terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
" aku sangat suka taman bermain, tapi ibu ku melarangku pergi. Karena di sana banyak orang asing, jadi ibu dan ayah berjanji membawaku pergi kesana Minggu depan" Bila kecil bercerita tentang rencana bersenang senang bersama orang tuanya. Dan Gama hanya diam membaca buku walaupun dia tidak suka berisik tapi jika Bila yang bersuara dia tidak merasa terganggu, walau kadang respon Gama yang hanya tersenyum, jarang memberi komentar tapi Bila tetap setia menempel padanya. Bukan hanya karena tetangga dan orang tuanya yang bersahabat, Gama merupakan anak yang tidak mudah berbaur walau di rumah dia anak yang ceria saat bersama orang tuanya. Awalnya Gama risih akan kehadiran Bila kecil karena cerewet dan sangat aktif, tapi karena Bila yang selalu mendatanginya setiap waktu dia jadi terbiasa dan mulai nyaman walau dia lebih muda beberapa tahun, Gama menganggap Bila adik yang harus dia lindungi.
seiring berjalannya waktu Gama yang masih mengingat kenangan lamanya dengan Bila di pertemukan lagi dengan Bila yang telah tumbuh menjadi gadis cantik, dia sangat senang karena Bila tumbuh dengan baik. Tapi entah mengapa tatapannya menjadi sedih dan takut padanya, ternyata Bila melupakan semua kenangan mereka, entah karena dia yang masih terlalu kecil atau karena suatu hal hingga dia lupa semuanya. Hanya Gama yang mengingatnya, tadinya dia hanya ingin mengawasi petumbuhan Bila namun lama lama malah menjadi obsesi, di mulai dari para siswa yang mulai mendekati Bila dan itu membuat Gama marah. Hingga dia memutuskan bahwa Bila harus menjadi miliknya satu satunya.
Bahkan impian Bila untuk ke taman bermain sekarang sedang Gama usahakan, walau awalnya ada kendala dari kontraktor yang berbuat curang dan membawa kerugian yang cukup besar tidak membuat niat Gama surut. Gama hanya ingin membuat semua keinginan Bila terwujud.
Sekretaris Seth membawa seorang arsitek untuk membangun rumahnya, dia ingin membuat rumah yang terhubung dengan taman bermain. Mereka bersalaman dan Vio memberikan desainnya, Gama tampak serius mengamati. Dan itu semua tidak luput dari pandangan Vio, dia tampak mengagumi Gama. Dia merasa Gama adalah tipenya, dia tidak perduli walau Gama memiliki istri sekalipun. "baiklah, menurutku sudah cukup pertemuan kita hari ini" vio berdiri dan sengaja mencondongkan tubuhnya. Tapi Gama tidak bergeming dan membalasnya biasa, " baiklah tuan, sampai bertemu lagi" semakin Gama acuh malah membuat vio menjadi semakin tertantang Akan ku buat kau bertekuk lutut di pertemuan kita selanjutnya. Sekretaris Seth mempersilahkan vio keluar dan para staf masuk memberikan laporan perkembangan taman bermain yang sudah hampir selesai. Gama cukup puas dengan hasilnya, " baiklah, jika ada suatu hal yang kalian perlukan bisa menghubungiku lewat sekretaris Seth" para staf membungkuk dan tampak senang karena hasil kerja keras mereka selama ini sudah membuat tuan Gama puas.
Sekretaris Seth merasa lega karena hari ini berjalan lancar walau ada beberapa agenda yang mundur untuk mengurus kepulangan nona mudanya. Gama sudah bersiap untuk ke rumah sakit, dia sudah tidak sabar untuk menjemput Bila dia pasti merasa sedih karena di tinggal terlalu lama ,aku harus cepat. padahal Bila sedang menikmati buah dan cemilan yang di bawa Vani mereka tampak bercanda sesekali tertawa lepas dengan lelucon receh dari Vani, Vani datang menjenguknya di rumah sakit.
Sekretaris Seth tampak mengirim pesan pada seseorang untuk memeriksa latar belakang dan semua tentang Vio. Karena dia merasa ada yang tidak beres.