NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 LABIRIN KEMATIAN

Steve Lim dan Ruolan Tan berjalan menuju gua itu, dengan peta di tangan mereka. Mereka berdua berjalan dengan hati-hati, karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka temui di dalam gua itu.

"Apa yang kamu pikir ada di dalam gua itu?" tanya Ruolan Tan, sambil memandang peta itu.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita akan segera mengetahuinya."

Mereka berdua terus berjalan, sampai akhirnya mereka tiba di depan gua itu. Gua itu besar dan gelap, dan mereka berdua bisa merasakan aura yang kuat dari dalam gua itu.

"Apa kamu siap?" tanya Steve Lim, sambil memandang Ruolan Tan.

"Siap," jawab Ruolan Tan, dengan suara yang tegas.

Mereka berdua masuk ke dalam gua itu, dan mereka berdua langsung disambut oleh kegelapan. Mereka berdua menggunakan cahaya dari pedang mereka untuk menerangi jalan, dan mereka berdua mulai berjalan lebih dalam ke dalam gua itu.

Tiba-tiba, mereka berdua mendengar suara yang aneh. Suara itu seperti suara binatang, tapi juga seperti suara yang lain.

"Apa itu?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang penasaran.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita harus berhati-hati."

Mereka berdua terus berjalan, dan suara itu semakin keras. Mereka berdua bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang besar dan kuat yang sedang mendekati mereka.

Tiba-tiba, sebuah makhluk besar muncul dari kegelapan. Makhluk itu memiliki mata yang merah dan gigi yang tajam, dan mereka berdua bisa merasakan aura yang kuat dari makhluk itu.

"Apa itu?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang takut.

"Itu adalah makhluk penjaga gua," jawab Steve Lim. "Kita harus siap untuk melawan."

Mereka berdua bersiap untuk melawan makhluk itu, dengan pedang di tangan mereka. Makhluk itu menyerang mereka berdua dengan giginya yang tajam, dan mereka berdua harus menggunakan semua kemampuan mereka untuk menghindarinya.

"Steve, aku tidak bisa mengalahkan makhluk ini!" seru Ruolan Tan, sambil menghindari giginya makhluk itu.

"Tahan dulu, Ruolan!" jawab Steve Lim. "Aku punya ide!"

Steve Lim menggunakan pedangnya untuk memblokir serangan makhluk itu, dan Ruolan Tan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang makhluk itu dengan pedangnya.

Makhluk itu terluka, dan mereka berdua bisa merasakan bahwa makhluk itu semakin lemah.

"Kita harus menghabisinya!" seru Steve Lim.

Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua menyerang makhluk itu dengan semua kekuatan mereka. Makhluk itu akhirnya terjatuh ke tanah, dan mereka berdua bisa merasakan bahwa gua itu sekarang aman.

"Terima kasih, Steve," kata Ruolan Tan, sambil tersenyum.

"Tidak masalah," jawab Steve Lim. "Kita harus terus maju. Kita belum mendapatkan pedang dewa itu."

Mereka berdua terus berjalan, dan mereka berdua akhirnya tiba di sebuah ruangan yang besar. Di tengah ruangan itu, ada sebuah pedestal yang tinggi, dan di atas pedestal itu, ada pedang dewa yang mereka cari.

"Pedang dewa!" seru Ruolan Tan, dengan suara yang kagum.

"Ya, itu dia," jawab Steve Lim. "Ayo, kita ambil pedang itu."

Tapi, ketika mereka berdua mendekati pedestal itu, mereka berdua mendengar suara yang aneh. Suara itu seperti suara yang mereka dengar sebelumnya, tapi kali ini, suara itu lebih keras dan lebih kuat.

"Apa itu?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang penasaran.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita harus berhati-hati."

Tiba-tiba, pedestal itu mulai bergetar, dan pedang dewa itu mulai bersinar. Mereka berdua bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang besar dan kuat yang sedang terjadi.

"Apa yang terjadi?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang takut.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita harus siap untuk apa saja."

Pedestal itu terus bergetar, dan pedang dewa itu terus bersinar. Mereka berdua bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang besar dan kuat yang sedang terjadi, dan mereka berdua tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tiba-tiba, pedestal itu meledak, dan pedang dewa itu terbang ke arah mereka berdua. Steve Lim dan Ruolan Tan terkejut dan tidak bisa menghindar.

Pedang dewa itu berhenti di depan mereka berdua, dan mereka berdua bisa merasakan kekuatan yang luar biasa dari pedang itu.

"Pedang dewa," kata Steve Lim, dengan suara yang kagum. "Kita harus berhati-hati."

Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua memandang pedang dewa itu dengan hati-hati.

Tiba-tiba, pedang dewa itu berbicara kepada mereka berdua dengan suara yang keras dan berkuasa.

"Kamu, aku telah menunggu kalian berdua," kata pedang dewa itu. "Aku telah menunggu orang yang memiliki hati yang murni dan kuat untuk mengambilku."

Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, dan mereka berdua tahu bahwa mereka harus menjawab tantangan itu.

"Kami siap," kata Steve Lim, dengan suara yang tegas. "Kami akan menggunakan pedang dewa ini untuk melindungi kebenaran dan keadilan."

Pedang dewa itu bersinar lebih terang, dan mereka berdua bisa merasakan kekuatan yang luar biasa dari pedang itu.

"Baiklah," kata pedang dewa itu. "Aku akan memberikan kalian berdua kekuatan yang luar biasa. Tapi, kalian berdua harus menggunakan kekuatan itu dengan bijak."

Pedang dewa itu menyinari mereka berdua, dan mereka berdua bisa merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir ke dalam tubuh mereka.

Mereka berdua merasa lebih kuat dan lebih percaya diri, dan mereka berdua tahu bahwa mereka siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.

Tapi, ketika mereka berdua akan mengambil pedang dewa itu, mereka berdua mendengar suara yang keras dan menakutkan.

"Jangan ambil pedang dewa itu!" kata suara itu. "Pedang dewa itu bukan untuk kalian berdua!"

Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, dan mereka berdua tahu bahwa mereka harus siap untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi.

Tiba-tiba, pedestal itu berhenti bergetar, dan pedang dewa itu berhenti bersinar. Ruolan Tan dan Steve Lim saling memandang, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Apa yang terjadi?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang penasaran.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita harus berhati-hati."

Mereka berdua mendekati pedestal itu, dan Ruolan Tan mengambil pedang dewa itu. Ketika dia menyentuh pedang itu, dia merasakan kekuatan yang besar dan kuat mengalir ke dalam dirinya.

"Wow!" seru Ruolan Tan, dengan suara yang kagum. "Pedang ini sangat kuat!"

Steve Lim tersenyum, dan dia memandang Ruolan Tan dengan mata yang bangga. "Aku tahu kamu bisa melancong pedang itu dengan sangat baik."

Tapi, ketika mereka berdua sedang menikmati kemenangan mereka, suara yang keras dan menakutkan terdengar dari luar gua.

"Apa itu?" tanya Ruolan Tan, dengan suara yang penasaran.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim. "Tapi, aku rasa kita harus siap untuk apa saja."

Mereka berdua bersiap untuk melawan apa saja yang akan terjadi, dengan pedang dewa di tangan Ruolan Tan. Tapi, ketika mereka berdua melihat ke arah pintu gua, mereka berdua terkejut.

Di depan pintu gua, ada seorang yang sangat kuat dan menakutkan. Orang itu memiliki mata yang merah dan kulit yang seperti batu.

"Siapa kamu?" tanya Steve Lim, dengan suara yang tegas.

Orang itu tidak menjawab, tapi dia malah menyerang mereka berdua dengan kekuatan yang sangat besar. Ruolan Tan dan Steve Lim harus menggunakan semua kemampuan mereka untuk menghindarinya.

"Ini tidak baik," kata Steve Lim, dengan suara yang penasaran. "Kita harus menggunakan pedang dewa ini untuk mengalahkannya."

Ruolan Tan mengangguk, dan mereka berdua bersiap untuk melawan orang itu dengan pedang dewa.

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!