NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena aku adalah aku

Bunda Anara dan ayah Devran masuk ke ruang kerja, Alvin mengikuti ke dua orang tuanya. Mereka duduk di sofa ruang kerja ayah Devran, dengan bunda Anara yang duduk di samping suaminya dan Alvin duduk berhadapan dengan mereka.

Bunda Anara menghela napas. “Apa kamu serius soal Nana, Vin?” tanya sang bunda.

“Alvin serius, bun. Alvin akan menikahi Nana,” jawabnya tak ada keraguan, entah apa yang ada di pikiran Alvin. Bunda dan ayahnya juga terheran-heran saat tadi putranya menyebut Nana sebagai calon istrinya.

“Ini bukan soal untuk menghindar dari kakekmu, Vin. Tapi kamu melibatkan Nana, kamu akan mengikatnya dalam janji ikatan suci. Ayah tidak mau kamu main-main, ayah akan mengusahakan apapun untuk menghindari permintaan kakemu itu. Jadi kamu tidak perlu harus melibatkan Nana,” ujar ayah Devran.

“Alvin tahu, yah. Tapi Nana juga tidak buruk untuk di jadikan pasangan hidup, setidaknya kak Zeze dan Alvaro mengetahui kehidupan Nana. Nana adalah gadis yang baik,” jawab Alvin.

Bagaimanapun Devran dan Anara tidak akan membiarkan putranya gegabah mengambil keputusan, karena hal tersebut bukan hanya tentang Alvin tapi juga tentang Nana dan juga keluarga mereka. Menikah adalah ibadah terpanjang, jadi ayah Devran dan bunda Anara tidak mau putranya hanya menganggap pernikahan sebagai mainan.

Alvin keluar dari ruang kerja sang ayah sambil menghela napas, dia lantas menuju pantry untuk mengambil air minum. Dia duduk di stool pantry, jari telunjuknya memutari pinggiran gelas. Pikirannya menerawang jauh, Alvin memikirkan ucapan ayah dan bundanya. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, jadi mereka berharap keputusan Alvin tersebut sudah dia pikiran dengan sangat matang.

“Sedang memikirkan apa?” Alvaro menepuk pundak adik iparnya tersebut. Kebetulan dia sedang haus, Ayzel sedang menidurkan Altezza. Karena itulah dia ke pantry untuk mengambil minum sendiri.

Alvin menolah pada kakak iparnya yang berlalu mengambil air minum setelah dia menepuk pundaknya. “Kenapa abang diam tadi?” Alvin bukan menjawab pertanyaan Alvaro, dia justru balik bertanya.

Alvaro duduk di samping Alvin, dia menenggak air mineral dinginnya terlebih dulu sebelum menjawab pertanyaan sang adik ipar. “Aku diam soal yang mana?” Alvaro meletakkan gelas dengan air minum yang sudah dia teguk setengahnya pada meja, dia lantas menatap Alvin dengan santai.

“Aku berniat menikahi Nana,” jawab Alvin, dia menatap Alvaro untuk kembali memastikan ekspresi sang kakak iparnya tersebut.

“Oh!” jawab Alvaro datar, tak ada ekspresi marah ataupun terkejut dari kakak iparnya tersebut.

Alvin mendengus kesal. “Hanya oh?”

“Lalu aku harus bagaiamana?” tanya Alvaro santai.

Mungkin Alvin lupa kalau kakak iparnya tersebut juga kulkas seperti dirinya, jadi jawaban singkat tanpa ekspresi tersebut sudah cukup menggambarkan kalau Alvaro biasa saja.

“Terkejut, marah atau entahlah.” Alvin mengangkat ke dua bahunya, dia kembali meneguk air putih yang tersisa di gelasnya.

Alvaro terkekeh. “Sepertinya kamu lupa bagaimana aku bisa menikahi kakakmu itu, Vin. Lebih ekstrim dari pada kamu mengatakan akan menikahi Nana,” ucap Alvaro kemudian.

Alvin lantas tertawa ringan, dia lupa kalau Alvaro bahkan tidak bilang lebih dulu pada Ayzel. Saat itu Alvaro langsung mendatangi ayah Devran dan bunda Anara untuk melamar Ayzel, tentu tanpa sepengetahuan mama Altezza dan Haziel tersebut. Bahkan Alvaro sudah menyiapkan pelaminan untuk dia mengikat janji suci dengan Ayzel, dan Ayzel baru tahu saat dia kembali ke Indonesia.

Kurang dari empat puluh delapan jam menjelang pernikahan, Ayzel baru di beritahu ayah dan bundanya soal lamaran Alvaro beberapa waktu sebelumnya. Saat itu Ayzel tentu saja terkejut, meskipun pada akhirnya dia menerima Alvaro. Padahal saat itu dia bisa saja kabur atau memilih untuk mengatakan pada sang ayah, kalau dia tidak bersedia menjadi istri Alvaro. *Kisah mereka ada di  judul Langit Senja Galata kalau penasaran mau baca, kalaupun tidak juga tidak apa-apa. Tidak harus di baca.

“Ck...lupa kalau kamu curangi mbak Zeze dulunya,”

“Mencurangi gimana? Itu namanya taktik cerdas,” Alvaro tersenyum, dia lantas berdiri dan menaruh gelas di tempat cuci gelas dan piring.

“Yang perlu kamu khawatirkan bukan aku, Vin. Tapi Zeze, Naira dan juga mungkin orang tua Nana. Sebelum melangkah lebih jauh, cari tahu dulu siapa adik sepupuku itu. Akan lebih objektif jika kamu tahu bukan dariku, tapi dengan kamu mencari tahu sendiri.” Alvaro menepuk puncak kepala adik iparnya tersebut. “Bukan hal yang sulit untukmu mencari tahu siapa Nana, bukan? Seperti dulu saat kamu menemukan kalau Nana yang menteror Zeze,” imbuh Alvaro yang kemudian berlalu meninggalkan Alvin sendirian di stool pantry.

***

Di lain tempat, atau lebih tepatnya di kamarnya. Nana sedang gelisah, dia memikirkan semua ucapan Alvin. Bagaimana tidak kepikiran? Meskipun mereka sering bertengkar, tapi di lamar seorang Alvin bukankah itu hal luar biasa? Tapi benarkah adik dari Ayzel tersebut serius dengan ucapannya? Atau hanya asal ucap karena tadi Nana sempat mendengar pembicaraan yang menegangkan di ruang keluarga. Di mana seorang pria tua yang katanya adalah kakek buyut Altezza dan Haziel tersebut meminta Alvin menikah dengan wanita pilihan sang kakek.

Melihat dari reaksi dan ekspresi Alvin, pria dingin itu menolak keras keinginan sang kakek. Namun si alnya, Nana yang tidak tahu apa-apa jadi ikut terseret. Tiba-tiba dia jadi calon istri Alvin, Nana bahkan tidak di beri kesempatan untuk bicara dan mengelak saat Alvin mengatakan mereka tidak mau pacaran lama-lama. Putra bungsu Devran dan Anara tersebut selalu saja memotong ucapannya.

Nana saat ini gelisah, dia modar mandir di kamarnya sambil mengigiti kuku-kuku jarinya.

Tok...Tok.

“Nana! Ini aku Zeze,” setelah Alvaro kembali kekamarnya, Ayzel lantas minta ijin pada suaminya untuk bicara dengan Nana. Jadilah Alvaro yang menjaga dua jagoannya yang sedang tidur siang tersebut dan di sanalah Ayzel saat itu, di depan pintu kamar Nana.

“Iya kak,” Nana bergegas membuka pintu, dia mempersilahkan Ayzel untuk masuk.

“Kakak bawa lapis talas sama es teh manis. Kamu harus coba,” Ayzel masuk ke  kamar Nana dengan membawa nampan. “Tolong bawa ini dulu!” pinta Ayzel pada Nana, gadis itu lantas mengambil nampan berisi kue dan es teh manis dari tangan Ayzel. Dia berjalan mengikuti Arah istri kakak sepupunya tersebut.

Ayzel berjalan lurus dari pintu, dia membuka tirai yang ada di samping tempat tidur Nana. Ayzel lantas membuka pintu yang ada di balik tirai tersebut, sebuah balkon dengan sofa duduk yang di rancang begitu nyaman untuk si penghuni kamar. Dengan atap yang akan melindungi si penghuni dari hujan dan panas.

“Di taruh sini saja!” Ayzel meminta Nana untuk menaruh nampan yang dia bawa di meja.

Ke duanya lantas duduk sambil memandang langit lepas siang itu, siang yang cerah namun tidak terlalu panas. Ayzel mengambil satu potong kue lapis talas, dia memberikannya pada Nana. “Galau itu cocoknya makan yang manis-manis,” ucap Ayzel.

“Ih. Siapa yang galau? Biasa saja,” jawab Nana, gadis itu lantas mengambil potongan kue dari tangan Ayzel. Nana melahapnya dengan satu kali suap, lantas dia meneguk es teh manis yang dibuatkan sang kakak ipar.

Ayzel terkekeh, dia mengangguk. “Tidak galau tapi panik begitu,” lanjutnya.

Nana menghela napas, dia tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu dari kakak iparnya tersebut. Ayzel sangat hapal bagaimana Nana, satu gerakan kecil saja dia tahu kalau ada yang tidak beres dengan Nana.

Ayzel kembali menatap langit biru, begitu juga dengan Nana.

“Ingat apa yang aku dan Naira katakan padamu, Na?”

Nana mengangguk, dia tetap menatap langit cerah diatas sana dengan kumpulan awan-awan kecil berwarna putih. “Ingat! Tidak boleh memendam semuanya sendirian, harus cerita sama kakak dan kak Naira. Aku bukan tidak berguna, aku sama dengan mereka semua. Bernapas, butuh minum dan juga bisa melakukan semua aktifitas yang sama dengan mereka. Aku tidak perlu validasi dari orang lain, karena aku adalah aku. Diriku adalah apa yang ada dalam versi mereka, karena itu aku tidak perlu validasi dari mereka. Aku menjadi lebih baik bukan untuk orang lain, tapi untuk diriku sendiri.” jawab Nana menatap sendu awan-awan putih diatas sana.

Ayzel tersenyum, dia mengusap lembut tangan Nana. “Jawaban dari semua pertanyaan kegundahanmu ada pada dirimu sendiri,” ucapnya kemudian.

 

 

 

 

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!