NovelToon NovelToon
Penjelajah Bintang

Penjelajah Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di deteksi sebagai ancaman kota

Di tengah ketegangan dengan Jenderal bermata sibernetik di ruang latihan keluarga Lin, Tang Yan tampak tidak peduli. Pikirannya justru melayang jauh ke masa lalu, tepatnya ke saat ia menemukan Buku Kekacauan di dasar danau, di bumi belum lama ketika ia kembali dari dunia kultivasi.

Buku yang terbuat dari bahan tak dikenal itu, yang berisi sejarah hancurnya Dunia Dewa akibat Iblis Surgawi, yang saat ini sudah menyatu dengan jiwanya. Tang Yan tidak tau, apakah informasi di dalam buku itu adalah alasan mengapa "Badai Spasial" yang ia temui terasa begitu aneh. Segel yang dulu dipasang oleh Kaisar Dewa Agung mungkin memang sudah benar-benar rapuh.

'Buku Kekacauan... sembilan lapisan, delapan belas halaman. "Aku baru memahami permukaannya saja, dan dunia ini sudah tampak seperti panggung sandiwara yang rapuh" batin Tang Yan.

"Tuan Tang Yan! Anda mengabaikan saya?!" Jenderal itu membentak, membuat sensor di matanya menyala merah.

Tang Yan menguap lebar. "Paman Jenderal, kau terlalu banyak bicara tentang hukum dan keamanan. Kau tahu tidak? Miliaran tahun lalu, ada sebuah pohon raksasa yang buahnya adalah planet-planet. Pohon itu meledak, jiwanya disaring, dan lahirlah pengetahuan yang bisa membuat teknologi sibernetikmu ini terlihat seperti mainan kayu kuno."

Tang Yan tidak khawatir mengatakan ini, meskipun ia melihat semua kejadian ini memalui buku kekacauan. Tapi kata-kata ini terdengar seperti ia sedang mengarang cerita atau membual.

Jenderal itu mengernyitkan dahi. "Apa yang kau bicarakan? Kau mulai meracau?"

Luna, yang masih berada di dalam bak mandi cairan ungu, tiba-tiba merasakan denyut energi yang sangat kuat. Berkat latihan Tang Yan dan pengaruh cairan pembersih sumsum, ia mulai bisa merasakan "energi spiritual" yang sangat tipis di sekitarnya.

"Apakah ini energi spiritual?" gumamnya pelan.

"Ayah... biarkan mereka pergi," suara Luna terdengar dingin dan bergema. Ia berdiri dari bak mandi, uap ungu menyelimuti tubuhnya yang kini memancarkan cahaya sehat dan kuat. "Jenderal yang terhormat, jika kau memaksa, aku tidak keberatan mencoba kekuatan baruku pada pasukanmu."

Melihat Luna yang mulai menunjukkan taringnya, Tang Yan kembali teringat pada murid-muridnya di Bumi.

Ia ingat Yun Lang, yang memiliki tubuh api bawaan. Ia juga teringat pada Huang ji, ' tidak tau apakah dia sudah bisa meracik pil sungguhan, atau mungkin dia masih bergumul pada pil sampah itu' Dan yang paling membuatnya tersenyum adalah Murid Ketiganya, seorang gadis kecil yang dibawa oleh Yun Lang.

'Xiao Lang... apakah kau masih melindungi adik seperguruan mu itu? Gadis kecil itu memiliki bakat yang sangat unik, dengan fisik Roh kayu. 'Aku harap kau tidak mengajarinya cara membakar dapur seperti yang biasa kau lakukan,' pikir Tang Yan.

Ingatan tentang betapa galaknya cucu Bai Zhuo, Bai Ling Yun, saat ia memberi saran tentang gerakan tinjunya, membuat Tang Yan terkekeh sendiri. Di dunia ini, orang-orang seperti Jenderal di depannya tidak ada bedanya dengan Bai Ling Yun yang merasa paling benar dengan teknik yang salah.

Tang Yan berjalan mendekati Jenderal tersebut. "Begini saja, Paman. Karena kau sudah membuat keributan, aku akan memberimu hadiah. aku punya tekhnik gerakan kaki versi sederhana. Ini mungkin bisa membuat kakimu bergerak lebih cepat daripada mulutmu."

Tang Yan menyentuh bahu Jenderal itu dengan satu jari.

Seketika, seluruh sistem sibernetik di tubuh Jenderal itu mengalami glitch. Monitor di mata kanannya menampilkan gambar kucing menari, dan lengan mekaniknya tiba-tiba bergerak sendiri untuk menepuk-nepuk kepalanya sendiri secara berulang-ulang.

"Apa... apa yang kau lakukan pada sistemku?!" teriak Jenderal itu sambil berusaha mengendalikan lengannya yang terus menepuk kepalanya.

"Hanya sedikit sinkronisasi energi," Tang Yan nyengir. "Sistem mu terlalu kaku. Aku memberinya sedikit 'jiwa'. Sekarang pergi dan cari tukang servis, atau kau akan terus menepuk kepalamu sampai bateraimu habis."

Para prajurit yang melihat atasan mereka berubah menjadi konyol pun ragu untuk bertindak. Di bawah ancaman aura Luna yang semakin kuat dan kegilaan Tang Yan, mereka akhirnya memilih untuk mundur membawa Jenderal mereka yang masih sibuk menepuk kepalanya sendiri.

Setelah kepergian pasukan Jenderal yang memalukan itu, suasana di ruang latihan kembali sunyi. Luna melompat keluar dari bak cairan ungu dengan gerakan yang jauh lebih ringan dan cepat. Ia menatap tubuhnya sendiri dengan takjub; setiap serat ototnya kini terasa sepadat logam namun seringan kapas.

"Guru, kau benar-benar pembuat masalah," Luna berbisik, matanya berkilat karena kekuatan baru. "Kau baru saja mempermalukan Jenderal Sektor 7. Mereka akan mengirim pasukan pemusnah."

Tang Yan hanya tertawa kecil, kembali ke mode remaja 15 tahun yang menyebalkan. Ia mengorek telinganya dengan santai. "Biarkan saja. Lagipula, jubah ini mulai terasa sesak. Aku butuh udara segar dan makanan yang tidak berasa oli."

Seorang wanita misterius dengan jubah kuno mendekat, langkahnya anggun namun penuh kewaspadaan. Ia menatap Tang Yan dengan tatapan menyelidik. "Energi yang kau gunakan tadi... sangat aneh. Aku pernah berkelana di berbagai sudut, tapi aku belum pernah merasakan frekuensi energi yang seperti itu. Itu terasa purba, dan sangat asing."

Tang Yan tetap mempertahankan wajah konyolnya, menyembunyikan getaran Buku Emas Kekacauan yang menyatu di jiwanya dengan sangat rapat. "Ah, itu hanya teknik kecil untuk mengacaukan frekuensi. Kau tahu kan, aku ini jenius?" jawabnya asal.

Luna, yang mengamati interaksi mereka, mendengus. "Huh, 'jenius'. Lihat dia," tunjuk Luna pada Chu Ziyi, "sikapnya yang dingin dan irit bicara itu seperti Penguasa Istana Dingin. Kalian berdua sama-sama aneh."

Chu Ziyi, kini dipanggil "Penguasa Istana Dingin" oleh Luna. Menanggapi itu, dia hanya melirik Luna sekilas tanpa ekspresi, lalu mengalihkan pandangannya ke jendela.

BUM!

Gedung tiba-tiba bergetar hebat. Lampu-lampu di langit-langit berubah menjadi merah pekat dan berkedip cepat.

"Peringatan! Anomali energi tingkat tinggi terdeteksi di kediaman keluarga Lin. Protokol pembersihan diaktifkan. Unit Mecha Sentinel sedang dalam perjalanan."

"Itu sistem keamanan pusat Neo-Ark!" wajah Luna memucat. "Mereka tidak butuh alasan hukum jika sudah mendeteksi 'anomali'. Kita harus segera pergi melalui jalur bawah tanah ke Distrik Rongsokan. Itu satu-satunya tempat di mana sinyal pelacak mereka terganggu oleh limbah elektronik."

"Xiao Bai, bangun! Berhenti mengunyah kabel-kabel cadangan itu!" Tang Yan menepuk kepala Kilin konyol itu. Xiao Bai mendengus, percikan listrik biru keluar dari tanduknya saat ia berdiri dengan gagah di samping tuannya.

Saat mereka berlari menuju pintu rahasia di lantai laboratorium, Tang Yan sempat melirik ke arah jendela. Di langit Neo-Ark yang gelap, ribuan drone pengintai mulai membentuk formasi jaring-jaring cahaya yang menutupi area tersebut.

'Dunia ini memang rapuh, seperti panggung sandiwara,' batin Tang Yan sambil teringat isi Buku Kekacauan tentang kehancuran dunia dewa. Ia mengepalkan tangannya.

"Ayo, Gadis Pabrik! Tunjukkan jalannya," seru Tang Yan riang sambil melompat masuk ke lubang palka bawah tanah. "Aku ingin melihat seberapa berantakan Distrik Rongsokan yang kau banggakan itu!"

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!