Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga belas
"Assalamualaikum, aku pulang mah."
Kayla menyalami mamahnya disusul oleh Arga di belakangnya.
"Loh nak Arga gak langsung pulang?mau main dulu ya."
"Ah iya Tante, aku mau jenguk Kanaya sebentar, katanya lagi sakit ya?"ujar Arga
"Oh, iya kamu nanti ke kamarnya aja. Kak antar Arga ke kamar adikmu ya," titah Lia pada Kayla.
Kayla mengangguk, sejujurnya ia tak terlalu suka jika Arga memberikan perhatian pada Kanaya.
"Ayok, aku antar kamu ke kamar Kanaya."
Arga berjalan mengikuti langkah Kayla menuju sebuah kamar di lantai dua, gadis itu membuka perlahan kenop pintu kamar. Terlihat Kanaya sedang bersandar di tempat tidurnya sembari membaca sebuah novel.
Kanaya menoleh melihat kedatangannya dan Arga, ia lihat adiknya itu tersenyum senang setelah kedatangan mereka berdua.
Kayla menatap adiknya dengan sorot yang sulit diartikan. "Silahkan masuk,aku mau ganti pakaian dulu sekalian bawa minum buat kamu."
Arga segera masuk dan duduk di samping ranjang Kanaya, Kayla hanya menatap datar keduanya. Mereka sadar tidak si jika sikap mereka yang seperti ini akan membuat dirinya curiga.
Kayla menarik napasnya mencoba untuk meredakan rasa cemburunya, ia segera pergi dari sana untuk mengganti pakaian dan menyimpan tas nya.
Kayla menatap wajahnya pada pantulan cermin, wajahnya memang tak secantik Kanaya. Apakah Arga selingkuh dengan Kanaya karena adiknya jauh lebih cantik darinya? Entahlah tau kekasihnya berselingkuh ia selalu merasa tidak percaya diri, sebelumnya ia tidak pernah memperdulikan penampilan nya, tapi sekarang ia selalu membandingkan dirinya dengan Kanaya adiknya terutama secara fisik.
Sampai sekarang aku masih gak paham kenapa kamu tega menjalin hubungan dengan wanita lain. Apa karena wajahku yang biasa ini?
Kayla mengikat rambutnya lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur membuat minum untuk Arga dan menyiapkan buah untuk adiknya.
Beberapa menit semuanya sudah siap di nampan, ia melangkah menuju kamar adiknya.
"Makanya lain kali jangan ngeyel lagi, gue bilang jangan ikut datang ke sana. Kalau kaya gini kan gue yang ngerasa bersalah Nay. Gue khawatir kalau Lo sakit kaya gini."
Kayla menghentikan langkahnya, apa yang sedang di bicarakan mereka berdua? Ia mundur beberapa langkah lalu bersembunyi, rasa penasarannya timbul setelah mendengar perkataan Arga barusan.
"Iya kak maaf, gue kan cuma pengen liat Lo. Udah beberapa hari ini Lo selalu ngabisin waktu sama Kak Kayla dan gue kesepian kak. Itu kesempatan supaya bisa sama Lo tanpa gangguan kakak."
"Maaf ya sayang, nanti gue coba nyari waktu supaya kita bisa berdua lagi seperti sebelumnya."
"Janji ya kak, gue sayang sama Lo kak, gue gak mau kehilangan Lo."
"Gue juga sayang sama Lo Nay, bahkan cinta gue kayanya lebih besar ke Lo daripada ke Kayla."
Kayla meremas nampan di tangannya, hatinya begitu sakit mendengar perkataan Arga. Tubuhnya mulai bergetar, air matanya mulai menetes.
"Untuk sekarang biarin gue habisin waktu sama Kayla dulu ya, setelah itu gue akan cari waktu untuk kita berdua."
"Iya kak"
Kayla sedikit mengintip ke dalam, ternyata perkataan Arga bukan hanya sekedar ucapan belaka, lihat bagaimana kekasihnya itu memperlakukan Kanaya. Arga kini tengah memeluk Kanaya, bisa ia lihat bagaimana sayangnya Arga pada Kanaya.
Kayla mengusap air matanya, ia menarik napas untuk menetralkan dirinya yang masih sedikit terisak, setelah itu ia masuk ke dalam kamar Kanaya.
Keduanya segera melepas pelukan setelah kedatangan Kayla, ia acuh bersikap seakan tak terjadi apa-apa.
"Maaf ya lama, ini minum buat kamu." Kayla memberikan minuman yang ia buat pada Arga dan laki-laki itu menerimanya.
"Ini buah dari Arga di makan ya Nay, kalian berdua aja gak apa-apa kan?aku mau ke rumah Bastian."
Setelah meletakkan buah pada nakas di samping ranjang Kanaya, ia segera keluar dari kamar itu tanpa menunggu jawaban dari Kanaya maupun Arga.
Kayla berlari keluar menuju rumah Bastian, saat sedih seperti ini di pikirannya hanya ada Bastian. Laki-laki menyebalkan itu selalu bisa menenangkan ketika suasana hatinya sedang buruk dan ia membutuhkan Bastian sekarang.
Setelah 15 menit berjalan, akhirnya ia sampai di rumah Bastian.
"Pak, Basti ada?"tanyanya pada pak satpam rumah Bastian.
"Ada di dalam, masuk aja neng."
"Terima kasih pak,"ucap Kayla ketika pak satpam membuka kan gerbang untuknya.
Ia segera berlari ke dalam dan mencari Bastian, maaf untuk etika tapi saat ini ia sangat butuh Bastian.
"Bas, Lo dimana?"panggil Kayla ketika sudah berada di dalam rumah Bastian.
Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah, terlihat sepi sepertinya kedua orang tua Bastian sudah pergi lagi.
"Apa si? Sore-sore teriak di rumah orang."Ujar Bastian.
Kayla menoleh ke arah Bastian yang berada di lantai dua, laki-laki itu turun dan menghampiri nya.
Bastian memperhatikan nya, lalu mendekatkan ke arah wajahnya. Ia terkejut ketika laki-laki itu menyentuh ujungnya matanya.
"Baru selesai nangis?mau cerita apa?"tanya Bastian to the poin.
Kayla menunduk, ia meremas ujung bajunya. Ia tak mau menangis di hadapan laki-laki menyebalkan ini, tapi ditanya seperti itu otaknya kembali memutar perkataan Arga yang menyakiti hatinya.
Bastian menarik tangannya menuju sofa. "Lo duduk dulu gih, gue buat minum dulu sebentar."
Tak lama kemudian Bastian kembali dengan dua gelas jus strawberry di tangannya."Nih jus kesukaan lo, kalau gak bisa cerita Lo minum ini aja, lumayan bisa memperbaiki mood lo."
Kayla menerima jus itu, ia melirik Bastian yang terlihat santai. Rasa sedihnya seketika berubah menjadi rasa kesal ketika melihat wajah tengil Bastian yang sedang meminum jus.
"Lo bisa-bisanya ya terlihat biasa aja, padahal sahabat Lo ini lagi sedih," ujar Kayla
Bastian menaikkan sebelah alisnya. "Lah lo aja belum cerita, gimana gue bisa tau Lo lagi sedih, senang atau marah."
Kayla terdiam sejenak, benar juga yang dikatakan Bastian, dirinya belum menceritakan apapun.
"Bener kan?kalau Lo udah cerita baru gue bisa mengekspresikan diri sesuai cerita Lo,"ujar Bastian lagi.
Kayla menatap datar Bastian, sepertinya kedatangannya ke rumah Bastian untuk menenangkan diri salah. Tapi tak apalah lebih baik ia naik darah menghadapi kelakuan Bastian yang menyebalkan daripada harus sakit melihat Arga dan Kanaya.
Kayla meminum jus yang ada di tangannya, benar kata Bastian jus yang manis ini membuat suasana hatinya sedikit membaik. Walaupun menyebalkan laki-laki itu ternyata cukup perhatian dan hebatnya dia masih ingat minuman kesukaannya.
"Jadi tujuan Lo datang ke sini apa?" Tanya Bastian
"Tadinya gue mau cerita, tapi gak jadi. Gue gak mau merusak mood gue yang udah mulai membaik."
Bastian hanya mengangguk. "Gue tebak pasti soal kekasih tersayang lo kan?"
Kayla mengangkat kedua bahunya "Jalan-jalan yuk Bas."
"Tumben banget, gak ah nanti pacar lo marah
."
"Dih gak akan, dia kan lagi asik berduaan sama pacarnya yang lain."
Bastian tertawa. "Kasian amat si mba, makanya nyari cowok tuh yang baik jangan bajingan kaya gitu. Putusin aja Kay, lagian kuat amat si Lo pertahanin hubungan kaya gini?"
Kayla menghela napas, seandainya memutuskan hubungan dengan Arga semudah itu sudah pasti ia lakukan. Sayangnya tak semudah itu, ia masih cinta pada Arga.
"Bicara memang mudah Bas, tapi nyatanya gue gak bisa mutusin Arga gitu aja, mau sebanyak apapun dia nyakitin gue, gue akan tetap bertahan karena gue masih sayang sama dia."
"Terserah lo, terkadang cinta memang bisa membodohi seseorang. Sudah tau di sakiti malah memilih bertahan."