Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Babysitter
🌴🌴
"Ya, menjadi babysitter anakku. bukannya kamu butuh pekerjaan, bukan?"
"Ya ya saya mau! kebetulan saya sangat menyukai anak kecil, apalagi masih bayi. uh lucunya" ucap gadis itu, gemas.
"Yasudah, ayo kita duduk disitu dulu" Dzaka menunjuk sofa ruang keluarga.
Larasati menduduki sofa yang empuk itu, matanya masih fokus menyapu setiap sudut rumah tersebut.
"Kamu akan menempati kamar anak saya nanti, kamarnya luas kok, dan ada ranjang untukmu disana. Biasanya saya suka tertidur disitu kalau si Cya rewel banget minta ditemani" jelas Dzaka
"Kamarnya ada disebelah kamar saya. jadi kalau ada apa-apa dengan Cya, kamu gak perlu jauh-jauh cari saya"
"Gaji kamu disini cukup besar. kalau di rupiahkan sekitar 4 juta. makan, mandi, tempat tidur, kami yang nanggung. tugas kamu ya jaga Alicya"
"Paham?"
"Paham, Tuan. itu uang gede banget, apa gak kebanyakan?" tanya Larasati
"Enggak, itu sedikit malah. kamu ini lucu sekali" Dzaka terkekeh kecil.
"Permisi, Tuan, Nona, ini minumannya"
"Terima kasih, Bi"
"Terima kasih, Ibu" ucap Larasati sembari membungkuk hormat
"Oya, Bi. Cya mana?" tanya Dzaka
"Nona muda sudah tidur, Tuan"
"Oh, pergilah" usir Dzaka
"Oya, Tuan. makan siang sebentar lagi"
"Baik, Bi"
Bibi pun berlalu pergi meninggalkan Tuannya itu.
"Ya sudah, ayo ke kamarmu" ajak Dzaka, beranjak berdiri.
"Tuan, boleh saya minum?" tanya Larasati
"Oh astaga, saya lupa. minumlah" Dzaka juga meneguk minuman itu hingga tandas. sama halnya seperti Larasati.
"Kasihan kalau ditinggal, jadi lebih baik dihabiskan dulu" ujarnya, terkekeh
"Ya ya benar, habisnya pikiran saya ke sholat Dzuhur karna ini udah jam 12 lewat juga" tukas Dzaka
"Anda muslim, Tuan?" tanya Larasati
"Ya, tentu saja. semua pekerja disini juga muslim"
"Oh, pantasan Ibu itu pakai jilbab"
Dzaka mengangguk. mereka berdua pun menaiki tangga sembari mengobrol kecil, hanya sekedar bertanya-tanya.
"Kamu sendiri muslimkah?" tanya Dzaka
"Tentu saja, Tuan" jawabnya
"Apakah di Indonesia, muslim tidak harus pakai hijab?"
Deg! pertanyaan yang menohok, menusuk relung hati Larasati
"Sebenarnya itu di wajibkan, wanita wajib menutup aurat. hanya saja saya-- belum biasa mengenakannya. yang pentingkan pakaian saya tertutup" ujarnya, sungguh ia malu sekali sebagai wanita muslim yang tak mengenakan kerudung.
"Maaf yaaa" Dzaka menjadi tak enak
"Gak masalah, Tuan" ucapnya tersenyum.
Hingga tibalah di kamar Alicya, Dzaka membuka pintunya pelan, mengintip putrinya yang tertidur pulas diatas ranjangnya yang penuh boneka di tepi pembatas ranjang.
"Ayo masuk" ajak Dzaka. Larasati mengikuti langkah pria yang sudah menjadi majikannya itu.
"Dia putri saya, saya single Daddy yang gak punya istri dan belum menikah sama sekali" jelasnya menatap nanar pada bocah itu.
Larasati tertegun, keningnya pun berkerut mendengar ceritanya.
"Belum menikah sama sekali??" tanyanya kaget
"Iya. saya teledor sampai hamili pacar saya. dia lalu pergi meninggalkan gadis itu pada saya"
"Masha Allah, sungguh wanita itu! apa tidak ada hati nuraninya apa! padahal kalian bisa menikah dan mengurus Cya berdua"
"Dia pergi sama kekasihnya, Lara. sebenarnya kami itu tidak saling mencintai. hanya main-main saja" ucapnya terkekeh getir, ada guratan sakit hati didalam sana.
"Astaghfirullah Tuan," Dia beristighfar
"Gak apa-apa. ini pembelajaran buat saya" ucap Dzaka mengulum senyum paksa
"Sabar ya, Tuan. semoga nanti anda segera menikah dan memberikan mama untuk Cya"
"Aamiin, terima kasih ya Lara. kamu mandilah dulu, lalu sholat, nanti Bibi akan antarkan mukena untukmu. kiblatnya ke arah sana. nanti saya akan panggil untuk makan siang bersama" ucap Dzaka
"Hmm, baik, Tuan" Lara menunduk hormat. Dzaka segera keluar dari kamar itu dan memasuki kamarnya.
"Gadis yang malang" gumam Lara. Ia kemudian bergegas memasuki kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Larasati terpukau menatap kamar mandi yang super-super mewah dan ia tak mengerti sama sekali cara menggunakannya. Larasati hanya terdiam sejenak, menatap satu persatu alat mandi yang begitu asing ini.
Ia menggaruk kepala yang tak gatal, bingung.
"Piye iki! gimana cara makenya" gumam gadis itu.
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣