NovelToon NovelToon
Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Cinta Paksa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:40.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Newbee

Dikhianati oleh ibu tiri dan saudara tirinya, Daisy yang baik hati menjadi tawanan di tempat tidur pemimpin mafia terbesar.
Benjove Haghwer, memiliki tinggi badan 190cm, dengan tubuh yang ideal dan wajah yang sempurna... Di balik penampilannya yang mempesona adalah iblis berhati dingin.
Daisy melarikan diri, Benjove terus mengejarnya.
Bagaikan kucing dan tikus, Benjove menikmati permainan ini, tapi tanpa disadari, dia sendiri jatuh cinta!
Akankah malaikat yang baik hati dan cantik ini bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 37

Ansella berusaha ingin mengejar dan ingin menjambak Daisy, namun dirinya juga tak kalah terkejut dengan Daisy, ketika melihat Ben dan yang lainnya.

Tubuh Ansella mendadak kaku, ia berhenti berjalan dan hanya berdiri di tempatnya, tubuhnya juga gemetaran, belum lagi melihat wajah Carlos yang murka.

"Apa dia datang bersamamu?" Tanya Ben.

"Maafkan saya Tuan Ben. Saya yang salah." Kata Carlos.

"Suasana hatiku sedang baik. Jadi kau selamat kali ini Carlos." Kata Ben.

Carlos hanya menunduk malu, sebelumnya ia benar-benar merasa takut apa yang akan Ben lakukan padanya karena telah melanggar peraturan nya.

"Traver cek cctv, tempat mana saja wanita ini menyentuh, lalu ganti semuanya dengan yang baru, bahkan rumput yang dia injak, buang dan ganti yang baru. Dinding yang dia sentuh ganti dengan yang baru, kalau perlu rubah interior mansion ini menyeluruh. Aku juga merasa udara di sini sudah tidak segar lagi, ada hembusan nafas yang membuatku jijik, ambil oksigen di pegunungan dan bawa kemari, apapun caranya aku tidak peduli." Perintah Ben.

"Baik Tuan." Kata Traver.

Ben kemudian melangkahkan kakinya pelan mendekati Ansella dengan kedua tangan yang berada dalam saku celana. Wajahnya gelap seolah kemurkaan dunia ada dalam dirinya.

"Berterimakasihlah pada adik tirimu, karena dia, suasana hatiku bagus, jika tidak, aku pastikan kau tidak bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup." Kata Ben dengan suara dingin yang menekan.

Tubuh Ansella seketika roboh dan tersungkur di lantai, bahkan jemarinya juga gemetaran hebat. Tubuhnya menggigil parah.

Ben kemudian pergi dan masuk ke dalam mansion.

"Nona Ansella anda melanggar perjanjian. Saya akan menghubungi madam yang memperkerjakan anda."

"Tuan Carlos mohon bawa wanita anda keluar, saya harus segera memanggil para pekerja untuk mengubah interior Mansion dan membuang hal yang tidak berguna." Kata Traver.

"Baik maaf kan saya." Kata Carlos.

Kemudian Carlos menarik lengan Ansella dengan kasar dan menyeretnya pergi.

Sedangkan di tempat lain Daisy merasa sangat marah dan kesal.

Berulang kali Daisy menarik nafas dan melepaskannya. Jemarinya mengkeram kuat punggung kursi di hadapannya.

Berulang kali Daisy meminum air putih untuk meredakan emosi di kepalanya, ia sangat muak dengan semua kalimat rendahan yang selalu di tujukan padanya.

"Ini semua bukan kemauanku, aku tidak menjajakan tubuhku seperti dirimu Ansella. Aku bahkan menjaga keperawananku dengan baik, kau yang menjual tubuhmu meski itu pria tua mesum!!! Bagaimana kau menyamakan dirimu padaku... Ansella!!!! Kau selalu menyulut ku, kau selalu menguji kesabaranku!!!" Kata Daisy geram.

GLEK!

Pintu di buka dan itu adalah Ben.

Pria itu masuk dan langsung berdiri tepat di belakang Daisy.

Daisy semakin merasa gugup dan gemetaran, dia harus menjelaskan semuanya agar Ben tidak marah padanya karena ucapan-ucapannya yang mesumm dan cabull mengenai Ben. Daisy sudah cukup lelah jika ia harus melayani Ben yang sedang marah.

"Tuan biarkan saja menjelaskannya lebih dulu." Kata Daisy memutar tubuhnya dan kini mereka saling berhadapan.

"Hmmm?" Jawab Ben.

"Sa... Saya... Tidak bermaksud melecehhkan anda, hanya saja saya sedang di liputi rasa amarah..."

Sebelum kalimat Daisy selesai, Ben sudah menyelanya.

"Kau suka aku mengigit kecil telingamu?" Tanya Ben.

"Apa?" Daisy sontak terkejut, mata mereka saling beradu.

TOK TOK TOK!! Pintu di ketuk.

Kemudian Ben berjalan dan membuka pintu.

"Maaf Tuan, saya menemukan kalung Nona Daisy, tadi Nona Daisy mencari nya di taman karena terjatuh." Kata Pelayan itu.

Ben menerima kalung berlian yang pernah ia berikan pada Daisy dan menutup pintu.

"Apakah itu kalungnya? Maafkan saya, saya tidak sengaja menjatuhkannya saat berada di balkon, kalungnya terlilit rambut dan saya mencoba melepaskannya."

Ben kemudian memutar tubuh Daisy agar membelakanginya, dan menyibak rambut panjang Daisy ke samping, lalu memakaikannya lagi. Setelah kalung itu terpasang, Ben mengecup pelan tengkuk leher Daisy, membuat tubuh Daisy meremang dan Daisy menutup matanya.

Tangan besar Ben kemudian memutar tubuh Daisy dengan lembut, pria itu menyunggingkan sudut bibirnya.

"Kau... Sangat berani, dan cabulll." Kata Ben.

Kemudian Ben mengangkat tubuh Daisy ke atas meja makan yang terbuat dari kaca marmer yang dingin berwarna hitam.

Daisy menelan ludahnya takut jika Ben sedang menahan kesabaran dan akhirnya meluapkan amarahnya secara tiba-tiba.

"Tu... Tuan... Saya harus menjelaskannya lebih dulu..."

"Kau bilang aku rela mati di atasmu, karena aku sangat menikmati tubuhmu..." Bisik Ben dan menggigit kecil telinga Daisy.

Jantung Daisy mendadak bergetar keras, dadanya panas, dan tubuhnya gugup.

Tangan besar dan kuat Ben menyingkap dress Daisy naik.

"Kau juga mengatakan bahwa..."

Ben membungkung kan tubuhnya di hadapan Daisy dan menyibakkan Underwear Daisy ke samping.

"Katamu kau.. Menyukai jika aku menjilatnya di bagian ini."

Ben mendorong pelan tubuh Daisy hingga Daisy berbaring di atas meja.

Kemudian lidah Ben maju dan menjilat dengan lembut.

"Ngghhhh...." Daisy menuntup mata dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

"Aku suka dengan sikap sombong dan amarahmu... Daisy.... Membuatku semakin bersemangat dan bergairah... " Ben kembali memasukkan lidahnya, menurunkan underwear milik Daisy lalu melemparkanya ke lantai kemudian menaikkan kedua kaki Daisy.

"Tu... Tuann... Saya... Aaahh...."

Gerakan lidah yang lincah, menyesap setiap inc area milik Daisy, bermain-main di sana, menyesapp dan membuat getaran yang cepat, kecupan dan sesapan Ben sangat lembut namun sering kali juga dengan sesapan kuat hingga menimbulkan suara-suara percikan di area bawah sana yang memalukan bagi Daisy.

"Astaga... Daisy... Kau sangat basah..." Kata Ben.

"Aaahh... Ohhh...."

Lidah Ben terampil menyusuri setiap area itu, membuat gerakan-gerakan yang menyentil hasratt Daisy, membangkitkan gairahh Daisy yang panas dan menjalar di setiap syaraf terkecil Daisy. Sentruman-setruman hebat merayap dan menyebar keseluruh tubuh Daisy. Pikiran Daisy kosong dan semakin tenggelam dalam kenikmatan yang dalam.

Tanpa sadar jemari lentik Daisy meremas rambut-rambut halus Ben yang tertata rapi, membuatnya acak-acakan.

Serangan demi serangan lidah yang cepat dan terampil membuat Daisy kwalahan untuk mengimbanginya, semuanya terlalu cepat dan ia merasakan kenikmatan puncak yang kuat, tubuhnya membusung naik, seluruh tubuh Daisy seperti kaku dan menegang tak bisa lagi menolak sesuatu yang membuatnya melayang tinggi hingga ia tak kuasa lagi menahan keinginan untuk merasakan lebih dan lebih lagi.

Ben membuka gasper celana dan menurunkan celananya.

"Daisy... Kau yang mencari masalah, jika di taman tidak ada orang, ku pastikan aku akan memakanmu di sana saat itu juga." Kata Ben perlahan memasukkan miliknya.

Dengan sekali dorongan miliknya pun masuk dan membuat Daisy membusungkan tubuhnya.

"Ooohhh...."

Di bawah sana langsung saling mencengkram dan berkedut kuat, saling menempel erat dan merasakan sensasi yang kuat. Ben pun mendorong maju dan mundur pinggulnya dengan cepat.

Suara-suara indah Daisy keluar dengan fasih, dan membuat Ben semakin bersemangat.

Ben kemudian menarik tubuh Daisy dan menggendongnya, Daisy merangkulkan kedua tangannya ke leher Ben yang besar. Kedua kaki jenjang Daisy terampil melingkar di pinggul kokoh milik Ben.

Tubuh kecil Daisy bahkan membuat Ben leluasa menggendong Daisy dan melakukan permainan yang panas.

"Kau menyukainya?" Bisik Ben dengan suara rendah yang beradu dengan nafasnya.

Daisy hanya diam, tubuh nya bergerak naik turun, ia merangkul leher Ben dengan erat, dan menggigit bibirnya, seringkali Daisy tanpa sadar mengelurkan rintihan kenikmatan.

"Aaahh... Ooohh...."

"Milikmu berdenyut-denyut Daisy... Aku sangat menyukainya." Ben berbicara dengan nafas menderu.

"Tu.... Tuan... Sayaa..." Tubuh Daisy melengkung dan semakin erat memeluk Ben, pertanda Daisy telah mencapai kenikmatan puncak.

Ben terus mendorong naik dan turun tubuh Daisy, dan tak berapa lama Ben menyusul, tubuh yang masih memakai kemeja hitam memperlihatkan punggung yang keras menegang, pria itu mendorong miliknya lebih dalam masuk, cairan kental menyembur masuk ke dalam milik Daisy.

Ben kemudian membaring kan tubuh Daisy di ranjang. Daisy berkeringat, fisik nya masih belum bisa mengimbangi kekuatan dan energi Ben. Baru satu kali putaran Daisy sudah sangat lemas, mungkin karena tubuhnya pun belum kembali sehat sempurna.

bersambung

1
Grisella
.
Grisella
jangan galak2 Napa sih
Grisella
Wkwkwk
Grisella
lah?
Grisella
.
ourstars
bnr² jdi kelemahan buat ben.. tidak menguatkan smskli. mngkin yg bikin ben idup krn eksistensi daisy aja 🗿
Grisella
😭😭
ourstars
daisy anak2 yg lu lahirin emg bibitnya dri siapa,,?
gue tau tujuan lu mulia bgt sbgi ibu tpi itu bkn anak lu doang dess ampuun stress aing 😭
ourstars
gue cewe tpi gue jg mls sm cewe bgni /Smug/
nak sekali² kau hrs mengalah dgn keadaan agar hubungan mu membaik, jgn slalu mnuntut utk diprioritaskan.

weeh laki² jg manusia yaa,, jgn mentang² dia lelaki hrs slalu ngalah sm prmpuan ditiap mslh 😭

hduh cpek aing, drama apa ini lelah batin😭
ourstars
dikit mbaa dikiittttt.. lu ga tau apa aja yg dialamin daisy smpe si ben klepek² 🗿
ourstars
klo gue jdi lu, mnding gue minta ben jdiin gue pekerja dirumah nya. stidknya klo mau minta pamrih tuh tau diri lah
ourstars
bukan sdikit serakah tpi sangat serakah bro. klo lu nyelamatin dia dgn nyawa lu bru alesan lu logis. tpi lu ga lakuin apa² buat dia. lu ngejait aja ga bisa, ga punya apa², yg lu ksih ke dia cm kenekatan lu aja 🗿
ourstars
pusing bgt gue yaampun. klian bisa kan serahin ke anak buah klen yg bnyk itu? astaga knp ga prioritasin yg masih ada nyawanya duluu mlh yg sudah tidak bernyawa ambooyyy
Grisella
.
ourstars
yaampun si marry ini kyknya msti dibawa ke psikiater 🗿
ruru
ya alloh ngakak
ruru
canduuu
ruru
auuww
ruru
wahahhaahha
ruru
bahkan di bagi tujuh wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!