Kevin adalah anak dari seorang pengusaha terkenal, memiliki sifat dingin karena ia pernah disakiti oleh tunangannya. Ia lari dari kejaran gengster suruhan lawan bisnisnya yang menculiknya. Kevin yang menahan luka tusuk akibat percobaan melarikan dirinya, mempertemukannya dengan perempuan yang sederhana bernama Putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suruhan mami
Kevin melanjutkan langkahnya.
"Yakin" Putri merentangkan tangannya. Ia takut kalau Kevin akan ngambek.
Kevin menggendongnya masuk ke dalam kamar, dan mengunci kamar itu.
"Vin.. lepaskan. Kevin.." Putri memukul Kevin.
"Aah.. aku balik ke kamarku saja. Dari pada aku iri dengan perlakuan Abang dan kakak ipar." ucap Andre dalam hati.
"Baaang... aku kembali ke kamarku." teriaknya sambil keluar dari kamar itu.
"Vin.. lepaskan aku" teriak Putri lagi.
Kevin melepaskan tubuh mungil itu ke atas kasur.
Ia membuka bajunya.
"Mau apa kau?" tanya Putri ketakutan.
"Tadi kau yang menahanku, sekarang aku tidak akan melepaskanmu" Kevin mendekati pemilik tubuh mungil itu dengan bertelanjang dada.
Putri menahan dada Kevin.
"Aku kan mau bilang, jawabanku tadi.." belum selesai ia mengucapkan sesuatu, Kevin melanjutkan gencatan ******* bibir mungil itu.
"Vin" ucap Putri, tapi lama kelamaan, Putri menikmati perang bibir itu. Ia harus merelakan bibirnya tidak perawan lagi kepada lelaki yang sudah menikahinya.
Permainan bibir itu membuat Putri memejamkan matanya,
"Apa kau suka?" tanya Kevin.
Putri membuka matanya dengan rasa malu.
"Apa kau suka? Apakah ini pertama kalinya laki-laki menyentuh bibirmu?" tanya Kevin.
Putri hanya terdiam.
Dan ia mengangguk.
Kevin tersenyum puas.
Dia duduk di pinggir kasur, sambil meluruskan kakinya, dan tidak lama, ponsel Kevin berbunyi.
Putri bangun, dan merapikan rambutnya, ia keluar dari ruang tidurnya, dan mengambil segelas air minum. Ia menelan air itu buru-buru, sambil mengatur irama nadinya yang berdegup sangat cepat.
Putri hampir saja tersedak, tangan Kevin mendadak melingkar di pinggangnya dan memeluk erat Putri.
"Aku juga haus," ucapnya
Putri menuangkan air minum untuk Kevin.
"Aku harus pergi, ini pekerjaan penting. Besok aku akan membawamu keliling UK, oke?"
Putri tersenyum manis dan mengangguk.
"Tolong bantu aku menyiapkan segalanya ya" ucap Kevin menarik tangan Putri.
Lelaki tampan itu sudah benar-benar rapi. Ketampanannya makin terlihat dengan setelan jas berwarna biru dongker.
"aku sudah memesan makanan untukmu, nanti pelayan yang sudah aku minta mengirimkanmu makan malammu. Jaga diri baik-baik, Ok" kemudian ia mencium kening Putri dan pergi bersama Ajin sang sekretaris pribadi.
Malam itu dilalui Putri seorang diri. Tidak ada kerjaan hanya bisa melihat ruangan itu saja.
Bel kamar itu berbunyi.
Putri mengintip dari lubang kecil,
2 orang pelayan mengantar makanan
Putri membuka pintu kamar itu.
Tak lama Putri tak sadarkan diri.
Mereka menggendong Putri, menuju tangga darurat.
Di saat yang sama, Andre keluar kamar yang terletak tak jauh dari tangga darurat itu. Ia melihat gelagat yang aneh.
"Itu... itu.. itu kak Putri. Hai.. mau dibawa kemana kakakku" teriak Andre.
2 orang itu langsung gelagapan
Mereka hendak berlari, tapi bagaimana meninggalkan perempuan yang hendak mereka bawa.
Andre mendekati mereka dan memberikan pelajaran kepada mereka.
"Sam?" Andre terkejut.
"Hai.. ada apa ini? Jangan bilang kalau ini.. mami? Kalian disuruh mami?"
Laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena perlakuan mereka ketauan oleh Andre.
"Angkat kak Putri kembali ke kamarnya. Cepat. Sebelum bang Kevin pulang, kalau dia tau.. aku tidak akan membela kalian" teriak Andre kepada kedua orang itu.
Mereka membawa Putri kembali masuk ke dalam kamar Kevin.
"Letakkan di sana" tunjuk Andre ke arah sofa.
"Pergi kalian, jangan sampai ketauan bang Kevin"
masa rani lupa sama masa lalunya