"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 : Pesta Perayaan dan Badai Cemburu
Malam itu, Grand Ballroom Hotel Shilla seolah menjadi pusat gravitasi dunia hiburan Korea Selatan. Karpet merah panjang membentang dari lobi hingga pintu masuk aula, dikelilingi oleh ratusan wartawan dengan lampu flash yang tidak berhenti meledak. Perayaan keberhasilan film 'The Silent Muse' bukan lagi sekadar acara sekolah, melainkan ajang bergengsi bagi para eksekutif industri untuk berburu aset baru.
Di dalam limusin hitam yang bergerak perlahan, Aira duduk terjepit di antara Jungkook dan Taehyung. Ia mengenakan gaun sutra berwarna soft peach yang menjuntai indah, namun tangannya terus meremas naskah kecil di pangkuannya.
"Kak... Aira takut. Banyak banget orang di luar," rengek Aira dengan suara kecilnya yang manja. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Jungkook, mencari kekuatan.
Jungkook merangkul bahu adiknya erat. "Jangan takut, Tuan Putri. Ada tujuh harimau yang menjagamu malam ini. Siapa pun yang berani membuatmu tidak nyaman, akan langsung berurusan dengan tinju Kakak."
Begitu pintu mobil dibuka, suara riuh teriakan penggemar dan jepretan kamera menyambut mereka. Aira melangkah keluar dengan anggun, diapit oleh ke-7 abang BTS yang tampil sangat memukau dengan tuxedo hitam yang dirancang khusus. Aura mereka begitu mendominasi, membuat para wartawan sempat tertegun sebelum akhirnya kembali menggila.
Saat memasuki aula, Aira langsung diserbu oleh para perwakilan agensi raksasa.
"Aira-ssi! Saya dari Global Star. Kami ingin menawarkan kontrak 5 tahun dengan nilai fantastis sebagai wajah baru kosmetik internasional kami!" ucap seorang wanita berpakaian sangat formal.
"Aira-ssi, kami dari Mega Film! Kami ingin Anda menulis naskah untuk proyek drama besar kami berikutnya, tapi syaratnya Anda harus eksklusif hanya untuk kami!" sahut pria lain sambil menyodorkan kartu nama berlapis emas.
Aira merasa pusing. Ia melihat wajah-wajah haus keuntungan itu menatapnya seolah ia adalah tambang emas. Mereka tidak peduli pada naskahnya, mereka hanya peduli pada popularitasnya yang sedang meledak. Aira menarik ujung tuxedo Namjoon, memberikan kode bahwa ia ingin melarikan diri dari kerumunan itu.
"Maaf, adik saya tidak akan menandatangani kontrak apa pun malam ini tanpa persetujuan tim hukum kami," tegas Namjoon dengan suaranya yang tenang namun mengintimidasi, membuat para eksekutif itu perlahan mundur.
Di tengah keramaian yang menyesakkan itu, Aira memilih untuk menjauh. Ia menyelinap menuju barisan meja di sudut ruangan yang paling sepi, tempat agensi-agensi kecil dan industri rumah tangga memamerkan produk mereka. Para abangnya tetap mengawasi dari kejauhan, memberikan Aira ruang untuk bernapas.
Mata Aira tiba-tiba tertuju pada sebuah booth kecil yang sangat sederhana. Di sana berdiri seorang ibu muda dengan wajah lelah namun ramah, memamerkan boneka rajut tangan dan aksesori rambut dari kain perca. Namanya agensinya adalah "Small Steps".
Aira menghampiri meja itu dan mengambil sebuah boneka kelinci rajut yang sangat imut. "Ini... Kakak yang buat sendiri?" tanya Aira dengan nada suara yang sangat lembut.
Wanita itu tersenyum malu. "Iya, Dek. Kami adalah agensi kecil yang memberdayakan ibu-ibu tunggal di lingkungan kami. Produk kami memang tidak semewah yang lain, tapi setiap jahitan dibuat dengan cinta."
Aira merasa hatinya hangat. Inilah yang ia cari. Sesuatu yang memiliki jiwa, bukan sekadar angka di atas kertas kontrak. "Aira mau jadi Brand Ambassador buat produk Kakak. Aira suka banget sama boneka ini."
Para abang BTS yang akhirnya mendekat terkejut mendengar keputusan Aira.
"Aira? Kau yakin? Agensi besar tadi menawarkan jutaan dollar, tapi kau memilih ini?" tanya Yoongi dengan dahi berkerut, meski ia sebenarnya sudah bisa menebak arah pikiran adiknya.
Aira mengangguk mantap, ia memeluk boneka rajut itu dengan manja. "Iya! Aira hanya tertarik pada agensi kecil yang mau bekerja sama dengan Aira secara santai. Aira mau jadi BA buat pakaian lokal, kosmetik herbal, camilan sehat, dan aksesori begini. Mereka nggak akan menyita waktu Aira buat nulis. Aira nggak mau jadi budak kontrak agensi besar yang bikin Aira nggak punya waktu buat manja-manjaan sama kalian lagi."
Mendengar alasan itu, Jin langsung terharu dan mengusap air matanya. "Adikku memang yang terbaik! Hati emasmu jauh lebih berkilau daripada berlian agensi tadi!"
Suasana menjadi sangat tegang saat Aira memutuskan untuk duduk di meja bundar utama yang telah disiapkan. Tanpa sengaja, atau mungkin memang takdir, keempat pangeran Guanlin, Sunoo, Heeseung, dan Eunwoo sudah berada di sana.
Guanlin, yang baru saja kembali dari memberikan pidato kemenangan, langsung duduk di sebelah kanan Aira. "Pilihan yang sangat bijak, Aira. Aku akan meminta tim hukumku untuk memeriksa kontrak agensi 'Small Steps' itu agar mereka tidak merugikanmu. Dan aku akan memberikan dana tambahan untuk mereka sebagai hadiah kesuksesan film kita."
Sunoo yang duduk di depan Aira langsung mendengus, ia menyandarkan dagunya di tangan dan menatap Aira dengan pandangan menggoda. "Selalu saja main aman dengan uang, ya? Aira, agensi kecil itu bagus, tapi mereka butuh promosi. Aku bisa membantumu menjadi model pendamping di iklan pertamamu secara gratis. Gimana?"
Eunwoo menyesap jus jeruknya dengan sangat elegan, tatapannya tenang namun menghanyutkan. "Aira, kebetulan aku punya koneksi dengan distribusi retail kecil. Aku bisa memastikan produk yang kau bintangi masuk ke toko-toko terbaik tanpa tekanan dari agensi besar. Aku hanya ingin kau tetap punya waktu untuk makan siang bersamaku di sekolah."
Heeseung yang biasanya diam, tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kecil. Isinya adalah sebuah headphone kayu yang dirancang untuk pendengaran sensitif. "Aku tahu kau tidak suka kebisingan. Pakai ini kalau kau sedang berada di lokasi pemotretan nanti. Ini buatanku sendiri, bukan dari agensi mana pun."
Aira terjepit di tengah-tengah energi yang sangat kuat dari keempat pria tampan itu. Ia merasa seolah-olah sedang berada di tengah badai, namun ia justru menikmatinya dengan cara yang nakal. Aira mengambil sepotong dessert stroberi dan menatap mereka satu per satu.
"Aira seneng kalian semua mau bantu. Tapi malam ini, Aira cuma mau merayakan film Aira." Ia kemudian menyuapkan stroberi itu ke arah mulut Guanlin, namun tepat saat Guanlin hendak membukanya, Aira membelokkan suapan itu ke arah Jungkook yang sedang berdiri di belakangnya.
"Wleee! Kak Kookie dulu yang nyobain!" tawa Aira pecah, membuat suasana tegang itu sedikit mencair namun sekaligus membakar rasa cemburu di hati keempat pangeran.
Malam itu, di bawah cahaya lampu kristal Shilla, sebuah pernyataan telah dibuat. Aira bukan lagi sekadar gadis yang bisa dikendalikan oleh industri. Dia adalah Miss KA, seorang penulis jenius yang memilih jalannya sendiri dengan cara yang paling manis dan manja, sementara badai cemburu di antara para pelindungnya justru semakin membesar, menanti waktu untuk meledak.
Suasana di Grand Ballroom semakin larut dan hangat. Namun, ketenangan Aira terusik ketika seorang pelayan yang tampak terburu-buru secara tidak sengaja menyenggol nampan berisi jus delima merah tepat di samping meja mereka. Cairan merah pekat itu meluncur bebas menuju gaun soft peach milik Aira.
"Aira! Awas!" seru Sunoo yang memiliki refleks paling cepat.
Namun, sebelum cairan itu menyentuh kain sutra mahal Aira, empat tangan bergerak secara bersamaan dengan kecepatan yang luar biasa. Guanlin menarik kursi Aira mundur dengan satu sentakan kuat, Heeseung membentangkan serbet kain putih besar untuk menghalau cipratan, sementara Eunwoo menggunakan tubuhnya sendiri untuk menjadi tameng, membiarkan punggung jas mahalnya terkena tumpahan jus tersebut.
Aira mematung, matanya berkedip bingung saat melihat keempat pria di sekelilingnya memasang ekspresi seolah-olah baru saja terjadi ledakan bom.
"Kau tidak apa-apa? Ada yang kena kulitmu?" tanya Guanlin dengan nada suara yang sangat cemas, tangannya langsung memeriksa lengan Aira.
"Hanya sedikit di ujung kain bawah, tidak masalah," jawab Aira pelan, ia mulai merasa manja karena diperhatikan secara berlebihan. "Tapi Kak Eunwoo... jas Kakak jadi kotor banget."
Eunwoo berbalik, tersenyum dengan sangat tenang seolah jas seharga ribuan dolar itu tidak ada artinya. "Jas bisa dibeli lagi, Aira. Tapi kalau gaunmu rusak, kau pasti akan sedih dan menangis. Aku tidak mau melihat air mata di hari kemenanganmu."
Sunoo yang merasa kalah start langsung mengambil segelas air hangat dan tisu dari meja sebelah. Ia berlutut di depan Aira, mengabaikan statusnya sebagai pangeran sekolah, hanya untuk membersihkan ujung gaun Aira yang terkena sedikit noda. "Biar aku bersihkan. noda delima bisa membekas kalau tidak cepat ditangani."
Pemandangan itu membuat para tamu undangan lainnya berbisik-bisik. Empat pria paling berpengaruh di sekolah mereka sedang berlutut dan sibuk mengurusi ujung gaun seorang gadis. Aira merasa pipinya memanas, ia menarik ujung tuxedo Jimin yang sedang berdiri di dekatnya. "Kak Jimin... Aira malu dilihatin orang banyak..." rengek Aira sambil menyembunyikan wajahnya di lengan Jimin.
Jimin memberikan tatapan maut kepada keempat pangeran itu. "Sudah cukup! Kalian membuat adikku risih. Sunoo, berdiri! Eunwoo, ganti jasmu di ruang VIP kami. Guanlin, Heeseung, jaga jarak aman!"
Setelah kegaduhan kecil itu mereda, Aira diantar oleh Taehyung menuju balkon luar untuk menghirup udara segar. Pemandangan lampu kota Seoul dari lantai atas hotel Shilla sangat memukau. Namun, Taehyung harus kembali ke dalam karena dipanggil oleh Namjoon untuk urusan kontrak mendadak, meninggalkan Aira sendirian selama beberapa menit.
Ternyata, itu adalah kesempatan yang ditunggu-tunggu. Keempat pangeran muncul di balkon secara bersamaan, seolah-olah mereka sudah berjanji untuk melakukan konfrontasi.
"Aira," panggil Heeseung lembut. "Kami ingin bicara serius. Kami tahu kau sudah memilih agensi kecil itu, dan kami menghormatinya. Tapi soal... soal kencan perayaan, kami tidak bisa membiarkan Guanlin menang sendirian."
Aira menoleh, ia bersandar pada pagar balkon, tampak sangat cantik di bawah sinar rembulan. "Eh? Maksudnya?"
Guanlin melangkah maju, wajahnya tampak sangat serius. "Film itu memang sukses karena kita bekerja sama, Aira. Tapi kencan kemenangan yang kujanjikan... mereka menuntut untuk ikut."
"Benar!" sahut Sunoo dengan wajah yang tidak mau kalah. "Aku yang akan menyiapkan kembang apinya!"
"Dan aku yang akan menyiapkan lokasinya agar tetap privat," tambah Eunwoo.
Aira tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti denting lonceng. Ia merasa sangat berkuasa di antara para raksasa ini. "Jadi... kalian mau kencan bareng-bareng sama Aira? Mana ada kencan berlima!" rengek Aira manja sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kami tidak punya pilihan," gumam Heeseung frustrasi. "Daripada kami berkelahi dan merusak suasana perayaanmu, kami sepakat untuk berbagi waktu. Tapi ada satu syarat... kau harus memakai barang pemberian kami masing-masing di setiap acara iklanmu nanti."
Aira terdiam sejenak, otaknya yang jenius sebagai penulis langsung bekerja. "Oke! Aira setuju. Tapi dengan satu syarat juga Selama acara itu, kalian nggak boleh berantem sama sekali. Kalau ada yang mulai cari gara-gara, Aira bakal langsung telepon Kak Kookie buat jemput Aira pulang!"
Keempat pria itu terdiam, lalu secara kompak mereka mengangguk. Mereka sadar, di depan kemanjaan dan ketegasan Aira, mereka tidak punya kekuatan untuk membantah.
Acara perayaan berakhir dengan sukses besar. Aira keluar dari hotel dengan membawa tumpukan boneka rajut dan sampel camilan sehat dari agensi-agensi kecil yang ia pilih. Ia terlihat sangat lelah namun matanya berbinar bahagia.
Di dalam limusin perjalanan pulang, Aira duduk di antara Jimin, Taehyung, dan Jungkook. Suasana mendadak menjadi sangat sunyi, namun penuh dengan aura persaingan yang berbeda. Ketiga abang termuda BTS ini sedang menatap Aira dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Aira," buka Jungkook sambil memandangi kalung bintang pemberian Guanlin yang masih melingkar di leher Aira. "Besok lusa, kau tidak ada jadwal syuting naskah kan?"
"Enggak ada, Kak Kookie. Kenapa?"
Taehyung tersenyum kotak yang sangat menawan namun penuh rencana. "Karena mulai besok lusa, giliran kami. Kami sudah melihatmu menghabiskan waktu terlalu banyak dengan Guanlin dan pangeran-pangeran itu selama dua minggu."
Jimin mengusap rambut Aira dengan lembut, tatapannya sangat protektif. "Kami sudah membuat jadwal. Hari pertama kau akan kencan denganku ke taman bermain rahasia. Hari kedua bersama Taehyung ke galeri seni dan butik desainer. Dan hari ketiga..."
"Tentu saja bersamaku! Kita akan ke arena olahraga dan makan malam di tepi sungai Han!" potong Jungkook antusias.
Aira melongo mendengarnya. "Hah?! Kencan sama Kakak-kakak sendiri? Tapi kita kan tiap hari ketemu di rumah?" rengek Aira manja.
"Beda, Tuan Putri," jawab Taehyung sambil mengecup punggung tangan Aira. "Ini kencan sebagai 'pria' yang ingin memanjakan adiknya, bukan cuma sekadar tinggal serumah. Kami ingin kau tahu bahwa pelindung utamamu tetaplah kami."
Aira hanya bisa menghela napas pasrah namun hatinya bersorak kegirangan. Ia membayangkan betapa serunya kencan bergantian dengan trio maknae yang sangat populer itu. Sambil memeluk boneka rajutnya, Aira tertidur pulas di antara bahu Jimin dan Jungkook, membiarkan mimpi membawanya ke petualangan baru yang jauh lebih manis.
Malam itu, badai cemburu di antara para pangeran mungkin sedikit mereda karena perjanjian balkon, namun badai baru di antara para abang BTS baru saja dimulai. Perang untuk memenangkan hati Aira sebagai "favorit utama" kini memasuki babak yang paling personal.
📢 GEMEZZZZ BANGET! 😍 Perjanjian balkon antar 4 pangeran akhirnya dibuat! Tapi tunggu, Trio Maknae BTS (Jimin, V, Jungkook) udah siapin jadwal kencan buat Aira! Kira-kira kencan siapa yang bakal paling berkesan buat Aira?
👇 VOTE [A] Kencan Manis bareng Jimin | [B] Kencan Artistik bareng Taehyung | [C] Kencan Seru bareng Jungkook!
💬 KOMEN : Coba dong kasih ide kegiatan apa yang paling seru buat Aira pas kencan sama abang-abangnya nanti? 😂
🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab selanjutnya bakal mulai dengan Kencan Pertama!
⭐ KASIH RATING 5 STARS buat kemanjaan Aira yang nggak ada habisnya!
BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #AiraTripleDate #TrioMaknaeBTS #JiminVJK #PrincePact