{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam dengan tuan Zio ~
"Baik Nona." Jawab Rian yang harus menerimanya, apalagi dirinya hanya bisa menuruti apa perintah dari tuannya itu dan Rian pun akan mencoba mengenal wanita itu.
Akhirnya Malia sampai juga di apartemen, seperti biasa Malia mengerjakan beberapa pekerjaan setelah itu dirinya baru bisa istirahat.
Di posisi Dio saat ini,dia berada didalam mobil bersama asisten pribadinya,"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku suruh?" Tanya Dio pada asisten pribadinya.
"Sudah tuan,sudah saya lakukan." Jawab Rian yang menjawab pertanyaan dari tuannya.
"Jangan pernah kamu menolak,jika kamu berani menolak awas saja tidak ada bonus untukmu." Rian hanya menganggukkan kepala,Rian pun hanya bisa pasrah setelah tuannya terus mengancam dirinya.Pada akhirnya dia hanya bisa mengikuti apa perintah dari tuannya itu.
Akhirnya Dio sampai juga di apartemennya,diruang tamu terlihat ada istrinya yang terlihat duduk santai di sofa ruang tamu.
Dio duduk disebelah istrinya,dan langsung Dio menjelaskan apa yang baru terjadi,"Apa malam ini?" Tanya Malia yang sangat syok.
"Iya sayang nanti malam kita kesana." Malia terlihat kebingungan kenapa dirinya harus ikut suaminya.
"Apa harus?"
"Iya sayang,sekalian aku kenalkan kamu pada mereka." Malia terpaksa menerima tawaran dari suaminya.Apalagi acara itu sangat penting bagi suaminya dan Malia mencoba menghormati.
Tiba-tiba saja Dio mendekati istrinya dengan memberikan pelukan dan kecupan di pipi istrinya.
"Mulai lagi." Dio merespon dengan senyuman, mengerti istrinya sedang kesal.
"Ayo kita ke kamar sayang." Bisik Dio yang membisikkan ditelinga Malia.
Malia pun bisa menebak jika suaminya menginginkan sesuatu," Mandi sana dulu." Perintah Malia yang secara langsung suaminya malah mengangkat tubuhnya menuju kamar pribadi mereka.
"Nanti saja, sebelum semuanya tuntas." Dio tak akan pernah melepaskan istrinya bahkan rasanya ingin sekali dia tuntas di hari itu juga.
Malam hari
Terlihat kedua pasangan sudah siap dengan acara mereka malam ini,Dio terlihat rapi dengan baju setelan jas hitam berserta istrinya yang terlihat begitu cantik dengan dress yang diam-diam sudah Dio siapkan untuk istri tercinta.
"Sayang, bagaimana sudah siap?" Tanya Dio yang diam-diam mencium pipi kiri istrinya.
"Sudah, jangan sering mencium ku terus, takutnya ada sesuatu yang akan menunda acara ini." Malia memberikan kode pada suaminya untuk tidak terlalu mesum.
"Nanti malam kita melakukan lagi." Bisik Dio yang tak henti-hentinya menggoda istrinya.
"Tidak mau." Malia langsung menolaknya.
Dio pun tak akan menyerah begitu saja, karena baginya inilah momen untuk dirinya menikmati kehidupan.
Pada akhirnya mereka berdua berangkat menuju lokasi yang nantinya mereka tuju, Dio selalu menggenggam tangan istrinya bahkan sesekali mencium tangan istrinya.
Mereka pun sampai juga didepan Mansion yang berdiri tampak mewah dengan banyaknya para penjaga didepan gerbang.
"Ini rumahnya?"
"Iya sayang,tuan Zio sengaja mengajak kita untuk makan malam bersama beliau.
Malia hanya pasrah,apalagi tuan Zio rekan kerja dari suaminya.Dirinya sebagai istri hanya mengikuti perintah suaminya.
Malia semakin kaget dengan suasana didalam Mansion yang semakin memperlihat begitu mewahnya dengan beberapa ornamen patung hingga lukisan di ruangan itu.
Malia berjalan mengikuti suaminya dari samping dan akhirnya mereka duduk diruang tengah dengan beberapa pelayan yang sudah siap melayani mereka .
Di tempat lain
Terlihat sosok pria yang sedang menuruni tangga,tepat didepannya ada seseorang yang sedang menyambut pria itu.
"Tuan, Mereka sudah sampai." Ucap pelayan itu dengan menundukkan kepala kepada tuannya.
"Baiklah,layani mereka dengan baik." Ucap Zio yang langsung pergi ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari tangga.
Zio masuk ke ruangan itu,"Papa." Spontan pria paruh baya itu memandang kedatangan putranya.
"Ada apa Zio?" Tanya tuan Aron pada putranya.
"Apa Papa bisa keluar sebentar,ada seseorang yang ingin bertemu dengan Papa." Mendengar ucapan putranya tuan Aron menghentikan pekerjaannya.
"Seseorang siapa?"
"Dia orang yang selama ini cari." Tuan Arin terlihat bingung putranya malah mengajaknya bermain teka-teki.
"Maksud kamu?"
"Jika Papa penasaran,mari ikut Zio keluar." Zio mulai mengajak Papanya menemui seseorang.
Tatapan Malia melirik kanan dan kiri seakan mencari sesuatu,"Mana orangnya." Bisik Malia yang sedari tadi menunggu kedatangan pemilik Mansion itu.
"Sabar sayang, mungkin beliau sedang bersiap-siap." Jawab Dio dengan santai menunggu kedatangan tuan Zio.
Akhirnya Zio datang bersama Papanya yang sedari awal curiga apa yang sedang putranya rencanakan.
"Selamat datang tuan Dio ."Zio menyambut dengan sapaan hangat setelah tamu yang dia tunggu hadir di tempatnya.
"Tuan Zio." Sapa balik Dio dengan keduanya saling berjabat tangan.
"Tuan Aron." Dio langsung berjabat tangan pada tuan Aron.
"Ternyata Anda tuan Dio, bagaimana kabar Anda?" Tanya tuan Aron pada Dio.
"Baik-baik saja tuan, kebetulan saya datang karena tuan Zio mengajak makan malam bersama." Tuan Aron melirik kearah putranya.
"Apa yang dia sedang rencanakan." Batin tuan Aron yang penasaran apa yang putranya sedang lakukan.
"Oh iya tuan,perkenalkan ini Malia istri saya." Malia jalan mendekati keduanya dan respon Zio tersenyum melihat kehadiran seseorang yang dia rindukan.
"Adikku." Batin Zio yang diam-diam begitu bahagia, akhirnya dia bisa bertemu dengan adiknya yang selama ini dia rindukan.
Berbeda dengan tuan Aron yang terkejut setelah melihat wajah wanita itu yang begitu mirip dengan mendiang istrinya,"Apa ini hanya kebetulan saja,tapi wajah wanita itu sangat mirip dengan istriku." Batin tuan Aron yang tak habis pikir melihat wajah wanita itu begitu mirip.
"Malia." Malia langsung berjabat tangan kepada mereka berdua yang direspon positif oleh mereka.
"Selamat datang Nona Malia." Ucap Zio yang tak bisa menahan rasa bahagianya melihat kemunculan adiknya itu.
"Sesuai undangan saya pada Anda tuan Dio,Saya ingin mengajak Anda untuk makan malam bersama kami." Zio diam-diam melirik kearah Papanya ,karena bukan hanya makan malam biasa tapi makan malam penuh kejutan.
Dio pun menerima dan akhirnya mereka makan malam bersama dengan hidangan yang sudah siap di atas meja makan.
Mereka begitu menikmati makan malam, tanpa Malia sadari Zio terus melihat Malia dengan sesekali lirikan yang membuat penasaran dirinya.
"Akhirnya kita bertemu lagi adikku, Belinda." Batin Zio yang begitu bahagia bertemu dengan adiknya yang selama ini dia cari.
Sebenarnya Malia menyadari jika dirinya terus ditatap oleh pria itu,"Dasar buaya, beraninya dia melirik aku terus." Batin Malia yang merasa risih dengan tingkah Zio.
Setelah selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang tengah,"Terimakasih atas kehadirannya tuan Dio di makan malam ini ." Zio langsung mengungkapkan rasa terima kasihnya.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya