NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tiga puluh satu

Arga termenung menatap langit hitam yang nampak kosong, tak ada hamparan bintang ataupun cahaya bulan yang menghiasi. Pikirannya penuh dengan kisah asmaranya yang rumit, terlebih apakah keputusannya untuk memilih Kanaya itu sudah tepat?

Tapi entah kenapa hatinya terasa tidak lega ketika ia memutuskan pilihan itu, jika bisa ia tak mau memilih diantara Kanaya atau Kayla karena keduanya sama-sama memiliki nilai yang berbeda di matanya.

Arga menghisap rokok ditangannya yang hanya tinggal setengah,sudah lama ia tak menghisap benda ini, terakhir kali ia menghisapnya setahun yang lalu ketika ia frustasi karena gagal meraih juara di olimpiade matematika. Setiap kali ia merasa stress atau tertekan karena banyak pikiran rokok adalah pelampiasannya, tak ada yang tahu mengenai kebiasaannya itu termasuk kedua orang tuanya. Satu-satunya orang yang tau mengenai kebiasaan merokoknya adalah Kanaya, gadis itu pasti akan marah jika melihat ia merokok.

Arga mematikan rokoknya, satu Minggu waktu yang di berikan Kanaya untuknya bisa menghabiskan waktu dengan Kayla. Pikirannya berkelana mengingat momen bersama Kayla tiga bulan terakhir ini,apakah ia bisa melepaskan Kayla begitu aja?sedangkan hatinya kini telah jatuh pada gadis itu.

Arga menghela napasnya lagi, satu Minggu akan ia manfaatkan waktu itu sebaik mungkin.

____

"Mah Kanaya mana?"Tanya Kayla, ia bingung karena tak melihat adiknya di meja makan.

"Dia udah berangkat tadi, katanya ada tugas yang lupa dia kerjain jadi dia berangkat lebih awal."

Kayla mengangguk, ia mengambil roti tawar di depannya dan mengoleskan selai kacang dan coklat di atasnya.

"Arga udah sarapan belum ya?"tanyanya pada dirinya sendiri.

Kayla mengambil ponsel dari tasnya lalu membuka aplikasi pesan.

[Anda]

Arga kamu udah sarapan?

Pesannya terkirim namun belum ada balasan dari laki-laki itu, sembari menunggu balasan dari Arga ia melahap roti yang ia buat sebelumnya.

Tak lama terdengar suara notifikasi pesan masuk, ia segera membuka pesan itu.

Arga 

Maaf Kay baru balas,aku gak sempat sarapan karena aku bangun kesiangan tadi.Aku lagi dijalan menuju rumah kamu sekarang,kita berangkat agak siang gapapa kan?

[Anda]

Iya gapapa kamu hati-hati di jalan ya

Kayla menaruh kembali ponselnya,ia beranjak dari kursinya menuju dapur.

"Cari apa kak?"tanya Lia

"Ah engga mah, aku cuma mau ambil kontak makan."

"Oh, kotak makan ada di rak paling atas."

Kayla mengangguk ia membuka rak yang di maksud mamahnya dan mengambil kotak makan di sana, setelahnya ia kembali ke meja makan.

Kayla mengambil beberapa lembar roti dan mengoleskan selai cokelat di atasnya setelah itu ia menata roti itu ke dalam kotak makan.

"Sudah siap."

Ia menatap kotak makan itu, dirinya baru sadar jika selama ini ia tak pernah membawakan bekal ataupun makanan pada Arga, pantas saja Arga dulu sering mengabaikannya ternyata dia pun bersikap seakan tidak perduli pada laki-laki itu.

Suara klakson berbunyi menandakan Arga telah sampai di rumahnya, ia kembali ke dapur untuk berpamitan pada ibunya lalu keluar untuk menemui Arga.

"Maaf ya aku agak telat jemputnya," ujar Arga ketika ia sudah berada di dalam mobil.

"Gak apa-apa, masih ada waktu sebelum gerbang di tutup."

Arga melajukan mobilnya menuju sekolah, berbeda dari biasanya sekarang hanya ada mereka berdua di dalam mobil. Semalam Arga meminta Kanaya untuk tidak menganggu waktunya dengan Kayla selama seminggu kedepan dan gadis itu pun menyetujuinya.

Di tengah perjalanan Kayla memberikan kotak makan berisi roti isi selai yang ia buat tadi.

"Kamu belum sarapan kan?ini aku bawa sarapan buat kamu, maaf aku cuma buat ini."

Dengan senang hati Arga menerima kotak makan itu dari tangan Kayla, ini pertama kalinya gadis itu memberikannya bekal makan.

"Gak apa-apa, makasih ya udah repot-repot buatin sarapan."

"Gak perlu terima kasih, maaf ya aku baru sadar kalau selama ini aku kurang perhatian sama kamu, aku gak pernah tanya mengenai keseharian kamu, aku ngerasa selama hubungan kita kaya sebatas formalitas."

Arga melirik sebentar ke arah Kayla, ia lihat wajahnya kini seperti tengah menyesali sesuatu.

"Kamu memang gak pernah tanya mengenai keseharian aku, tapi hal-hal kecil yang kamu lakuin aku anggap itu sebagai perhatian. Aku paham sekarang kamu itu bukannya tidak perhatian hanya saja sikap kamu terlalu kaku, wajar karena kamu tak pernah berhubungan dengan siapapun sebelumnya. Kamu selalu bersedia buat temenin aku latihan basket atau sekedar cari buku untuk latihanku, kamu gak pernah keberatan kalau aku ajak makan di manapun walaupun cuma di pedagang kaki lima sekalipun, kamu juga gak pernah rewel kalau aku sibuk. Dengar ya cara mencintai seseorang itu berbeda termasuk kamu, mungkin cara mencintai kamu itu bukan dengan kata atau memberi kabar tapi dengan tindakan dan hal-hal kecil yang kamu lakukan. Kay bagi aku kamu itu perempuan baik dan aku beruntung bisa miliki kamu."

Kayla tersenyum, ia terharu dengan perkataan Arga ternyata hal-hal kecil yang ia lakukan bisa begitu berarti bagi Arga. Jika Arga beruntung memilikinya, maka ia lebih beruntung bisa memiliki laki-laki itu.

"Udah sampai."Ucap Arga, ia keluar dari mobil berjalan menuju ke arahnya dan membukakan pintu untuknya.

Setelah Kayla keluar dari mobil Arga menutup pintu dan menggandeng tangan gadis itu menuju kelas. Seperti biasa ketika keduanya melewati lorong beberapa pasang mata menatap ke arah mereka, Kayla berjalan tanpa mempedulikan tatapan itu walaupun dalam hati ia merasa risih, menjadi pusat perhatian adalah hal yang paling tidak ia suka.

"Aku ke kelas ya, sampai ketemu istirahat nanti," ujar Arga, laki-laki itu melambaikan tangannya lalu pergi menuju kelasnya.

"Lama-lama liat mereka ternyata cocok juga, apa karena terbiasa liat mereka berdua terus jadi kelihatan cocok."

Langkah Kayla terhenti ketika mendengar namanya disebut oleh siswi yang tak ia kenal, ia memundurkan langkahnya dan sedikit mendekat ke pintu dimana siswi yang membicarakannya duduk. Ia berdiri di sana untuk menguping dan juga cukup penasaran apa yang mereka bicarakan mengenai dirinya.

"Bisa jadi, tapi dari awal liat mereka gue udah ngerasa mereka cocok si. Walaupun Kayla gak cantik-cantik banget tapi dia manis jadi ya cocok aja sama Arga yang emang ganteng."

"Tapi Lo tau cowo yang sering sama Kayla? menurut gue Kayla lebih cocok sama cowo itu daripada Arga."

"Cowok?emangnya ada cowo lain yang sering sama Kayla selain Arga?"

"Ada, gue gak tau itu siapa tapi kayanya cowok itu deket juga sama Kayla."

"Siapa?ganteng gak?"

"Gak tau, setahu gue dia temen sekelasnya Kayla coba deh Lo tanya temen Lo yang sekelas sama Kayla pasti dia tau. Menurut gue cowok itu ganteng si walaupun masih kalah ganteng sama Arga."

"Gue jadi penasaran sama cowok yang Lo maksud."

"Coba deh Lo cari tau cowok itu terus Lo nilai Kayla lebih cocok sama dia atau Arga."

Kayla sedikit menjauh dari pintu ketika dua orang itu beranjak dan berjalan melewati dirinya, ia memperhatikan kemana arah kedua orang itu pergi.

Kayla menghela napasnya, pantas aja mereka membiarkannya ternyata keduanya adalah teman sekelas Arga dan yang pasti kedua orang itu pasti penggemar kekasihnya.

Kayla memutar badannya ia berjalan masuk ke dalam kelas.

"Ngapain si Lo berdiri di depan pintu lama banget?"tanya Sasha

"Lagi nguping orang ghibah," ujar Kayla, ia lihat Sasha menatap sinis ke arahnya mungkin gadis itu pikir ia berbohong.

Tiba-tiba ia teringat akan pembicaraan dua orang tadi mengenai seorang laki-laki yang dibicarakan mereka, siapa orang yang mereka maksud?

Di tengah pikirannya yang sedang menerka-nerka, matanya sontak menoleh ke arah laki-laki yang baru saja masuk ke dalam kelas, alisnya bertaut masa iya yang dimaksud dua orang itu Bastian?

Tapi jika dipikir lagi ia tak pernah dekat dengan laki-laki lain selain Arga dan Bastian. Kayla melirik sebentar ke arah Bastian di belakang, memang si jika diperhatikan Bastian itu tampan walaupun yang di katakan kedua gadis tadi benar jika Arga lebih tampan.

Kayla terkekeh sendiri, ia merasa lucu bisa-bisanya kedua gadis tadi mencocokkannya dengan Bastian, dulu ketika kecil mereka juga selalu di pasang-pasangkan oleh setiap orang dewasa yang melihat mereka.

"Kay, waras Lo ketawa sendiri?"

Suara Sasha menyadarkan lamunannya. "Waras kok, gue cuma pengen ketawa aja denger ghibah tadi."

"Loh jadi tadi Lo beneran nguping orang ghibah?"

Kayla mengangguk. "Iya, Lo si gak percaya."

"Ya wajah Lo terlihat tidak meyakinkan makanya gue kita Lo bohong, emangnya apa yang mereka omongin?"

"Biasa mereka ngomongin perihal hubungan gue sama Arga, tapi yang lucu masa mereka bilang gue kebin cocok sama Bastian daripada Arga."

Sasha mengerutkan keningnya, ia menoleh ke arah Bastian lalu menatap Kayla. "Hmm, gue pikir yang gibahin Lo ada benarnya,Lo lebih cocok sama Bastian daripada Arga. "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!