NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

George menghadapi dokter yang baru saja memeriksa Delanay. Gadis itu pingsan setelah membuat keributan. Bukan sekadar keributan, melainkan kehancuran besar akibat fakta yang ia ungkapkan.

Delanay telah diperkosa.

George segera menyuruh Jose menyelidiki kejadian tiga minggu lalu di rumah Vanny, rekan kerja Delanay. Ia tidak lagi peduli soal pernikahan.

Delanay tidak akan menikah dengan siapa pun hari ini. Cemoohan? Terserah.

George lebih memilih dicemooh daripada harus menyaksikan kehancuran Delanay.

Ini adalah pertama kalinya George melihat gadis yang selama ini selalu memberontak padanya menangis dengan suara yang begitu menyayat hati.

“Bagaimana keadaannya, Dok?”

Ethan juga tampak khawatir. Dokter—yang tadi dipanggil Callum—menghela napas pelan.

“Dia mengalami syok. Saya rasa traumanya telah ia pendam terlalu lama. Ke depannya, mohon beri perhatian lebih. Terutama karena Delanay masih dalam tahap awal kehamilan. Hal ini bisa berdampak buruk bagi ibu dan bayinya. Saya sudah memberikan resep, silakan ditebus. Untuk pemeriksaan lanjutan, bawalah dia ke rumah sakit. Permisi.”

George bergumam mengucapkan terima kasih, matanya terpaku pada wajah Delanay. Pucat. Tak berwarna.

“Apa yang harus kulakukan, Mel?” gumam pria paruh baya itu, seolah berbicara kepada mendiang istrinya.

Sementara itu, Ethan hanya bisa menepuk bahu George sebagai bentuk dukungan.

Di sisi lain, di ruangan sebelah, Callum dan ibunya sedang berdebat. Atau lebih tepatnya, Clara sedang membujuk putranya.

“Tidak, Mom. Aku tidak akan menikahi Delanay,” tolak Callum dengan keras kepala.

Clara menghela napas. Satu tangannya memijat pelipis, tangan lainnya bertumpu di pinggang.

“Ayolah, Cal. Mommy mohon. Mommy kasihan pada Delanay.”

“Lalu apa Mommy tidak kasihan padaku?”

“Bukan begitu.”

Callum menggelengkan kepala.

Kenapa semua orang begitu menyayangi Delanay? Apa dia selemah itu?

Bahkan tanpa seorang psikolog pun, Callum tahu kondisi gadis itu. Namun, dia bukan orang yang tepat untuk menyembuhkan luka Delanay.

Delanay membutuhkan pria yang bisa menerimanya apa adanya. Oh, bukan berarti Callum tidak bisa.

Justru karena dia bisa, maka dia menolak.

Pada akhirnya, Callum tidak ingin terjebak oleh sesuatu yang tak kasat mata yang justru akan menghancurkan hubungan mereka. Ia ingin mengantisipasinya sejak awal.

Menjadi tempat curhat? Silakan.

Namun menjadi suami? Ini bukan permainan. Pernikahan adalah janji suci.

Dan Callum tidak pernah membayangkan hal itu akan terjadi.

“Apa kamu takut tidak bisa membalas budi?” tanya Clara.

Clara menggeleng.

“Atau kamu takut Delanay akan bunuh diri?”

Gelengan itu berubah menjadi anggukan.

“Delanay bukan tipe yang lemah, Mom. Kalau dia ingin bunuh diri, dia sudah melakukannya sejak tahu dirinya hamil.”

Clara tahu itu. Delanay mirip Melanie. Kuat.

Meski takdir tak pernah berpihak padanya, Delanay tetap berjuang. Lihat saja, ia memilih mempertahankan kehamilannya daripada menggugurkan bayi itu, meskipun harus menanggung beban yang begitu berat.

Sebenarnya, ada satu hal yang membuat Clara khawatir.

Keluarga Harper tidak merawat gadis itu dengan baik.

Baru saja, Clara melihat bagaimana Lauren dan Silvy lebih memilih mengurus pesta daripada memperhatikan Delanay yang pingsan.

George? Clara tidak meremehkan pria itu.

Namun tanpa disadari, George terlalu didominasi Lauren hingga mengabaikan putri pertamanya.

Dan inilah akibatnya. Konsekuensinya terlalu besar.

“Kalian akan menikah,” tegas Clara.

Callum terkekeh kesal.

“Dengarkan, Cal. Kamu tidak harus mencintai Delanay. Kamu juga tidak harus mengurus dia dan bayinya. Setelah menikah, biarkan Delanay tinggal bersama Mommy dan Daddy. Terserah kamu mau bekerja siang atau malam. Yang penting, kamu memberinya status yang jelas. Dan kamu… bisa menikah tanpa harus khawatir Mommy akan menjodohkanmu lagi. Bagaimana?”

Callum terdiam. Tawaran ini cukup menggoda.

Menikahi Delanay bukanlah hal yang buruk.

Selain menjadi suami pengganti, ia juga akan menjadi ayah bagi anak Delanay kelak.

Keuntungannya, ia tidak perlu lagi mendengar ocehan para ibu yang ingin menjodohkan anak-anak mereka dengannya.

“Cal? Ya atau tidak?”

Menatap ibunya, ekspresinya sangat serius.

Callum mengangguk.

“Baik. Aku akan menuruti keinginan Mommy. Yang penting, Mommy tidak boleh mengeluh jika aku tidak memberi Delanay cukup perhatian.”

Clara segera mengangguk.

“Jangan terlalu percaya diri, Callum Westwood,” batinnya.

Kisah lama pasti akan muncul kembali, bukan?

“Baik. Sepakat.”

Callum mengangguk. Ia menjabat tangan ibunya yang terulur, layaknya dua orang pebisnis yang mencapai kesepakatan.

Tok, tok, tok.

Dari balik pintu, Dion—sekretaris Callum—muncul.

“Tuan, dokumen kerja sama dengan Ray Group diminta sejak satu menit lalu. Tuan Rayhan mengatakan Anda harus segera meninjaunya.”

“Sialan Rayhan!” umpat Callum.

“Urus saja urusanmu. Aku akan menemui Delanay.”

Clara pun pergi, meninggalkan putranya yang masih menggerutu.

Wanita itu masuk ke kamar hotel tempat Delanay beristirahat. Tampaknya gadis itu telah sadar.

Delanay duduk bersandar di sandaran tempat tidur.

George dan Ethan duduk diam di sofa, tak berani bersuara. Suasana terasa canggung.

“Dela?”

Delanay menoleh. Wajahnya kosong. Clara sedikit meringis.

“Kamu tidak apa-apa?”

Gadis itu mengangguk, lalu menatap sinar matahari yang menembus jendela kaca.

Ya, dia baik-baik saja.

Hatinya mulai terasa lebih ringan.

Kini tak ada lagi yang perlu disembunyikan.

Namun melihat wajah-wajah penuh kekhawatiran itu justru membuat Delanay merasa bersalah.

Ia benar-benar aib bagi keluarga.

“Apa kata dokter?”

“Delanay baik-baik saja. Tapi dia tidak boleh terlalu banyak berpikir. Dampaknya bisa fatal bagi bayinya,” jelas George.

Mendengar kata bayi, jari Delanay refleks menyentuh perutnya.

George melihat gerakan itu.

Sebagai seorang ayah, hatinya terasa perih.

Baru kemarin ia meninggalkan Delanay yang tampak mandiri.

Kini, putrinya menghadapi masalah yang begitu berat.

George tak bisa menahan diri untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri.

Entah mengapa, sejak menikahi Lauren, George merasa Delanay semakin menjauh.

“Delanay?” panggil Clara.

Delanay menoleh. Clara melangkah mendekat.

“Setelah ini, kamu tidak perlu khawatir. Mommy sudah menemukan suami untukmu.”

Mata Delanay berkedip.

“Mom… untukku?”

Clara mengangguk. “Kamu bisa memanggil Auntie dengan Mommy.”

“Apa maksudmu, Cla?”

Jantung George berdegup kencang.

Masih adakah harapan?

Jika itu benar, George akan sangat berterima kasih kepada keluarga Westwood.

“Callum sudah setuju untuk menikahi Delanay.”

Clara tersenyum, lalu menggenggam tangan Delanay dengan lembut.

“Tuhan itu baik, sayang. Putra Mommy akan membantumu. Jangan stres lagi, ya?”

“Benarkah?” George hampir melonjak.

“Ya. Callum sudah berjanji. Benar, Cal?”

Semua orang menoleh ke arah pintu.

Callum berdiri di ambang pintu entah sejak kapan.

Ia menatap Delanay dengan pandangan datar namun tenang.

“Aku siap menjadi suami Delanay. Tapi maaf, aku tidak bisa memberikan hak waris kepada bayi itu,” ujar Callum dengan tegas.

1
Mia Camelia
lanjut lagi thor, seru banget ih sama pasangan ini.
thor sekali2 kasih tau dong siapa yg perkosa delanay? penasaran banget deh😔😂
Mia Camelia
rayhan somplak banget ngegodaiin delanay🤣
Mia Camelia
sereem ah , calum jdi pembunuh😔
Mia Camelia
hahaa rayhan terlalu ngarep menang🤣🤣🤣
Mia Camelia
nah gitu dong ada yg mulai duluan👍☺☺☺☺
mantap thor😂
Mia Camelia
parah nih gosip nya🤣
Mia Camelia
ya jonathan naksir delanay kahh???
Mia Camelia
calum jdi posesif ya😂😂😂mantap nih
Mia Camelia
hahaaha kasian banget dion hrz bolak balik🤣🤣🤣sabar ya
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!