NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 17 : Permainan Cinta & Nasib

Bagi Eun Chae yang pertama kali berpacaran, mengenal satu sama lain secara mendalam itu sangat penting.

"Sebenarnya, bahan rahasia apa yang oppa gunakan sewaktu tahap penyisihan?" tanya Eun Chae penasaran, sembari mengikuti Chef Do yang bergerak ke sana-kemari.

"Ah, itu rupanya. Eun Chae-ya, kenapa sekarang kau memanggilku oppa?" alih Chef Do.

"Uhm, bukankah itu wajar?" respon Eun Chae polos.

Chef Do terdiam sejenak, lalu mengalah.

"Ya sudah, jika itu membuatmu senang," katanya.

"Oppa, boleh kan aku bertanya?" tanya Eun Chae memastikan.

"Boleh. Aku akan mendengarkanmu," jawab Chef Do asal, sementara tangannya terus bekerja di dapur.

"Eh? Bukan mendengarkan, maksudku menjawab. Jika itu mengganggumu, aku takkan bertanya," ralat Eun Chae serius.

"Eun Chae-ya. Tolong ambilkan kain lap bersih dalam lemari ujung sana, di sebelah kirimu," sanggah Chef Do.

Tanpa berkomentar, Eun Chae melakukan perintahnya.

"Chef-- Ah, maksudku oppa--," panggil Eun Chae beberapa detik kemudian.

"Eun Chae-ya. Aku sempat memikirkan hal ini. Bagaimana jika aku menemanimu ke dokter mulai berikutnya?" alih Chef Do lagi.

"Ah, boleh saja. Apa aku juga boleh ikut ke mana pun oppa pergi?" balas Eun Chae.

Kali ini, tidak ada respon dari Chef Do karena tangannya semakin sibuk memasak dengan wajan berapi-api. Merasakan uap panas, Eun Chae pun mundur beberapa langkah.

Wanita itu sekilas mengamati ekspresi Chef Do, lalu beranjak ke sofa di ruang tamu sambil menghela nafas panjang.

Walau bersikap sabar, Eun Chae seringkali gagal berpura-pura. Tak lama kemudian, Eun Chae berdiri lagi untuk membantu Chef Do meletakkan peralatan makan, minuman, dan hidangan yang sudah jadi di meja makan.

Menu brunch hari ini adalah nasi goreng tomat dan telur orak-arik, serta goguma salad ala Chef Do.

"Mari makan," ucap mereka bersamaan.

Saking sedapnya masakan itu, Eun Chae nyaris melupakan kepenatan yang barusan dirasakannya.

"Eun Chae-ya. Apa kamu tidak berniat pulang ke rumahmu?"

Mendengar kalimat Chef Do, wanita itu langsung berhenti menyendokan makanan ke mulutnya.

"Sepertinya, kamu harus kembali ke rumahmu. Mungkin ini yang terbaik untuk menghindari sorotan warga setempat. Ke depannya, kita akan kesulitan saat berada di luar rumah," jelas Chef Do, sebelum Eun Chae bersuara.

Entah apa maksud pernyataan pria itu, Eun Chae merasa sedikit tersakiti.

"Begitu ya," ucapnya pelan, tanpa menatap kepada Chef Do.

"Lagipula, kau akan bosan denganku yang hanya memikirkan tentang persaingan kuliner. Kau akan lebih bebas di rumahmu--," tambah Chef Do, namun terhenti seketika melihat wajah Eun Chae yang memucat.

Air mata menetes pada wajah mungil wanita itu, meski tidak ingin diperlihatkannya.

"Eun Chae-ya?" ucap Chef Do terkejut, lalu mendekat karena dipenuhi rasa bersalah.

"Ternyata-- aku memang hanya merepotkan, maaf, Chef. Maafkan aku," isak Eun Chae, dalam sekejap berada dalam pelukan erat Chef Do.

"Jangan meminta maaf, kamu tidak bersalah. Maafkan aku, karena kurang menjaga ucapanku. Sebenarnya, aku sangat mengkhawatirkanmu," ungkap pria itu tulus.

"Aku takut-- bila harus tinggal di rumah besar itu lagi-- seorang diri--," tangis Eun Chae jujur dan terbata-bata.

Melihat kepolosan wanita itu, Chef Do semakin tidak tega melepaskannya.

"Aku mengerti. Walau tidak mudah, apa kau bersedia menunggu bersamaku? Aku pasti akan sukses dan membahagiakanmu," ujar Chef Do lembut, sembari mengusap air mata, membelai rambut, kemudian menatap lurus kepada Eun Chae.

Wanita itu menganggukan kepala, lalu kembali menyerahkan diri dalam pelukan kekasihnya.

"Jagi-ya. Apa aku pernah bercerita padamu soal kehidupan pribadiku sebelum menjadi seorang chef?" kata Chef Do mesra.

Bukan menjawab, kali ini Eun Chae memukul pelan dada pria itu.

"Kamu marah?" tanya Chef Do sendu, walau tersenyum-senyum.

"Kenapa aku selalu dibuat bipolar seperti ini? Sebentar menangis, sebentar ingin tertawa lagi. Apa Chef tidak kasihan padaku? Keterlaluan sekali," protes Eun Chae, walau terdengar seperti rengekan.

Alhasil, pria itu malah hampir tertawa. Dipandanginya wajah Eun Chae dengan gemas.

"Ah, menyebalkan! Chef ini--," omel Eun Chae, lalu tersihir lagi oleh ciuman memikat dari pria di hadapannya.

Siapa sangka, seorang chef yang awalnya dicari Eun Chae untuk membalaskan dendam konyolnya malahan menjadi sandaran dan satu-satunya orang yang dipercayai olehnya?

"Kamu boleh memanggilku apa saja, saat kita sedang berduaan," bisik Chef Do.

"Oppa," ucap Eun Chae.

"Eun Chae-ya," balas pria itu.

"Aku juga ingin menjadi seseorang yang bisa diandalkan olehmu. Baik sebagai murid, maupun wanita," kata Eun Chae, semakin berterus terang.

"Aku selalu menganggapmu sebagai keduanya. Hanya kamu yang mampu membuatku jatuh cinta," tegas Chef Do.

Kalimat Chef Do kali ini sungguh bagaikan pengakuan terindah dalam hidup Eun Chae.

Di sisi lain, sosok Lee Seong Woon yang berdiri di hadapan cermin kamarnya nampak maskulin. Tinggi tubuhnya menyamai Chef Ik Jun, bertatapan tajam, dan tanpa ekspresi.

Dia pria yang disegani dan mampu mengintimidasi siapapun. Belum lagi, kesukaannya mempermainkan wanita atau orang lemah.

"Kemana Gyu Ri? Padahal, dia belum melayaniku," ucap Seong Woon kepada Se Na, yakni sekretaris pribadi yang dipilihnya.

Karena sedikit penakut dan lamban, wanita itu sering dilecehkan oleh bosnya.

Plak!

Pukulan kencang pada pipi kiri wanita berkacamata itu membuatnya syok, hingga gemetaran dan hampir menangis. Sudah tak terhitung berapa kali dia harus membeli kacamata baru setelah dirusakan oleh Seong Woon yang kejam itu.

"Kenapa? Kau mau berhenti bekerja untukku? Coba saja, aku akan membuatmu menyesal," gertak Seong Woon sadis.

Tidak hanya harus menelan harga diri saat dipermalukan oleh pria semena-mena itu, Se Na harus bekerja dengan baik sebagai tulang punggung keluarganya.

"Sa--saya tidak tahu, Tuan Muda. Mohon jangan berasumsi demikian terhadap saya," tunduknya kepada Seong Woon.

"Asumsi? Sebagai sekretarisku, kau harus tahu semua jawaban yang ingin kudengar. Dasar jelek," sahut Seong Woon, seraya mendorong tubuh wanita itu dengan kasar hingga tergeletak di lantai.

Masih untung bagi Se Na, karena pria itu tidak pernah sudi menyentuhnya. Tanpa melawan, wanita itu bangkit berdiri dengan sendirinya dan membungkuk hormat kepada Seong Woon saat pria itu pergi.

Nafasnya yang tidak karuan perlahan kembali stabil, seusai menangis sejenak.

"Biarlah. Lagipula, aku takkan mengajukan perpanjangan kerja sebelum liburan Tahun Baru Seollal. Bertahanlah sedikit lagi, Im Se Na," hiburnya pada diri sendiri, sambil melakukan tugas bersih-bersih di kamar Seong Woon.

Tidak seperti Gyu Ri, sang wanita panggilan yang bekerja di bar malam, Se Na memang kurang menarik bagi para pria mesum karena berperawakan kurus. Ditambah dengan tekanan stres, tulang-tulang di tubuhnya makin nampak.

Seong Woon yang dikenal licik dan berdarah dingin dalam komunitas gelap, kini telah siap menerkam lawan barunya.

- Bersambung -

1
Vania
Seru amat😍 fighting author💕💕
strawberryjam
nominal brp digit mas??/Chuckle/
whiterbloom
Gawat nih kagak bisa berhenti baca beta/Smirk/
whiterbloom
oooh
BimBimBim
ooom romantis bsngett sih🤣
BimBimBim
Bagus thor💪
BimBimBim
Emang kalo perasaan dah tenang bru bs berpikir jernih💪
BimBimBim
Hah?? /Grimace/
Florentine
Berjuang demi masa depan... couple Chef Do & Eun Chae💪💪/Smile//Heart//Heart/
Florentine
kasihan. wkt menang seneng buanget.. wkt dicurangin kyk gini nih kasihan...
Akashic
Ide yg keren & slalu menginspirasi👍
응애응애
wajar sih
SM
bagus sekali saya terkesan sm authornya/Good/
SM
Menarik/Good//Ok/
henryy
Oalah jadi maksdnya tuh buffet selain fine dining soalny ada bnyk menu lainn . wao enaknyaa/Good//Good/
henryy
makin lama makin seruu
henryy
bener.. fakta kehidupan ini /Chuckle/
Valeria
author lagi ngedit penulisannya jadi lebih ngepas mengena.. wow salut👍/Heart//Heart/
02Chani: iya kak🙏
total 1 replies
Minaハルアキ
Gua suka novel ini krn tata bahasanya bukan bhs gaul Indonesia /bhs Jawa (menurut gua itu menandakan kurang berbobot, terlalu ringan, dan rada berantakan).. melainkan menggunakan bhs Indonesia yg baku & benar.
02Chani: iya kak.. saya jg masih belajar🙏
total 1 replies
유유
bener~bener komplit tulisan menarik/Doge//Watermalon/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!