan lagu-lagu romantis yang di sugukan oleh restoran ini menambah suasana menjadi lebih romantis.
" Ra. . . "
" hmm" aku masih menikmati makananku saat kak Bima memanggilku.
" kapan cincin ku di pake."
" kan belom saat nya kak, kan janjinya pas ulang tahun ku."
" udah gak sabar jadi suami kamu."
" ih. . . kak Bima kog genit gitu."
"apanya yang genit?"
" itu tadi apa? mau jadi suami aku. Aku kan juga belom kenal kak Bima gimana?"
" ya makanya Ra, kita PDKT ini."
" iya, pelan-pelan kak, kan Kira juga gak tau kak Bima itu bener orang baik pa gak?"
" kamu meragukan aku?"
" bukan gitu kak."
Kak Bima diam, aku pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Aku melihatnya di depanku, sedikit rasa bersalah menyelimuti hatiku.
Apa aku harus menerima kak Bima sekarang.
*****
~ pov author~
Seperti beberapa hari yang telah berlalu, Arsya selalu berangkat lebih awal ke kantor hanya untuk menghindari tatap muka dengan Kira, namun di balik itu semua Asrya selalu memperhatikan Kira dari atas lantai 6, bahkan Arsya sampai beli alat ***Binokular** (Teropong Kecil) hanya untuk melihat dari jauh saat Kira datang dan pulang kerja.
Setelah memarkirkan mobilnya, Arsya langsung menuju lift sebelum itu dia melewati tempat pembuangan sampah yang ada di gedungnya. Disana bertumpuk sampah-sampah dari beragam jenis. Mulai dari sampah berkas yang tidak terpakai ataupun bekas makanan sisa kantin. Semuanya bercampur jadi satu sehingga membuat aroma yang sangat tidak sedap.
Asrya menutup hidungnya namun bau sampah itu tetap saja memaksa masuk ke hidungnya.
Gila, gimana dengan mereka ya? Gue yang cuman lewat aja nggak tahan bauknya. Ampun.
pikir Arsya dengan melewati para pekerja pembersih sampah itu. Ini baru pertama kali Arsya melewatinya karna memang ini masih terlalu pagi untuk jam operational kantor.
Arsya melanjutkan langkahnya menuju litf dengan masih di ikuti bau sampah yang masih menyengat.
Berapa gaji mereka ya dengan pekerjaan yang begitu berat, perusahaan ngasih mereka BPJS gak ya?
Pikiran Arsya masih terfokus ke bagian cleaning yang mengurusi sampah di perusahaannya sampai dia tidak sadar kalo lift sudah terbuka dari tadi.
Hingga akhirnya dering handphone Arsya membuyarkan semua pikirannya. Setelah mengambil Handphone dari sakunya di lihatnya nama Bagas terpasang di depan layar.
" hallo." Sapa Arysa dengan masuk ke dalam lift.
" hey Sya, gue nanti ke kantor loe."
" apaan sih, loe kemana aja gak ada kabar."
" sok baik loe nanya kabar gue, udah pokoknya gue nanti ke kantor loe. Loe jangan keluar kemana-mana."
" iya iya. Jangan bikin keributan."
" ok"
-------------------------------------------------------
BERSAMBUNG