NovelToon NovelToon
Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?

Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!

Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pitulikur (27)

Pagi itu, batas tanah seluas dua hektar yang baru dibeli Han Jia sudah ditandai dengan tali rafia merah yang mencolok. Di luar garis itu, puluhan warga desa berkumpul. Mereka berbisik-bisik, menunjuk-nunjuk Shura yang sedang berdiri telanjang dada (memamerkan otot barunya yang berkilau keringat) sambil memegang dua papan kayu raksasa.

"Apa yang akan dilakukan gadis gila itu?" bisik Bibi Liu. "Dia menyuruh Pangeran Tampan itu memegang papan kayu di tengah ladang kosong?"

Di sisi dalam garis, Han Jia sedang mengaduk sebuah tong besar berisi cairan abu-abu kental yang bergelembung panas. Baunya seperti campuran kapur barus dan telur busuk.

"Han Jia," panggil Shura dengan wajah tersiksa. "Cairan ini baunya lebih parah dari kentut kuda! Kau yakin ini semen?"

"Ini bukan semen biasa, Shura! Ini adalah... emmm... Polimer Silikat Ekspansif!" Han Jia berteriak sambil mengaduk dengan tongkat besi. "Ini adalah teknologi sipil masa depan! Dia akan mengembang 50 kali lipat saat terkena udara dan mengeras dalam 10 detik!"

Han Jia menatap Shura tajam. "Tugasmu sederhana tapi mematikan. Kau harus memegang cetakan papan kayu itu. Aku akan tuangkan cairannya. Begitu aku bilang 'Lari', kau harus pindah ke meter berikutnya dalam waktu kurang dari 3 detik. Jika kau lambat, kakimu akan tertanam dalam batu abadi dan kau akan jadi patung hiasan pagar selamanya!"

Shura menelan ludah. "Tiga detik? Untuk tembok setinggi tiga meter?"

"Tepat! Gunakan 'Langkah Siluman'-mu! Anggap ini latihan fisik!"

Han Jia mengangkat ember berisi cairan abu-abu itu. "Satu... Dua... TIGA!"

BYUURRR!

Han Jia menyiramkan cairan itu ke antara dua papan kayu yang dipegang Shura.

SZZZTTT!

Cairan itu mendesis, lalu tiba-tiba meledak naik ke atas seperti adonan roti raksasa yang diberi ragi super. Dalam sekejap mata, cairan itu memadat menjadi tembok batu abu-abu tua setinggi tiga meter yang mulus dan keras seperti baja.

"LARI SHURA! PINDAH!" teriak Han Jia.

Shura, dengan refleks jenderalnya, mencabut papan cetakan itu (yang untungnya sudah dilapisi minyak agar tidak lengket) dan melompat ke meter berikutnya.

BYUURRR! SZZZTTT!

Satu meter lagi tembok berdiri kokoh.

"LAGI! JANGAN BERHENTI!"

Dan dimulailah tontonan paling absurd yang pernah dilihat warga Desa Da Yan.

Shura berlari mengelilingi lahan 2 hektar itu seperti orang kesurupan, memindahkan papan kayu dengan kecepatan kilat. Di belakangnya, Han Jia berlari membawa tong (yang ajaibnya tidak pernah habis karena terhubung ke inventaris sistem), menyiramkan cairan abu-abu yang langsung tumbuh menjadi tembok raksasa.

Warga desa yang menonton hanya bisa melongo.

"I-itu sihir..." gumam Kepala Desa yang mengintip dari balik pohon. "Mereka membangun benteng dalam hitungan menit!"

Dalam waktu dua jam, tembok itu sudah hampir menutup satu putaran penuh. Tingginya benar-benar intimidatif. Tiga meter murni batu padat tanpa celah, tanpa pegangan, licin seperti kaca.

Shura berhenti di meter terakhir, napasnya memburu, keringat membasahi seluruh tubuhnya. "Hah... hah... Han Jia... satu lagi... penutup gerbang..."

"Bagus! Tahan posisinya!" Han Jia menuangkan cairan terakhir.

BLAM!

Tembok itu tertutup sempurna. Kini, lahan 2 hektar milik Han Jia benar-benar terisolasi dari dunia luar. Tidak ada celah sedikitpun kecuali gerbang depan yang belum dipasang pintunya.

Han Jia menepuk tembok batu yang masih hangat itu dengan bangga. "Sempurna. Struktur molekulnya sangat padat. Bahkan meriam pun butuh dua kali tembakan untuk merobohkannya."

Shura duduk bersandar di tembok baru itu, meminum air dari botol kulitnya. Ia mendongak ke atas, lehernya sakit saking tingginya tembok itu.

"Han Jia..." keluh Shura. "Tiga meter? Serius? Ini bukan rumah, ini penjara! Kau mau mengurung siapa? Naga?"

"Ini bukan penjara, Shura. Ini adalah... emmm... Filter Visual Anti-Kepo!" Han Jia menyeringai. "Kau lihat warga desa tadi? Mata mereka jelalatan ingin tahu apa yang kita tanam. Sekarang? Mereka hanya bisa menatap batu abu-abu yang membosankan."

Benar saja, dari sisi luar tembok, terdengar suara keributan.

"Hei! Apa-apaan ini?! Kenapa jalan pandangannya ditutup?!"

"Aku tidak bisa melihat Pangeran Tampan lagi!"

Tiba-tiba, terlihat sebuah kepala muncul di atas tembok. Rupanya, ada seorang pemuda desa yang nekat. Dia membawa tangga bambu panjang dan mencoba mengintip ke dalam.

"Hoi! Kalian sedang apa di dala—"

Belum sempat pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, Han Jia menoleh cepat.

"Shura! Tamu tak diundang di jam 12!"

Shura menghela napas, lalu memungut sisa gumpalan "semen instan" yang belum mengeras dari tanah. Dengan gerakan santai seperti melempar kerikil, ia menyentil gumpalan itu ke arah si pengintip.

PLETAK!

Gumpalan itu mengenai dahi si pemuda dengan presisi akurat.

"ADUH!"

Pemuda itu kehilangan keseimbangan dan jatuh kembali ke sisi luar. Terdengar suara GUBRAK! diikuti tawa mengejek warga lainnya.

Han Jia berjalan mendekati gerbang (yang saat ini masih bolong). Ia mengambil kuas dan cat merah sisa renovasi gubuk. Di tiang gerbang batu itu, ia menulis peringatan besar:

[ZONA KARANTINA BIOLOGIS]

[BAHAYA: TANAMAN PEMAKAN DAGING & SUAMI ORANG]

[YANG NEKAT MASUK AKAN DIJADIKAN PUPUK]

Shura membaca tulisan itu dan mengerutkan kening. "Tanaman pemakan suami orang? Kau benar-benar ingin membuat Bibi Liu serangan jantung?"

"Itu disebut Psychological Warfare (Perang Psikologis), Shura," Han Jia menepuk tangannya yang berdebu. "Sekarang, markas kita aman. Dinding ini licin, tinggi, dan kokoh. Manusia setinggi dua meter pun tidak akan bisa melongok ke dalam tanpa tangga pemadam kebakaran."

Han Jia berbalik, menatap lahan luas 2 hektar yang kini tertutup tembok raksasa itu. Lahan itu masih kosong, hitam, dan tandus, tapi di mata Han Jia, itu adalah surga.

"Sekarang..." Han Jia merentangkan tangannya. "Kita punya privasi. Kita punya lahan. Saatnya membangun Sanctuary (Tempat Suci) sains kita."

Ia menunjuk ke sudut paling belakang lahan.

"Besok, kita bangun Laboratorium. Dan setelah itu... kita penuhi tanah ini dengan sayuran raksasa yang akan membuat pasar ibu kota gempar."

Shura bangkit berdiri, merasakan otot-ototnya yang pegal luar biasa. "Besok? Bisakah kita libur sehari saja, Profesor? Tanganku rasanya sudah jadi batu."

"Libur?" Han Jia tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat mirip dengan majikan jahat. "Shura sayang, ilmu pengetahuan tidak pernah tidur. Tapi karena kau bekerja bagus hari ini... malam ini aku akan memasakkanmu Semur Daging Serigala Angin dengan Wortel Raksasa."

Mata Shura langsung berbinar. "Baiklah! Demi semur, aku akan bangun tembok lagi besok!"

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ahhhh ga tega lihat Han Jia sama Shura mau jadi jamur 🍄🍄🍄😒kirain bisa lolos melarikan diri dari tetua Mo /Left Bah!//Right Bah!/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
sabar intan sabar ngga boleh maki aki2 nya kita maki author nya aja
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: teganyaaa
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh kirain koit tu tua bangka🙄 lantas apa lagi selanjutnya/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: sabar sabarrr
total 1 replies
ηαηα
Gak sekalian menghembuskan nafas terakhirnya aki2 itu? /Proud//Proud/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ide bagus
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Thor kita gelut yuk/Curse/ gak disini, gak disana, ada aja ulahmu thor/Right Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Dih mentang²🙄
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
yaaaaak masa kalah sama aki aki /Left Bah!//Right Bah!//Cleaver//Cleaver//Cleaver/Author jadi sasaran kekesalan reader 🤭🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: enda jia kan kuat masa kalah🫣🫣🫣🤣
total 3 replies
ηαηα
Ih jangan dong... masa seorang Jia kalah begitu saja/Right Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nha itu diaaa/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
SENJA
waaaah ini biangnya 😶
SENJA
pada ngerti ngga ph extreme ? 🤣
SENJA
laaah gembel tuan rumah malah si paling ngumpet 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Shura dan Han Jia sudah klop dah hempaskan itu tetua Mo biar tau rasa
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
otak dagang Elena itu yang bicara bukan Han Jia 🤣🤣🤭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah betull. itu🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah kalian sudah lihat sendiri kan bagaimana gadis desa Han Jia dan asistennya menghadapi serangan dan mengalahkan semua mahluk mayat hidup itu
ηαηα
Dia adalah malaikat pencabut nyawa, heiii🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kita gelutt/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sepertinya kamu mulai ketularan gila/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kaburrr takut ikutan gila 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah akhirnya sudah menemukan solusinya Han Jia ternyata hanya dengan bumbu dapur cuka garam dkknya untuk jadi boom
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar pengecut tetua Mo luu malah kabur padahal itu hasil eksperimen dia sendiri yang gagal huuuuu ayo Han Jia tunjukkan kau bisa mengendalikan situasinya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren banget Han Jia minum teh racun sampe habis itu tetua Mo sama bangsawan Liu shock melihatnya karena apa Nona Han baik baik saja🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
show time Nona Han dan pengawal pribadinya mau ke pesta teh undangan dari bangsawan Liu makin seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!