NovelToon NovelToon
Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Mafia / Kriminal
Popularitas:10.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nur Azizah

Nissa adalah istri yang mengalami penderitaan pada pernikahan nya. Setelah menikah karena perjodohan itu, banyak sekali rintangan dalam pernikahan nya. Suami nya yang kejam, dingin dan selalu menyakiti hati nya. Kehadiran mantan pacar suami nya lah yang membuat pernikahan itu tak mampu ia jalani lagi. Nissa yang selalu diabaikan oleh sang suami, Bagaimana kah ia bisa bahagia?
.
.
.
Penasaran? Silahkan baca novel ini.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 34 - PERSIAPAN

~PERSIAPAN~

Ros masih belum setuju keputusan yang telah di ambil Andhika dan William, terlihat di wajah wanita itu bahwa ia merasa sangat kesal terhadap hal itu. Ia tidak ingin melepaskan semua ini begitu saja.

*Pagi hari*

"Pagi Nyonya" ucap Bentley menyambut Nissa.

Pagi ini semua orang berkumpul di meja makan. Ros dan William yang sejak tadi malam menginap di rumah pun ikut sarapan pagi bersama. Suasana di meja makan itu terlihat tidak baik.

Hebat!! seharusnya seperti ini lah keluarga, Aku tidak di perlukan lagi di sini, ternyata rencana ku bisa berjalan lebih cepat dari yang di duga.

Ucap Nissa dalam hati. Nissa tahu, pernikahan mereka tidak memiliki arti sama sekali, dan sekarang Andhika telah memiliki hidup yang ideal, sudah saatnya ia pergi. Kini Nissa harus kembali ke dalam kenyataan bahwa bersama pria ini adalah kesalahan.

"Pagi Bentley" ucap Nissa.

Suara Nissa masih terdengar serak dan kedua matanya masih bengkak. Andhika hanya memandang Nissa dengan khawatir dan Ros memasang wajah tidak perduli. Andhika terlihat begitu berhati - hati terhadap Nissa.

"Tante...oke?" Tanya William sambil memegang sosis di tangannya.

Nissa hanya merespon dengan senyuman yang di paksakan dan duduk di seberang dengan jarak yang jauh dari Andhika dan Ros.

"Nissa duduklah di sebelah ku" ucap Andhika lembut.

Nissa merespon dengan pura - pura tidak mendengar perkataan Andhika dan meminum jus pepaya nya.

"Nissa ku bilang duduk di sebelah ku!" Andhika sedikit meninggikan suaranya.

"Tidak!" ucap Nissa tegas.

Dapat dilihat raut wajah Nissa yang begitu datar seolah tidak ada lagi nyawa dalam tubuh mungil itu. Senyuman cerah di wajah cantik itu telah menghilang.

"Tante, Apa Tante suka Roti selai kacang? Daddy bilang Tante sangat suka itu jadi Daddy menyiapkan ini untuk Tante"

William membawa sepotong Roti selai kacang dan berjalan ke arah Nissa untuk memberikan nya pada Nissa.

"Ini, enak sekali " William tersenyum.

Melihat wajah William membuat Nissa semakin sakit dan kesedihan itu datang lagi. Andhika dan Ros, melakukan hal itu hingga akhirnya lahirlah William. Memikirkan itu membuat hatinya semakin pedih. Namun Nissa tau dia sangat jahat bila harus marah pada anak kecil yang tak tahu apapun.

"Terimakasih" ucap Nissa lembut sambil membelai kepala William.

"Sama - sama" jawab William tersenyum lebar.

"Siapa namamu?" tanya Nissa kemudian.

"William" jawabnya bangga.

"Oh William ya, kalau begitu William makan lah yang banyak,Tante mau pergi kerja dulu"

Nissa meninggalkan sarapannya tanpa ia sentuh kecuali jus pepaya yang sempat ia minum seteguk itu.

"Tunggu! Sarapannya belum kau sentuh, makan lah dulu" ucap Andhika.

Nissa tetap pergi tanpa memperdulikan Andhika. Andhika mengejar Nissa namun Nissa sudah menaiki motor nya dan pergi.

**********

Nissa pergi ke Rumah Sakit tempat Harry bekerja, ia ingin meminta bantuan terkait pencairan dana yang ia miliki untuk digunakan nantinya, karena Nissa harus bercerai dari Andhika. Sesampai di Rumah sakit Nissa menceritakan semua nya kepada Harry. Harry yang mendengar hal tersebut merasa sangat murka.

"Apa kamu tidak berniat mengatakan hal ini kepada orang tuamu atau mertua mu mungkin?" tanya Harry.

"Tidak bisa Harry, semakin sedikit yang tahu rencana kita, semakin besar kesuksesan nya...lagian setelah mengatakan hal itu kepada yang lainnya apakah semua nya bisa berubah? malah aku tidak akan tahu apa yang akan dilakukan Andhika untuk mengancam ku" jawab Nissa.

"Apa dana mu sudah cukup?" Tanya Harry.

"Belum, ada sekitar Tiga bidang tanah yang belum terjual dan juga uang yang ku punya sekarang hanya cukup untuk membantu keuangan perusahaan orang tua ku dan membeli rumah untuk ku tinggali"

Nissa telah memperhitungkan semua biaya yang akan ia keluarkan saat ia bercerai nantinya.

"Untuk rumah aku bisa menyediakan nya untukmu dan juga bukankah uang beberapa ratus juta itu cukup untuk membeli rumah bahkan lebih" ucap Harry setelah memperhitungkan kembali.

"Kumohon jangan berikan aku rumah, kamu terlalu banyak menolong ku Harry, Bantuan mu saja sekarang sudah sangat cukup, Aku tidak akan tinggal di negara ini!! selama Andhika masih memiliki kekayaan nya, semakin mudah ia menemukan ku....Aku mungkin akan tinggal di Amerika atau London tapi masih ku perhitung kan biaya nya"

Nissa tersenyum penuh arti karena satu - satunya orang yang bisa ia andalkan kini adalah Harry seorang.

"Kamu akan pergi dari negara ini? Sendirian?" tanya Harry.

"Ya, aku tidak ingin membawa siapapun" jawab Nissa.

"Bisakah aku ikut dengan mu? Aku berjanji akan menjagamu dengan baik" Harry bersungguh - sungguh.

"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya Nissa.

"Aku bisa bekerja di manapun, sekarang aku tidak mampu meninggalkan mu" jawab Harry sambil menatap Nissa.

"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta perceraian hari ini, jika kamu ingin ikut dengan ku, banyak yang harus dipersiapkan lho" jawab Nissa.

Nissa pun berpamitan kepada Harry untuk pergi mengambil formulir perceraian. Nissa sibuk menghitung biaya yang harus ia dapatkan. Sambil jalan Nissa memegang Buku miliknya yang berisi persiapan dan perhitungan yang telah ia persiapkan. Mata nya fokus melihat buku itu hingga akhirnya ia menabrak seseorang...

brukk.....

"Aduh" Nissa menabrak kan kepalanya kepada tubuh seseorang.

"Maaf, saya tidak sengaja" ucapnya lalu melihat ke arah orang yang ia tabrak.

"Anda? Pamannya Angel bukan?" Nissa hampir tidak percaya.

"Apa matamu sakit?" tanya pria itu.

"Mengapa kamu menggunakan kacamata hitam di siang hari dan juga di dalam ruangan seperti ini? bahkan kamu juga bukan seorang artis" tanya pria itu kembali.

"Apa anda tipe orang yang suka usil urusan orang lain? Saya tidak berhak menjawab Anda" jawab Nissa ketus.

Pria itu merasakan perubahan suara Nissa dan ia merasa curiga terhadap kacamata itu, dengan cepat Pria itu mengambil kacamata yang sejak tadi Nissa pakai. Nissa buru - buru menutup kedua matanya dengan tangannya. Mata bengkak nya masih belum sembuh dan Nissa akan merasa sangat malu memperlihatkan mata nya itu.

"Oh Ayolah! Aku ingin melihat matamu yang indah itu, kumohon jangan ditutupi" Pria itu menarik kedua tangan Nissa untuk melihat matanya.

Di sana lah Nissa. Wanita yang waktu itu ia temui begitu bersinar dan menawan, kini mata indahnya berubah. Pria itu bertanya - tanya dalam hatinya, apa yang telah ia lalui hingga kesedihan memenuhi wajah dan mata indahnya itu. Meski terlihat seperti itu, bagi pria tersebut mata Nissa masih terlihat indah namun tidak ada lagi cahaya kehidupan di dalamnya.

"Apa yang anda lakukan?!" Teriak Nissa. Sontak membuat seluruh orang yang berada di rumah sakit menoleh ke arah mereka.

"Saya malu memperlihatkan mata saya, apa sih yang anda pikirkan!!" Nissa memelankan suaranya.

"Sebenarnya apa yang telah kamu lalui sampai mata mu yang indah itu menjadi begitu?" Tanya Pria itu lalu menyentuh pipi Nissa. Nissa segera menepis tangan itu.

"Anda tidak sopan!! Saya adalah wanita yang telah memiliki suami!" Tegur Nissa.

"Oh bukankan kalian ingin cerai?" tanya pria itu.

"Bagaimana Anda bisa tahu?" tanya Nissa heran.

"Tuh" Pria itu menunjuk ke buku Nissa yang jatuh ke lantai dan masih terbuka halamannya. Buku itu tertulis dengan judul "PERSIAPAN UNTUK BERCERAI"

"Anda tidak sopan melihat buku saya tanpa izin" Nissa sedikit cemberut.

"Jika Tersimpan dengan baik, maka benar aku tidak sopan, tapi buku itu terbuka lebar " Pria itu tertawa.

"Anda hobi ya menggoda wanita yang sudah bersuami? tapi maaf saya tidak tertarik" Nissa pun pergi melewati pria itu. Nissa merasa kesal bertemu dengannya kembali.

"Bukan semua wanita yang bersuami, hanya kamu seorang" ucap pria itu sambil memandang punggung Nissa yang berjalan menjauh.

-bersambung-

"Dalam hidup, cinta sering sekali terlambat disadari,ketika sadar cinta itu telah pergi berlayar jauh"

1
Mei11
Jujur lebih baik
Mei11
Gila keren sih baca cerita ini
Mei11
Robet apa yg kau lakukan itu jahatttt
Mei11
Lanjut
Mei11
Panas panas membara
Pejuang Cinta 56
cih andhika, jauh jauh sana
Ying
mau dong punya suami kayak Ben
Neni kalem😎
rasa sakit andika tak sebanding dengan rasa sakit yg dirasakan Nissa
Pejuang Cinta 56
andhika sakit jiwa
Neng Robiatul Adawiyah
Gerah thor bacanya, lanjut.. ☺☺👍🏻👍🏻
Hanisah Nisa
lanjut
Mei11
Nissa cembokurr
Mei11
Maniss bngt sizzhh
Mei11
Menjijikan orng kyk gt
Mei11
Orang tua ny gilakk si
Mei11
Ini andika niat nggk sih balik sm nisa dan adel?
Mei11
Kenapa hrs ben sih
Mei11
Thor jngn di ambil hati pembaca emng gt semua wkwkwk
Mei11
Andika out
Mei11
Udh jngn sm andika lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!