Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlaga Tidak Perduli.
Radja menatap kearah Ailin dari pintu, saat ini Ailin duduk di sofa yang ada dibawah ranjangnya. Air mata terus jatuh menetes dikedua pipinya sesekali tangan Ailin menyeka air matanya bergantian dikedua pipinya. Ailin menangis bukan karna luka bakar ditangannya tapi karna sikap Radja yang lebih percaya pada Keren dari pada dirinya hal itu yang membuat Ailin merasa sedih. Ailin terlihat meniup beberapa kali punggung tangannya yang terlihat memerah karna terbakar Ailin meringis kesakitan sembari mengigit bibir bawahnya rasa nyeri bercampur panas ini sedang dia rasakan tidak hanya di tangannya namun juga di kakinya karna bubur panas itu juga tadi jatuh sempurna disana.
Radja masih berdiri didepan pintu kamarnya, pria itu seakan merasa sedih dengan keadaan Ailin saat ini. Radja menutup pintu kamarnya dan dia berjalan mendekati Ailin.
Ailin yang baru mengetahui jika Radja kini sudah berada dikamar Tersebut dia segera menyeka kasar air mata yang terus-menerus jatuh membandel di kedua pipinya.
"Berhentilah menangis," Ucap Radja sembari mendudukkan tubuhnya di sofa kosong yang ada disamping Ailin.
Radja melihat bola mata yang masih basah, mata indah itu seakan sedang tersakiti karna sikap Radja tadi. Ailin segera menundukkan pandangannya karna tak ingin Radja melihat air matanya. Walaupun air mata itu sudah di usap tetap saja mata Ailin masih terlihat basah.
"Aku hanya kelipatan sana," Refleks Ailin menjawab dengan merasa gugup dan dari ucapan Ailin menunjukkan jika dia memang tidak pintar berbohong dihadapan suaminya.
"Jangan mengelak, berhenti menangis karna mataku sakit jika melihat air matamu itu!" Perintah Radja sembari menatap kearah Ailin dari jarak yang sangatlah dekat hingga Ailin merasakan gugup yang teramat sangat.
"Baiklah,"
"Sini biar aku obati," Ucap Radja sembari meraih tangan Ailin dan meniup tangan yang terbakar itu dengan mesrah.
"Tidak perlu! Keren pasti membutuhkanmu, aku bisa mengobati luka kecil ini sendiri."
"Jangan banyak bicara! Kalau aku bilang aku yang obati, maka itu yang akan terjadi!" Teriak Radja dengan pandangan sinis. Pandangannya itu seakan sebuah perintah yang tidak bisa diabaikan begitu saja eh Ailin. Ailin hanya bisa mengiyakannya saja dari pada Radja semakin merasa jengkel padanya.
Pria itu seharusnya bicara dengan nada yang sangat lembut tapi apa ini Radja malah membentak Ailin. Mungkin hanya Radja saja yang bisa melakukan hal konyol itu saat menawarkan jasa untuk mengobati luka bakar istrinya, entah apa yang ada didalam pikiran Radja saat itu padahal jelas dia merasa khawatir dengan kondisi Ailin tapi dia malah menyakiti hati Ailin dengan ucapan kasarnya.
"Kau masih tidak percaya padaku?" Tanya Ailin sembari meringis kesakitan saat Radja mulai mengoleskan salep luka bakar ke punggung tangannya.
Radja mengoleskan salep itu dengan hati-hati karna takut menyakiti Ailin namun tetap saja wanita itu merasakan nyeri saat jari Radja menyentuh tangannya yang terbakar. Melihat Ailin yang mengigit bibirnya karna menahan rasa sakit ditangannya Radja meniup pelan tangan itu dengan sabar Radja mengobati tangan Ailin dan tanpa mereka sadari Keren mengintip dari depan pintu wajah cemburu sekaligus iri kini terpancar jadi sorot matanya yang seakan mengeluarkan api.
Keren segera pergi dari kamar itu karna takut Radja akan mengetahui jika dia telah menguntit suami istri itu.
"Apakah aku harus percaya padamu!" Ucap Radja dengan wajah datar sembari menatap kearah Ailin dan mereka saling beradu pandang.
"Siall! Kenapa jantungku berdetak semakin kencang saat bersamanya bahkan hal ini belum pernah aku rasakan saat bersama Keren, padahal Keren adalah kekasihku.
Apakah jantungku mulai bermasalah seperti aku harus periksa ke dokter karna hal ini mulai terjadi saat aku menatap kearah Ailin" Gumam Radja dalam hati sembari menatap wajah cantik Ailin.
"Ya kau benar kau tidak harus percaya dengan wanita seperti aku!" Ucap Ailin lirih namun sangat jelas rasa kecewa terdengar dari nada bicaranya saat itu.
SEMAKIN BANYAK LIKE KOMENTAR DAN JUGA VOTE MAKA SAYA AKAN SEMAKIN SERING UNTUK UPDATE YA
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren