NovelToon NovelToon
Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nani Anny

Perjodohan serta pernikahan yang tiba-tiba dari keputusan sepihak, membuat mereka pasrah dengan keputusan ayah mereka.

Bukannya tidak ingin menolak perjodohan itu. Justru jauh dari lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka sangat menolak perjodohan tersebut. Tapi, yah! mau bagaimana lagi, ayah mereka sama-sama memiliki sifat yang keras dan tidak suka dibantah, itulah alasan sebenarnya mereka menerima perjodohan tersebut.

Kedua orang asing yang dipersatukan secara tiba-tiba dengan sifat yang sangat bertolak belakang. Si pria dengan sifat cuek, dingin dan tidak perduli dengan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Sementara si Wanita yang sifatnya cerewet, ceria, kadang dewasa, kadang manja dan sangat peduli sosial.

Karena sifat yang bertolak belakang itulah yang sering menimbulkan konflik diantara mereka. Masalah-masalah kecil yang seringkali menjadi perdebatan berakhir menjadi sebab mereka lebih saling mengenal karakter satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB Tiga Lima "TSJC"

Dalam perjalanan pulang Romi masih memikirkan tentang apa yang barusan dia liat.

Dia merasa bahwa perubahan yang terjadi dengan Riko semua ada hubungannya dengan Citra, tapi dia tidak tau mereka memiliki hubungan apa.

Romi masih berperang dengan pikirannya.

"Apa mereka suami istri." gumam Romi refleks, tapi tiba-tiba dia langsung menghilangkan prasangka itu.

"Kalau mereka suami istri, kapan mereka nikah?" gumam Romi merasa frustasi dengan pikirannya sendiri.

Beberapa menit kemudian Romi tiba di rumahnya, dia segera memasukkan mobilnya ke dalam garasi lalu masuk ke dalam rumahnya dan mendapati Kevin masih nonton di ruang TV.

Romi dan Kevin adalah sepupu begitu juga dengan Mita.

"Kenapa lo belum tidur Vin?" tanya Romi.

"Ehh, aku lagi nungguin kak Romi, ada yang mau aku omongin kak." ucap Kevin.

"Besok aja yah Vin,, gue capek banget." ucap Romi lalu meninggalkan Kevin dan Kevin hanya menatap Romi berjalan menuju kamarnya.

Skipp..

Pukul 3 pagi Citra terbangun saat mendengar nafas Riko yang tidak beraturan.

Dengan susah payah Citra mencoba membuka matanya lalu duduk di samping Riko.

Citra mengusap wajahnya lalu mengikat Rambutnya, kemudian dia memeriksa suhu tubuh Riko yang sangat panas.

"Ya ampun kak Riko demam." batin Citra.

Citra lalu menyingkirkan tangan Riko yang masih memeluknya dan membuat Riko terbangun dan kembali memeluk Citra dengan erat.

"Jangan pergi." ucap Riko tanpa membuka matanya.

"Aku ngga pergi kak, aku mau ke dapur ambil kompres buat kak Riko, soalnya badan kak Riko panas banget." ucap Citra lalu menyingkirkan tangan Riko dan Riko membiarkan Citra pergi.

Citra berjalan menuju dapur mengambil es batu untuk mengompres Riko lalu dia kembali ke kamar.

Citra membaringkan Riko dan mulai mengompresnya, Citra sesekali melirik wajah Riko yang sangat pucat dan khawatir.

Citra terjaga merawat Riko, Dia juga memijit tangan dan kaki Riko karna Citra tau kalau Riko pasti sangat lelah.

Citra menarik kursi kecil yang terdapat di meja rias, dan meletakkannya di samping tempat tidur dia kemudian duduk disitu sambil terus mengawasi Riko, tidak lama kemudian Citra tertidur, dia melipat tangannya kirinya di sisi samping tempat tidur lalu membenamkan wajahnya disana sementara tangan kanannya menggenggam tangan Riko.

Next

Pukul 6 pagi, Riko mengeliat kemudian membuka matanya dan melihat Citra tertidur dengan posisi duduk dan melihat tangan Citra sedang menggenggam tangannya.

Riko tidak ingat apa yang sudah terjadi sampai Citra bisa tidur dengan posisi seperti itu, dia kemudian mencoba untuk duduk tiba-tiba kain bekas kompres Riko terjatuh, dan membuatnya mengingat kejadian semalam bahwa dia demam dan Citra merawatnya semalaman.

Merasa terharu dengan pengorbanan Citra, Riko kemudian turun dari ranjang pelan-pelan agar tidak membangunkan Citra. Lalu dia memindahkan Citra ke atas tempat tidur dan menyelimutinya, Citra menatap wajah Citra yang sedang tidur pulas, dia menatap mata Citra, hidung, dan bibir Citra. Riko fokus pada bibir Citra lalu dia mengecupnya.

Cup 😘

Citra hanya mengeliat dan Riko tersenyum 😊.

Citra masih tidur sangat pulas di samping Riko yang sedang fokus membaca buku dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur.

Citra kemudian mengeliat dan memeluk Riko tanpa sadar dan Riko hanya tersenyum melihat tingkah Citra.

Tiba-tiba ponsel Riko berdering dan membuat Citra membuka matanya dan menyadari situasinya memeluk Riko.

"Bukannya semalam aku tidur di kursi kok aku udah di atas ranjang, dan ini aku lagi meluk paha kak Riko." Batin Citra malu.

Riko tidak menyadari kalau Citra sudah bangun, dia kemudian mengangkat telfonnya yang ternyata telfon dari Rani.

"Halo kak Rani, gimana kabar kak Rani sekarang?" sapa Riko ramah dan lembut kepada Rani.

Citra mendengar pembicaraan Riko dan wajahnya cemberut tapi dia masih mempertahankan posisinya agar Riko tidak tahu kalau dia sudah bangun.

Riko masih berbicara dengan Rani di telfon, Rani menanyakan kabar Riko, dia juga mengatakan bahwa sekarang dia sudah pindah tempat kerja dan dia bekerja di rumah Sakit di Jakarta. Riko sangat terkejut mendengar Rani ada di Jakarta. Dan Riko menawarkan agar mereka bertemu. Setelah itu obrolan mereka berakhir.

Citra mendengar semua pembicaraan mereka dan cemburu. Hatinya sakit saat dia mendengar Riko mengajak Rani untuk bertemu. Citra yang sakit hati melepaskan pelukannya, dia kemudian merubah posisi tidurnya memunggungi Riko.

Riko hanya menatap Citra merubah posisi tidurnya, Riko tidak banyak tanggapan di fikir Citra masih tidur. Riko kemudian meninggalkan Citra masuk ke dalam kamar mandi.

Citra menyadari Riko meninggalkannya kemudian berbalik dan menatap punggung Riko masuk ke dalam kamar mandi.

Hati Citra sakit, matanya berkaca-kaca, tapi dia berusaha untuk tidak meneteskan air matanya.

"Kenapa juga aku berharap yang tidak pasti." batin Citra.

Dia kemudian bangun dan meninggalkan kamarnya menuju kamar bi Ina. Dia tidak ingin berada di kamar itu terus untuk melihat Riko siap-siap bertemu dengan Rani.

Saat ini dia hanya ingin menenangkan hati dan pikirannya, dia butuh seseorang untuk menemaninya, dan yang paling dia butuhkan saat ini hanyalah mamanya, tapi mama Ratna di Bandung, jadi dia memutuskan untuk ke kamar bi Ina, secara umur Bi Ina tidak jauh dari umur mamanya.

"Mama, Citra lagi sakit 😢." gumam Citra berjalan menuju kamar bi Ina dengan membawa bantal di pelukannya.

Citra tiba di kamar bi Ina, dia mengetuk pintu bi Ina dan bi Ina mempersilahkan Citra masuk.

bi Ina terkejut melihat wajah bantal Citra yang terlihat sedih sambil memeluk guling.

"Ada apa non, non tidak papa kan?" tanya bi Ina khawatir. Mata Citra semakin berkaca-kaca mendengar pertanyaan bi Ina, Citra langsung berjalan ke arah bi Ina dan langsung memeluk bi Ina. Bi Ina terkejut dengan tingkah Citra karna dia biasanya tidak seperti ini.

"Non Citra kenapa?, kenapa non nangis?, ada apa non?, apa terjadi sesuatu?" tanya bi Ina khawatir, Citra melepaskan pelukannya dan menatap wajah Bi Ina dan kembali menangis memeluk bi Ina, Bi Ina semakin bingung.

"Citra kangen sama mama bi, Citra kangen mama." ucap Citra masih menangis.

Bi Ina mendengar perkataan Citra merasa iba dengan Citra, karna bi Ina merasa Citra masih terlalu muda untuk berpisah dari orang tuanya dan harus ikut dengan suaminya.

Bi Ina kemudian menengankan Citra setelah Citra mulai tenang, bi Ina kemudian menyuruh Citra untuk berbaring di tempat tidurnya karna Bi Ina melihat wajah Citra yang kurang tidur.

"Sekarang non istirahat,, non terlihat tidak sehat." ucap Bi Ina.

"Ya udah kalau gitu bibi ke dapur dulu untuk nyiapin sarapan buat non Citra." ucap Bi Ina lagi tapi Citra tidak merespon, dia terus menatap bi Ina dengan tatapan kosong dan bi Ina kembali khawatir dengan tingkah Citra.

"Bii,, apa bener kak Riko itu ngga pernah menjalin hubungan sama seseorang?" tanya Citra dengan suara yang lirih.

"Kenapa non Citra nanya kayak gitu, iya non den Riko ngga pernah menjalin hubungan dengan perempuan siapapun." ucap bi Ina.

"Tapi,, kak Rani.." ucap Citra lagi.

Bi Ina menyadari kalau ternyata Citra sedang cemburu, dia kemudian ingin menjelaskannya tapi sudah di potong lagi sama Citra.

"Biii,, aku udah coba untuk ikhlas, aku sadar aku siapa, tapi kenapa bi, memikirkan ini membuat hati aku sakit bi,, ini pertama kalinya buat aku, dan aku ngga tau harus bagaimana biiii.." ucap Citra menangis sejadi-jadinya.

"Ya ampun non,, bibi ngga tau harus bagaimana, bibi ngga tau apa yang terjadi sama non Citra sampai non Citra menangis seperti ini." ucap Bi Ina panik sambil memeluk Citra dan kembali menenangkannya.

Setelah beberapa menit Bi Ina menenangkan Citra, akhirnya Citra tenang, dan mulai tidur karna lelah setelah menangis.

Bi Ina mengusap kepala Citra dan menatap wajah sembab Citra.

"Kenapa non Citra bisa seperti ini? apa ada sesuatu yang sudah terjadi." gumam Bi Ina penasaran lalu meninggalkan Citra untuk pergi membersihkan rumah setelah itu membuat sarapan.

Sementara Riko yang sudah selesai mandi, keluar dan melihat tempat tidur sudah kosong.

"Kemana dia?" gumam Riko mencari Citra.

Riko kemudian memakai pakaiannya lalu turun menuju ruang tv, dia duduk di ruang tv sambil bekerja melalui ponselnya.

Riko yang cuek dan tidak peka itu sudah tidak mencari keberadaan Citra karna dia fikir kalau Citra mungkin sedang di dapur membuat sarapan.

Skip.

Rumah Romi.

Romi yang kelelahan bangun kesiangan, dalam keadaan setengah sadar dia berjalan menuju dapur.

Semenatar Mita yang sedang duduk di ruang tamu menatap Romi heran karna dia tidak menghiraukannya bahkan tidak menyapanya, dia kemudian mengikuti Romi menuju dapur.

Mita langsung mengagetkan Romi yang sedang minum, Romi terkejut melihat Mita dan menyemprotkan air yang ada di mulutnya ke wajah Mita.

"Iiihhhh,, kak Romi jorok banget sih,, kok nyemburon air dari mulut kak Romi ke wajah Mita." teriak Mita jijik.

Romi melap mulutnya dari bekas air.

"Lo kenapa ada disini?" tanya Romi heran melihat Mita ada dirumahnya.

Mita yang masih sibuk membersihkan wajahnya dengan tissue kemudian menatap Romi sinis.

"Kak Romi ini kenapa sih,, emangnya aku ngga boleh tinggal di rumah kak Romi." ketus Mita kesal.

"Bukannya gitu,, gue cuma mau tau lo ngapain kesini, bukannya lo kuliah, ngapain pake ke Jakarta segala." ucap Romi

"Dia kabur dari rumah kak." ucap Kevin yang datang tiba-tiba.

"Apa kaburr.. dalam rangka apa lo kabur dari rumah." ucap Romi kesal

Mita berusaha ingin menjelaskan tapi di potong oleh Kevin.

"Katanya dia ngga mau kuliah di Bandung, tapi mau kuliah di Jakarta bareng aku kak." kelas Kevin membuat Mita menatapnya sinis.

"Ngga masuk akal banget sih lo Mit,, apa bedanya kampus di Jakarta dengan Bandung, di Bandung kan pendidikannya juga udah setara dengan Jakarta." ucap Romi kesal.

"Alasan Mita bukan itu kak,, aku itu mau kuliah disini karna semua teman-teman aku kuliah disini juga." bantah Mita.

"Alasan yang ngga masuk akal, kalau masalah temen kan kamu bisa cari temen lagi di kampus kamu yang baru." ketus Romi.

"Aahhhh,, pokoknya aku mau kuliah di Jakarta titik ngga pake koma. dan kak Romi harus bantuin aku untuk bujuk papa dan mama aku biar aku di pindahin kuliah disini." ketus Mita kesal.

"Ogahhhh..." ketus Romi lalu meninggalkan Mita.

Mita langsung mengejar Romi dan merengek-rengek agar Romi mau membujuk orang tuanya agar dia di pindahin kuliah di jakarta. Romi berusaha menghindar tapi tidak bisa Mita terus menempel kepadanya seperti perangko sambil terus merengek dan hal itu membuat Romi frustasi.

1
Dewi Agustin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Bodoh bin Bego di bujuk dgn tiket korea aja langsung luluh🙄🙄🙄 Setelah itu nangis2 lagi,sakit hati lagi🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk itu bukan cuman Anton yg cemburu,ada seseorg yg kebakaran jenggot🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Bodoh banget Citra,,Hadeeh kesel aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Telat loe Rik,Citra udah gak butuh bunglon kayak kamu lagi,,
Qaisaa Nazarudin
Aneh sewaktu di Amerika Riko kayak org kesurupan pengen pulang cepat karena Citra,sampe di rumah malah di vuekin,Tilo kayak bunglon,,
Qaisaa Nazarudin
Oh mereka sepupuan ya??
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener apa ku bilang,,,
Qaisaa Nazarudin
Disini tuh pasti mamanya Riko,dan papanya pergi ke kantornya Beam..
Qaisaa Nazarudin
Lho kapan mereka dtg ke bandung?? bukannya td mereka menyuruh Riko utk mencari alamatnya Bram dan Ratna dulu,kok mereka udah nyampe aja,,,aah pasti itu akal akalan mereka utk mempertemukan Riko dan Citra ya😂😂
Qaisaa Nazarudin
Cih pasti pernah ditolak sama Riko nih atau di cuekin Riko nih di masa lalu,makanya ssh move on..
Qaisaa Nazarudin
Diawal gini aja bilang gak pernah deketin cewek apalagi pacaran,Ntar udah nikah aja pasti ada mantan yg nongol,heran aku..biasa aku baca di novel lain sih gitu,semoga disini benar2 gak ya🤭🤭😅
Qaisaa Nazarudin
Karena Citra sudah di jodohkan vin,yg sabar ya,,banyak kok cewek cantik dan baik di luar sana..
Qaisaa Nazarudin
Ouh berarti Citra tinggal di bandung ya??
Mampir thor🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Ruth Humapi
critax ko muter2 d stu trus
Ruth Humapi
ni bru critax bgus skli
Efvi Ulyaniek
ini cerita nya horang kaya yg merakyat ya pembokat nya cm sebiji bi Ina aja...habis pesta makan"tamunya cuci piring sendiri😀🙏
Efvi Ulyaniek
ganteng "keringat'e bau🤦‍♀️
Efvi Ulyaniek
citra no anak orang kaya tp hp nya jadul,naik pesawat jg katrok....kok Ndak mencerminkan orang kaya yah....ni dikasih hp baru binggung...yah sudah lah nyimak Bae😀😀
Aeyma Rahma
Mulai suka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!