NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari paling Aneh ~

"Gitu aja di buat beban, santai saja."ucap Nita yang menikmati minuman botol ditangan kanannya.

"Oh iya ,tadi waktu kamu pergi. Robi sempat mencari mu."Mendengar nama Robi Malia langsung melirik kearah Nita.

"Mau apa dia mencari ku?"tanya Malia pada Nita.

"Mana aku tahu, dia hanya mencari mu. Sampai aku bilang tidak tahu ke mana kamu pergi."Malia langsung mengelus dadanya.

"Untung dia tidak menemui ku." Gumam Malia yang tak ingin berurusan dengan Robi.

"Kenapa kamu seperti itu, dia masih mencari mu itu tandanya dia masih perhatian denganmu."

"Perhatian dari mana, kan aku sudah menolaknya. Kenapa dia masih mengejar ku, bukannya masih ada wanita lain yang lebih cantik dan lebih kaya sedangkan aku hanya dari orang biasa."Malia mulai kesal setelah membicarakan hal itu.

"Cinta tak memandang dari harta sayang, tapi ketulusan hati."jawab Nita yang membalas dengan nada candaan.

"Sok tahu kamu, kita di kampus cari ilmu bukan cari jodoh."

"Nggak asik lo,kita bisa sekalian cari ilmu sekarang cari jodoh disini."jawab Nita dengan nada santai.

"Jadi orang jangan aneh-aneh,fokus tuh biar lulus.Malah mikir ke jodoh.Aku juga malas membahas Robi lagi.Aku sudah banyak masalah jangan tambah beban lagi,rasanya kepala mau pecah."Malia mulai mengeluh dengan beberapa masalah yang mulai menumpuk di pikirannya.

"Iya-iya, gitu aja marah.Oh iya,gimana nanti habis pulang dari kampus kita mampir ke cafe.Kebetulan ada Cafe yang baru buka."Malia pun mengikuti ajakan dari Nita.

"Tenang, nanti aku yang traktir."Setelah kegiatan di kampus selesai, akhirnya mereka pergi menuju lokasi Cafe yang dimaksudkan oleh Nita.

"Ramai juga ya." Malia melihat situasi ditempat itu sudah penuh, tiba-tiba saja ada salah satu pelayan datang menghampiri mereka berdua.

"Dengan nona Malia." Pelayan itu langsung bertanya.

"Iya saya." Malia langsung maju mendekati pelayan itu.

"Kebetulan tempat duduk Anda berada di ruang VIP,silakan Nona saya antarkan." Malia dan Nita saling melirik seperti ada sesuatu yang membuat mereka berdua kaget.

Mereka berdua berjalan mengikuti pelayan itu dengan posisi Malia terlihat masih bingung kenapa pelayan itu bisa mengetahui namanya. Sedangkan Ini baru pertama kalinya dirinya datang di tempat itu.

Malia dan Nita sudah memasuki ruangan yang sudah disiapkan oleh pelayan itu, Malia masih terlihat bingung,"Apa kamu sengaja sudah memesan tempat ini?" Tanya Nita yang kebingungan apa memang sengaja Malia sudah memesan.

"Tidak,aku tidak pernah memesan.Apalagi aku baru masuk tempat ini." Malia jujur apa adanya jika ini pertama kalinya dia masuk.

"Tapi kenapa orang itu bisa tahu namamu jika bukan kamu pernah kesini."ucap Nita yang kaget ternyata Malia pernah datang kesini.

Pelayan datang sembari membawa buku menu,"Silakan Anda pilih Nona." Mereka berdua memilih menu untuk mereka nikmati.Beberapa menit kemudian, hidangan mereka datang dan tampak begitu mewah dan enak,"Aku tak menyangka jika kita dilayani seperti ini."ucap Nita yang merasakan begitu berbeda pelayan mereka.

"Mana aku tahu, aku pun baru pertama ini datang ke tempat ini. Tapi kenapa ya, mereka bisa tahu namaku."Pertanyaan menghantui pikiran Malia.

"Apa mungkin kamu lupa pernah datang kesini?" Tanya Nita pada Malia.

"Dibilangin aku baru masuk tempat ini,Apa kamu tidak merasa aneh Kenapa pelayan itu bisa tahu namaku."Pertanyaan itu masih menghantui pikiran Malia.

"Mana aku tahu, yang jelas pelayan tadi tahu kalau namamu Malia."keduanya benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi di hari itu, tanpa banyak tanya mereka bergegas menyelesaikan makan mereka.

Saat mereka berdua menuju meja kasir, secara halus pelayan itu menolaknya dan mereka berdua langsung keluar dari tempat itu.

"Liatkan, makin tambah aneh bukan. Seharusnya kita bayar kenapa kita malah digratiskan."ucap Nita yang merasa jika hari ini merupakan hari yang begitu aneh.

"Entahlah, mana aku tak tahu,jangan tanya hal itu lagi.Aku pun tak tahu apa-apa"Malia benar-benar kebingungan dengan apa yang terjadi hari ini.

Mereka berdua langsung pergi dari tempat itu dan Malia kembali lagi ke tempat kosnya.Saat Malia baru datang di kostnya,tepat didepan pintu ada banyak kantong belanjaan yang tertumpuk dilantai.

"Ini apalagi."Malia mencoba membuka satu-persatu isi dalam kantong itu.

"Apa,baju?" Malia makin bertambah bingung dengan banyaknya barang didepan pintu kostnya.

Malia segera memasukkan kedalam kamarnya dan mengecek satu-persatu isi di dalamnya.

"Sebenarnya siapa orang yang sengaja mengirimkan barang ini."Seketika pikirannya tertuju pada pria itu.

"Tidak mungkin jika pria itu,tapi darimana pria itu tahu dimana aku tinggal.Apa mungkin ada orang yang salah mengirim paket."Malia masih saja menebak tentang siapa orang yang sengaja mengirimkan barang itu.

Di tempat lain

Terlihat seorang pria yang sedang bicara dengan seseorang,"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku suruh?"Tanya pria itu yang mulai bertanya dengan pekerjaan yang dia lakukan.

"Sudah tuan, semuanya sudah saya lakukan bahkan mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk wanita itu." Pria itu langsung membalas dengan anggukkan kepala.

"Bagus,jika dia memerlukan sesuatu cepat atasi.Aku tak ingin ada apa-apa dengan calon istriku." Ucap pria itu yang tak ingin terjadi apa-apa dengan wanita itu.

"Baik tuan saya mengerti." Pria itu langsung menunduk kepala kepada tuannya.

"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor,apa semuanya sudah kamu atasi?" Tanya Dio lagi pada asistennya.

"Sudah tuan,semua hasil laporan sudah Hendri laporkan pada saya dan semua selesai tidak ada hambatan." Rian melaporkan semua kegiatan yang ada di perusahaan hingga beberapa bisnis yang Dio miliki.

...****************...

"Baiklah, untuk urusan selanjutnya kamu dan Hendri yang akan mengerjakan apa yang ada di perusahaan." Perintah Dio pada mereka untuk mengerjakan tugas mereka.

 "Baik tuan."Rian segera keluar dari ruang kerja tuannya,kini tinggal ada Dio yang masih bertahan ditempat itu.

 Nampak Dio memikirkan sesuatu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

 "Selanjutnya aku harus menyakinkan wanita itu,aku tak ingin kehilangan kesempatan itu.Jika hanya dia yang bisa menyembuhkan ku aku akan menjadikan milikku." Gumam Dio yang mulai posesif untuk memiliki wanita itu.

 Malam hari

 Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam,Malia baru saja menyelesaikan tugasnya sampai dia lupa untuk makan malam.

  Malia mengecek di laci kamarnya yang biasanya ada mie instan yang biasanya dia nikmati."Aduh,aku lupa beli mie instan." Malia lupa membeli mie instan yang ternyata sudah habis.

1
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!